Bek Persib Federico Barba Waspada kekuatan Persijap Jepara
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 43 menit yang lalu
- visibility 99.156

Bek Persib, Federico Barba
BANDUNG – Persib Bandung diminta tidak terlena menghadapi laga terakhir BRI Super League 2025/2026 melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/5).
Meski berada di ambang gelar juara ketiga secara beruntun, Persib masih membutuhkan satu poin untuk memastikan posisi puncak klasemen.
Bek Persib, Federico Barba, menegaskan timnya belum ingin larut dalam euforia sebelum kompetisi benar-benar usai.
Menurut dia, masih ada satu pertandingan penting yang harus dijalani dengan fokus penuh dan target meraih kemenangan.
“Saya tidak merasakan antusiasme ini karena kami belum mencapai apa pun. Jadi, saya sangat fokus pada pertandingan ini. Saya pikir bagian terbaiknya adalah kami berada di tempat yang kami inginkan, yaitu di posisi pertama,” ujar Barba.
Saat ini Persib berada di posisi terdepan dalam persaingan gelar, unggul atas Borneo FC Samarinda yang menempati peringkat kedua. Meski peluangnya tipis, Borneo FC masih berkesempatan menjadi juara apabila mampu mengalahkan Malut United dan berharap Persijap sukses menundukkan Persib.
Barba menilai situasi tersebut membuat Persib harus tetap waspada. Ia menyebut seluruh peluang kini berada di tangan timnya sendiri sehingga fokus menjadi kunci utama menghadapi laga penentuan.
“Kami telah sampai di titik ini, kami punya segalanya di tangan kami, dan kami hanya perlu fokus karena ini akan menjadi pertandingan yang sulit,” katanya.
Persib juga memiliki catatan kandang yang impresif musim ini dengan raihan 16 kemenangan dan satu hasil imbang di GBLA. Namun, Persijap diperkirakan datang dengan motivasi besar untuk menggagalkan langkah Persib meraih hattrick juara.
“Kami tahu di kandang sendiri kami sangat kuat. Tapi sekarang kami bermain melawan tim bagus. Ini akan sulit, dan saya hanya memikirkan pertandingan ini. Apa yang terjadi setelahnya, jujur saya tidak peduli,” tutur Barba.
Editor: Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

