Breaking News
light_mode

Pengaplikasian Teknik Relaksasi Terhadap Gangguan Insomnia Akibat Kecemasan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 13 Sep 2021
  • visibility 198
DOKUMEN PRIBADI

Oleh Indah Nur Aini, Mahasiswi Bimbingan Konseling Islam IAIN Kudus

BRSPDM merupakan Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental yang berada di Pati.  Penyandang  disablitas  mental  merupakan  orang  dengan  gangguan  jiwa  yang dalam waktu lama akan mengalami hambatan dalam berinteraksi  dengan  masyarakat. 

Saat ini di BRSPDM terdapat kurang lebih  seratus  penerima  manfaat  atau  yang  lebih  dikenal dengan istilah PM, faktor belakang dari para  PM  yang  berada  di  balai  tersebut  sangat beragam. 

Salah satu PM yang mengalami kecemasan hingga mengalami gangguan insomnia yaitu DS (disamarkan), dia mengalami kecemasan diakibatkan karena adanya permasalahan yang dialami DS sebelum berada di balai ini, karena dia mengalami kecemasan yang berlebihan akhirnya hal tersebut menyebabkan permasalahan baru  yang muncul di balai  saat  ini,  permasalahan  ini  memang  terbilang  cukup  menganggu  kondisi  dari DS untuk saat ini, adapun untuk permasalahan baru tersebut yaitu gangguan insomia.

Insomia merupakan kondisi dimana seseorang penderitanya  mengalami  kesulitan untuk tidur atau tidak cukup tidur, meskipun terdapat cukup waktu untuk melakukannya. 

Gangguan insomnia terjadi dikarenakan berbagai macam faktor, seperti depresi, stress, mengingat peristiwa yang traumatis, efek dari obat, dan  lain  sebagainya.  Sedangkan kecemasan merupakan gambaran dari gangguan psikologis seseorang akibat rasa takut atau rasa khawatir yang berkepanjangan. 

Jika seorang mengalami kecemasan yang berlebihan pastinya mereka akan mengalami gangguan insomnia karena kedua hal tersebut sangat  berkaitan erat satu sama lain.

Gangguan tersebut menyebabkan kondisi penderita tidak prima untuk melakukan aktivitas keesokan harinya. Kualitas dan kuantitas tidur memengaruhi kualitas hidup, serta kesehatan seseorang secara keseluruhan. 

Tidur yang tidak cukup akan  menimbulkan  gangguan fisik  dan  mental.  Pada  umumnya,  butuh  8  jam  tidur  dalam  sehari  untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit. Oleh karena itu  untuk  memgatasi  permasalahan  tersebut  perlu adanya penanganan yang tepat. 

Dalam hal konseling, konselor bisa menggunakan pendekatan behavioral dengan teknik relaksasi seperti relaksasi otot progresif, dan latihan pernapasan adalah cara untuk mengurangi kecemasan pada waktu tidur.

Konseling merupakan proses pemberian bantuan yang dilakukan dengan  cara  wawancara oleh konselor kepada konseli (orang yang memiliki masalah)  dengan  memanfaatkan berbagai potensi yang dimiliki sehingga individu dapat memahami dirinya sendiri untuk mencapai perkembangan yang optimal. 

Relaksasi merupakan upaya  sejenak  untuk melupakan kecemasan dan mengistirahatkan pikiran  dengan  cara  menyalurkan kelebihan energi atau ketegangan (psikis) melalui sesuatu kegiatan yang menyenagkan. Relaksasi merupakan metode untuk mengembalikan tubuh dalam  kondisi  homeostatis  sehingga konseli dapat kembali tenang. 

Relaksasi tidak  menganggap  penting  usaha  pemecahan masalah penyebab terjadinya  ketegangan  melainkan  menciptakan  kondisi  individu yang lebih nyaman dan menyenangkan. Tujuan pokok relaksasi adalah membantu orang menjadi rileks, dan dengan demikian dapat memperbaiki  berbagai  aspek  kesehatan  fisik, membantu individu  untuk  dapat  mengontrol  diri  dan  memfokuskan  perhatian  sehingga ia dapat mengambil respon yang tepat  saat  berada  dalam  situasi  yang  menegangkan.

Asumsi dasar yang  melatar belakangi  teknik  relaksasi  adalah  bahwa  individu  memiliki kecemasan-kecemasan  yang  timbul  dari  keadaan  fisik  maupun  psikisnya,  sehingga diperlukan usaha  untuk  menyalurkan  kelebihan  energi  dalam  dirinya  melalui  suatu kegiatan yang  menyenangkan  dan  menenangkan.  Sebelum  konselor  memberikan teknik relaksasi kepada DS, alangkah lebih baiknya konselor harus bisa menjelajahi dan mengeksplorasi masalah DS secara lebih mendalam agar DS mempunyai perspektif baru terhadap masalah yang dialami. 

