Dokter RS Graha Husada Jepara Ungkap Penyebab Hipoglikemia dan Hipokalemia yang Dialami Bek Persijap Rahmat Hidayat
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 2.405

Pemain Persijap Jepara, Rahmat Hidayat
JEPARA – Insiden tumbangnya pemain Rahmat Hidayat di tengah pertandingan bersama Persijap Jepara menjadi perhatian publik. Gelandang andalan Laskar Kalinyamat itu harus dievakuasi menggunakan ambulans setelah mengalami penurunan kondisi fisik secara mendadak.
Berdasarkan keterangan tim medis, Rahmat Hidayat mengalami kombinasi gula darah rendah atau hipoglikemia serta kekurangan kalium dalam tubuh atau hipokalemia. Kondisi tersebut membuat tubuh kehilangan energi dan keseimbangan elektrolit, sehingga memicu pusing, gemetar, hingga kehilangan tenaga.
Dokter RS Graha Husada Jepara, dr. Ari Setiawan, AIFO-K, yang turut menangani Rahmat, menjelaskan bahwa dua faktor tersebut menjadi penyebab utama sang pemain harus mendapat penanganan intensif.
“Pasien mengalami hipoglikemia dan hipokalemia secara bersamaan. Kondisi ini cukup berbahaya jika tidak segera ditangani,” ujarnya.
Rawan Terjadi Saat Puasa
Pihak rumah sakit menilai, kondisi seperti yang dialami Rahmat tidak hanya berisiko bagi atlet profesional, tetapi juga masyarakat umum, khususnya yang menjalankan ibadah puasa.
Saat berpuasa, tubuh mengalami penurunan asupan energi dan cairan dalam waktu cukup lama. Jika tidak diimbangi dengan pola makan dan aktivitas yang tepat, risiko penurunan gula darah dan elektrolit dapat meningkat.
“Hati-hati, bukan hanya atlet. Masyarakat yang berpuasa juga bisa mengalami kondisi serupa,” imbuh dr. Ari dalam postingan instagram rumah sakit tersebut.
Imbauan Jaga Asupan dan Aktivitas
Melalui poster edukasi yang dirilis RS Graha Husada Jepara, masyarakat diimbau untuk menjaga kondisi tubuh selama Ramadan, terutama bagi yang tetap beraktivitas fisik.
Beberapa langkah yang disarankan antara lain:
Mengonsumsi karbohidrat kompleks saat sahur, seperti nasi merah, ubi, atau oat.
Mengonsumsi buah kaya kalium, seperti pisang dan alpukat.
Minum air kelapa saat berbuka untuk membantu mengembalikan elektrolit.
Menghindari olahraga berat pada siang hari bolong.
Melakukan olahraga ringan hingga sedang menjelang berbuka atau setelah tarawih.
Selain itu, masyarakat diminta peka terhadap sinyal tubuh seperti pusing berputar, gemetar, keringat dingin, dan kram otot hebat.
Kondisi Terkini Pemain
Diketahui saat ini Rahmat Hidayat tampak sudah mengikuti latihan bersama, hal itu terlihat dalam unggahan akun instagram Persijap Jepara.
Insiden yang dialami Rahmat Hidayat menjadi pengingat pentingnya menjaga kesehatan selama Ramadan, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas fisik tinggi. Manajemen aktivitas, asupan gizi seimbang, serta kecukupan cairan menjadi kunci agar tetap bugar dan terhindar dari risiko gangguan kesehatan.
Editor: Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

