Breaking News
light_mode

Nasehat Mbah Dullah Kajen, untuk Menjadikan Hewan Qurban Sebagai Wasilah

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 21 Jul 2021
  • visibility 256

 

Mbah Dullah Kajen

Sebelum
membaca nasehat yang luar biasa ini, mari kita kirimkan Surat al-Fatihah kagem
Simbah Kiai Abdullah Salam sekeluarga, Simbah Kiai Nafi’ Abdillah Salam
sekeluarga, Abuya Minan Abdillah Salam, dan juga Kang Bambang, lahum
al-Fatihah….

Di
suatu malam, di dalam sebuah rumah tua milik seorang Kiai yang sangat
kharismatik, di lingkungan Pondok Pesantren Mathali’ul Huda Poesat Kajen
Margoyoso Pati. Malam itu adalah malam 10 Dzulhijjah, malam Hari Raya Idul
Adha. Semua santri telah pulang dan hanya segelintir santri yang masih tinggal
di Pondok, termasuk aku yang merasa pedih, karena merasa kesepian, sendirian
tak punya teman. Mau tidur di kamar, takut. Musholla PMH Poesat yang biasanya
ramai juga tampak lengang. Akhirnya, kuputuskan untuk tidur di ruang tamu rumah
kyaiku, Simbah KH. Abdullah Zen Salam.

Kurapatkan
tubuh di dinding rumah Mbah Dullah yang langsung berdampingan dengan kamar
beliau. Dalam batinku, aku merasa nyaman, dan tak lagi takut, karena aku
merasa, di sampingku ada kyaiku yang menemani, meskipun terpisah oleh dinding yang
terbuat dari triplek ini.

Tepat
pukul 22.00, kulihat jam di ruang tamu Mbah Dullah itu berdetik. Sayup-sayup,
saat merebahkan tubuhku di ruang tamu ndalem beliau, aku mendengar kyaiku
sedang bercerita, entah dengan siapa di sana? Suaranya jelas dalam hening malam
yang sesekali terselip suara sendu takbir Idul Adha.

Mbah
Dullah ngendika kepada seorang yang beliau ajak bicara,

“Le,
kowe ngerti apa sing pualing ajaib ning hari Qurban?”

(Nak,
tahukah kamu apa hal yang paling ajaib di hari Kurban?)

“Boten
mbah.”

Jawab
lelaki itu. Dari suaranya, sepertinya ia masih muda.

“Kok
ujug-ujug ana wedhus digawa Malaikat sangka langit?”

(Kok
tiba-tiba ada kambing dibawa Malaikat dari langit?)

Tanya
Mbah Dullah lagi.

“Apa
sing ndadekna Gusti Allah mbatalke perintahe?”

(Apa
yang membuat Gusti Allah membatalkan perintahnya kepada Nabi Ibrahim untuk
menyembelih Nabi Ismail?)

“Sing
paling wigati, apa sing diucapke Nabi Ibrahim maring Gusti Allah? Sing ora
dikrungu menungsa, nanging para Malaikat lan Gusti Allah krungu?”

(Yang
paling harus diperhatikan, apa yang sebenarnya diucapkan oleh Nabi Ibrahim
kepada Gusti Allah? Yang tidak terdengar oleh manusia, namun Allah dan para
Malaikatnya mendengarkannya?)

Seketika,
suasana hening. Seorang lelaki yang diajak bicara oleh Mbah Dullah itu tidak
menjawab. Aku pun mulai merapatkan telinga ke dinding triplek ruang tamu
Kiaiku. Demi mendengar secara jelas, kata demi kata, yang didhawuhkan oleh Sang
Guru. Suara beliau terdengar sangat khas. Terdengar begitu dalam, meski tak
jarang terselip oleh batuk-batuk kecil. Mbah Dullah, semakin sepuh, semakin
berwibawa.

“Kowe
ngerti, Le? Sakdurunge Nabi Isma’il disembelih, iku ning njero batin, Nabi
Ibrahim Ngendikan. Ya Allah, jasad lan ruhe Isma’il niku kagungane Panjenengan.
Kula pasrahaken lan Kula serahaken ruh lan jasade Isma’il dumateng Penjenengan.
Lan kanthi ridha Panjenengan, Kula nyuwun jasad lan ruh ingkang langkung sae
tinimbang Isma’il.”

(Tahukah
kamu, Nak? Sebelum Nabi Isma’il disembelih, di dalam relung hati yang paling
dalam, Nabi Ibrahim berkata. Ya Allah, jasad dan ruhnya Isma’il adalah
milik-Mu. Aku pasrahkan, aku serahkan ruh dan jasad Isma’il kepada-Mu. Dan
dengan ridha-Mu ya Allah, aku memohon ganti jasad dan ruh yang lebih baik
daripada Isma’il.)