Di samping itu, Konselor harus menjaga agar hubungan konseling selalu terpelihara dengan menyelingi candaan dan konselor harus betul-betul memperhatikan saat DS berbicara sehingga DS merasa senang  terlibat  dalam  pembicaraan atau wawancara konseling.

Dalam mengaplikasikan teknik relaksasi ini konselor akan  menemukan  berbagai  macam kendala seperti, penggunaan waktu yang  lama  atau  berulang-ulang  dalam  pelaksanaan teknik relaksasi, di samping itu kita  membutuhkan  ruang  yang  kondusif (nyaman, tenang), kurangnya konsentrasi diri konseli yang akan menghambat pelaksanaan teknik relaksasi, dan yang paling penting untuk melakukan teknik relaksasi kita harus memerlukan sarana dan prasarana yang cukup banyak. 

Adapun untuk jenis-jenis teknik relaksasi antara lain yaitu outogenic training,  progressive  training,  dan  meditation.  Outogenic training merupakan teknik relaksasi dengan membayangkan sensasi-sensasi yang menyenangkan pada bagian tubuh dan diiringi  dengan  imajinasi  yang  menyenangkan misalnya tentang pemandangan yang indah, danau, dan lain sebagainya.

Sedangkan  progressive training merupakan teknik relaksasi dengan melatih otot-otot yang tegang  agar lebih rileks, terasa lebih lemas  dan  tidak  kaku.  Dengan  mengendurkan  otot-otot  yang  tegang diharapkan tegangan emosi  menurun.  Terakhir  meditation  merupakan  teknik  relaksasi dengan melatih konsentrasi atau perhatian pada stimulus yang monoton dengan memusatkan pikiran pada kata tertentu sebagai fokusperhatiannya.

Selain ketiga jenis di atas, konselor bisa menggunakan media aroma,suara, cita rasa makanan, minuman, keindahan, panorama alam dan air karena semua itu termasuk bentuk relaksasi  fisik/tiubuh.  Akan  tetapi  dalam  mengatasi  gangguan  insomnia  pada  DS (Penerima Manfaat di BRSPDM) saya sebagai konselor memilih  teknik  relaksasi  otot progresif atau progressive training, karena teknik tersebut tidak terlalu memberatkan  DS  selaku penyandang disabilitas. 

Adapun bentuk-bentuk teknik relaksasi otot progresif bisa dilakukan dengan cara seperti berikut:

Dahi

Kerutkan otot di dahi dan tahan selama 15 detik. Rasakan  otot  di  dahi  menjadi lebih kencang  dan  tegang.  Kemudian,  lepaskan  tegangan  di  dahi  secara  perlahan sambil menghitung selama 30 detik. Terus  lepaskan  tegangan  sampai  dahi terasa benar-benar terasa rileks. Bernapaslah dengan perlahan dan teratur.

Rahang

Kencangkan otot-otot di rahang dengan cara mengatupnya dan tahan  selama  15 detik. Kemudian, lepaskan tegangan secara perlahan sambil menghitung selama 30 detik.

Leher dan bahu

Tingkatkan tegangan  di  leher  dan  bahu  dengan  mengangkat  bahu  ke  arah telinga. Tahan selama 15 detik. Lepaskan tegangan secara perlahan sembari menghitung selama 30 detik.

Lengan  dan tangan

Dengan perlahan, tarik  kepala  tangan  ke  dada  dan  tahan  selama  15  detik.  Remas sekencang mungkin. Kemudian, lepaskan secara  perlahan  sambil menghitung selama 30 detik.

Pantat

Secara perlahan, berikan tegangan di  pantat selama  15  detik.  Kemudian,  lepaskan tegangan secara perlahan selama 30 detik.

Kaki bagian atas

Secara perlahan, berikan tegangan di paha depan dan betis selama 15 detik. Kencangkan otot ini sekuat  yang  anda  bisa.  Kemudian,  lepaskan  tegangan  secara perlahan selama 30 detik.

Kaki bagian bawah

Berikan ketegangan di kaki bagian bawah dan jari kaki dengan perlahan.  Kencangkan otot-otot di bagian ini sekuat yang Anda bisa. Kemudian, lepaskan tegangan secara perlahan sambil menghitung selama 30detik.

