DPRD Pati Desak Pemkab Ambil Langkah Konkret Tekan Populasi Hama Tikus
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 98.706

Ilustrasi Hama Tikus
PATI – Sejumlah lahan pertanian di wilayah Pati Selatan dilaporkan diserang hama tikus. Keberadaan hama ini membuat para petani kewalahan, bahkan mengancam hasil panen tanaman padi maupun jagung yang sedang mereka garap.
Kondisi kerusakan akibat serangan hewan pengerat ini diketahui sudah meluas ke berbagai titik persawahan dan ladang di wilayah tersebut
Masalah ini pun menjadi sorotan Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Warsiti. Ia mengaku sangat prihatin menyikapi kesulitan yang tengah dihadapi para petani, khususnya mereka yang bertani di wilayah selatan Kabupaten Pati
Menurut penuturannya, dampak kerugian yang ditimbulkan menjadi jauh lebih besar karena serangan ini berbarengan dengan masuknya musim kemarau. Akibat gabungan kedua faktor tersebut, banyak tanaman pertanian yang tidak bisa dipanen secara maksimal, bahkan ada yang gagal panen sama sekali
“Karena banyaknya hama apalagi ini menghadapi musim kemarau dimana yang di selatan itu banyak tanaman-tanaman yang tidak bisa dipanen,” lanjutnya.
Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata dan konkret guna menekan populasi hama tikus yang keberadaannya sangat merugikan masyarakat tani.
“Kami berharap ada tindakan yang konkret dari Pemerintah Daerah sehingga itu bisa meminimalisir hama-hama yang ada di selatan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati, Ratri Wijayanto, menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah menerima bantuan persediaan pestisida dari Kementerian Pertanian pada akhir tahun 2025 lalu.
Bantuan tersebut terdiri dari rodentisida sebanyak 46,55 ton, moluskisida 14 ton, fungisida 25 ton, insektisida 26.500 liter, serta herbisida 17.500 liter.
Ratri menerangkan, jenis bantuan yang ada saat ini dapat dimanfaatkan untuk pengendalian hama tikus pada tanaman padi. Namun, hingga saat ini belum tersedia jenis bantuan atau obat khusus yang difokuskan untuk perlindungan tanaman jagung.
“Untuk pestisida kami tetap menggandeng PUPT yang notabene itu adalah petugas dari Provinsi Jawa Tengah, karena itu adalah memanfaatkan pestisida bantuan itu tidak seperti bantuan-bantuan yang lain,” ujarnya.
(adv)
Editor : Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

