Breaking News
light_mode

23 Honorer APBD 2005 Pati Minta Tambahan Penghasilan, Komisi A DPRD Pati Siap Kawal

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 11 Sep 2026
  • visibility 102.203

PATI – Nasib 23 tenaga honorer APBD 2005 yang masih bertugas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati menjadi perhatian Komisi A DPRD Pati. Setelah mengabdi selama lebih dari dua dekade, para tenaga honorer tersebut mengusulkan adanya tambahan penghasilan sebagai bentuk penghargaan atas masa bakti mereka.

Aspirasi itu disampaikan Forum Tenaga Honorer APBD 2005 dalam audiensi dengan Komisi A DPRD Pati bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Ketua Komisi A DPRD Pati, Narso, membenarkan adanya pertemuan tersebut. Ia mengatakan aspirasi mengenai tambahan penghasilan atau tunjangan perlu dikaji lebih lanjut, terutama dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah serta ketentuan hukum yang berlaku.

“Hari ini kami ada audiensi dengan teman-teman dari Forum Tenaga Honorer APBD 2005 bersama OPD terkait. Mereka mengusulkan adanya tambahan penghasilan, semacam tunjangan, karena masa bakti mereka sudah 21 tahun,” ujar Narso di Gedung DPRD Pati.

Dalam audiensi tersebut, sekitar 18 orang hadir secara langsung untuk menyampaikan aspirasi. Sementara berdasarkan data yang diterima Komisi A, total tenaga honorer APBD 2005 yang masih tersisa berjumlah 23 orang.

“Yang hadir tadi sekitar 18 orang, tetapi totalnya ada 23 orang. Nanti harus ada penyesuaian, termasuk soal gaji dan mekanisme pemberiannya,” jelasnya.

Narso menyatakan Komisi A pada prinsipnya memberikan dukungan terhadap aspirasi para tenaga honorer tersebut. Masa pengabdian yang telah berlangsung selama lebih dari 20 tahun dinilai layak mendapatkan bentuk penghargaan dari pemerintah daerah.

Ia menyebut sebagian tenaga honorer yang sebelumnya masuk dalam satu angkatan kini telah beralih status menjadi ASN, baik sebagai PNS maupun PPPK. Namun, masih terdapat 23 orang yang tetap menjalankan tugas sebagai tenaga honorer.

“Kami mendukung. Mengingat masa bakti yang sudah sangat lama. Sebagian dari mereka dulu satu angkatan, rata-rata sudah menjadi PNS atau PPPK. Yang tersisa 23 orang ini,” kata Narso.

Kendati mendukung, Narso menegaskan pemberian tambahan penghasilan belum dapat langsung direalisasikan. Komisi A perlu melihat kondisi kemampuan anggaran Pemkab Pati sekaligus memastikan apakah terdapat landasan regulasi yang memungkinkan pemerintah daerah memberikan tambahan penghasilan kepada tenaga honorer.

“Cuma kan tetap kita harus cek dulu kemampuan anggaran dan regulasinya. Secara aturan, apakah daerah punya kewenangan untuk mengatur tambahan penghasilan seperti ini atau tidak,” tegasnya.

Menurut Narso, tenaga honorer memiliki posisi yang berbeda dengan ASN sehingga mekanisme pemberian penghargaan tidak bisa disamakan begitu saja. Setiap kebijakan yang nantinya diambil harus memiliki pijakan hukum yang jelas agar pelaksanaannya tidak menimbulkan persoalan.

Untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut, Komisi A akan mendorong OPD terkait, termasuk BKPSDM dan DPKAD, melakukan kajian. Kajian tersebut nantinya akan menjadi salah satu bahan pembahasan dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Kami akan dorong agar ada solusi. Bisa dalam bentuk insentif, tunjangan, atau skema lain yang memungkinkan. Tapi semua harus jelas dasar hukumnya,” ujarnya.

Narso berharap proses kajian dapat dilakukan dalam waktu dekat sehingga terdapat solusi yang dapat mempertemukan kepentingan para tenaga honorer dengan kebijakan pemerintah daerah.

Komisi A DPRD Pati, lanjutnya, akan terus mengawal aspirasi tersebut. Ia menilai pengabdian selama puluhan tahun perlu mendapatkan apresiasi, meskipun pemberiannya tetap harus memperhatikan aturan dan kondisi keuangan daerah.

