Breaking News
light_mode

Persijap Jepara, Tim Pertama Indonesia yang Ramah Lingkungan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 1 Mei 2019
  • visibility 292

Persijap Jepara kembali mengeluarkan gebrakan baru di kancah
persepakbolaan nasional. Tim asal Jepara tersebut menggandeng sebuah aplikasi
yang bergerak di bidang sosial dan lingkungan.

Aplikasi yang dimaksud adalah Y-WASTE yang dapat diunduh dalam platform Android maupun IOS.
Melalui aplikasi tersebut, masyarakat bisa meminimalisir limbah makanan yang
mereka miliki.

Selain masyarakat umum, aplikasi itu juga bisa digunakan
oleh para pelaku usaha di bidang kuliner. Mereka bisa memanfaatkan aplikasi itu
agar makanan yanh tersisa tidak terbuang secara sia-sia.

Intinya dengan aplikasi itu, makanan sisa yang seharusnya
menjadi limbah, bisa menjadi hal yang bermanfaat bagi orang lain terutama orang
yang tidak mampu. Aplikasi tersebut melalui Sumber Daya Manusia yang dimiliki
akan mendistribusikan makanan yang tidak tetkonsumsi itu untuk dibagikan kepada
orang yang membutuhkan.

Dalam operasionalnya di Indonesia, salah satu aplikasi
terbaik di IOS tersebut menggandeng Foodbank Of Indonesia. Sebuah lembaga yang
bergerak di bidang sosial yang menjadi jembatan antara masyarakat yang
kekurangan makanan dan masyarakat yang kelebihan makanan.

Presiden Persijap Jepara, Esti Puji Lestari mengatakan
kerjasama dengan Aplikasi itu sudah berlangsung sejak awal tahun lalu. Ia
berharap adanya kerjasama tersebut nantinya bakal berdampak baik bagi
masyarakat kurang mampu yang ada di Indonesia.
Menurutnya kerjasama itu merupakan bagian dari kampanye yang
dilakukan oleh Persijap Jepara dalam bidang lingkungan. Saat ini klub sepakbola
di Indonesia masih jarang yang peduli dengan lingkungan, namun hal tersebut
tidak berlaku bagi tim kebanggaan warga Jepara itu.

“Intinya kami akan aktif berkampanye memerangi limbah
makanan melalui sepakbola, serta mendukung pendistribusiannya melalui aplikasi
yang ada,” ucap Esti.

Ia berharap ke depan, makin banyak masyarakat yang
menggunakan aplikasi tersebut. Dengan seperti itu nantinya limbah makanan di
Indonesia akan semakin sedikit dan tidak akan ada lagi Masyarakat yang
kelaparan. (Persijap Jepara/hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panen Raya Padi di Pati Cetak Rekor, Capai 10,28 Ton per Hektare di Desa Bumiharjo

    Panen Raya Padi di Pati Cetak Rekor, Capai 10,28 Ton per Hektare di Desa Bumiharjo

    • calendar_month Sab, 7 Feb 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.045
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati menyelenggarakan panen raya padi di Desa Bumiharjo, Kecamatan Winong, pada hari Sabtu (7/2/2026), yang menghasilkan produktivitas sebesar 10,28 ton per hektare. Kegiatan tersebut dihadiri Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra beserta Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo, sebagai bentuk konfirmasi keberhasilan inisiatif peningkatan produktivitas pertanian yang telah dilaksanakan daerah. […]

  • Berkhasiat Bikin Cantik, Tanaman Bidara Mulai Banyak Diburu Wanita

    Berkhasiat Bikin Cantik, Tanaman Bidara Mulai Banyak Diburu Wanita

    • calendar_month Sel, 16 Okt 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Abdul Hamid sedang memeriksa tanaman bidara yang masih berada di dalam pot Pekarangan rumah Abdul Hamid di Desa Bageng Kecamatan Gembong nampak hijau. Ribuan bibit tanaman menghampar.  Belakangan ini tanaman Bidara boleh dibilang sedang naik daun. Sebab banyak diburu untuk dibudidayakan atau diambil manfaatnya, terutama yang getol mencari adalah para wanita. Hal itu lantaran khasiatnya […]

  • Pesona Safira Ika Pemain Timnas yang Bikin Meleleh

    Pesona Safira Ika Pemain Timnas yang Bikin Meleleh

    • calendar_month Kam, 11 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 389
    • 0Komentar

      Safira Ika Putri/Instagram  Menjadi seorang pemain sepak bola tidak membuat Shafira Ika Putri kehilangan pesona kecantikannya. Perempuan berambut panjang ini tetap terlihat menawan. Shafira Ika Putri adalah pemain sepak bola wanita kelahiran 21 April 2003. Safira Ika bermain di posisi bek, dia juga menjadi kapten di tim nasional. Karirnya sebagai pemain sepak bola dimulai […]

  • Dewan Kesenian Jepara Gelar Parade Drama Tradisional

    Dewan Kesenian Jepara Gelar Parade Drama Tradisional

    • calendar_month Sel, 7 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Workshop yang dilakukan oleh Dewan Kesenian Jepara  JEPARA – Kelompok seni tradisional di Kota Ukir bakal mengadakan parade drama tradisional, November mendatang.  Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Jepara, Kustam Eka Jalu mengakatan, sedikitnya ada sekitar  10 kelompok kesenian tradisional yang berpartisipasi untuk menyuguhkan karyanya. Kelompok-kelompok itu adalah Ketoprak Amongjiwo (Dongos-Kedung), Kelompok Padamubal (Bangsri), Ketoprak Bangun […]

  • Ketua DPRD Pati: Pimpinan dan Fraksi DPRD Pati Dukung Penuh Upaya Pencegahan Korupsi

    Ketua DPRD Pati: Pimpinan dan Fraksi DPRD Pati Dukung Penuh Upaya Pencegahan Korupsi

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.431
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Ali Badrudin, menegaskan komitmen kuat lembaganya dalam mendukung upaya pencegahan tindak pidana korupsi. Hal ini disampaikannya usai mengikuti kegiatan sosialisasi yang digelar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ali menyampaikan bahwa seluruh unsur pimpinan, ketua fraksi, dan ketua komisi memberikan respons positif terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, […]

  • DPRD Pati Revisi Perda PKL, Fokus Perizinan dan Perlindungan

    DPRD Pati Revisi Perda PKL, Fokus Perizinan dan Perlindungan

    • calendar_month Rab, 18 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 300
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati tengah merevisi Peraturan Daerah (Perda) tentang Pedagang Kaki Lima (PKL). Revisi ini difokuskan pada penyederhanaan perizinan dan peningkatan perlindungan bagi para PKL. Sistem zonasi yang sebelumnya membatasi lokasi berjualan, kini dihapus dari Perda. Ketua Komisi B DPRD Pati, Muslikan, menjelaskan perubahan signifikan dalam Raperda (Rancangan Peraturan […]

expand_less