Breaking News
light_mode

BRI Tak Bisa Kembalikan Dana yang Hilang, Nasabah Kecewa Berat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 22 Jun 2022
  • visibility 288

Nasabah BRI Siti Mardhiyah yang menjadi korban penipuan didampingi suaminya


Salah seorang nasabah BRI Juwana mengaku sangat kecewa karena tabungan milik istrinya yang digondol penipu cyber tak bisa dikembalikan. Padahal salah satu rekening yang menjadi tujuan transfer dana tersebut sudah diblokir. Pihak bank menyarankan untuk melaporkan ke polisi.

PATI – Nasabah BRI Juwana mengaku
sangat kecewa atas jawaban pihak bank pelat merah tersebut, karena tidak bisa
melakukan pengembalian dana yang hilang. Untuk diketahui tabungan Siti
Mardhiyah, warga Desa Ngening Kecamatan Batangan sebesar 206 juta amblas
digondol penipu.

“Saya sangat kecewa dengan
tanggapan dan jawaban dari pihak BRI. Pihak bank sudah ke sini, saya diberi
surat, intinya mereka mengajukan permohonan maaf karena tidak dapat melakukan
pengembalian dana yang hilang,” papar Yudhi, suami dari Siti Mardhiyah.

Sebagaimana diberitakan Tribunjateng.com, Siti Mardhiyah menjadi
korban penipuan oleh penjahat siber. Pada Jumat (10/6/2022) lalu, Siti mendapat
pesan WhatsApp dari orang tidak dikenal.

Orang tersebut melakukan tindakan
manipulatif dengan cara mengirim pulsa sebesar Rp 25 ribu ke nomor Siti,
kemudian mengatakan salah kirim. Selanjutnya, pelaku juga mengatakan pada
korban bahwa dirinya tidak hanya salah mengirim pulsa, melainkan juga salah
membeli token listrik.

“Tadi selain pulsa saya juga beli
token listrik. Kalau ada SMS token listriknya, tolong di-screenshotkan karena
di sini mati lampu. Untuk pulsanya tidak usah dikembalikan,” tulis pelaku dalam
pesan WA.

Siti pun menuruti apa yang
diminta pelaku tanpa menyadari bahwa SMS yang ia screenshot mengandung nomor
kode m-Token untuk melakukan transaksi perbankan digital.

Akibatnya, pelaku menguras
tabungan Siti. Delapan transaksi dilakukan pelaku dalam kurun lima menit. Transaksi
terbesar dilakukan pelaku dengan mentransfer uang sebesar Rp 98 juta ke
rekening seorang pria berinisial FA. Selebihnya ialah transaksi topup dompet
digital.

Tabungan Siti yang awalnya sekira
Rp 230 juta dikuras hingga tinggal sekira Rp 24 juta. Rp 206,5 juta disedot oleh
pelaku.

Siti bersama suaminya, Yudhi,
sudah membuat laporan pengaduan atas kasus ini. Pihak BRI Kantor Cabang
Pembantu (KCP) Juwana tempat Siti menjadi nasabah juga sudah datang
mengantarkan surat pemberitahuan penyelesaian pengaduan.

Dalam surat tersebut, pihak bank
menyarankan Siti untuk berkoordinasi dengan kepolisian. Sebab, yang berhak
untuk menginvestigasi lebih lanjut mengenai aliran dana dan identitas pemilik
akun tujuan transfer yang dilakukan pelaku ialah kepolisian.

“Saya sangat kecewa, begitu mudah
sistem bank ditembus sampai merugikan kami para nasabah,” kata Yudhi.

Ia mengatakan,  pihak bank menyampaikan bahwa rekening atas
nama FA yang jadi tujuan transfer dana sebesar Rp 98 juta sudah diblokir.

