Breaking News
light_mode

Meski Dilarang Lewat Jalan Juwana – Wedarijaksa, Kendaraan Berat Masih Melanggar

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 23 Jan 2018
  • visibility 209
BANDEL : Sebuah tronton masih nekad melintasi jalan kelas III di Jalan Juwana – Wedarijaksa beberapa waktu yang lalu

Lingkar Muria, PATI 
– Pemasangan pengumuman agar kendaraan berat tidak melintas di Jalan Juwana –
Wedarijaksa dinilai tidak tepat. Hal ini dikemukakan anggota komisi A DPRD
Kabupaten Pati Haryono. Dirinya menganggap kalau hal itu dilanggar tak menjadi
persoalan.
”Apalagi
disitu pertigaan tugu bambu runcing tak ada rambu-rambu kelas jalan.
Rambu-rambu tinggal gagangnya saja. Letaknya pun kurang strategis,” tutur
Haryono.
Seperti
diketahui Jalan Juwana – Wedarijaksa merupakan jalan kelas III. Tidak
diperuntukkan bagi kendaraan berat seperti tronton, fuso, truk gandeng dan
kendaraan besar lainnya, karena bisa mengakibatkan kerusakan jalan yang kian
parah karena melebihi tonase.
Di
ruas jalan tersebut terdapat banyak titik kerusakan jalan seperti di turut Desa
Langgenharjo, Dukutalit maupun Bakaranwetan. Jalan banyak yang berlubang,
apalagi saat musim hujan, lubang-lubang jalan tertutuip genangan air. ”Nah
akibat pelanggaran lalu lintas itulah jalan jadi rusak seperti ini. apabila
turun hujan ya jadinya begini. Banyak masyarakat yang mengeluhkan hal ini
supaya cepat ditangai,” imbuh politisi dari PKB ini.
Pantauan yang dilakukan wartawan, Sabtu (21/1)
lalu, sekitar pukul 14.00 ada dua kendaraan tronton yang melintas. Salah satu
pengemudi yang berhasil dihentikan saat ditanya mengaku warga Wedarijaksa dan
sudah terbiasa melintasi jalan ini, meskipun tahu melanggar. Seperti diketahui
dalam waktu sehari semalam, ada lebih dari 50 kendaraan berat yang melintasi
jalan ini.
Di
beberapa titik keberadaan rambu-rambu jalan memang penempatannya terlihat
kurang strategis. ”Seperti di depan Pasar Juwana Baru rambu-rambu larangan
belok tertutup beberapa spanduk. Dari jauh sudah pasti sopir tidak akan
melihat,” imbuh Haryono.
Untuk
itu pihaknya menginginkan supaya cepat diperbaiki, terutama soal rambu-rambu,
dan juga diberikan penindakan tegas bagi sopir yang masih nekat melanggar.
”Jalan
ini dibangun dengan uang rakyat. Tapi kalau ada keluhan seperti ini rakyat
tidak ditanggapi ya kebangetan. Apalagi pemerintah kan pelayanan rakyat,”
paparnya. 
Semantara
itu Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tri Haryama saat dihubungi wartawan mengungkapkan, pihaknya saat ini sudah mengupayakan untuk pembenahan
rambu-rambu jalan. ”Pekan depan sudah terpasang. Saat ini baru pemesanan.
Termasuk juga banner pengumuman,” kata Tri.
Setelah
dibenahi dan terpasang, lanjut Tri, baru bisa dilakukan penindakan bagi sopir yang
melanggar. Sementara itu saat ini pihak Dishub sudah mengupayakan tim untuk
terjun ke lapangan langsung. ”Ada tim yang siang dan malam. Mereka bertugas
melakukan sosialiasi,” imbuhnya. (mil) 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Operasi Ketupat Candi 2026: Satlantas Pati Gelar Patroli Gencar, Lalu Lintas Terkendali

    Operasi Ketupat Candi 2026: Satlantas Pati Gelar Patroli Gencar, Lalu Lintas Terkendali

    • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.229
    • 0Komentar

    PATI – Dalam rangka Operasi Ketupat Candi (OKC) 2026, Satuan Lalu Lintas Polresta Pati melalui Satgas Kamseltibcar Lantas telah mengintensifkan patroli dan pengaturan lalu lintas. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (15/3/2026) antara pukul 09.00 hingga 12.00 WIB bertujuan memastikan keamanan dan kelancaran pergerakan kendaraan di berbagai titik strategis Kabupaten Pati. Personel melakukan pengawasan di kawasan […]

  • Anggota Dewan Desak Aturan Jelas Soal “Sound Horeg” di Karnaval Pati

    Anggota Dewan Desak Aturan Jelas Soal “Sound Horeg” di Karnaval Pati

    • calendar_month Jum, 13 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 265
    • 0Komentar

    PATI – Keramaian yang ditimbulkan oleh “sound horeg” pada acara karnaval di desa-desa menjadi sorotan karena sering memicu konflik antarwarga. Pemerintah desa diharapkan dapat berperan dalam menjaga situasi tetap kondusif. Sebelumnya, sebuah insiden viral terjadi di Desa Waturoyo, Kecamatan Margoyoso pada Minggu (11/8/2024) di mana seorang ibu bernama Sukati, 54, menyemprotkan air ke arah truk […]

  • DPRD Pati Minta Percepat Regulasi, Ratusan Jabatan Perangkat Desa Kosong Berisiko Hambat Pelayanan

    DPRD Pati Minta Percepat Regulasi, Ratusan Jabatan Perangkat Desa Kosong Berisiko Hambat Pelayanan

    • calendar_month Ming, 28 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.396
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pati mendesak pemerintah daerah segera merampungkan peraturan sebagai landasan pengisian perangkat desa. Hal ini dinilai sangat mendesak karena saat ini tercatat lebih dari 500 posisi perangkat desa di wilayah Pati masih belum terisi, yang dikhawatirkan dapat mengganggu kelancaran pelayanan kepada warga. Ketua Komisi A DPRD Pati, Narso, menyampaikan […]

  • Buah pir segar

    Menggali Manfaat Kesehatan dari Buah Pir

    • calendar_month Ming, 13 Agu 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Buah pir segar Buah pir, dengan bentuknya yang khas seperti pir dan rasa yang lezat, bukan hanya sekadar makanan yang menggiurkan tetapi juga kaya akan manfaat kesehatan. Mengonsumsi buah pir secara teratur dapat memberikan sejumlah kebaikan bagi tubuh. Berikut adalah beberapa manfaat kesehatan yang bisa Anda peroleh dari makan buah pir:   1. Sumber Serat […]

  • Mantan Napiter Poso Deklarasi Lawan Radikalisme dan Terorisme

    Mantan Napiter Poso Deklarasi Lawan Radikalisme dan Terorisme

    • calendar_month Kam, 24 Jun 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 234
    • 0Komentar

      Suasana deklarasi lawan radikalisme dan terorisme oleh mantan napi terorisme POSO, Nasional – Upaya Satgas Madago Raya dengan menggandeng Kementrian Agama Kabupaten Poso, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Poso, tokoh agama dan tokoh adat telah memberikan harapan terciptanya kedamaian di Bumi Sintuwu Maroso, Poso Sulawesi Tengah. Warga masyarakat Dusun Tamanjeka Desa Masani Kec. Poso […]

  • Tak Sia-sia Kulit Jeruk Pamelo Bisa Dibuat Jadi Selai yang Nikmat

    Tak Sia-sia Kulit Jeruk Pamelo Bisa Dibuat Jadi Selai yang Nikmat

    • calendar_month Jum, 1 Mar 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Kulit jeruk pamelo  Di tangan orang kreatif, apapun bisa menjadi berharga. Seperti yang dilakukan para mahasiswa KKN di Desa Bageng ini misalnya. Limbah kulit jeruk pamelo diolahnya menjadi selai. Hasilnya, limbah yang sia-sia menjadi berguna. Asap dari dapur mengepul tebal. Matahari mulai beranjak naik. Sinarnya terik. Di dalam dapur, keriuhan anak-anak muda menambah kesibukan. Kholishotin […]

expand_less