Breaking News
light_mode

Ada Kerja Keras Bule Perancis dalam Lezat Ikan Bakar di Pantai Bondo (2)

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 14 Nov 2019
  • visibility 335
Bakar ikan 

Ranting-ranting kayu yang kami
kumpulkan, telah habis terbakar dan berubah menjadi bongkahan arang yang
membara. Ikan tengkurungan dan banyar sudah bersih. Setidaknya sudah terbuang isi
perutnya yang membuat pahit.

Sayang, pesta kecil-kecilan yang
menjadi agenda utama kami kacau. Berlagak seperti anak petualang, kami tak
membawa bekal peralatan yang cukup untuk membuat pesta bakaran. Tidak ada
panggangan ikannya.

Santai di pinggir pantai

Akhirnya, karena bara sudah
terlanjur menyala dan menanti korbannya, ikan kami bakar seadanya. Percobaan,
satu ekor ikan banyar berukuran sekitar tiga jari. Ikan ditusuk dengan sebilah
bambu yang tergeletak tak jauh dari tempat kami membuat perapian.

Ikan yang dibakar tidak hanya
matang. Tetapi malah menjadi arang. Karena saking gosongnya. Bambu yang
digunakan sebagai tusukan, patah karena terbakar api. Akhirnya dua teman yang
baru menyusul di pantai, ditugasi mencari panggangan yang terbuat dari kawat
besi. Entah pinjam atau beli. Pokoknya harus dapat.

***

Oscar, bocah berusia sekitar dua
tahun itu tertarik dengan apa yang kami kerjakan. Mula-mula dia mengintip.
Kemudian mendekat. ”Fish.. fish,” kata Oscar, sambil menunjuk ikan
yang ada di atas lembaran kantong plastik. Oscar kemudian meracau dengan bahasa
Inggris yang tak bisa kami tangkap maksutnya selain kata fish.

Oscar kemudian disusul bapaknya,
Edward, yang meminjam korek untuk menyulut sebatang rokok putih yang terselip
di jari-jarinya. Edward sudah lumayan lancar berbahasa Indonesia. Dia sudah
beberapa tahun tinggal di Indonesia. Sebelum di Jepara, dia tinggal di Bali.

Edward sangat ramah. Meski baru
pertama bertemu dan ngobrol basa-basi, bule dari Perancis ini mau repot-repot
membantu bakar ikan. Edward memiliki ide membuat plagangan dari batang bambu.

Dia menancapkan dua buah batang
bambu menyilang. Membuat formasi huruf X berjajar. Tiap ujung ada dua formasi
huruf X. Di bagian tengahnya kemudian ditumpangi dua buah batang bambu
memajang, (Saya sulit mendiskripsikannya. Lihat saja digambar bagaimana
bentuknya) pokoknya dia mau kerja keras supaya kami bisa membakar ikan malam
itu.

Tidak hanya membuatkan plagangan, Edward juga berulang kali
membantu proses pembakaran. Dari ngipasi
bara api, sampai membolak-balikkan ikan agar matang merata. Entah apa yang
merasukinya. Hehe… Oscar juga ikut-ikutan ngipasi
dengan sobekan kardus bekas mi instan.

Ada dua kemungkinan. Mungkin saja
Edward merasa iba karena kami mengalami kesusahan. Atau karena bakar-bakaran
model kami ini tidak ada di negaranya sana. Karena saat meminjam korek ke kami,
Edward menyebut kami sedang pesta barbeque.
 

***
Teman kami yang mencari panggangan
kembali. Panggangan didapatkan dengan membeli. Belinya lumayan jauh, di Pasar
Mlonggo. Jarak dari pantai 4,9 kilometer.

Masih ada separo ikan yang belum
dibakar. Edward pamitan pulang. Sudah lumayan dia membantu menyiapkan menu
makan malam kami. Ikan bakar dengan bumbu kecap manis yang dicampur penyedap
rasa, dan bubuk lada.