“Bank bilang hanya bisa membantu
sebatas ini. Kalau mau melanjutkan, disuruh lapor pihak kepolisian. Harapan
saya uang yang hilang bisa kembali,” ujar dia. (yan)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perpustakaan Desa Tulakan Masuk Enam Besar Nasional

    Perpustakaan Desa Tulakan Masuk Enam Besar Nasional

    • calendar_month Kam, 4 Jul 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Tim dewan juri nasional Perpustakaan Kucica Desa Tulakan, Donorojo berhasil masuk jajaran enam besar lomba perpustakaan klaster A tingkat nasional. Tahap selanjutnya, tim dewan juri bakal melakukan uji lapangan. Untuk melihat peran perpustakaan tersebut untuk masyarakat desa. Tim dewan juri nasional, Supriyanto mengucapkan selamat atas masuknya perpustakaan Kucica ke dalam jajaran enam besar lomba nasional. […]

  • DPRD Pati Desak Pemkab Rampungkan Pembangunan Jalan di Wilayah Utara

    DPRD Pati Desak Pemkab Rampungkan Pembangunan Jalan di Wilayah Utara

    • calendar_month Rab, 8 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.129
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati agar segera merampungkan perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah utara. Menurutnya, kondisi jalan di kawasan tersebut masih memerlukan perhatian serius. Politisi Fraksi PDIP ini menegaskan, masih banyak titik di wilayah utara yang kondisinya memprihatinkan dan harus segera ditindaklanjuti. “Masalah jalan […]

  • Jidhuran dan Kesederhanaan Beragama Ala Orang Desa

    Jidhuran dan Kesederhanaan Beragama Ala Orang Desa

    • calendar_month Sen, 15 Feb 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Sudah lebih dari lima tahun saya vakum dari dunia “penerbangan” (baca: rebana). Kalau tidak salah ingat, terakhir menabuh rebana waktu kelas tiga Madrasah Aliyah. Praktis, tangan saya sudah tak lentur lagi menabuh dengan berbagai jenis gaya dan variasi. Semalam, saya ikut Pak Mul, bapak saya, Jidhuran. Tempatnya di Makam Mbah Surojoyo. Bagi kami, ia lah […]

  • DPRD Pati Minta Pemkab Temukan Solusi Atasi Pernikahan Dini

    DPRD Pati Minta Pemkab Temukan Solusi Atasi Pernikahan Dini

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 325
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Muntamah, mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya kasus pernikahan dini di wilayah tersebut. Ia menekankan bahwa pernikahan dini dapat berdampak buruk terhadap masa depan anak. Muntamah menuturkan bahwa angka pernikahan dini di Pati erat kaitannya dengan tingginya angka putus sekolah. Ia mendorong pemerintah daerah untuk mengambil langkah solutif guna menekan angka […]

  • Batik Tulis Bakaran yang Menawan

    Batik Tulis Bakaran yang Menawan

    • calendar_month Rab, 20 Mei 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Seorang model mengenakan busana batik tulis bakaran Kabupaten Pati juga memiliki batik tulis yang khas, pesonanya tak kalah dengan batik-batik dari daerah lain di Indonesia. Namanya batik tulis bakaran. Nama batik ini merujuk satu daerah yang menjadi pusat pengrajin batik ini. Kurang lengkap kalau bergaya belum mengenakan batik tulis bakaran. Pusat pengrajin batik ini berada […]

  • BPD dan Pemdes Tulakan Dukung Langkah Gapoktan Tolak Penambangan

    BPD dan Pemdes Tulakan Dukung Langkah Gapoktan Tolak Penambangan

    • calendar_month Sel, 11 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 260
    • 0Komentar

      Rembug tani yang dilaksanakan di kediaman Ketua Gapoktan H. Masruhan, Dukuh Winong, Desa Tulakan, Senin (10/2022) Aparat desa berdiri satu barisan mendukung penuh langkah para petani Desa Tulakan yang mempertahankan kelangsungan masa depan pertanian desanya dari ancaman penambangan batuan di Kali Gelis. JEPARA – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Pemerintah Desa (Pemdes) Tulakan Kecamatan […]

expand_less