Breaking News
light_mode

Nasehat Mbah Dullah Kajen, untuk Menjadikan Hewan Qurban Sebagai Wasilah

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 21 Jul 2021
  • visibility 293

 

Mbah Dullah Kajen

Sebelum
membaca nasehat yang luar biasa ini, mari kita kirimkan Surat al-Fatihah kagem
Simbah Kiai Abdullah Salam sekeluarga, Simbah Kiai Nafi’ Abdillah Salam
sekeluarga, Abuya Minan Abdillah Salam, dan juga Kang Bambang, lahum
al-Fatihah….

Di
suatu malam, di dalam sebuah rumah tua milik seorang Kiai yang sangat
kharismatik, di lingkungan Pondok Pesantren Mathali’ul Huda Poesat Kajen
Margoyoso Pati. Malam itu adalah malam 10 Dzulhijjah, malam Hari Raya Idul
Adha. Semua santri telah pulang dan hanya segelintir santri yang masih tinggal
di Pondok, termasuk aku yang merasa pedih, karena merasa kesepian, sendirian
tak punya teman. Mau tidur di kamar, takut. Musholla PMH Poesat yang biasanya
ramai juga tampak lengang. Akhirnya, kuputuskan untuk tidur di ruang tamu rumah
kyaiku, Simbah KH. Abdullah Zen Salam.

Kurapatkan
tubuh di dinding rumah Mbah Dullah yang langsung berdampingan dengan kamar
beliau. Dalam batinku, aku merasa nyaman, dan tak lagi takut, karena aku
merasa, di sampingku ada kyaiku yang menemani, meskipun terpisah oleh dinding yang
terbuat dari triplek ini.

Tepat
pukul 22.00, kulihat jam di ruang tamu Mbah Dullah itu berdetik. Sayup-sayup,
saat merebahkan tubuhku di ruang tamu ndalem beliau, aku mendengar kyaiku
sedang bercerita, entah dengan siapa di sana? Suaranya jelas dalam hening malam
yang sesekali terselip suara sendu takbir Idul Adha.

Mbah
Dullah ngendika kepada seorang yang beliau ajak bicara,

“Le,
kowe ngerti apa sing pualing ajaib ning hari Qurban?”

(Nak,
tahukah kamu apa hal yang paling ajaib di hari Kurban?)

“Boten
mbah.”

Jawab
lelaki itu. Dari suaranya, sepertinya ia masih muda.

“Kok
ujug-ujug ana wedhus digawa Malaikat sangka langit?”

(Kok
tiba-tiba ada kambing dibawa Malaikat dari langit?)

Tanya
Mbah Dullah lagi.

“Apa
sing ndadekna Gusti Allah mbatalke perintahe?”

(Apa
yang membuat Gusti Allah membatalkan perintahnya kepada Nabi Ibrahim untuk
menyembelih Nabi Ismail?)

“Sing
paling wigati, apa sing diucapke Nabi Ibrahim maring Gusti Allah? Sing ora
dikrungu menungsa, nanging para Malaikat lan Gusti Allah krungu?”

(Yang
paling harus diperhatikan, apa yang sebenarnya diucapkan oleh Nabi Ibrahim
kepada Gusti Allah? Yang tidak terdengar oleh manusia, namun Allah dan para
Malaikatnya mendengarkannya?)

Seketika,
suasana hening. Seorang lelaki yang diajak bicara oleh Mbah Dullah itu tidak
menjawab. Aku pun mulai merapatkan telinga ke dinding triplek ruang tamu
Kiaiku. Demi mendengar secara jelas, kata demi kata, yang didhawuhkan oleh Sang
Guru. Suara beliau terdengar sangat khas. Terdengar begitu dalam, meski tak
jarang terselip oleh batuk-batuk kecil. Mbah Dullah, semakin sepuh, semakin
berwibawa.

“Kowe
ngerti, Le? Sakdurunge Nabi Isma’il disembelih, iku ning njero batin, Nabi
Ibrahim Ngendikan. Ya Allah, jasad lan ruhe Isma’il niku kagungane Panjenengan.
Kula pasrahaken lan Kula serahaken ruh lan jasade Isma’il dumateng Penjenengan.
Lan kanthi ridha Panjenengan, Kula nyuwun jasad lan ruh ingkang langkung sae
tinimbang Isma’il.”

(Tahukah
kamu, Nak? Sebelum Nabi Isma’il disembelih, di dalam relung hati yang paling
dalam, Nabi Ibrahim berkata. Ya Allah, jasad dan ruhnya Isma’il adalah
milik-Mu. Aku pasrahkan, aku serahkan ruh dan jasad Isma’il kepada-Mu. Dan
dengan ridha-Mu ya Allah, aku memohon ganti jasad dan ruh yang lebih baik
daripada Isma’il.)

