Breaking News
light_mode

Kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan 250% di Pati Menuai Protes, Bupati Minta Maaf Setelah Viral

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
  • visibility 364

PATI – Kebijakan Pemerintah Kabupaten Pati menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250% menuai penolakan dari warga.

Gelombang protes memuncak setelah Bupati Pati, Sudewo, mengeluarkan pernyataan yang dianggap menantang masyarakat, yang kemudian disusul dengan kericuhan terkait pembubaran paksa posko donasi.

Warga Protes, Gelar Aksi Demo Besar-besaran

Kenaikan PBB yang dinilai sangat memberatkan memicu kemarahan warga. Berbagai keluhan muncul, seperti seorang warga yang mengaku PBB-nya naik drastis dari Rp179 ribu menjadi Rp1,3 juta, dan warga lain yang PBB-nya melonjak dari Rp25 ribu menjadi Rp144 ribu.

Kini, Masyarakat Pati Bersatu berencana menggelar demonstrasi besar-besaran pada 13 Agustus 2025. Persiapan demo sudah dilakukan sejak awal bulan, dengan adanya posko penggalangan donasi berupa logistik seperti air minum, mi instan, dan makanan. Ribuan santri dari berbagai wilayah di Pati dikabarkan akan bergabung dalam aksi protes ini.

Kericuhan dan Permintaan Maaf Bupati

Situasi memanas ketika Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pati membubarkan paksa posko donasi dan menyita logistik warga pada Selasa (5/8/2025). Kericuhan tak terhindarkan, massa menyerbu markas Satpol PP hingga akhirnya donasi dikembalikan.

Insiden ini membuat Sudewo angkat bicara. Ia menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya yang viral dan kegaduhan yang terjadi pasca-penertiban donasi. Sebagai konsekuensi dari insiden tersebut, Pejabat Kepala Satpol PP Kabupaten Pati, Sriyatun, dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh Camat Tayu, Imam Rifai.

Alasan Pemerintah Daerah dan Tanggapan Gubernur

Sudewo menjelaskan bahwa kenaikan PBB ini dilakukan karena tidak ada penyesuaian selama 14 tahun terakhir. Ia beralasan pendapatan pajak yang didapat tidak sebanding dengan pengeluaran daerah, terutama untuk honorer dan PPPK.

Menanggapi polemik ini, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meminta Bupati Pati untuk mengkaji ulang kebijakan kenaikan PBB. Gubernur menekankan pentingnya kebijakan yang tidak memberatkan masyarakat.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Karyawan Bengkel di Pati Terjaring Razia Balap Liar

    Dua Karyawan Bengkel di Pati Terjaring Razia Balap Liar

    • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 325
    • 0Komentar

    PATI – Warga Jalan Dr. Soesanto, Kampung Randukuning, Kelurahan Pati Lor, dihebohkan dengan aksi balap liar yang dilakukan dua karyawan bengkel pada Rabu (7/5/2025) sore sekitar pukul 15.30 WIB. Aksi nekat tersebut terungkap berkat laporan warga yang diterima Polsek Pati sekitar pukul 14.30 WIB. Petugas Unit Reskrim Polsek Pati yang dipimpin Kanit Reskrim langsung bergerak […]

  • Eks Pelatih Persija Jakarta Merapat, Persiku Kudus Siap Menggebrak Liga 2 Musim 2024/2025 

    Eks Pelatih Persija Jakarta Merapat, Persiku Kudus Siap Menggebrak Liga 2 Musim 2024/2025 

    • calendar_month Rab, 17 Jul 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 274
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Manajemen Persiku Kudus resmi menunjuk Sudirman sebagai pelatih kepala tim macan muria. Mantan pelatih Persija Jakarta ini mengaku akan merombak total skuad Persiku Kudus. Kedatangan Sudirman diyakini bakal membawa sejumlah nama pemain Persija Jakarta untuk bisa memperkuat Persiku Kudus di Liga 2 musim 2024/2025. Pemain-pemain Persija yang masih minim bakal diproyeksikan untuk memperkuat […]

  • DPRD Pati Sampaikan Pokok Pikiran : Akses Pendidikan Harus Layak dan Merata

    DPRD Pati Sampaikan Pokok Pikiran : Akses Pendidikan Harus Layak dan Merata

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 4.026
    • 0Komentar

    PATI – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pati, Ir. Bambang Susilo, yang mewakili Ketua DPRD, menyampaikan Pokok Pikiran institusi tersebut dalam kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Pati Tahun 2027. Acara berlangsung di Pendopo Kabupaten Pati pada hari Selasa, 31 Maret 2026. Salah satu fokus utama yang disampaikan berkaitan dengan […]

  • Jalani Tirakat, Seorang Kakek di Juwana Ditemukan Tak Bernyawa

    Jalani Tirakat, Seorang Kakek di Juwana Ditemukan Tak Bernyawa

    • calendar_month Sab, 13 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 257
    • 0Komentar

    FOTO : POLSEK JUWANA Lingkar Muria, PATI – Warga Desa Growong Kecamatan Juwana Jumat (12/1/18) lalu digegerkan penemuan mayat. Korban bernama Prawiro Pasi, 91, ditemukan sudah tak bernyawa dengan kondisi tubuh telentang dan membusuk di dalam kamar pribadinya. Menurut keterangan anaknya, diketahui korban sedang menjadi laku tirakat beberapa hari sebelumnya. Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan […]

  • DPRD Pati Desak Penindakan Tegas Tambang Ilegal di Sukolilo

    DPRD Pati Desak Penindakan Tegas Tambang Ilegal di Sukolilo

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 383
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk mengambil tindakan tegas terhadap penambangan galian C ilegal yang marak terjadi di wilayah pegunungan Kendeng, Kecamatan Sukolilo. Desakan ini disampaikan oleh Wakil Ketua 2 DPRD Kabupaten Pati, Bambang Susilo, menyusul polemik yang berkepanjangan terkait aktivitas penambangan ilegal tersebut. Bambang Susilo […]

  • Salah Desil Jangan Sampai Warga Miskin Kehilangan JKN, Edy Wuryanto Soroti DTSEN

    Salah Desil Jangan Sampai Warga Miskin Kehilangan JKN, Edy Wuryanto Soroti DTSEN

    • calendar_month Kam, 27 Agu 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 101.935
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kesalahan penetapan desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) jangan sampai berujung pada hilangnya hak warga miskin atas jaminan kesehatan. Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mendesak pemerintah segera membenahi persoalan DTSEN menyusul adanya keluhan masyarakat mengenai perubahan desil meski kondisi ekonomi mereka relatif tidak berubah. Menurut Edy, perubahan klasifikasi […]

expand_less