Breaking News
light_mode

To’dok Telok: Meneladani Rasulullah SAW Lewat Tradisi dan Budaya di Karimunjawa

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
  • visibility 475

JEPARA – Mushola Bustanul Mukminin di Jelamun, Kemujan, Karimunjawa menjadi saksi bisu kehangatan tradisi To’dok Telok pada Kamis (4/9/2025) malam.

Warga, yang didominasi oleh diaspora Jawa dan Madura, berkumpul dalam suasana khidmat untuk melaksanakan ritual budaya yang kaya akan nilai religius ini.

Acara dimulai dengan lantunan Diba’ Maulid Nabi Muhammad SAW dan doa tahlil, dilanjutkan dengan pencerahan dari tokoh agama setempat dan budayawan PC Lesbumi NU Jepara.

Muhammad Ali Burhan, budayawan PC Lesbumi NU Jepara, menjelaskan filosofi di balik tradisi ini.

“Telur dalam tradisi To’dok Telok melambangkan dunia, sedangkan tusuknya adalah ajaran Rasulullah yang menuntun kehidupan,” terangnya.

Ia juga menambahkan bahwa tradisi yang awalnya dibawa oleh diaspora Sulawesi ini kini dirawat bersama oleh berbagai komunitas di Kemujan, termasuk Bugis, Mandar, Madura, dan Jawa.

“Alhamdulillah hingga kini tradisi ini masih terjaga dengan baik. Ini merupakan salah satu ekspresi cinta ke Rasulullah SAW,” ungkapnya.

Ia mengajak jemaah untuk mengkaji Surat At-Taubah ayat 128, menekankan pentingnya meneladani sifat Rasulullah SAW yang penuh kasih sayang dan rela berkorban.

Burhan juga menguraikan tiga tingkatan dalam memahami Rasul: suroh (bentuk lahir Nabi), siroh (perjalanan hidup), dan sariroh (perasaan serta batin Nabi).

Menurutnya, To’dok Telok adalah manifestasi nyata dari bagaimana masyarakat meneladani siroh dan sariroh Nabi melalui tradisi yang menumbuhkan empati, kebersamaan, dan berbagi.

“Mari kita cintai Nabi dengan menjaga tradisi ini. Sebab tradisi adalah jalan untuk menanamkan kasih sayang Rasul dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Safi’i, tokoh masyarakat Jelamun, menuturkan bahwa tradisi ini memperkuat identitas Kemujan sebagai desa wisata berbasis budaya dengan akar religi.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Festival To’dok Telok, yang puncaknya adalah arak-arakan di Lapangan Telaga pada Jumat (5/9/2025) sore, melibatkan berbagai komunitas diaspora.

“Tradisi ini bukti nyata bahwa budaya dan agama bisa berjalan beriringan. Dari sinilah Kemujan bisa berkembang sebagai desa wisata yang unik,” ujarnya.

Mbah Moh. Sakim, pengurus Mushola Bustanul Mukminin, mengajak jemaah untuk terus meramaikan mushola sebagai pusat ibadah dan kebersamaan.

Kegiatan To’dok Telok ini juga dihadiri oleh mahasiswa KKN Universitas Islam Sultan Agung (Unisula), yang turut merasakan kebersamaan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW bersama warga.

Editor: Arif

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Pati Apresiasi Perhatian Pemerintah Pusat untuk Masyarakat Lewat Nobar Film ‘Tegar’ dan PIP

    Pemkab Pati Apresiasi Perhatian Pemerintah Pusat untuk Masyarakat Lewat Nobar Film ‘Tegar’ dan PIP

    • calendar_month Rab, 17 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.281
    • 0Komentar

    PATI — Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menghadiri acara nonton bareng (nobar) film “Tegar” sekaligus kegiatan serah terima Program Indonesia Pintar (PIP) yang diselenggarakan di Plaza Pragolo Pati. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk mendorong motivasi serta semangat belajar pada generasi muda di Kabupaten Pati, melalui pendekatan yang menggabungkan unsur edukatif dan pemberian […]

  • Ketua DPRD Pati Jenguk Korban Aksi 13 Agustus, Imbau Jaga Kondusivitas

    Ketua DPRD Pati Jenguk Korban Aksi 13 Agustus, Imbau Jaga Kondusivitas

    • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 377
    • 0Komentar

    PATI – Ketua DPRD Kabupaten Pati, H. Ali Badruddin, S.E., bersama Wakil Ketua DPRD, Kapolresta Pati, dan tim kesehatan, mengunjungi korban aksi yang terjadi pada 13 Agustus 2025. Kunjungan ini juga menyertakan Kapolsek Kota, Heru, yang menjadi salah satu korban dari pihak kepolisian. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Saya prihatin atas kejadian ini dan ke […]

  • Ketika Lepet Jagung Jepara Memikat Hati Puan Maharani

    Ketika Lepet Jagung Jepara Memikat Hati Puan Maharani

    • calendar_month Ming, 16 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 284
    • 0Komentar

      Lepet jagung manis Ketua DPR RI Puan Maharani jatuh hati dengan jajanan khas Jepara, lepet jagung. Kekagumannya pada jajanan pasar ini diunggah dalam akun fanspage pribadinya.  JEPARA – Pernah mendengar makanan lepet? Sejenis camilan dari beras ketan yang biasa diolah dengan cara dikukus dan dibungkus menggunakan daun kelapa yang mudah ditemui di wilayah Jawa. […]

  • Calon Pengantin Wanita Hilang di Hari Akad, Ditemukan Bersama Pasangan Lain di Hotel Jepara

    Calon Pengantin Wanita Hilang di Hari Akad, Ditemukan Bersama Pasangan Lain di Hotel Jepara

    • calendar_month Sab, 23 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.382
    • 0Komentar

    PATI – Gabungan tim dari Polsek Tlogowungu, Resmob Polresta Pati, dan Resmob Polres Jepara akhirnya menemukan serta mengamankan seorang calon pengantin wanita yang sebelumnya dilaporkan menghilang dari kediamannya tepat di hari pelaksanaan pernikahan. Kejadian ini sempat menjadi pembicaraan hangat warga Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, setelah wanita tersebut diketahui meninggalkan rumah tanpa berpamitan, hanya beberapa jam […]

  • Korupsi dan Azas Pencurian yang Harus Dilawan

    Korupsi dan Azas Pencurian yang Harus Dilawan

    • calendar_month Sab, 9 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 358
    • 0Komentar

    Dokumen Pribadi Alkisah. Nyai Ontosoroh meradang suatu pagi kepada sekaut (Red, kepala kepolisian distrik). Mertua Minke, dalam Roman Anak Semua Bangsa besutan Pramoedya Ananta Toer itu sedang terlibat pertengkaran kecil. Pemicunya tak lain adalah sebuah azas. Sebelumnya, Nyai Ontosoroh dan Minke tak diperkenankan keluar rumah dalam beberapa hari, setelah Annelis dibawa berlayar (Red, dirampas dari […]

  • Seorang pedagang kelapa kopyor di Desa Ngagel Dukuhseti Pati sedang mengemas buah kelapa kopyor untuk dijual

    Kelapa Kopyor Pati Permata Hijau di Pekarangan Rumah

    • calendar_month Rab, 17 Jun 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 403
    • 0Komentar

    Kelapa kopyor menjadi buah unggulan dari Pati Jawa Tengah yang memiliki nilai lebih dan keunikan rasanya sangat diminati.

expand_less