Breaking News
light_mode

Jembul Tulakan: Ritual Syukur Bumi Warisan Ratu Kalinyamat Ikon Wisata Jepara

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
  • visibility 373

JEPARA – Ribuan warga Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, memadati jalanan pada Senin (14/7/2025) untuk menyaksikan Jembul Tulakan, sebuah tradisi yang digelar setiap tahun pada hari Senin Pahing bulan Apit.

Kemeriahan dan antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa tradisi ini masih sangat hidup dan relevan.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, yang hadir bersama Wakil Bupati dan jajaran pemerintah daerah, menyampaikan apresiasinya terhadap pelestarian budaya lokal ini.

“Hari ini ada tradisi Jembul Tulakan yang biasa dilakukan setiap tahun. Alhamdulillah berjalan lancar dan penuh antusiasme dari masyarakat. Mudah-mudahan ini menjadi berkah bagi Desa Tulakan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia berharap agar Jembul Tulakan dapat dikembangkan menjadi agenda wisata tahunan yang menarik bagi wisatawan, sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

Petinggi Desa Tulakan, Budi Sutrisno, menjelaskan bahwa Jembul Tulakan bukan sekadar perayaan, melainkan juga memiliki nilai sejarah dan spiritual yang mendalam.

“Tradisi ini terinspirasi dari laku spiritual Ratu Kalinyamat yang bersumpah dengan kalimat ‘ora ingsun topo, budar ingsun sedurunge keset jambule Aryo Penangsang’. Dari kata jambul inilah muncul istilah Jembul, lalu dilaksanakan sedekah bumi sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT,” terangnya.

Kisah Ratu Kalinyamat menjadi inspirasi bagi masyarakat Tulakan untuk terus menjaga tradisi ini sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Jembul Tulakan sendiri terdiri dari dua bagian utama, yaitu Jembul Lanang yang berisi hasil bumi dan Jembul Wedok yang berisi aneka lauk pauk.

Keduanya diarak dalam ancak yang dihias dengan indah, mencerminkan kreativitas dan kearifan lokal masyarakat Tulakan. Selain itu, parade budaya yang melibatkan empat tokoh punggawa, yaitu Said Usman, Suto Mangun Joyo, Mbah Leseh, dan sepasukan prajurit, semakin menambah semarak acara ini.

Dengan segala keunikan dan nilai yang terkandung di dalamnya, Jembul Tulakan bukan hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata yang berbasis pada kearifan lokal.

Pengembangan ini tentu membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, sehingga Jembul Tulakan dapat terus lestari dan memberikan manfaat bagi masyarakat Jepara.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persijap Jepara vs PSIS Semarang : Derbi Beda Kasta di Babak 64 Besar Piala Indonesia

    Persijap Jepara vs PSIS Semarang : Derbi Beda Kasta di Babak 64 Besar Piala Indonesia

    • calendar_month Sen, 12 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 261
    • 0Komentar

    JEPARA – Laga derbi sarat gengsi klub elit sepakbola Jawa Tengah bakal tersaji di babak 64 besar Piala Indonesia. Persijap Jepara yang menempati zona 4 bakal bertemu dengan Mahesa Jenar PSIS Semarang. Kepastian itu didapat setelah PSSI mengumumkan secara resmi hasil undian babak 64 besar Sabtu (10/11/2018). Namun sayang, derbi yang sarat gengsi tersebut kini […]

  • Atasi Persoalan Sampah, Pemkab Jepara Bikin Terobosan Sistem Pengangkutan

    Atasi Persoalan Sampah, Pemkab Jepara Bikin Terobosan Sistem Pengangkutan

    • calendar_month Sen, 23 Jul 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Wabup Jepara Dian Kristiandi saat menggelar rapat kordinasi dengan pihak terkait beberapa waktu yang lalu JEPARA – Menindaklanjuti program Sistem Informasi Angkut Sampah (SiAngsa) yang telah disosialisasikan pada bulan Maret lalu. Guna mewujudkan Kabupaten Jepara bebas sampah, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Forum Literasi Lingkungan Hidup (FL2H) dengan Pemkab Jepara melakukan audiensi terkait penggalangan […]

  • Edy Wuryanto: Penganiayaan terhadap Dokter di Lampung Harus Diproses secara Hukum

    Edy Wuryanto: Penganiayaan terhadap Dokter di Lampung Harus Diproses secara Hukum

    • calendar_month Rab, 26 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 662
    • 0Komentar

    Anggota DPR RI Edy Wuryanto  NASIONAL – Seorang dokter di Puskesmas Pajar Bulan, Lampung Barat diserang oleh keluarga pasien. Kejadian tersebut terekam dalam video dan beredar di media sosial. Penyerangan itu terjadi lantaran pasien tidak segera sembuh setelah diberi obat.  Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto menyerukan agar pelakunya diproses secara […]

  • Polda Jateng Selidiki Kelangkaan Obat untuk Covid-19

    Polda Jateng Selidiki Kelangkaan Obat untuk Covid-19

    • calendar_month Ming, 11 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 240
    • 0Komentar

      Kabid Humas Polda Jawa Tengah SEMARANG – Peredaran 11 jenis obat untuk menangani Covid-19 mulai langka. Bahkan beberapa apotek di Jawa Tengah sudah tak memiliki stok obat-obatan tersebut. Pold Jawa Tengah langsung bertindak cepat melakulan penyelidikan. Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M. Iqbal Al-Qudusy membenarkan kelangkaan 11 jenis obat tersebut. Iqbal mengatakan masyarakat   […]

  • Laga Sengit Derbi Muria Persipa Pati vs Persiku Kudus, Tuan Rumah Lagi Gacor

    Laga Sengit Derbi Muria Persipa Pati vs Persiku Kudus, Tuan Rumah Lagi Gacor

    • calendar_month Sen, 30 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 259
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persipa Pati akan bertanding melawan Persiku Kudus dalam laga bergengsi bertajuk Derbi Muria pada Rabu, 2 Oktober 2024, di Stadion Joyokusumo, Pati. Pertandingan dijadwalkan dimulai pada pukul 15.00 WIB. Laga Derbi Muria ini diprediksi akan berlangsung sengit, mengingat gengsi dan harga diri kedua tim yang menjadi taruhan. Sebagai tuan rumah, Persipa Pati diharapkan […]

  • Peduli Terhadap Sejarah Lokal

    Peduli Terhadap Sejarah Lokal

    • calendar_month Sab, 9 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, Rembang – Sering dengan perkembangan zaman, siswa mulai luntur semangat untuk mempelajari sejarah, terlebih sejarah yang berada di lingkungan sekitar (lokal).  SMPN 3 Lasem merupakan sekolah yang mencanangkan  peserta didiknya untuk peduli terhadap keberadaan situs-situs sejarah yang berada di lingkungan sekitar. Dengan memanfaatkan waktu jeda semester pertama, SMP N 3 Lasem mengajak peserta […]

expand_less