Breaking News
light_mode

Miris Lihatnya, Anak Sebatang Kara di Gembong-Pati Cacat Mental dan Fisik

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 12 Jul 2018
  • visibility 258

Diasuh Tetangga, Masih Minim Uluran
Tangan


Malang benar nasib Santoso. Remaja
yang mengalami cacat fisik dan mental itu hidup sebatang kara. Ayah serta
ibunya meninggal di perantauan. Sehari-hari, kini Santoso diasuh tetangganya.
Dari kejauhan, sebuah bilik kecil
dari papan kayu menyita perhatian. Bentuknya lebih mirip kandang hewan ternak.
Kurang layak untuk ditinggali orang sekarang. di dalamnya hanya ada balai
berbahan kayu.
Di tempat itulah, yang terletak di Dukuh Krekel
Desa Bageng, Gembong, Santoso, 15, menghabiskan hari-harinya. Dia
mengalami kecacatan. Tak hanya cacat mental, remaja yatim piatu ini juga
mengalami kecacatan fisiknya. Pertumbuhannya tak normal seperti remaja seusia
Santoso.
Beruntung, masih ada yang mengasihani
Santoso. Tetangganya, yang meskipun hidupnya pas-pasan, masih mau membantu
kesehariannya. Adalah pasangan yanto dan Sukin. Setiap hari keduanya merawat
Santoso.
”Santoso sehari-hari dirawat Yanto
dan Sukin. Meskipun sehari-hari pasangan suami-istri itu hidupnya juga
pas-pasan,” tutur Nurul Pratiwi, salah satu pegiat sosial dari Komunitas
Berbagi Itu Mudah.
Ayah dan ibu Santoso meninggal
dunia saat mereka merantau ke Palembang. Saat itu Santoso yang masih kecil.
”Sudah cacat, tak memiliki kedua orang tua. Hidupnya susah. Dia butuh uluran
tangan. Saat ini masih minim,” imbuh Nurul Pratiwi.
Praktis hanya pasangan Yanto dan
Sukin saja yang masih betul-betul peduli dan merawatnya setiap hari. Meskipun
Santoso dan pasangan suami istri itu tak memiliki hubungan darah.
   
“Pak Yanto dan Bu Sukin in, sudahi merawat Santoso sekitar tujuh tahun
ini. Mereka tidak ada hubungan saudara, tapi dengan telaten dan ikhlas mau
merawat. Padahal, kondisi keluarga ini juga terbilang tidak mampu,” imbuh Nurul
Pratiwi usai mengunjungi remaja malang tersebut bersama beberapa sahabatnya Kamis (5/7/2018) lalu. 
Yanto bekerja hanya sebagai buruh
tani. Sedangkan istrinya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Penghasilannya bisa
dibilang kurang dari cukup. “Kami bisa membayangkan betapa berat beban kedua
pasangan suami istri ini. Apalagi kondisi Santoso ini kan seperti itu. Yah
paling tidak setelah melihat langsung kondisinya, nanti kami akan berusah untuk
menggalang bantuan dari komunitas kami,” ujar Nurul Pratiwi nampak iba setelah
melihat kondisi Santoso.
Dalam waktu dekat memang Nurul
beserta beberapa sahabatnya akan menggalang dana untuk Santoso. Apalagi melihat
kondisinya. ”Selain itu bantuan untuk Santoso ini dinilai sangat minim. Mungkin
karena posisinya yang terpencil, membuat kabar malangnya nasib remaja 15 tahun
itu kurang tercium,” imbuh Nurul.
Untuk itu, dia berharap, supaya
pemerintah utamanya, tanggap dengan kondisi kekurangan yang dialami warganya
tersebut. ”Pemerintah harus benar-benar hadir untuk mengayomi warganya
tersebut. Uluran tangan sangat diharapkan,” pungkas Nurul. (Achmad Ulil Albab)  

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Instagram PERSIJAP JEPARA 

    Kondisinya Memprihatinkan Rumput Stadion GBK Jepara jadi Sorotan Netizen

    • calendar_month Rab, 19 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 232
    • 0Komentar

