Breaking News
light_mode

Dari Ketukan Tatah ke Panggung Dunia: Jepara Menyuarakan Jiwa Lewat Ukiran

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 53 menit yang lalu
  • visibility 65

JAKARTA – Di balik denting halus tatah yang menghantam kayu, ada cerita panjang tentang ketekunan, warisan, dan jiwa yang diturunkan lintas generasi.

Suara itu kini menggema hingga ke ibu kota, saat Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia meresmikan Pameran Tatah: Seni Ukir Jepara 2026 di Museum Nasional Indonesia, Rabu, 29 April 2026.

Bukan sekadar pameran, ruang ini menjadi panggung bagi karya-karya terbaik dari Jepara—daerah yang sejak lama dikenal sebagai jantung seni ukir Nusantara.

Di dalamnya, terpajang bukan hanya benda, tetapi juga perjalanan panjang keterampilan yang ditempa ratusan tahun.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyebut karya yang dipamerkan sebagai representasi puncak pencapaian artistik para pengukir Jepara.

Berbeda dari produk mebel yang lazim ditemui sehari-hari, karya-karya ini menampilkan detail, kedalaman, dan kompleksitas yang nyaris tak tergantikan oleh mesin.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah ukiran “macan kurung”, serta karya dari satu batang kayu utuh yang diolah dengan teknik berlapis hingga lima sampai tujuh tingkat.

Setiap lapisan seolah menyimpan napas pembuatnya—ketelitian yang tak hanya mengandalkan tangan, tetapi juga rasa.

“Ini bukan sekadar benda, tetapi ekspresi seni dengan pencapaian tertinggi,” ujar Fadli Zon.

Lebih dari itu, pameran ini juga menjadi pengingat bahwa seni Indonesia tidak hanya hidup dalam kanvas dua dimensi.

Kayu—yang sejak masa leluhur menjadi medium ekspresi—masih terus berbicara hingga hari ini, melalui pahatan yang sarat makna.

Namun di balik keindahan itu, tersimpan kegelisahan. Regenerasi pengukir menjadi tantangan nyata. Di tengah derasnya pilihan profesi modern, tak banyak generasi muda yang memilih melanjutkan jejak sebagai perajin ukir.

Kementerian Kebudayaan mencoba menjawabnya lewat berbagai upaya: workshop, penguatan literasi budaya, hingga program pengembangan talenta.

Harapannya, mereka yang “mewarisi” keterampilan ini dapat menemukan ruang untuk tumbuh dan diakui.

“Kita ingin mereka yang punya bakat luar biasa ini mendapatkan tempat,” kata Fadli.

Sementara itu, Bupati Jepara, Witiarso Utomo, mengajak publik melihat ukiran dari sisi yang lebih dalam. Baginya, tatah bukan hanya alat, melainkan perpanjangan jiwa.

“Dari setiap ketukannya lahir karya yang tidak hanya indah, tetapi juga sarat makna,” ujarnya.

Jepara, yang mungkin tampak sebagai kota kecil di pesisir Jawa, sejatinya adalah simpul pertemuan budaya dunia. Dari sanalah lahir ukiran-ukiran yang kini tak hanya menghiasi ruang, tetapi juga membawa identitas Indonesia ke panggung global.

Dan di Museum Nasional itu, setiap pahatan seakan berbisik—tentang masa lalu yang tetap hidup, dan masa depan yang masih terus diukir.

  • Penulis: Redaksi
  • Editor: Arif

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ganjar Sidak Penanganan Covid di Pati

    Ganjar Sidak Penanganan Covid di Pati

    • calendar_month Rab, 16 Jun 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 165
    • 0Komentar

      Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ditemani Bupati Pati meninjau lolasi karantika pasien Covid-19 di Hotel Kencana. Penangan Covid-19 di Kabupaten Pati menjadi perhatian pihak provinsi. Gubernur turun tangan memastikan penanganan dilakukan dengan baik oleh Pemkab Pati. PATI –  Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan pantauan langsung penanganan Covid-19 di Kabupaten Pati, Selasa (15/6/2021). Kota […]

  • Sensasi Segar Air Terjun Dong Paso Somosari Jepara

    Sensasi Segar Air Terjun Dong Paso Somosari Jepara

    • calendar_month Kam, 5 Nov 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Mila berpose di atas batu besar di air terjun Dong Paso Somosari, Jepara  Matahari bersinar terang sepanjang hari. Angin bertiup pelan. Membelai dedaunan semak-semak. Kamilatus Sa’adah melangkah pelan, menyusuri jalan setapak. Di wajahnya, gadis berjilbab yang akrab disapa Mila itu tak merasa lelah. Jalan itu menuju sebuah air terjun. Nama air terjunnya Dung Paso. Lokasinya […]

  • Para atlet angkat berat dan angkat besi berfoto bersama Ketua DPRD Pati Ali Badrudin.

    Satu Keluarga Main di Porprov Jateng Siap Bawa Pulang Medali

    • calendar_month Kam, 3 Agu 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Para atlet angkat berat dan angkat besi berfoto bersama Ketua DPRD Pati Ali Badrudin. Ada tiga atlet asal Desa Lahar Kecamatan Tlogowungu, Pati yang ikut bertanding dalam kejuaraan Porprov Jawa Tengah tahun 2023, ketiganya adalah Laila Rahmawati dan Amin yang merupakan pasangan suami istri dan Tasya Risky Citra Lestari yang merupakan adik kandung Laila Rahmawati.  […]

  • DPRD Pati Tekankan Perlindungan Pasar Tradisional Jadi Prioritas Pemkab

    DPRD Pati Tekankan Perlindungan Pasar Tradisional Jadi Prioritas Pemkab

    • calendar_month Sel, 17 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.243
    • 0Komentar

    PATI – Isu perlindungan pasar tradisional muncul sebagai salah satu fokus dalam kegiatan reses Tahap I Tahun 2026 yang digelar anggota Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Danu Ikhsan Harischandra. Dalam silaturahmi dengan warga dan pelaku usaha, sejumlah pedagang kecil mengemukakan kekhawatiran terkait semakin meluasnya jangkauan ritel modern atau minimarket yang kini menjamah hingga ke wilayah […]

  • KPU Minta Camat Fasilitasi Pembentukan PPK/PPS

    KPU Minta Camat Fasilitasi Pembentukan PPK/PPS

    • calendar_month Jum, 13 Okt 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 166
    • 0Komentar

    HADIR : Bupati Pati Hariyanto turut hadir dalam agenda rapat koordinasi (rakor) dan pengarahan KPU kepada camat terkait fasilitasi pembentukan panitia pemungutan suara (PPS) dan panitia pemilihan kecamatan (PPK) kemarin, di Ruang Pragola Kantor Setda Kabupaten Pati. KPU FOR LINGKAR MURIA Lingkar Muria, PATI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati meminta para camat di […]

  • Ketua PCNU Pati KH Yusuf Hasyim.

    Pesan Ketua NU Pati ; Tahun Politik Harus Adem

    • calendar_month Ming, 29 Okt 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Menjelang tahun politik 2024 Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, K.H Yusuf Hasyim meminta agar warga Nahdliyyin tetap adem dan menjaga kondusifitas.

expand_less