Breaking News
light_mode

Ada Kerja Keras Bule Perancis dalam Lezat Ikan Bakar di Pantai Bondo (2)

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 14 Nov 2019
  • visibility 332
Bakar ikan 

Ranting-ranting kayu yang kami
kumpulkan, telah habis terbakar dan berubah menjadi bongkahan arang yang
membara. Ikan tengkurungan dan banyar sudah bersih. Setidaknya sudah terbuang isi
perutnya yang membuat pahit.

Sayang, pesta kecil-kecilan yang
menjadi agenda utama kami kacau. Berlagak seperti anak petualang, kami tak
membawa bekal peralatan yang cukup untuk membuat pesta bakaran. Tidak ada
panggangan ikannya.

Santai di pinggir pantai

Akhirnya, karena bara sudah
terlanjur menyala dan menanti korbannya, ikan kami bakar seadanya. Percobaan,
satu ekor ikan banyar berukuran sekitar tiga jari. Ikan ditusuk dengan sebilah
bambu yang tergeletak tak jauh dari tempat kami membuat perapian.

Ikan yang dibakar tidak hanya
matang. Tetapi malah menjadi arang. Karena saking gosongnya. Bambu yang
digunakan sebagai tusukan, patah karena terbakar api. Akhirnya dua teman yang
baru menyusul di pantai, ditugasi mencari panggangan yang terbuat dari kawat
besi. Entah pinjam atau beli. Pokoknya harus dapat.

***

Oscar, bocah berusia sekitar dua
tahun itu tertarik dengan apa yang kami kerjakan. Mula-mula dia mengintip.
Kemudian mendekat. ”Fish.. fish,” kata Oscar, sambil menunjuk ikan
yang ada di atas lembaran kantong plastik. Oscar kemudian meracau dengan bahasa
Inggris yang tak bisa kami tangkap maksutnya selain kata fish.

Oscar kemudian disusul bapaknya,
Edward, yang meminjam korek untuk menyulut sebatang rokok putih yang terselip
di jari-jarinya. Edward sudah lumayan lancar berbahasa Indonesia. Dia sudah
beberapa tahun tinggal di Indonesia. Sebelum di Jepara, dia tinggal di Bali.

Edward sangat ramah. Meski baru
pertama bertemu dan ngobrol basa-basi, bule dari Perancis ini mau repot-repot
membantu bakar ikan. Edward memiliki ide membuat plagangan dari batang bambu.

Dia menancapkan dua buah batang
bambu menyilang. Membuat formasi huruf X berjajar. Tiap ujung ada dua formasi
huruf X. Di bagian tengahnya kemudian ditumpangi dua buah batang bambu
memajang, (Saya sulit mendiskripsikannya. Lihat saja digambar bagaimana
bentuknya) pokoknya dia mau kerja keras supaya kami bisa membakar ikan malam
itu.

Tidak hanya membuatkan plagangan, Edward juga berulang kali
membantu proses pembakaran. Dari ngipasi
bara api, sampai membolak-balikkan ikan agar matang merata. Entah apa yang
merasukinya. Hehe… Oscar juga ikut-ikutan ngipasi
dengan sobekan kardus bekas mi instan.

Ada dua kemungkinan. Mungkin saja
Edward merasa iba karena kami mengalami kesusahan. Atau karena bakar-bakaran
model kami ini tidak ada di negaranya sana. Karena saat meminjam korek ke kami,
Edward menyebut kami sedang pesta barbeque.
 

***
Teman kami yang mencari panggangan
kembali. Panggangan didapatkan dengan membeli. Belinya lumayan jauh, di Pasar
Mlonggo. Jarak dari pantai 4,9 kilometer.

Masih ada separo ikan yang belum
dibakar. Edward pamitan pulang. Sudah lumayan dia membantu menyiapkan menu
makan malam kami. Ikan bakar dengan bumbu kecap manis yang dicampur penyedap
rasa, dan bubuk lada.