      Instagram PERSIJAP JEPARA JEPARA – Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) yang menjadi kandang Persijap Jepara disorot netizen. Banyak komentar miring karena kondisinya yang dinilai memprihatinkan. Bahkan mencuat wacana galang donasi untuk perbaikan rumput lapangan Stadion GBK. Setiap postingan latihan tim Persijap Jepara hampir selalu ada yang berkomentar soal rumput dinilai tidak layak untuk sebuah […]

  • DPRD Pati Desak Promosi Masif Potensi Bumi Mina Tani untuk Tarik Investor

    DPRD Pati Desak Promosi Masif Potensi Bumi Mina Tani untuk Tarik Investor

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 276
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati mendorong promosi yang lebih masif terkait potensi Kabupaten Pati, yang dikenal sebagai Bumi Mina Tani, guna menarik lebih banyak investor. Harapannya, iklim investasi di Pati meningkat, sehingga bisa turut membantu menggerakkan roda perekonomian. “Pemerintah Kabupaten Pati wajib meningkatkan promosi sebagai kabupaten ramah investasi,” ungkap Anggota DPRD Pati, […]

  • Hindari Pungli Sertifikat Tanah, Begini Caranya

    Hindari Pungli Sertifikat Tanah, Begini Caranya

    • calendar_month Ming, 4 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 204
    • 0Komentar

    rimanews.com Lingkar Muria, REMBANG – Pemerintah desa didorong menetapkan biaya pengurusan sertifikat tanah di luar program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Penetapan biaya itu untuk menghindari pungutan liar bagi warga pemohon program tersebut. Bupati Rembang Abdul Hafidz mengakui program Prona memang belum bisa mengakomodir keinginan masyarakat yang akan mengurus sertifikat tanah. Namun, setiap tahun pemerintah […]

  • Mengenal Makna Semboyan Pati Bumi Mina Tani

    Mengenal Makna Semboyan Pati Bumi Mina Tani

    • calendar_month Sel, 21 Des 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.353
    • 0Komentar

    Gerbang kota Pati bertuliskan Pati Bumi Mina Tani/ @kesetography Setiap kota/kabupaten di Indonesia selalu memiliki semboyan. Begitu juga dengan Kabupaten Pati di Jawa Tengah ini yang memiliki semboyan Bumi Mina Tani. Semboyan ini didasari dari kearifan lokal daerah. Sebab Kabupaten Pati sangat melimpah hasil pertanian dan perikanan kelautannya. Pati dikenal sebagai daerah lumbung pangan di […]

  • Anggota DPRD Pati Eko Kuswanto Dorong Pemuda Pancasila Sukseskan Pilkada 2024

    Anggota DPRD Pati Eko Kuswanto Dorong Pemuda Pancasila Sukseskan Pilkada 2024

    • calendar_month Sel, 29 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 298
    • 0Komentar

    PATI – Eko Kuswanto, anggota DPRD Pati dan Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Pati, telah menyerukan kepada anggota organisasi untuk berperan aktif dalam menyukseskan Pilkada 2024. Pada pelantikan jajaran pengurus baru Pemuda Pancasila di Gedung PGRI Pati pada Senin (28/10/2024), Eko menekankan pentingnya peran organisasi dalam menjaga keamanan dan kelancaran proses Pilkada 2024. “Pemuda Pancasila […]

  • Kepala Dispermades Pati Tri Haryama.

    Kepala Dispermades Pati Ikut Dipanggil KPK Soal OTT Dugaan Jual Beli Jabatan Perangkat Desa, Begini Ceritanya

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 1.632
    • 0Komentar

    PATI – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Pati, Tri Hariyama, mengaku turut dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dimintai keterangan. Pemanggilan tersebut berkaitan dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Pati, Sudewo, dalam dugaan kasus jual beli jabatan perangkat desa. Tri mengatakan, pemeriksaan dilakukan di Polsek Sumber, Kabupaten Rembang, pada Senin […]

expand_less