Breaking News
light_mode

Pengaplikasian Teknik Relaksasi Terhadap Gangguan Insomnia Akibat Kecemasan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 13 Sep 2021
  • visibility 228
DOKUMEN PRIBADI

Oleh Indah Nur Aini, Mahasiswi Bimbingan Konseling Islam IAIN Kudus

BRSPDM merupakan Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental yang berada di Pati.  Penyandang  disablitas  mental  merupakan  orang  dengan  gangguan  jiwa  yang dalam waktu lama akan mengalami hambatan dalam berinteraksi  dengan  masyarakat. 

Saat ini di BRSPDM terdapat kurang lebih  seratus  penerima  manfaat  atau  yang  lebih  dikenal dengan istilah PM, faktor belakang dari para  PM  yang  berada  di  balai  tersebut  sangat beragam. 

Salah satu PM yang mengalami kecemasan hingga mengalami gangguan insomnia yaitu DS (disamarkan), dia mengalami kecemasan diakibatkan karena adanya permasalahan yang dialami DS sebelum berada di balai ini, karena dia mengalami kecemasan yang berlebihan akhirnya hal tersebut menyebabkan permasalahan baru  yang muncul di balai  saat  ini,  permasalahan  ini  memang  terbilang  cukup  menganggu  kondisi  dari DS untuk saat ini, adapun untuk permasalahan baru tersebut yaitu gangguan insomia.

Insomia merupakan kondisi dimana seseorang penderitanya  mengalami  kesulitan untuk tidur atau tidak cukup tidur, meskipun terdapat cukup waktu untuk melakukannya. 

Gangguan insomnia terjadi dikarenakan berbagai macam faktor, seperti depresi, stress, mengingat peristiwa yang traumatis, efek dari obat, dan  lain  sebagainya.  Sedangkan kecemasan merupakan gambaran dari gangguan psikologis seseorang akibat rasa takut atau rasa khawatir yang berkepanjangan. 

Jika seorang mengalami kecemasan yang berlebihan pastinya mereka akan mengalami gangguan insomnia karena kedua hal tersebut sangat  berkaitan erat satu sama lain.

Gangguan tersebut menyebabkan kondisi penderita tidak prima untuk melakukan aktivitas keesokan harinya. Kualitas dan kuantitas tidur memengaruhi kualitas hidup, serta kesehatan seseorang secara keseluruhan. 

Tidur yang tidak cukup akan  menimbulkan  gangguan fisik  dan  mental.  Pada  umumnya,  butuh  8  jam  tidur  dalam  sehari  untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit. Oleh karena itu  untuk  memgatasi  permasalahan  tersebut  perlu adanya penanganan yang tepat. 

Dalam hal konseling, konselor bisa menggunakan pendekatan behavioral dengan teknik relaksasi seperti relaksasi otot progresif, dan latihan pernapasan adalah cara untuk mengurangi kecemasan pada waktu tidur.

Konseling merupakan proses pemberian bantuan yang dilakukan dengan  cara  wawancara oleh konselor kepada konseli (orang yang memiliki masalah)  dengan  memanfaatkan berbagai potensi yang dimiliki sehingga individu dapat memahami dirinya sendiri untuk mencapai perkembangan yang optimal. 

Relaksasi merupakan upaya  sejenak  untuk melupakan kecemasan dan mengistirahatkan pikiran  dengan  cara  menyalurkan kelebihan energi atau ketegangan (psikis) melalui sesuatu kegiatan yang menyenagkan. Relaksasi merupakan metode untuk mengembalikan tubuh dalam  kondisi  homeostatis  sehingga konseli dapat kembali tenang. 

Relaksasi tidak  menganggap  penting  usaha  pemecahan masalah penyebab terjadinya  ketegangan  melainkan  menciptakan  kondisi  individu yang lebih nyaman dan menyenangkan. Tujuan pokok relaksasi adalah membantu orang menjadi rileks, dan dengan demikian dapat memperbaiki  berbagai  aspek  kesehatan  fisik, membantu individu  untuk  dapat  mengontrol  diri  dan  memfokuskan  perhatian  sehingga ia dapat mengambil respon yang tepat  saat  berada  dalam  situasi  yang  menegangkan.

Asumsi dasar yang  melatar belakangi  teknik  relaksasi  adalah  bahwa  individu  memiliki kecemasan-kecemasan  yang  timbul  dari  keadaan  fisik  maupun  psikisnya,  sehingga diperlukan usaha  untuk  menyalurkan  kelebihan  energi  dalam  dirinya  melalui  suatu kegiatan yang  menyenangkan  dan  menenangkan.  Sebelum  konselor  memberikan teknik relaksasi kepada DS, alangkah lebih baiknya konselor harus bisa menjelajahi dan mengeksplorasi masalah DS secara lebih mendalam agar DS mempunyai perspektif baru terhadap masalah yang dialami. 

