Breaking News
light_mode

DPRD Pati Minta Kasus MBG Gembong Jadi Momentum Perbaikan Keamanan Pangan

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 11 Sep 2026
  • visibility 102.181

PATI – Dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Gembong menjadi perhatian DPRD Kabupaten Pati.

Distribusi MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong 01 untuk sementara dihentikan setelah Pemkab Pati menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

Wakil Ketua Komisi D DPRD Pati, Endah Sri Wahyuningati, mengatakan penghentian sementara tersebut dapat menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi terhadap proses pelaksanaan MBG di SPPG Gembong 01.

“Sejauh ini sementara dipending. Sepertinya itu karena pasti akan ada evaluasi dan itu bukan ranah kami,” ujarnya.

Sebanyak 269 anak dilaporkan mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi menu MBG. Dari jumlah tersebut, 59 anak masih mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Menurut Endah, kejadian tersebut perlu ditindaklanjuti melalui evaluasi secara menyeluruh. Selain mencari penyebab gangguan kesehatan yang dialami siswa, pemeriksaan juga penting untuk memastikan makanan yang diberikan melalui program MBG memenuhi standar keamanan.

Ia juga menyoroti kondisi psikologis anak-anak setelah mengalami kejadian tersebut. Trauma yang dirasakan sebagian siswa dinilai perlu mendapat perhatian agar tidak menimbulkan dampak lanjutan.

“Kami berharap ini akan menjadi sebuah evaluasi supaya anak-anak juga tidak trauma. Karena tadi anak-anak juga ada yang bilang trauma,” ungkapnya.

Di sisi lain, Endah mengungkapkan adanya keterangan dari sejumlah siswa yang tidak menemukan kejanggalan pada makanan yang dikonsumsi. Bahkan, beberapa siswa menyebut makanan tersebut masih terasa enak dan tidak menunjukkan ciri-ciri basi.

“Walaupun ada yang bilang tadi makannya sampai habis, tiga ya. Enak makanannya. Mereka enggak merasa itu basi, bau, enggak, tapi kok bisa menimbulkan efek seperti ini,” jelasnya.

Keterangan tersebut menunjukkan bahwa penyebab gangguan kesehatan tidak bisa langsung ditentukan hanya dengan melihat atau mencium kondisi makanan. Karena itu, Endah menilai pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium diperlukan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan munculnya keluhan pada para siswa.

“Seperti ini kan memang harus ada pemeriksaan khusus secara lab begitu ya, apa yang membuat anak-anak menjadi keracunan,” tegasnya.

Ia berharap hasil pemeriksaan nantinya mampu mengungkap penyebab kejadian secara jelas. Temuan tersebut juga diharapkan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan dalam pelaksanaan program MBG, terutama menyangkut kualitas serta keamanan makanan sebelum sampai ke tangan siswa.

Dengan evaluasi yang dilakukan secara menyeluruh, program MBG diharapkan tetap dapat dilaksanakan secara optimal sekaligus memberikan jaminan terhadap kesehatan dan keselamatan para penerima manfaat.

(adv)

Editor  : Arif

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wajib Dibaca!!! Tips Punya Rumah Sendiri Tanpa Hutang ke Bank

    Wajib Dibaca!!! Tips Punya Rumah Sendiri Tanpa Hutang ke Bank

    • calendar_month Sen, 24 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 306
    • 0Komentar

      ilustrasi rumah sederhana Harga rumah yang berkisardi atas Rp 100 juta, membuat siapapun pasti akan geleng-geleng kepala. Terutama bagi pasangan muda yang ingin memiliki rumah sendiri. Dengan gaji upah minimum, hampir mustahil bisa menabung untuk membangun atau membeli rumah sendiri. Lalu bagaimana agar dengan penghasilan sekitar Rp 3 jutaan kita bisa membeli rumah sendiri […]

  • Adam Aditya Putra Jepara di Skuad Laskar Kalinyamat Musim 2021

    Adam Aditya Putra Jepara di Skuad Laskar Kalinyamat Musim 2021

    • calendar_month Sel, 22 Jun 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 333
    • 0Komentar

      Adam Aditya ikut mengantarkan Persijap juara Liga 3 2019 sekaligus mengunci tiket promosi ke Liga 2 JEPARA, Kota – Satu pemain lokal Jepara dipastikan kembali memperkuat Persijap Jepara di Liga 2 musim 2021 ini. Pemain itu adalah Adam Aditya. Local pride dari Desa Kecapi ini telah berkostum Laskar Kalinyamat sejak 2017. Adam Aditya memulai […]

  • Ketua Komisi C DPRD Pati Ungkap Alasan Pangkalan Truk Belum Direalisasikan

    Ketua Komisi C DPRD Pati Ungkap Alasan Pangkalan Truk Belum Direalisasikan

    • calendar_month Sen, 1 Jul 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 277
    • 0Komentar

    PATI – Sopir truk yang tergabung dalam Paguyuban Sopir Pati (PSP) menggelar unjuk rasa di Alun-Alun Pati, tepat di depan kantor bupati, mereka mendesak pemerintah daerah untuk segera membangun pangkalan truk yang representatif di Kabupaten Pati, pada Senin (1/7/2024). Setelah aksi unjuk rasa, sepuluh perwakilan sopir truk difasilitasi untuk beraudiensi dengan DPRD dan dinas terkait […]

  • Pentas Harga Gabah Anjlok, dan Kritik Kesengsaraan Petani

    Pentas Harga Gabah Anjlok, dan Kritik Kesengsaraan Petani

    • calendar_month Ming, 21 Apr 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 269
    • 0Komentar

    PATI – Naskah berjudul Anjlok dipentaskan anak-anak Teater Tsalafiyah (TeTs) MTs Salafiyah Kajen baru-baru ini. berlatar sebuah desa yang sedang panen raya, dikisahkan terjadi harga gabah yang anjlok sekaligus merugikan petani. Naskah karya Miftahur Rohim, yang juga guru madrsah tersebut memang berniat melakukan kritik persoalan tersebut melalui panggung teater. Seperti diketahui, polemik harga gabah yang […]

  • Enam Kisah Mencari Kejernihan Kendeng

    Enam Kisah Mencari Kejernihan Kendeng

    • calendar_month Ming, 28 Mar 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 346
    • 0Komentar

      Film dokumenter Ayat-Ayat Kendeng yang Tak Dikabarkan LATAR Film ini sebenarnya sudah dirancang sejak akhir 2015, dengan tujuan untuk memotret kondisi ekologis dan sosiologis Kendeng secara lebih utuh. Proses awal pun sudah dimulai pada Juli 2016, saat secara sederhana mendokumentasikan pawai lingkungan dan penanaman seribu pohon oleh para pegiat lingkungan di Tambakromo dan sekitarnya. […]

  • DPRD Pati Minta Penambahan Pos Damkar di Setiap Eks Kawedanan

    DPRD Pati Minta Penambahan Pos Damkar di Setiap Eks Kawedanan

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.043
    • 0Komentar

    PATI – Tingginya angka kebakaran di Kabupaten Pati mendorong DPRD Pati untuk mendesak pemerintah daerah agar menambah pos pemadam kebakaran di setiap eks kawedanan. Hal ini diungkapkan oleh Ketua DPRD Pati sementara, Ali Badrudin, yang menyatakan bahwa keberadaan pos damkar di setiap eks kawedanan akan mempercepat waktu respons dan membantu memadamkan api lebih cepat jika […]

expand_less