“Saknalika,
Jibril sowan maring Gusti Allah. Lan saknalika, Gusti Allah merintahke maring
Malaikat supaya gawa wedhus, kanggo ganthi pengorbanane Nabi Ibrahim lan Nabi
Isma’il. Iku termasuk mukjizate Nabi Ibrahim. Iku dadi pathokane Ilmu Haqiqat.
Sakdurunge ngamal apa wae, matura ning njero batin ndisik maring Gustimu Sing
Maha Ghaib. Lan dadi pathokan  kanggone
wong sing arep nyembelih Qurban. Kudu diangen-angen, nek Qurban, iku dienggo
apa daginge? Dititipi apa ruhe hayawan iku?”

(Seketika,
Jibril menghadap Gusti Allah. Dan seketika, Gusti Allah memerintahkan Malaikat
untuk membawa seekor domba, sebagai ganti atas pengorbanan Nabi Ibrahim dan
Nabi Isma’il. Itu termasuk mukjizatnya Nabi Ibrahim. Hal tersebut dijadikan
salah satu dasar dalam menjalankan Ilmu Haqiqat. Sebelum kita melakukan apa
saja, hendaknya kita berucap di dalam hati kita, bermunajat kepada Gusti Allah
Yang Maha Ghaib. Dan hal tersebut juga bisa dijadikan dasar bagi orang-orang
yang hendak menyembelih Qurban. Harus direnung-fikirkan. Jika berqurban, untuk
apa dagingnya? Dititipi apa ruh hewan Qurban itu?)

Lelaki
itu lalu bertanya,

“Maksude
pripun nggih Mbah?”

Mbah
Dullah kemudian menjawab dengan suara liirih,

“Ngene
lho Le,….”

(Begini
lho, Nak…)

Aku
semakin penasaran dengan dhawuh Mbah Dullah. Lalu, aku pun duduk, supaya bisa
mendengar lebih jelas setiap kata yang diucapkan Sang Kekasih Allah itu.

 

“Nek
kowe Qurban, sakdurunge wedhus mbok sembelih, cekela wedhus iku, karo ucapna
ning njero batin, matur maring Gusti Allah. Ya Allah, Kula qurbanke wedhus
niki, minangka ngurmati Nabi Ibrahim lan Syari’ate Nabi Muhammad. Daginge
minangka sedekah Kula. Iki bisa mbok ucapna sedekah sing mbok karepke. Lan
ucapke, Kula baliaken ruhe wedhus niki kanthi hurmat supados nyangking dunga
ingsun supados Kula,( …………………………….) niki mbok sebutke hajatmu Le.”

(Jika
kamu berkurban, sebelum kambing disembelih, peganglah kambing itu, seraya
berucap di dalam batin, munajat kepada Gusti Allah. Ya Allah, aku kurbankan
kambing ini, lantaran menghormati Nabi Ibrahim dan Syari’atnya Nabi Muhammad.
Dagingnya merupakan sedekahku. Ini bisa kamu ucapkan jenis sedekah yang kamu
inginkan. Lalu ucapkan, aku kembalikan ruh kambing ini dengan hurmat supaya
membawa doa-doaku, supaya aku, (………………………….) ini sambil kamu sebutkan hajatmu
di dalam hati, Nak!)

Suasane
kembali hening. Beberapa waktu kemudian, suara Mbah Dullah kembali terdengar.

“Ruh
iku bali maring Gustine. Sowan lan ngungkapna karepe sing nyembelih. Berarti,
nyawa kewan Qurban iku isa dadi wasilah dungamu.”

(Ruh  hewan kurban itu kembali kepada Pemiliknya.
Menghadap dan mengungkapkan keinginan orang yang berqurban. Berarti, nyawa
hewan Qurban itu bisa menjadi wasilah bagi doa-doamu.)

Brakkkk,…..
Kreek……

Terdengar
suara pintu ruang dalam rumah Mbah Dullah terbuka. Dan selang beberapa saat,
terdengar suara erangan mesin Mercy Taiger Kiaiku berderu. Dalam batinku, oh
Kiaiku pasti mau ke Makam Mbah Mutamakin. Aku membatin begitu. Dan benar saja,
ternyata Mbah Dullah menjalani rutinitas beliau tiap tengah malam, ziarah makam
Mbah Mutamakkin.

Oh,
aku mulai tak bisa tidur lagi, karena rasa takut sendirian mulai menerkamku.
Kuputuskan untuk duduk dan mulai merenungkan segala yang diucapkan Kiaiku tadi.
Dalam hati, aku ingin supaya kelak bisa berkurban.