Karena lapar, sepiring ikan bakar dan
satu mangkuk besar nasi putih habis dimakan tujuh orang. Nasi di piring tak
tersisa. Ikan bakar tinggal duri dan kepala.
Makan dengan lahap

Perut kenyang, kantuk menyerang.
Beberapa teman langsung mencari tempat tidur yang berada di kafe Omah Laut.
Agenda maulidan dan ngobrol-ngobrol yang telah direncanakan akhirnya bubar
sebelum dimulai. (arf)  



Ini cuplikan video keseruan bakar ikan 
  
  
 
 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Slametan Labuhan Ala Warga Bungu Jepara

    Slametan Labuhan Ala Warga Bungu Jepara

    • calendar_month Jum, 11 Des 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 336
    • 0Komentar

      Bambang Prawoto dengan khusyuk memimpin pembacaan tahlil di depan sebuah punden pada Jumat Legi (11/12/2020). Kiai kampung itu memimpin sebuah ritual slametan yang menjadi kearifan lokal di desanya yang berada di lereng Pegunungan Muria. Peralihan musim kemarau ke musim penghujan ditandai khusus dengan slametan. Warga Dukuh Pagir-Tumut, Desa Bungu Kecamatan Mayong menyebutnya Slametan Labuhan. […]

  • PAW Anggota DPRD Pati dari Fraksi Golkar Masih Tunggu Rekomendasi DPP

    PAW Anggota DPRD Pati dari Fraksi Golkar Masih Tunggu Rekomendasi DPP

    • calendar_month Sel, 30 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.615
    • 0Komentar

    PATI — Proses Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Partai Golkar belum dapat dilanjutkan hingga saat ini. Langkah tersebut masih menunggu dikeluarkannya surat rekomendasi resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. PAW ini dilakukan guna mengisi kekosongan kursi yang ditinggalkan oleh almarhum Riyanto, anggota Komisi A DPRD Pati yang meninggal dunia […]

  • Bidadari Desa Jlegong Ini Juarai Fashion Show Porseni Pelajar NU Keling Jepara

    Bidadari Desa Jlegong Ini Juarai Fashion Show Porseni Pelajar NU Keling Jepara

    • calendar_month Sen, 12 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 277
    • 0Komentar

    JEPARA – Perwakilan dari Ranting IPNU IPPNU Desa Jlegong, Dwi Amelia Akromatul Choiriyah berhasil menjadi yang terbaik dalam lomba fashion show Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) yang digelar PAC IPNU IPPNU Keling Minggu (11/11/2018) di auditorium Gedung MWC NU Keling Jalan Raya Jepara – Pati Desa Kelet Kecamatan Keling Kabupaten Jepara. Dwi Amelia Akromatul Choiriyah […]

  • DPRD Pati Dorong Pemenuhan Armada Damkar di Setiap Eks Kawedanan

    DPRD Pati Dorong Pemenuhan Armada Damkar di Setiap Eks Kawedanan

    • calendar_month Jum, 25 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 342
    • 0Komentar

    PATI – Wakil Ketua 3 DPRD Kabupaten Pati, Suwito, menekankan pentingnya pengadaan armada pemadam kebakaran di setiap wilayah eks kawedanan. Hal ini untuk optimalisasi dan efektivitas pelayanan pemadam kebakaran di Kabupaten Pati yang luas. “Memang idealnya tiap dapil (eks kawedanan) punya armada mobil pemadam kebakaran. Sehingga jika terjadi peristiwa kebakaran akan lebih cepat penanganannya,” tegas […]

  • PPP Rumah Politik Kiai-Santri

    PPP Rumah Politik Kiai-Santri

    • calendar_month Sen, 28 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 420
    • 0Komentar

    Istimewa “Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu partai warisan ulama yang menjadi bagian dari umat Islam. Karena itu harus kita perkuat PPP” Sekjen PPP Arwani Thomafi Secara historis, partai berlogo Kabah ini merupakan partai politik di Indonesia yang didirikan pada tanggal 5 Januari 1973, yang merupakan hasil fusi atau gabungan dari empat partai berbasis Islam pada […]

  • Wacana Sampah jadi Energi : Komisi C DPRD Pati : Sampah Harus Ditangani

    Wacana Sampah jadi Energi : Komisi C DPRD Pati : Sampah Harus Ditangani

    • calendar_month Kam, 9 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.186
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati tengah merancang terobosan baru dalam pengelolaan limbah. Rencana strategis untuk mengubah sampah menjadi energi listrik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, kini telah diajukan ke tingkat pusat untuk mendapatkan persetujuan. Langkah ini mendapatkan apresiasi positif dari legislatif. Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, menilai inisiatif […]

expand_less