Breaking News
light_mode

Masjid Agung Pati Gelar Ngaji Budaya, Makin Meriah dengan Wayang dan Dagelan

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 29 Mar 2024
  • visibility 101

BUDAYA – Kegiatan ngaji budaya digelar Masjid Agung Baitunnur Pati, Kamis (28/3). Ngaji budaya ini bertajuk Ngaji Cangkrukan. Kegiatan ini bertepatan dengan malam Nuzulul Qur’an.

Ngaji Cangkrukan di Masjid Agung Baitunnur Pati memadukan mengaji agama dan bershalawat dengan wayang, serta dagelan, dan kesenian lain. Acara tersebut dimeriahkan gamelan Kalimosodo, Ahbabul Musthofa Pucakwangi, OSBand Pelajar NU Pati.

Ngaji budaya edisi perdana ini dihadiri oleh KH Budi Harjono dari Semarang. Selain itu dihadiri pula oleh Habib Ali Zainal Abidin (Jepara), Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati KH Yusuf Hasyim, Ketua LDNU KH Ilham Supriyanto, dan Asisten II Sekda Pati Nasikun.

Selain itu hadir juga seniman Ki Markonyik yang dikenal sebagai dagelan semakin mencairkan suasana. Ki Haidar dalang IPNU juga tak kalah menyemarakkan acara dengan pagelaran wayangnya.

Dalam ceramahnya, Kiai Budi menyebut, ngaji yang memadukan pemahaman agama yang bersanding dengan budaya tersebut baru kali ini ditemui berlangsung di masjid.

“Saya mengharapkan, mengaji santai yang dapat diikuti semua kalangan dapat berlangsung rutin setiap bulan. Bukan hanya menjadi masjid mahdhoh, tetapi juga (menjalankan) fungsi muamalah yang berbudaya timur,” ungkapnya.

Menurutnya, Islam di Indonesia belakangan ini menjadi perhatian dunia. Itu karena Islam di Indonesia yang diyakini mayoritas penduduk dapat bersanding dengan warga lain yang berbeda suku bangsa dan agama.

Kondisi demikian berbeda dengan banyak negara berbasis Islam di Timur Tengah yang justru terus terlibat pertikaian meskipun hanya satu suku bangsa, yakni Arab.

Berbeda dengan Indonesia, dengan suku dan agama yang banyak tetapi hidup damai berdampingan.

Itu tidak terlepas dari Islam, yang mayoritas di Indonesia menjadi pioner dalam toleransi dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Sementara itu Ketua PCNU Pati KH Yusuf Hasyim menyatakan, Ngaji Cangkrukan seperti ini perlu diperbanyak di Pati.

Harapannya, ngaji yang dipadu dengan kesenian dan budaya dapat digelar di setiap desa.

Acara dakwah islamiyah tersebut digawangi Takmir Masjid Agung Baitunnur bersama Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pati dan IPNU-IPPNU.

Penulis: Arif

Editor: Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hebat, SMAN 2 Pati Juarai Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional 2018

    Hebat, SMAN 2 Pati Juarai Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional 2018

    • calendar_month Sab, 3 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Anggota tim musikalisasi puisi SMAN 2 Pati usai menjuarai lomba tingkat nasional Prestasi membanggakan datang lagi dari Kota Nasi Gandul. Masih dari pelajar SMA, kali ini giliran SMAN 2 Pati yang membikin harum nama kota pinggiran ini, melalui prestasinya di lomba musikalilasai puisi tingkat nasional 2018, yang diselenggarakan balai bahasa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.  Di […]

  • Kemenkes Rilis Lima Ramuan Tradisional untuk Jaga Kesehatan

    Kemenkes Rilis Lima Ramuan Tradisional untuk Jaga Kesehatan

    • calendar_month Kam, 1 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 132
    • 0Komentar

      Ilustrasi rempah-rempah NASIONAL – Dimasa pandemi seperti saat ini mengkonsumsi minuman herbal tradisional sangat penting, karena dipercaya sebagian masyarakat dapat membantu meningkatkan imunutas tubuh dan mampu mencegah datangnya penyakit. Kepercayaan masyarakat itu dipertegas oleh Kementerian Kesehatan, melalui surat edaran NOMOR : HK.02.02/IV.2243/2020, tentang pemanfaatan obat tradisional untuk pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit dan perawatan kesehatan, […]

  • Identitas Mayat di Ladang Tebu Desa Mulyoharjo Terungkap, Korban Tuna Wicara

    Identitas Mayat di Ladang Tebu Desa Mulyoharjo Terungkap, Korban Tuna Wicara

    • calendar_month Kam, 25 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98
    • 0Komentar

    PATI – Warga Desa Mulyoharjo, Kecamatan Pati, dikejutkan dengan penemuan mayat seorang perempuan di area ladang tebu milik warga pada Rabu (24/9/2025) sore. Jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 16.30 WIB oleh seorang pencari rumput yang mencium aroma tidak sedap di tengah kebun tebu. Kapolresta Pati melalui Kapolsek Pati Kota, IPTU Heru Purnomo, membenarkan […]

  • Optimis Tuan Rumah Porprov 2022, Pesimis Faktor Politis

    Optimis Tuan Rumah Porprov 2022, Pesimis Faktor Politis

    • calendar_month Sen, 22 Jul 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Ketua Koni Pati PATI – Lima kabupaten di eks Karesidenan Pati, ditambah Kabupaten Grobogan yang tegabung dalam Pati Raya, optimis terpilih menjadi tuan rumah Porprov Jawa Tengah 2022 mendatang. Meski optimis, mereka masih merasa was-was unsur politis. Hal itu seperti yang diungkapkan Ketua Koni Kabupaten Pati, Edy Boentoro baru-baru ini. “Kami memang optimis sejak awal. […]

  • Guru di Pati Mulai Vaksin Booster

    Guru di Pati Mulai Vaksin Booster

    • calendar_month Sab, 22 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 98
    • 0Komentar

      Salah seorang guru di SMA Negeri 1 Kayen mendapatkan suntikan vaksin booster Guru mendapat prioritas untuk disuntik vaksin ketiga atau vaksin booster. Langkah ini dinilai tepat sebagai upaya proteksi dalam penerapan pembelajaran tatap muka yang sudah mulai berlangsung PATI – Pemerintah Kabupaten Pati mulai menyasar para guru untuk divaksin tahap ke tiga atau booster. […]

  • Madrasah di Pati Tolak Makan Bergizi Gratis Saat Ramadan: Jaga Ibadah Santri dari ‘Mokel’

    Madrasah di Pati Tolak Makan Bergizi Gratis Saat Ramadan: Jaga Ibadah Santri dari ‘Mokel’

    • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.418
    • 0Komentar

    PATI – Sejumlah madrasah terkemuka di Kabupaten Pati secara resmi mengumumkan penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus selama bulan suci Ramadan. Keputusan ini, yang diambil oleh beberapa lembaga pendidikan agama di bawah naungan yayasan besar seperti Salafiyah Kajen dan Al Ma’ruf Hadiwijaya/PGIP Kajen, bukanlah penentangan terhadap program pemerintah secara umum, melainkan sebuah sikap […]

expand_less