“Saknalika,
Jibril sowan maring Gusti Allah. Lan saknalika, Gusti Allah merintahke maring
Malaikat supaya gawa wedhus, kanggo ganthi pengorbanane Nabi Ibrahim lan Nabi
Isma’il. Iku termasuk mukjizate Nabi Ibrahim. Iku dadi pathokane Ilmu Haqiqat.
Sakdurunge ngamal apa wae, matura ning njero batin ndisik maring Gustimu Sing
Maha Ghaib. Lan dadi pathokan  kanggone
wong sing arep nyembelih Qurban. Kudu diangen-angen, nek Qurban, iku dienggo
apa daginge? Dititipi apa ruhe hayawan iku?”

(Seketika,
Jibril menghadap Gusti Allah. Dan seketika, Gusti Allah memerintahkan Malaikat
untuk membawa seekor domba, sebagai ganti atas pengorbanan Nabi Ibrahim dan
Nabi Isma’il. Itu termasuk mukjizatnya Nabi Ibrahim. Hal tersebut dijadikan
salah satu dasar dalam menjalankan Ilmu Haqiqat. Sebelum kita melakukan apa
saja, hendaknya kita berucap di dalam hati kita, bermunajat kepada Gusti Allah
Yang Maha Ghaib. Dan hal tersebut juga bisa dijadikan dasar bagi orang-orang
yang hendak menyembelih Qurban. Harus direnung-fikirkan. Jika berqurban, untuk
apa dagingnya? Dititipi apa ruh hewan Qurban itu?)

Lelaki
itu lalu bertanya,

“Maksude
pripun nggih Mbah?”

Mbah
Dullah kemudian menjawab dengan suara liirih,

“Ngene
lho Le,….”

(Begini
lho, Nak…)

Aku
semakin penasaran dengan dhawuh Mbah Dullah. Lalu, aku pun duduk, supaya bisa
mendengar lebih jelas setiap kata yang diucapkan Sang Kekasih Allah itu.

 

“Nek
kowe Qurban, sakdurunge wedhus mbok sembelih, cekela wedhus iku, karo ucapna
ning njero batin, matur maring Gusti Allah. Ya Allah, Kula qurbanke wedhus
niki, minangka ngurmati Nabi Ibrahim lan Syari’ate Nabi Muhammad. Daginge
minangka sedekah Kula. Iki bisa mbok ucapna sedekah sing mbok karepke. Lan
ucapke, Kula baliaken ruhe wedhus niki kanthi hurmat supados nyangking dunga
ingsun supados Kula,( …………………………….) niki mbok sebutke hajatmu Le.”

(Jika
kamu berkurban, sebelum kambing disembelih, peganglah kambing itu, seraya
berucap di dalam batin, munajat kepada Gusti Allah. Ya Allah, aku kurbankan
kambing ini, lantaran menghormati Nabi Ibrahim dan Syari’atnya Nabi Muhammad.
Dagingnya merupakan sedekahku. Ini bisa kamu ucapkan jenis sedekah yang kamu
inginkan. Lalu ucapkan, aku kembalikan ruh kambing ini dengan hurmat supaya
membawa doa-doaku, supaya aku, (………………………….) ini sambil kamu sebutkan hajatmu
di dalam hati, Nak!)

Suasane
kembali hening. Beberapa waktu kemudian, suara Mbah Dullah kembali terdengar.

“Ruh
iku bali maring Gustine. Sowan lan ngungkapna karepe sing nyembelih. Berarti,
nyawa kewan Qurban iku isa dadi wasilah dungamu.”

(Ruh  hewan kurban itu kembali kepada Pemiliknya.
Menghadap dan mengungkapkan keinginan orang yang berqurban. Berarti, nyawa
hewan Qurban itu bisa menjadi wasilah bagi doa-doamu.)

Brakkkk,…..
Kreek……

Terdengar
suara pintu ruang dalam rumah Mbah Dullah terbuka. Dan selang beberapa saat,
terdengar suara erangan mesin Mercy Taiger Kiaiku berderu. Dalam batinku, oh
Kiaiku pasti mau ke Makam Mbah Mutamakin. Aku membatin begitu. Dan benar saja,
ternyata Mbah Dullah menjalani rutinitas beliau tiap tengah malam, ziarah makam
Mbah Mutamakkin.

Oh,
aku mulai tak bisa tidur lagi, karena rasa takut sendirian mulai menerkamku.
Kuputuskan untuk duduk dan mulai merenungkan segala yang diucapkan Kiaiku tadi.
Dalam hati, aku ingin supaya kelak bisa berkurban.

Dan
Alhamdulilah, setiap Idul Qurban, aku selalu mengingat dan mempraktikkan ajaran
Kiaiku. Luar biasa. ALHAMDULILLAH. Semua hajatku, pelan namun pasti, satu demi
satu dapat terwujud. Terimakasih ALLAH. Terimakasih Rosulullah Muhammad.
Terimakasih Mbah, Mbah Dullah Salam, al-Fatihah.