Karena lapar, sepiring ikan bakar dan
satu mangkuk besar nasi putih habis dimakan tujuh orang. Nasi di piring tak
tersisa. Ikan bakar tinggal duri dan kepala.
Makan dengan lahap

Perut kenyang, kantuk menyerang.
Beberapa teman langsung mencari tempat tidur yang berada di kafe Omah Laut.
Agenda maulidan dan ngobrol-ngobrol yang telah direncanakan akhirnya bubar
sebelum dimulai. (arf)  



Ini cuplikan video keseruan bakar ikan 
  
  
 
 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati H. Kamari Ungkap Prospek Pertanian Tebu dan Peran Petani Milenial

    DPRD Pati H. Kamari Ungkap Prospek Pertanian Tebu dan Peran Petani Milenial

    • calendar_month Sen, 23 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 340
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, H. Kamari, meyakini bahwa sektor pertanian tebu di Indonesia masih menyimpan potensi besar dan prospektif. Hal ini disampaikannya dalam sebuah pernyataan terkait perkembangan industri gula di Indonesia. “Tebu sangat prospektif karena kebutuhan gula di Indonesia masih kurang. Ini berarti peluang besar terbuka untuk pengembangan tanaman tebu,” ujar Kamari. “Namun, tantangannya […]

  • Rekaman CCTV Jadi Bukti, Polisi Diminta Gercep Ungkap Kasus Penyerangan di Desa Ketitangwetan

    Rekaman CCTV Jadi Bukti, Polisi Diminta Gercep Ungkap Kasus Penyerangan di Desa Ketitangwetan

    • calendar_month Rab, 10 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 326
    • 0Komentar

    PATI – Kasus penyerangan yang diduga dilakukan oleh sekelompok pemuda asal Desa Raci terhadap warga Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, memasuki babak baru. Merasa geram dengan lambannya penanganan, sejumlah orang tua korban mendatangi Mapolresta Pati, Rabu (10/9/2025), untuk mendesak agar kasus tersebut segera diungkap dan pelaku ditangkap. Rekaman CCTV Jadi Bukti Kunci Aksi penyerangan […]

  • DPRD Pati Gelar Medical Check-Up Rutin untuk Jaga Kinerja Optimal

    DPRD Pati Gelar Medical Check-Up Rutin untuk Jaga Kinerja Optimal

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 348
    • 0Komentar

    PATI – Seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menjalani pemeriksaan kesehatan atau medical check-up rutin tahunan yang dilaksanakan selama dua hari, Rabu dan Kamis (15-16/10/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kondisi fisik para wakil rakyat tetap prima dalam menjalankan tugas-tugas legislatif yang padat. Anggota DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, menjelaskan bahwa medical check-up […]

  • Ragil Putut Widodo Selalu Siap Membela Persipa Pati

    Ragil Putut Widodo Selalu Siap Membela Persipa Pati

    • calendar_month Sen, 28 Jun 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 283
    • 0Komentar

      Ragil Putut Widodo saat  berkostum Persipa musim 2018 di Liga 3 Jawa Tengah PATI, Cluwak – Ragil Putut Widodo, nama ini sebenarnya tidak asing di telinga pecinta bola di Kabupaten Pati. Pemain yang berposisi sebagai penyerang ini pernah mencuri perhatian karena kemampuannya mengolah si kulit bundar di lapangan hijau. Karir sepakbola pemain yang mengidolakan […]

  • Cipayung Plus Desak Rekrutmen Perangkat Desa di Pati Diundur Usai Pilkada

    Cipayung Plus Desak Rekrutmen Perangkat Desa di Pati Diundur Usai Pilkada

    • calendar_month Sen, 28 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 282
    • 0Komentar

    PATI – Cipayung Plus, gabungan beberapa organisasi seperti HMI, GMNI, dan IPNU, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk menunda rekrutmen perangkat desa hingga setelah Pilkada selesai. Hal ini disampaikan dalam audiensi terbuka dengan Pemkab Pati di Pendopo Pemkab Pati pada Senin (28/10/2024). Audiensi tersebut dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten […]

  • Mimpi Buruk Penjudi, Berganti Mimpi Manis Prestasi

    Mimpi Buruk Penjudi, Berganti Mimpi Manis Prestasi

    • calendar_month Sab, 5 Jan 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 401
    • 0Komentar

    ILUSTRASI ISTIMEWA Teriakan lantang nan heroik dari Januar Herwanto, manajer Madura FC seakan menjadi awal mimpi buruk sepakbola Indonesia yang karut-marut di bawah bayang-bayang barisan mafia. Ya, sepakbola di negeri yang sudah 73 tahun merdeka ini, alih-alih menyuguhkan prestasi, lebih banyak malah membikin dada sesak. Sebab nihilnya trofi juara yang nangkring di lemari prestasi PSSI. […]

expand_less