Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Kru Sound Horeg di Gabus yang Tersengat Listrik di Atas Truk
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 24.256

Pihak kepolisian saat melakukan olah TKP
PATI – Sebuah peristiwa naas menimpa seorang kru sound system saat kegiatan karnaval di Desa Bogotanjung, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Sabtu (11/4/2026) malam. Korban bernama Galang (20), warga Kabupaten Kediri, meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik saat bertugas di atas truk.
Jenazah korban sempat dilarikan ke RSU Kayen untuk mendapatkan pertolongan, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Kapolsek Gabus, AKP Daffid Paradhi, S.H., menjelaskan kronologi kejadian. Awalnya, korban bersama rekan-rekannya telah berada di atas truk sound system sejak pukul 16.00 WIB untuk mengikuti pawai karnaval. Namun, sekitar pukul 20.30 WIB, perangkat sound system tersangkut kabel listrik yang melintang di jalan.
“Korban bersama kru lain berada di atas truk sound system sejak sore hari sekitar pukul 16.00 WIB dalam rangka mengikuti kegiatan karnaval desa,” jelas AKP Daffid.
Dalam upaya melepaskan peralatan yang tersangkut tersebut, korban diduga memegang bagian kabel yang ternyata kulit pelindungnya sudah terkelupas dan masih beraliran listrik.
“Korban berupaya melepaskan kabel yang tersangkut, namun diduga tidak mengetahui bahwa kondisi kabel tersebut terkelupas dan masih dialiri listrik,” lanjutnya.
Faktor cuaca turut memperparah keadaan. Meskipun korban diketahui telah menggunakan sarung tangan karet sebagai pelindung, alat tersebut menjadi tidak berfungsi maksimal karena basah kuyup akibat hujan deras yang turun saat itu.
“Meski menggunakan sarung tangan karet, namun karena dalam kondisi basah akibat hujan deras, alat pelindung tersebut tidak efektif menahan aliran listrik yang mengenai korban,” terang dia.
Dua saksi yang berada di lokasi langsung membantu mengevakuasi korban ke rumah sakit. Sayangnya, nyawa korban tidak tertolong. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kepolisian menyimpulkan bahwa kejadian ini merupakan murni kecelakaan kerja dengan dugaan penyebab henti jantung akibat sengatan listrik.
“Korban sempat dibawa ke RSU Kayen oleh rekan-rekannya untuk mendapatkan pertolongan medis, namun berdasarkan keterangan petugas medis, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia saat tiba di rumah sakit,” ujarnya.
“Dari hasil pemeriksaan sementara, kejadian ini murni kecelakaan kerja. Dugaan sementara korban mengalami henti jantung akibat tersengat aliran listrik,” tegasnya.
Usai kejadian, jenazah korban dipulangkan ke Kabupaten Kediri. Pihak kepolisian juga telah mengamankan barang bukti berupa kabel listrik yang terkelupas.
Polisi melalui AKP Daffid mengimbau masyarakat dan panitia acara untuk selalu mengutamakan keselamatan, terutama terkait instalasi listrik saat kegiatan di luar ruangan, guna mencegah hal serupa terjadi kembali.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat dan penyelenggara kegiatan agar lebih memperhatikan faktor keselamatan, terutama terkait instalasi listrik, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali,” pungkasnya.
Masyarakat juga diharapkan waspada dan dapat melaporkan setiap keadaan darurat melalui layanan call center Polri 110 yang tersedia 24 jam.
Editor: Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