“Prinsip kami, mereka ini pejuang. Sudah 21 tahun mengabdi untuk Pati. Kita harus hargai. Tapi tetap harus sesuai aturan dan kemampuan daerah,” pungkasnya.

(adv)

Editor : Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Minta Pemerintah Prioritaskan Kebutuhan Alsintan Bagi Petani

    DPRD Pati Minta Pemerintah Prioritaskan Kebutuhan Alsintan Bagi Petani

    • calendar_month Ming, 29 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.945
    • 0Komentar

    PATI – Ketersediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) menjadi salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah untuk mendukung aktivitas petani di Kabupaten Pati. Hal itu disampaikan oleh Anggota Komisi B DPRD Pati, Warsiti, yang mendorong pihak terkait untuk memberikan dukungan lebih terhadap kebutuhan alat pertanian di wilayah setempat. Menurut Warsiti, alsintan […]

  • Jatuh Cinta kepada Gunung

    Jatuh Cinta kepada Gunung

    • calendar_month Jum, 25 Jun 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 279
    • 0Komentar

     Because study nature, love nature, stay close to nature, it will never fail you MENIKMATI keindahan alam pegunungan memang menjadi salah satu kegiatan yang digemari kawula muda, begitu juga yang dirasakan Indah Novita Sari. Gadis kelahiran Kudus 15 November 2001 ini sangat menyukai aktivitas berpetualang di alam bebas. Selain gemar ke tempat alam seperti mendaki […]

  • Apa sih keistimewaan Muhammad? Refleksi Maulid Nabi SAW

    Apa sih keistimewaan Muhammad? Refleksi Maulid Nabi SAW

    • calendar_month Sab, 22 Des 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Dokumen Pribadi Seperti seorang ratu dalam film Snow White (Putri Salju) yang bertanya ke cermin ajaib siapa yang paling cantik, sejarah peradaban manusia pun bertanya-tanya siapakah yang paling rupawan atau tampan. Tidak hanya kisah kanak-kanak, bahkan seorang filosof seperti Nietzsche pun menulis Thus Spoke Zarathustra yang bicara mengenai konsep ‘manusia unggul’ (Übermensch) yang lebih dari […]

  • Pansus Hak Angket DPRD Pati Temukan Kejanggalan Mutasi ASN, Izin BKN Terbit Setelah Pelantikan

    Pansus Hak Angket DPRD Pati Temukan Kejanggalan Mutasi ASN, Izin BKN Terbit Setelah Pelantikan

    • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 339
    • 0Komentar

    PATI – Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Kabupaten Pati kembali menyoroti dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Bupati Pati, Sudewo. Kali ini, fokus tertuju pada mutasi 89 jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilaksanakan pada 8 Mei 2025. Ketua Pansus Hak Angket, Teguh Bandang Waluyo, mengungkapkan bahwa mutasi jabatan tersebut diduga tidak sesuai dengan peraturan […]

  • GP Ansor dan Banser Gondosari Gelar Kerja Bakti Massal dalam Rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia

    GP Ansor dan Banser Gondosari Gelar Kerja Bakti Massal dalam Rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia

    • calendar_month Sen, 2 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 329
    • 0Komentar

    KUDUS – Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Ranting Gondosari, Kabupaten Kudus, menggelar kerja bakti massal Minggu (1/6/2025) dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Kegiatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat ini membersihkan ruas jalan utama Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, mulai dari jalur selatan Polsek Gebog hingga perbatasan Desa Menawan. Ketua Pimpinan […]

  • Kondisi tambang di gunung Kendeng Sukolilo Pati yang longsor.

    Tambang di Gunung Kendeng Longsor Sopir Truk Tewas

    • calendar_month Ming, 2 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Kondisi tambang di gunung Kendeng Sukolilo Pati yang longsor. Tambang di Gunung Kendeng Pati mengalami longsor. Tiba-tiba saja tanah bergerak dan material batu padas menimbun truk dum yang ada di sana. PATI – Musibah longsor terjadi di area tambang galian C di Desa Wegil Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Minggu (2/7/2023). Akibatnya seorang sopir truk dum […]

expand_less