*Kang
Bambang Kurnia Wijaya
Alumnus PMH Pusat Kajen, yang beberapa hari lalu kembali ke Rahmatullah dikutip
dari status facebook Sahal Japara

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penyerang Persijap Jepara Carlos Franca bersama Yakubu. (PERSIJAP OFFICIAL)

    Persijap Jepara Tantang Semen Padang, Saatnya Balas Kekalahan di Putaran Pertama

    • calendar_month Ming, 19 Apr 2026
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 245
    • 0Komentar

    PADANG – Persijap Jepara bakal menantang tuan rumah Semen Padang pada laga pekan ke-28 BRI Super League, Senin (20/4/2026) kick off pukul 15.30 WIB. Pertandingan ini akan menjadi momen bagi pasukan Mario Lemos untuk menuntaskan dendam atas kekalahan di putaran pertama sebelumnya, dimana Persijap kalah tipis 1 – 2. Dengan materi pemain yang terbilang lebih […]

  • Polres Pati Ringkus Calo CPNS

    Polres Pati Ringkus Calo CPNS

    • calendar_month Sab, 1 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 329
    • 0Komentar

      Pelaku penipuan jasa CPNS yang ditangkap Polres Pati Jangan percaya jika ada oknum yang menawarkan jasa bisa meloloskan anda menjadi pegawai negeri sipil. Bisa-bisa Anda menjadi korban penipuan. PATI – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pati berhasil meringkus dua pelaku penipuan dengan iming – iming dapat membantu menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di […]

  • Dewan Kesenian Jepara Gelar Parade Drama Tradisional

    Dewan Kesenian Jepara Gelar Parade Drama Tradisional

    • calendar_month Sel, 7 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 350
    • 0Komentar

    Workshop yang dilakukan oleh Dewan Kesenian Jepara  JEPARA – Kelompok seni tradisional di Kota Ukir bakal mengadakan parade drama tradisional, November mendatang.  Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Jepara, Kustam Eka Jalu mengakatan, sedikitnya ada sekitar  10 kelompok kesenian tradisional yang berpartisipasi untuk menyuguhkan karyanya. Kelompok-kelompok itu adalah Ketoprak Amongjiwo (Dongos-Kedung), Kelompok Padamubal (Bangsri), Ketoprak Bangun […]

  • TMMD Godo ; Semua Pekerjaan Fisik Tuntas, Warga Puas

    TMMD Godo ; Semua Pekerjaan Fisik Tuntas, Warga Puas

    • calendar_month Sel, 1 Mei 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 302
    • 0Komentar

    PATI – Pekerjaan fisik TMMD Reguler ke 101, betonisasi jalan menuju Dukuh Selowire telah tuntas sepenuhnya. Kemarin deru mesin molen terakhir terdengar. Setelah selesai pemandangan tumpukan batu, semen dan material lain tak akan terlihat lagi. Berganti dengan jalan mulus. Dengan selesainya pengerjaan jalan ini, praktis hiruk pikuk TNI dan warga tak akan terdengar lagi. Hanya […]

  • Selesai Digarap, Proyek Konsolidasi Jalan Guyangan – Juwana dan Jetak Sedot Anggaran Rp3,62 Miliar

    Selesai Digarap, Proyek Konsolidasi Jalan Guyangan – Juwana dan Jetak Sedot Anggaran Rp3,62 Miliar

    • calendar_month Sel, 15 Sep 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102.318
    • 0Komentar

    PATI — Proyek pemulihan infrastruktur jalan di kawasan pesisir Kabupaten Pati yang melintasi Kecamatan Trangkil, Juwana, dan Wedarijaksa kini telah rampung pengerjaannya. Paket konsolidasi yang mempertemukan jalur logistik utama ruas Jalan Guyangan – Juwana dan Jetak – Guyangan tersebut menelan total pagu anggaran sebesar Rp3,625 miliar. Kepastian selesainya proyek vital ini dikonfirmasi oleh Kepala Bidang […]

  • Anggota Komisi IX DPR RI Soroti Penonaktifan 7,3 Juta Peserta BPJS PBI

    Anggota Komisi IX DPR RI Soroti Penonaktifan 7,3 Juta Peserta BPJS PBI

    • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 401
    • 0Komentar

    GROBOGAN – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menyoroti penonaktifan 7,3 juta peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) oleh Kementerian Sosial. Ia mengungkapkan banyak aduan dari masyarakat Grobogan yang mengalami hal serupa. “Dari data yang kami terima, banyak masyarakat di Grobogan yang dieksklusi dari kepesertaan BPJS PBI,” ujarnya Jumat (4/7). Edy mendesak peninjauan ulang […]

expand_less