Di samping itu, Konselor harus menjaga agar hubungan konseling selalu terpelihara dengan menyelingi candaan dan konselor harus betul-betul memperhatikan saat DS berbicara sehingga DS merasa senang  terlibat  dalam  pembicaraan atau wawancara konseling.

Dalam mengaplikasikan teknik relaksasi ini konselor akan  menemukan  berbagai  macam kendala seperti, penggunaan waktu yang  lama  atau  berulang-ulang  dalam  pelaksanaan teknik relaksasi, di samping itu kita  membutuhkan  ruang  yang  kondusif (nyaman, tenang), kurangnya konsentrasi diri konseli yang akan menghambat pelaksanaan teknik relaksasi, dan yang paling penting untuk melakukan teknik relaksasi kita harus memerlukan sarana dan prasarana yang cukup banyak. 

Adapun untuk jenis-jenis teknik relaksasi antara lain yaitu outogenic training,  progressive  training,  dan  meditation.  Outogenic training merupakan teknik relaksasi dengan membayangkan sensasi-sensasi yang menyenangkan pada bagian tubuh dan diiringi  dengan  imajinasi  yang  menyenangkan misalnya tentang pemandangan yang indah, danau, dan lain sebagainya.

Sedangkan  progressive training merupakan teknik relaksasi dengan melatih otot-otot yang tegang  agar lebih rileks, terasa lebih lemas  dan  tidak  kaku.  Dengan  mengendurkan  otot-otot  yang  tegang diharapkan tegangan emosi  menurun.  Terakhir  meditation  merupakan  teknik  relaksasi dengan melatih konsentrasi atau perhatian pada stimulus yang monoton dengan memusatkan pikiran pada kata tertentu sebagai fokusperhatiannya.

Selain ketiga jenis di atas, konselor bisa menggunakan media aroma,suara, cita rasa makanan, minuman, keindahan, panorama alam dan air karena semua itu termasuk bentuk relaksasi  fisik/tiubuh.  Akan  tetapi  dalam  mengatasi  gangguan  insomnia  pada  DS (Penerima Manfaat di BRSPDM) saya sebagai konselor memilih  teknik  relaksasi  otot progresif atau progressive training, karena teknik tersebut tidak terlalu memberatkan  DS  selaku penyandang disabilitas. 

Adapun bentuk-bentuk teknik relaksasi otot progresif bisa dilakukan dengan cara seperti berikut:

Dahi

Kerutkan otot di dahi dan tahan selama 15 detik. Rasakan  otot  di  dahi  menjadi lebih kencang  dan  tegang.  Kemudian,  lepaskan  tegangan  di  dahi  secara  perlahan sambil menghitung selama 30 detik. Terus  lepaskan  tegangan  sampai  dahi terasa benar-benar terasa rileks. Bernapaslah dengan perlahan dan teratur.

Rahang

Kencangkan otot-otot di rahang dengan cara mengatupnya dan tahan  selama  15 detik. Kemudian, lepaskan tegangan secara perlahan sambil menghitung selama 30 detik.

Leher dan bahu

Tingkatkan tegangan  di  leher  dan  bahu  dengan  mengangkat  bahu  ke  arah telinga. Tahan selama 15 detik. Lepaskan tegangan secara perlahan sembari menghitung selama 30 detik.

Lengan  dan tangan

Dengan perlahan, tarik  kepala  tangan  ke  dada  dan  tahan  selama  15  detik.  Remas sekencang mungkin. Kemudian, lepaskan secara  perlahan  sambil menghitung selama 30 detik.

Pantat

Secara perlahan, berikan tegangan di  pantat selama  15  detik.  Kemudian,  lepaskan tegangan secara perlahan selama 30 detik.

Kaki bagian atas

Secara perlahan, berikan tegangan di paha depan dan betis selama 15 detik. Kencangkan otot ini sekuat  yang  anda  bisa.  Kemudian,  lepaskan  tegangan  secara perlahan selama 30 detik.

Kaki bagian bawah

Berikan ketegangan di kaki bagian bawah dan jari kaki dengan perlahan.  Kencangkan otot-otot di bagian ini sekuat yang Anda bisa. Kemudian, lepaskan tegangan secara perlahan sambil menghitung selama 30detik.

