Breaking News
light_mode

DPRD Pati Dorong Sinergi Pemkab Tangani Serangan Hama Tikus di Lahan Pertanian

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sab, 25 Apr 2026
  • visibility 24.858

PATI – Pemerintah Kabupaten Pati diminta segera mengambil tindakan nyata untuk menanggulangi serangan hama tikus yang merajalela di areal persawahan dan lahan pertanian.

Masalah ini dikhawatirkan semakin menurunkan kualitas dan kuantitas hasil panen, baik untuk tanaman padi maupun jagung yang menjadi andalan petani setempat.

Usulan ini disampaikan langsung oleh Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, saat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Pati Tahun 2025 dalam sidang paripurna yang digelar pada Selasa (21/4).

Menurut Muslihan, penanganan hama tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kerja sama yang solid antara Dinas Pertanian dengan kelompok tani agar upaya pengendalian berjalan tepat sasaran, sehingga risiko kerugian ekonomi yang dialami petani dapat ditekan serendah mungkin.

“Pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pertanian untuk memperkuat upaya pengendalian hama tikus secara terpadu dan berkelanjutan melalui pendekatan pengendalian hama terpadu dengan melibatkan partisipasi aktif petani,” ujar Muslihan.

Tak hanya itu, ia juga meminta Dinas Pertanian untuk mempererat hubungan kerja dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Ia menilai posisi PPL sangat strategis sebagai penghubung, yang memastikan setiap kebijakan baik dari pemerintah pusat maupun daerah dapat dijalankan dengan baik di tingkat masyarakat tani.

“Memperkuat sinergi dan koordinasi dengan PPL yang saat ini berada di bawah kewenangan Kementerian Pertanian agar pelaksanaan program dan kegiatan di tingkat daerah tetap selaras dengan kebijakan pemerintah daerah,” jelasnya.

Muslihan menegaskan, kolaborasi tersebut menjadi kunci utama. Dengan adanya keselarasan program, maka peran PPL dalam memberikan bimbingan, pendampingan, serta layanan teknis kepada petani dapat berjalan secara maksimal, efisien, dan berkesinambungan.

“Sinergi ini penting guna memastikan bahwa peran dan tanggung jawab PPL dalam memberikan pendampingan, pembinaan, serta pelayanan kepada petani dapat berjalan optimal, efektif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

(adv)

Editor : Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPRD Pati Joni Kurnianto Ungkap Pati Punya Potensi di Industri Olahraga

    Anggota DPRD Pati Joni Kurnianto Ungkap Pati Punya Potensi di Industri Olahraga

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 189
    • 0Komentar

    PATI – Kabupaten Pati terus berupaya menarik investor untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah. Terutama dengan ketersediaan lahan yang luas dan biaya hidup yang relatif murah, Pati dinilai memiliki daya saing yang tinggi. “Kabupaten Pati memiliki lahan yang luas, masih banyak tersedia untuk investor,” ujar Joni Kurnianto, anggota DPRD Kabupaten Pati. “Kami mendorong agar semua pihak […]

  • Berburu Menu Buka di Kampung Ramadan Tjempaka Dukuhseti

    Berburu Menu Buka di Kampung Ramadan Tjempaka Dukuhseti

    • calendar_month Rab, 8 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 190
    • 0Komentar

    PATI – Bazar berkonsep kampung ramadan digelar di Desa Ngagel Kecamatan Dukuhseti. Berbagai kuliner khas Ramadan dan aneka produk masyarakat dijajakan di lokasi tersebut. Kampung Ramadan sendiri buka mulai pukul 15.00 hingga waktu buka puasa tiba. Kemudian tutup sampai salat tarawih, dan buka kembali sampai pukul 22.00. Selain kuliner, hiburan juga disediakan panitia. Seperti hiburan […]

  • Kampung Budaya Piji Wetan Kenalkan Ajaran Sunan Muria

    Kampung Budaya Piji Wetan Kenalkan Ajaran Sunan Muria

    • calendar_month Kam, 10 Sep 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Dua ajaran luhur Sunan Muria diangkat sebagai bahan mengikuti lomba cerita budaya desa. Dua ajaran itu adalah Tapa Ngeli dan Pagar Mangkuk. Ajaran yang penuh nilai filosofi. KUDUS – Budaya menjadi pondasi dalam membentuk karakter masyarakat yang penuh dengan kearifan dan terbuka untuk semua kalangan. Mengikuti lomba cerita budaya desaku Kemendikbud RI, warga Piji Wetan […]

  • Bapperida Pati Siap Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi untuk Percepat Pembangunan

    Bapperida Pati Siap Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi untuk Percepat Pembangunan

    • calendar_month Jum, 11 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 266
    • 0Komentar

    PATI – Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi (Bapperida) Kabupaten Pati membuka lebar pintu kerjasama dengan perguruan tinggi untuk mempercepat pembangunan daerah. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Bapperida Pati, Dr. Muhtar, saat menerima kunjungan dari STAI Syekh Jangkung pada Senin (7/7/2025). “Bapperida Pati memiliki berbagai wadah yang dapat dimanfaatkan untuk bersinergi, seperti Krenova, Indeks […]

  • Siswi Pati Ini Postingan IG nya Bikin Kamu Jatuh Hati

    Siswi Pati Ini Postingan IG nya Bikin Kamu Jatuh Hati

    • calendar_month Jum, 22 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Untuk para lelaki, jatuh hati bukan saja soal rupa serta paras cantik saja. Bisa jadi hal-hal sederhana bisa membuat seorang laki-laki takluk kepada perempuan yang biasa saja. Hal-hal sederhana itu bisa saja soal postingannya di akun sosial media yang bisa memancing orang lain ikut merasa bahagia. Berikut empat pelajar putri di Pati yang memiliki paras […]

  • DPRD Pati Desak Pemkab Sosialisasikan Kelebihan Pupuk Kompos dan Standarisasi Produksi  

    DPRD Pati Desak Pemkab Sosialisasikan Kelebihan Pupuk Kompos dan Standarisasi Produksi  

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 200
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Narso, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui Dinas Pertanian (Dispertan) untuk melakukan sosialisasi dan edukasi terkait dengan kelemahan penggunaan pupuk kimia dan kelebihan penggunaan pupuk kompos. “Sehingga, bisa ketahuan unsur hara apa yang terkandung di dalamnya. Karena memang minat petani memproduksi kompos sendiri kan tidak terstandarisasi,” tuturnya. Narso menilai, sosialisasi […]

expand_less