DPRD Pati Dorong Sinergi Pemkab Tangani Serangan Hama Tikus di Lahan Pertanian
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 24.768

Anggota DPRD Kabupaten Pati, Muslihan dari PPP
PATI – Pemerintah Kabupaten Pati diminta segera mengambil tindakan nyata untuk menanggulangi serangan hama tikus yang merajalela di areal persawahan dan lahan pertanian.
Masalah ini dikhawatirkan semakin menurunkan kualitas dan kuantitas hasil panen, baik untuk tanaman padi maupun jagung yang menjadi andalan petani setempat.
Usulan ini disampaikan langsung oleh Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, saat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Pati Tahun 2025 dalam sidang paripurna yang digelar pada Selasa (21/4).
Menurut Muslihan, penanganan hama tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kerja sama yang solid antara Dinas Pertanian dengan kelompok tani agar upaya pengendalian berjalan tepat sasaran, sehingga risiko kerugian ekonomi yang dialami petani dapat ditekan serendah mungkin.
“Pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pertanian untuk memperkuat upaya pengendalian hama tikus secara terpadu dan berkelanjutan melalui pendekatan pengendalian hama terpadu dengan melibatkan partisipasi aktif petani,” ujar Muslihan.
Tak hanya itu, ia juga meminta Dinas Pertanian untuk mempererat hubungan kerja dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Ia menilai posisi PPL sangat strategis sebagai penghubung, yang memastikan setiap kebijakan baik dari pemerintah pusat maupun daerah dapat dijalankan dengan baik di tingkat masyarakat tani.
“Memperkuat sinergi dan koordinasi dengan PPL yang saat ini berada di bawah kewenangan Kementerian Pertanian agar pelaksanaan program dan kegiatan di tingkat daerah tetap selaras dengan kebijakan pemerintah daerah,” jelasnya.
Muslihan menegaskan, kolaborasi tersebut menjadi kunci utama. Dengan adanya keselarasan program, maka peran PPL dalam memberikan bimbingan, pendampingan, serta layanan teknis kepada petani dapat berjalan secara maksimal, efisien, dan berkesinambungan.
“Sinergi ini penting guna memastikan bahwa peran dan tanggung jawab PPL dalam memberikan pendampingan, pembinaan, serta pelayanan kepada petani dapat berjalan optimal, efektif dan berkelanjutan,” pungkasnya.
(adv)
Editor : Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