Selain teknik relaksasi seperti di atas, konselor bisa memberikan arahan kepada DS  untuk latihan pernafasan karena hal tersebut merupakan cara untuk mengurangi kecemasan  pada waktu tidur. []

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejarah Lengkap Tradisi Jembul Tulakan Jepara Bagian 1

    Sejarah Lengkap Tradisi Jembul Tulakan Jepara Bagian 1

    • calendar_month Ming, 19 Apr 2026
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 24.751
    • 0Komentar

    JEPARA – Bagi masyarakat Jepara khususnya di wilayah utara pasti tidak asing dengan tradisi Jembul Tulakan. Jembul Tulakan merupakan sebuah tradisi budaya khas yang ada di Desa Tulakan Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara. Jembul Tulakan adalah arak-arakan Jembul di desa Tulakan. Jembul Tulakan merupakan tradisi dalam acara sedekah bumi yang di selengggarakan oleh pemerintah desa Tulakan. […]

  • Wakil Ketua DPRD Pati Dorong Pemanfaatan Sampah untuk Pupuk Organik

    Wakil Ketua DPRD Pati Dorong Pemanfaatan Sampah untuk Pupuk Organik

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 280
    • 0Komentar

    PATI – Wakil Ketua DPRD Pati, Hardi, menyoroti masalah tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pati. Ia memberikan masukan kepada pemerintah daerah untuk mengolah sampah menjadi pupuk organik. “Bisa juga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati terkait pengolahan sampah ini sampah bisa dijadikan pupuk organik. Supaya bisa dimanfaatkan oleh para petani,” ungkapnya. Dengan jumlah sampah mencapai […]

  • Bayi Perempuan Masih Hidup Ditemukan di Tempat Sampah Perumahan, Polisi Lakukan Penyeledikan

    Bayi Perempuan Masih Hidup Ditemukan di Tempat Sampah Perumahan, Polisi Lakukan Penyeledikan

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.174
    • 0Komentar

    PATI – Kejadian penemuan seorang bayi perempuan yang dibuang di tempat sampah menghebohkan warga Perumahan Puri Baru Permai, Desa Puri, Kecamatan Pati, pada Senin (08/12/2025) siang hari. Bayi itu ditemukan dalam keadaan masih hidup oleh pemilik rumah yang hendak membuang sampah, membuat warga sekitar terkejut dan langsung menghubungi aparat yang berwenang. Peristiwa berlangsung sekitar pukul […]

  • Persipa Pati Selesaikan TC di Jakarta, Evaluasi Menjelang Liga Nusantara

    Persipa Pati Selesaikan TC di Jakarta, Evaluasi Menjelang Liga Nusantara

    • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 864
    • 0Komentar

    JAKARTA – Persipa Pati telah merampungkan pemusatan latihan (TC) selama sepekan di Jakarta, dari 6 hingga 15 November. Selama TC, Laskar Saridin menjalani serangkaian uji coba dengan hasil yang beragam. Dalam uji coba tersebut, Persipa Pati kalah 2-1 dari Batavia FC, menang 2-1 atas Dejan FC, dan kalah telak 7-0 dari Persija Jakarta. Pelatih Persipa […]

  • Ratusan Karya Jurnalistik Semarakkan Lomba HPN di Pati

    Ratusan Karya Jurnalistik Semarakkan Lomba HPN di Pati

    • calendar_month Ming, 1 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Para pemenang lomba jurnalistik HPN 2022 berfoto bersama Ratusan karya memeriahkan gelaran lomba jurnalistik dalam rangka Hari Pers Nasional di Kabupaten Pati tahun 2022. Lomba ini digelar bekerjasama dengan Polres dan Kodim Pati.  PATI – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pati bekerjasama dengan Polres Pati serta Kodim 0718/Pati menggelar lomba karya jurnalistik dalam rangka Hari […]

  • Dibantu ISC, Akhirnya Jalanan Desa Kemiri Diterangi Cahaya Lampu

    Dibantu ISC, Akhirnya Jalanan Desa Kemiri Diterangi Cahaya Lampu

    • calendar_month Sen, 1 Apr 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Hati warga Dukuh Doyok, Desa Kemiri, Kecamatan Kunduran, Blora berbunga. Setelah bertahun-tahun jalanan desanya gelap gulita, mulai sekarang bisa bermandikan cahaya. Warga bisa leluasa beraktivitas di malam hari. Itu karena pada Sabtu (30/3/2019) Imam Suroso Center (ISC) bersama Imam Suroso, anggota DPR RI Komisi IX memberikan bantuan untuk pemasangan tiang lampu penerangan jalan umum (PJU). […]

expand_less