Manfaatkan Kebijakan Outing Class Lokal, Anggota DPRD Pati Dorong Pemkab Genjot Pengembangan Wisata
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 15 menit yang lalu
- visibility 99.489

Anggota DPRD Pati dari Komisi A, Kastomo
PATI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati dari Fraksi PKB, Kastomo, menggarisbawahi bahwa peningkatan kualitas sarana dan prasarana menjadi syarat mutlak dalam memajukan sektor pariwisata daerah.
Hal ini dinilai sangat mendesak seiring diterapkannya kebijakan pemerintah daerah yang mengarahkan kegiatan belajar di luar kelas atau outing class agar dilaksanakan di destinasi wisata dalam wilayah Pati.
Menurut Kastomo, upaya membangun sektor pariwisata tidak bisa hanya berfokus pada pembangunan fisik tempat wisata semata. Pemerintah daerah juga wajib memastikan tersedianya akses transportasi yang layak serta jaminan rasa aman bagi setiap pengunjung yang datang.
“Yang perlu diperhatikan adalah kesiapan sarana dan prasarana. Masalah transportasi dan keamanan juga harus disiapkan dengan baik agar wisatawan merasa nyaman saat berkunjung. Jadi kebijakan melarang outing class ke luar daerah dan difokuskan ke wisata lokal Pati harus diimbangi dengan kesiapan sarpras dan lainnya,” ujar Kastomo.
Ia menilai masih terdapat sejumlah tantangan yang harus diselesaikan dalam pengelolaan pariwisata di Pati. Oleh sebab itu, dibutuhkan perencanaan yang matang dan komprehensif dengan melibatkan berbagai elemen, mulai dari masyarakat hingga tenaga ahli, agar pengembangan yang dilakukan dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang.
Kastomo memandang kebijakan outing class lokal yang dikeluarkan oleh Penjabat (Pj) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, sebagai peluang emas untuk mendongkrak jumlah kunjungan ke tempat-tempat wisata daerah.
Namun, momentum tersebut tidak boleh disia-siakan dan harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan serta tata kelola di setiap lokasi wisata.
“Perlu ada diskusi yang melibatkan masyarakat dan para ahli agar pengembangan wisata di Pati bisa berjalan optimal. Kebijakan outing class lokal ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat sektor pariwisata,” katanya.
Lebih jauh, politisi ini menyarankan Pemerintah Kabupaten Pati untuk mencontoh keberhasilan daerah-daerah tetangga dalam mengelola potensi wisata yang dimiliki.
Ia melihat kabupaten/kota lain di wilayah eks Karesidenan Pati telah menunjukkan kemajuan yang cukup pesat dalam pengembangan sektor ini.
“Saya kira yang berkembang cukup bagus itu Kudus dan Jepara, kemudian Rembang untuk pengelolaan wisata alamnya. Pengelolaannya dilakukan dengan sungguh-sungguh dan hasilnya terlihat. Ini harus menjadi percontohan bagi Kabupaten Pati,” tegasnya.
Sebenarnya, Pati memiliki beragam destinasi yang memiliki daya tarik tinggi jika dikelola secara maksimal. Beberapa di antaranya adalah Gua Pancur di Kecamatan Kayen, wisata edukasi hutan bakau di kawasan pesisir Desa Tluwuk (Kecamatan Wedarijaksa) dan Desa Kertomulyo (Kecamatan Trangkil), Agro Wisata Jollong, serta Desa Wisata Jrahi yang terletak di kawasan lereng Pegunungan Muria.
Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, kemudahan akses, serta pengelolaan yang profesional, diharapkan sektor pariwisata dapat bertransformasi menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pati secara luas.
Editor : Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