Dan
Alhamdulilah, setiap Idul Qurban, aku selalu mengingat dan mempraktikkan ajaran
Kiaiku. Luar biasa. ALHAMDULILLAH. Semua hajatku, pelan namun pasti, satu demi
satu dapat terwujud. Terimakasih ALLAH. Terimakasih Rosulullah Muhammad.
Terimakasih Mbah, Mbah Dullah Salam, al-Fatihah.

*Kang
Bambang Kurnia Wijaya
Alumnus PMH Pusat Kajen, yang beberapa hari lalu kembali ke Rahmatullah dikutip
dari status facebook Sahal Japara

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Apresiasi Musrenbangwil Eks-Karesidenan Pati, Dorong Keselarasan APBD dengan Kebijakan Provinsi

    DPRD Pati Apresiasi Musrenbangwil Eks-Karesidenan Pati, Dorong Keselarasan APBD dengan Kebijakan Provinsi

    • calendar_month Sen, 21 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 296
    • 0Komentar

    PATI – Musyawarah Rencana Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) Eks-Karesidenan Pati yang digelar di Pendopo Kabupaten Pati pada Senin (21/4/2025) mendapat apresiasi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati. “Kami mengapresiasi pelaksanaan Musrenbang Provinsi yang diadakan se-Karesidenan. Diadakan dialog langsung antara masyarakat dengan Pak Gubernur,” kata Wakil Ketua II DPRD Pati, Bambang Susilo. Musrenbangwil yang dihadiri […]

  • Bupati Haryanto Janji Tahun Depan Insentif Tenaga Honorer Naik

    Bupati Haryanto Janji Tahun Depan Insentif Tenaga Honorer Naik

    • calendar_month Sab, 24 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Bupati Haryanto PATI – Angin segar berhembus untuk para tenaga honorer kategori 2 (K2) di Kabupaten Pati. Hal itu lantaran Bupati Haryanto yang berjanji akan menaikkan insentif. Rencananya, kenaikan dilakukan sebesar Rp 900 ribu per bulan. Kebijakan tersebut tidak lepas dari berbagai pertimbangan. Bupati menilai, kenaikan itu sebagai bentuk perhatian pemerintah atas dedikasi penabsian yang sudah dilakukan selama bertahun-tahun […]

  • Daftar Kemeriahan HUT Kudus Tahun 2023

    Daftar Kemeriahan HUT Kudus Tahun 2023

    • calendar_month Ming, 3 Sep 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 344
    • 0Komentar

    Logo HUT Kudus tahun 2023/Disbudpar Kudus KUDUS – Dalam rangka memeriahkan ulang tahun ke -474 Kabupaten Kudus, berbagai kegiatan hiburan digelar untuk masyarakat. Acara hiburan berlangsung selama satu bulan penuh di bulan September tahun 2023 ini. Berikut daftar hiburan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Kudus. 1. Wayang Klitik tanggal 2 September 2023 jam 19.40 di […]

  • Kerja Sama Pemkab Kudus dan PT. Djarum Sukses Bangun 92 Rumah Layak Huni

    Kerja Sama Pemkab Kudus dan PT. Djarum Sukses Bangun 92 Rumah Layak Huni

    • calendar_month Jum, 25 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 253
    • 0Komentar

    KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus dan PT. Djarum kembali menunjukkan sinergi positif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, Kamis (24/4/2025), menerima secara simbolis bantuan Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) dari PT. Djarum untuk 92 keluarga di empat kecamatan. “Program ini tak hanya memperbaiki kualitas hidup, tapi juga membangun harapan baru,” ujar Sam’ani. Program […]

  • Plaza Pragolo, Surga Produk Asli Pati

    Plaza Pragolo, Surga Produk Asli Pati

    • calendar_month Ming, 18 Apr 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 259
    • 0Komentar

      Plaza Pragolo Pati PATI – Surganya produk unggulan Kabupaten Pati, bisa ditemukan di sini. Tempat ini bernama Plaza Pragolo. Lokasinya berada persis di Jalan Raya Pati — Kudus, sebelum masuk Kota Pati. Tempat ini buka setiap hari, di sini pengunjung akan dimanjakan dengan ragam produk asli wong Pati, dengan harga yang terjangkau dan kualitas […]

  • DPRD Pati: Pengembangan Wisata Perlu Analisa Sektor Unggulan

    DPRD Pati: Pengembangan Wisata Perlu Analisa Sektor Unggulan

    • calendar_month Kam, 19 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 312
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menekankan perlunya analisis mendalam terhadap potensi wisata unggulan di wilayah tersebut dalam upaya pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Hal ini disampaikan oleh Endah Sri Wahyungiati, anggota DPRD Pati dari Partai Golkar. “Pengembangan pariwisata di Kabupaten Pati harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan,” ujarnya. “Pemkab harus menganalisis potensi […]

expand_less