Breaking News
light_mode

Carut-Marut ; Indonesia Butuh Asupan Cinta

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 19 Mei 2018
  • visibility 279

PATI – Di edisi ke 77, persoalan kebangsaan Indonesia menjadi sorotan lagi. Ngaji budaya yang
diselenggarakan di Rumah Adab Indonesia Mulia itu mengambil tema Jalan Cinta
Sabtu (12/5/2018) malam lalu. 
Pengasuh Suluk Maleman, Anis Sholeh
Ba’asyin membukan diskusi ngaji budaya malam itu dengan kegelisahan potret
kebangsaan saat ini. Menurutnya, perbincangan mengenai cinta semakin hilang dan
bahkan sengaja dihilangkan.
”Kontestasi cinta mulai menguap.
Sekarang yang ada hanya kepentingan-kepentingan saja. Kepentingan untuk
melenggang menuju 2019,” papar budayawan yang juga penulis buku Samin, Mistisisme Petani di Tengah
Pergolakan
tersebut.
Lanjut Anis, keadaan yang mengarah
kepada pertikaian ini menurutnya memang karena kurangnya rasa cinta. ”Jika sana
mengatakan A, saya harus mengatakan B. Jika sana mengatakan B, saya harus
mengatakan A. Begitu terus. Karena tak adanya rasa cinta,” imbuh Anis.
Hanya Kebaikan
Sementara itu salah satu narasumber
lain, Gus Aniq memulai obrolan dengan menyuguhkan sebuah cerita. Pada waktu itu
ketika orang kafir sedang orang muslim, mereka iri. Sebab kekuatan muslim
selalu solid. Mereka lalu mencari tahu.
”Ternyata mereka melihat, ketika
Nabi Muhamad wudhu, air bekas wudu itu menjadi rebutan para sahabat. Mereka ngalap berkah, yang bermula dari cinta,”
kata Gus Aniq.
Maka, lanjut Gus Aniq, jika ada
yang mengatai ngalap berkah itu
bid’ah ya lucu. ”Pesan saya, wong goblok
ra usah melu berfatwa
(Red, orang bodoh jangan berfatwa),” imbuh Gus Aniq
diiringi derai tawa dari para jamaah.
Lebih lanjut, Gus Aniq
mengungkapkan, cinta itu sebagai totalitas. ”Tak ada apapun yang dilihatnya,
kecuali sebuah kebaikan saja,” pungkasnya.
Acara ngaji budaya dengan tagline
mencerahkan pikir-menjernihkan hati ini selesai hinga lepas dini hari kemarin.
Acara berlangsung gayeng dengan iringan musik dari Orkes Puisi Sampak GusUran
yang menghibur jamaah disela-sela obrolan dan diskusi. (lil)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selesai Menanti 10 Tahun, Rehabilitasi Jalan Prawoto – Batas Kudus Digelontor Rp5,25 Miliar dengan Betonisasi

    Selesai Menanti 10 Tahun, Rehabilitasi Jalan Prawoto – Batas Kudus Digelontor Rp5,25 Miliar dengan Betonisasi

    • calendar_month Sen, 14 Sep 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102.287
    • 0Komentar

    PATI — Penantian panjang masyarakat Kecamatan Sukolilo, khususnya warga Desa Prawoto, terhadap perbaikan akses jalan utama mereka kini resmi terealisasi. Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) memastikan proyek rehabilitasi Jalan Prawoto – Batas Kabupaten Kudus berjalan dengan alokasi pagu anggaran sebesar Rp5,25 milar. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bidang […]

  • DPRD Pati Pastikan Bantuan Pengeboran Air Bersih untuk Puskesmas Tlogowungu

    DPRD Pati Pastikan Bantuan Pengeboran Air Bersih untuk Puskesmas Tlogowungu

    • calendar_month Sab, 14 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 306
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati memastikan akan memberikan bantuan pengeboran air bersih kepada Puskesmas Tlogowungu. Bantuan ini akan direalisasikan melalui perubahan anggaran tahun ini, demikian disampaikan Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Puskesmas Tlogowungu, Sabtu (14/6/2025). Bandang, yang juga anggota Fraksi PDI Perjuangan, menekankan pentingnya program […]

  • Santri Harus Menjadi Generasi Emas Penyongsong 1 Abad Indonesia

    Santri Harus Menjadi Generasi Emas Penyongsong 1 Abad Indonesia

    • calendar_month Rab, 21 Agu 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Para santri saat mengikuti upacara Pagi hari, menjelang detik-detik proklamasi, pada Hari Sabtu 17 Agustus 2019, santri-santri Yanbu’ul Qur’an 1 Pati melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati HUT RI yang ke-74. Upacara bendera di Yanbu’ul Qur’an 1 Pati ini sedikit unik, karena dilaksanakan dengan menggunakan atribut santri, yakni bersarung dan berpeci. 300-an santri dan segenap […]

  • Siti Subiati Resmi Dilantik Jadi Pj Sekda Pati, Langkah Strategis Ikuti Arahan KPK

    Siti Subiati Resmi Dilantik Jadi Pj Sekda Pati, Langkah Strategis Ikuti Arahan KPK

    • calendar_month Kam, 21 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.253
    • 0Komentar

    PATI – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, secara resmi melantik Siti Subiati sebagai Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Pati. Acara pelantikan berlangsung di Ruang Pringgitan Pendopo Kabupaten Pati pada Kamis (21/5), setelah pengangkatan ini mendapat persetujuan resmi dari Gubernur Jawa Tengah sebagaimana tertuang dalam Surat Nomor 800.1.3.3/1183. Penunjukan ini merupakan langkah […]

  • Pemkab Pati Gelontorkan Rp982 Juta untuk Revitalisasi Halaman Pasar Puri

    Pemkab Pati Gelontorkan Rp982 Juta untuk Revitalisasi Halaman Pasar Puri

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 826
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mempercepat pembenahan kawasan Pasar Puri dengan merevitalisasi halaman dan area parkirnya. Proyek senilai Rp982 juta ini ditargetkan tuntas sebelum Natal dan Tahun Baru, tepatnya pada 8 Desember 2025. Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Pati, Arif Wahyudi, mengonfirmasi bahwa proses pengerjaan telah dimulai setelah […]

  • Komisi B DPRD Pati: Teknologi Penggilingan Padi di Pati Masih Tertinggal

    Komisi B DPRD Pati: Teknologi Penggilingan Padi di Pati Masih Tertinggal

    • calendar_month Jum, 23 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 308
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati dari Komisi B, Sudi Rustanto, menyoroti keterbelakangan teknologi penggilingan padi di daerahnya. Dalam sebuah forum diskusi pertanian, ia mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi ini. “Dan yang lebih penting lagi adalah penggilingan padinya di Pati, ini potensi dengan hasil pertaniannya yang luar biasa akan tetapi penggilingan padi kita ini masih tradisional […]

expand_less