Breaking News
light_mode

21 Rumah Rusak di Desa Kebowan Akibat Puting Beliung, Warga Diminta Waspada Cuaca Ekstrem

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Rab, 18 Feb 2026
  • visibility 2.377

PATI — Angin puting beliung tiba-tiba menerjang Desa Kebowan, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, pada Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Bencana alam mendadak ini menyebabkan kerusakan pada atap dan genting 21 rumah warga di beberapa RT, dengan total estimasi kerugian materiil mencapai sekitar Rp30 juta. Beruntung, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa.

Peristiwa ini bermula ketika hujan gerimis disertai angin kencang melanda sejak pukul 12.00 WIB. Tak lama berselang, angin berubah menjadi puting beliung yang langsung menyapu permukiman warga dan merusak bagian atap rumah. Perangkat desa segera melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Winong pada pukul 13.15 WIB untuk penanganan lebih lanjut.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel piket Polsek Winong, didampingi SPKT, Bhabinkamtibmas, dan piket fungsi, langsung bergerak ke lokasi kejadian.

Petugas segera mengamankan area, mendata korban dan saksi, serta mencatat tingkat kerusakan yang dialami warga, guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali.

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Winong AKP Gandhi Soeprijanto menegaskan bahwa respons cepat merupakan prioritas utama dalam setiap penanganan bencana.

“Begitu laporan kami terima, anggota langsung bergerak ke lokasi. Yang paling utama adalah memastikan keselamatan warga dan kondisi di lapangan tetap kondusif,” tegasnya.

Ia menjelaskan, perubahan cuaca ekstrem di wilayah Winong terjadi secara mendadak.

“Awalnya hanya gerimis dan angin kencang, namun tiba-tiba berubah menjadi puting beliung. Situasi seperti ini sangat berbahaya sehingga masyarakat harus selalu waspada terhadap perubahan cuaca,” ujarnya.

Selain melakukan pendataan dan pengamanan, Polsek Winong bersama Muspika dan perangkat desa juga mengadakan kerja bakti di lokasi terdampak.

Aparat dan warga bergotong royong membersihkan puing-puing genting serta bagian atap rumah yang rusak agar lingkungan segera kembali aman dan layak dihuni.

“Polisi tidak hanya hadir untuk mencatat dan melapor, tetapi juga membantu langsung warga yang terdampak. Ini adalah bentuk pelayanan dan kepedulian kami kepada masyarakat,” katanya.

Hingga Rabu sore, situasi di Desa Kebowan dilaporkan dalam kondisi aman dan kondusif. Warga telah mulai memperbaiki rumah masing-masing dengan bantuan dari aparat dan pemerintah setempat.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kami akan terus memantau kondisi di lapangan dan siap memberikan bantuan serta pengamanan jika masih dibutuhkan,” pungkasnya.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekda Jawa Tengah mendukung iniasiasi perda kedauIatan pangan yang digagas DPRD Jawa Tengah Komisi B.

    Perda Kedaulatan Pangan untuk Kemandirian Pangan Jawa Tengah

    • calendar_month Kam, 19 Okt 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Sekda Jawa Tengah mendukung iniasiasi perda kedauIatan pangan yang digagas DPRD Jawa Tengah Komisi B, diharapkan Jawa Tengah semakin mandiri pangan.

  • PHK Massal RSUD RAA Soewondo Jadi Sorotan Pansus DPRD Pati, Pengawas Dipanggil!

    PHK Massal RSUD RAA Soewondo Jadi Sorotan Pansus DPRD Pati, Pengawas Dipanggil!

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 249
    • 0Komentar

    PATI – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 220 pegawai RSUD RAA Soewondo Pati memicu reaksi keras dari DPRD setempat. Pansus Hak Angket DPRD Pati menjadwalkan pemanggilan terhadap Pengawas RSUD untuk dimintai keterangan terkait kebijakan kontroversial ini. “PHK massal ini menimbulkan pertanyaan besar. Di satu sisi, rumah sakit melakukan PHK, namun di sisi lain beredar […]

  • DPRD Pati Ungkap Pentingnya Media Sosial dan Media Massa Dalam Promosi Produk Budaya

    DPRD Pati Ungkap Pentingnya Media Sosial dan Media Massa Dalam Promosi Produk Budaya

    • calendar_month Sen, 28 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 341
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Maulana Adika Prastya, mendorong pemanfaatan media sosial dan media massa sebagai upaya promosi produk-produk hasil budaya. Hal ini disampaikannya terkait dengan batik tulis Soneyan, yang merupakan warisan budaya Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso, yang berakar dari tradisi dan budaya wayang topeng. “Di era digital ini, peran media sosial dan media massa […]

  • Pimpinan DPRD Pati Segera Kebut Pembentukan Alat Kelengkapan Dewan

    Pimpinan DPRD Pati Segera Kebut Pembentukan Alat Kelengkapan Dewan

    • calendar_month Kam, 17 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 285
    • 0Komentar

    PATI – Setelah dilantik, pimpinan DPRD Pati langsung fokus pada pembentukan alat kelengkapan dewan. Ali Badrudin menyatakan bahwa pembentukan ini akan dilakukan dalam waktu dekat. Alat kelengkapan dewan yang akan dibentuk meliputi badan musyawarah, badan anggaran, badan kehormatan, badan pembuatan perda, dan komisi-komisi. Pembentukan alat kelengkapan dewan merupakan langkah penting untuk menunjang kelancaran tugas dan […]

  • Jadi Tersangka, Pelaku Pencabulan Ponpes di Pati Mangkir Panggilan Polisi

    Jadi Tersangka, Pelaku Pencabulan Ponpes di Pati Mangkir Panggilan Polisi

    • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.624
    • 0Komentar

    PATI – Proses hukum atas kasus dugaan pencabulan di sebuah pondok pesantren tahfizul Quran di wilayah Kabupaten Pati terus berjalan. Polresta Pati memastikan penanganan kasus ini sudah memasuki tahap penetapan status tersangka terhadap pihak yang diduga melakukan tindak pidana tersebut, setelah penyidik berhasil mengumpulkan alat bukti yang memadai dan sesuai ketentuan perundang-undangan. Hal tersebut disampaikan […]

  • Lawan Rasa Takut dengan Belajar

    Lawan Rasa Takut dengan Belajar

    • calendar_month Sel, 16 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 424
    • 0Komentar

    Quinta Fitri Maulani Quinta/DOKUMEN PRIBADI Kebanyakan rasa takut terhadap sesuatu mesti dihindari. Sepeti takut dalam hal pelajaran, namun berbeda dengan Quinta Fitri Maulani. Perempuan kelahiran Pati, 3 Mei 1996 ini mengaku, dulunya saat sekolah ia tak bisa dan cenderung takut terhadap Bahasa Inggris, maka dari itu perempuan yang tinggal di Dosoman Pati ini memilih melawan […]

expand_less