Selain teknik relaksasi seperti di atas, konselor bisa memberikan arahan kepada DS  untuk latihan pernafasan karena hal tersebut merupakan cara untuk mengurangi kecemasan  pada waktu tidur. []

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muda-Mudi Mayoritas Terjaring Razia

    Muda-Mudi Mayoritas Terjaring Razia

    • calendar_month Kam, 17 Mei 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 203
    • 0Komentar

    PATI – Dari beberapa razia yang dilakukan Satpol PP di tempat kos, temuannya hampir selalu sama. Petugas kerap kali mengamankan pasangan muda-mudi bukan suami istri. Usianya rata-rata 17 – 18 tahun. Kepala Satpol PP Hadi Santosa melalui Sekretaris Imam Rifa’i mengaku prihatin dengan hal demikian. ”Usia-usia muda yang kerap kami amankan saat razia, ini tentu […]

  • Persipa Menang Tipis, Modal Penting Jelang Laga Penutup

    Persipa Menang Tipis, Modal Penting Jelang Laga Penutup

    • calendar_month Sen, 23 Apr 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 254
    • 0Komentar

    TEGAL – Misi menghindari juru kunci, berhasil dituntaskan Persipa Pati dengan baik. Bertandang ke Stadion Trikoyo Klaten markas PSIK Klaten, Dwi Cahyono cs berhasil mencuri poin dari tuan rumah Minggu (22/4/18) kemarin. Persipa yang mengalami kekalahan beruntun, akhirnya mampu menang tipis 0-1. Kemenangan Laskar Saridin itu didapat melalui gol pemain belakang Oky Romando di babak […]

  • Nasib Persipa Muda di Tangan Kepala BKPP Pati

    Nasib Persipa Muda di Tangan Kepala BKPP Pati

    • calendar_month Kam, 27 Jun 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Jumani Saiful Arifin, Ketua Umum Persipa, secara resmi telah menunjuk Jumani menjadi manajer Persipa U-17 atau tim junior. Jumani, yang sehari-hari menjabat sebagai kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) ini akan mengemban amanat pembinaan pesepakbola muda di Bumi Mina Tani ini. ”Karena sifatnya pembinaan, Pak Jumani yang sangat menggemari sepak bola ini saya yakini […]

  • Persipa Pati Bidik Kemenangan Perdana Lawan PSIM Yogyakarta di Kandang

    Persipa Pati Bidik Kemenangan Perdana Lawan PSIM Yogyakarta di Kandang

    • calendar_month Rab, 25 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 257
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persipa Pati bersiap menghadapi laga kandang lanjutan Pegadaian Liga 2 musim 2024/2025 melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Joyokusumo, Pati pada Kamis (26/9/2024). Tim berjuluk Laskar Saridin ini mengincar kemenangan perdana setelah melalui tiga pertandingan awal tanpa meraih tiga poin. Pelatih Persipa Pati, Bambang Nurdiansyah, menegaskan timnya akan berusaha keras untuk meraih tiga poin. […]

  • Diperkuat Pemain dari Portugal dan Kenya, Persijap Selection Bakal Hadapi Persipura

    Diperkuat Pemain dari Portugal dan Kenya, Persijap Selection Bakal Hadapi Persipura

    • calendar_month Sab, 23 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 188
    • 0Komentar

    JEPARA – Pertandingan klasik bakal tersaji di Stadion Gelora Bumi Kartini Sabtu (2/3/2019) nanti, antara Persijap Selection melawan Persipura Jayapura. Kedatangan Persipura ke Bumi Kartini itu dimaksudkan untuk melakoni laga ujicoba. Persijap Selection bakal diperkuat para pemain Liga 3 2018, serta diperkuat dua pemain asing. Osvaldo De Ceita Pinto Jalo dari Portugal, dan Peter Pochi […]

  • DPRD Pati Ungkap Kondisi Petani Tebu Dihadapkan Tantangan dan Solusi untuk Meningkatkan Produksi

    DPRD Pati Ungkap Kondisi Petani Tebu Dihadapkan Tantangan dan Solusi untuk Meningkatkan Produksi

    • calendar_month Sen, 23 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 280
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Kamari, mengakui bahwa saat ini sulit untuk menambah lahan pertanian tebu. “Memang sulit untuk menambah lahan karena keterbatasan lahan,” jelasnya. Meskipun demikian, Kamari optimis bahwa produksi tebu dapat ditingkatkan dengan penggunaan alat mekanisasi dan intensifikasi. “Saat ini, yang bisa dilakukan petani adalah meningkatkan hasil per hektarnya,” ungkapnya. Kamari juga menjelaskan […]

expand_less