Breaking News
light_mode

Video Game, Bukan Sembarang Permainan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 16 Sep 2017
  • visibility 236
Istimewa

Oleh : Achmad Ulil Albab*

Video game merupakan medium yang menjadi dewasa dengan begitu cepat,
dibandingkan dengan media lainnya. Namun, masih banyak yang menganggapnya
sebagai mainan anak-anak belaka.
Fahmi Hasni (Editor Tech in Asia Indonesia)

Tidak sedikit yang menganggap video game adalah tentang kehidupan
anak-anak, video game dianggap sebagai hal yang sangat merugikan, bermain video
game dianggap buang-buang waktu dan tenaga hingga kerap mendapat stigma
negatif.

Pada pertengahan 2012 lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
sempat membuat telinga para pemain video game Indonesia panas. Pada acara
pembekalan calon perwira remaja (Capaja) TNI dan Polri di Akademi Militer
Magelang, ia menggunakan istilah “generasi video game” untuk mendefinisikan
generasi yang tidak peduli pada lingkungan. Hlm 31

Judul Buku . Ideologame, Pengaruh Video Game atas BudayaPenulis . Aziz Dharma,dkkPenerbit . Ekspresi BukuTahun Terbit . Februari, 2017ISBN . 978-979-99631-7-8Halaman . xxvi + 190 hlm

Memang banyak yang memberi stigma negatif, terutama dari kalangan
orang tua. Hal ini disebabkan, seperti dikatakan Padmo Adi, seorang pemerhati
video game asal Solo, “Seseorang yang bermain video game itu bisa saja terasing
dari tubuhnya sendiri.” Ia menjelaskan bagaimana video game dapat mengambil
alih kesadaran seseorang. Saat bermain video game, orang bisa melupakan rasa
lapar dan haus. Tak heran apabila ditemukan kasus pemuda yang mati di game
center karena terlalu lama bermain dan mengabaikan pemenuhan kebutuhan badan.
Hlm 38

Oleh sebab itu video game juga gamernya yang mengadapat nyinyiran,kritikan
dimana-mana. Salah satu kritik pedas muncul dari motivator kondang, Mario
Teguh. Melalui status facebooknya pada Maret 2015, ia menyatakan banyak anak
muda cerdas menjadi  terbelakang karena
berlebihan bermain video game. Ia juga menambahkan bahwa hidup bukanlah game
karena kemiskinan terjadi pada orang yang menelantarkan masa mudanya. Hlm 115

Sampai di sini video game dikatakan sebagai aktivitas yang tak
punya nilai kebermanfaatannya, video game dikatakan sebagai aktivitas
buang-buang waktu.

Tidak semua benar
Melihat besarnya stigma negatif terhadap video game, tentu hal ini
menjadi perhatian serius untuk keberlangsungan dunia video game. Sebab menurut
Martin Suryajaya yang juga pemerhati video game, video game sudah
menjadi sebuah kenyataan budaya populer yang tak mungkin dihindari.Hlm xiv

Namun memahami fenomena video game tentu mesti obyektif. Pandangan
negatif itu tidak semua dapat dibenarkan. Video game jenis play station
(PS) menciptakan sebuah ruang interaksi yang mirip dengan permainan tradisional
yang identik dengan rasa kebersamaan.
“Kalau bermain sendiri enggak seru,” ucap Gusti, salah seorang anak
yang mengenakan jersey Tim Garuda. “Biasanya kami rombongan mainnya, kalau
enggak ada teman ya enggak jadi,” imbuh Gusti. Hlm 86

Tidak hanya sekadar permainan, video game juga bisa menjadi media
meraup penghasilan, caranya dengan menjadi game taster. “Menjadi Quality
Assurance
(game taster) itu  tidak
ada sekolahnya. Jadi, bagaimana kita menemukan sebuah kesalahan atau sering
kita sebut bugs itu kalau kita tidak punya pengalaman dari main video
game? Dengan pengalaman itulah, kita pasti paham logika dari sebuah game.“

Selain menjadi game taster, meraup penghasilan dari bermain video
game juga bisa dilakukan dengan media youtube. Rivaldo Santosa (24),  ia mendapat penghasilan dari kanal youtube
bernama The Lazy Monday. Ia rutin mengisi The Lazy Monday dengan video-video
pengalamannya bermain video game dan menarasikan perkembangan teknologi sebagai
media dari video game itu sendiri. Hlm 54 
*Mahasiswa Tarbiyah STAIN Kudus


  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hilangkan Kejenuhan Dengan Masak

    Hilangkan Kejenuhan Dengan Masak

    • calendar_month Sen, 18 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Rosera Lisaria Citra Namanya Rosera Lisaria Citra. Biasa dipanggil Lisa. Dia adalah anak terakhir dari tiga bersaudara. Ia juga masih menjadi mahasiswa di STIE Bank BPD Jateng Semarang. Sukanya masak. Mulai dari sayur, cemilan, brownis kukus, pisang nugget, pisang bakar, Ice Cream, martabak manis dan lainnya. Menurutnya masak itu menyenangkan. Bahkan bisa menghilangkan Badmood. “Masak […]

  • DPRD Pati Minta Penambahan Pos Damkar di Setiap Eks Kawedanan

    DPRD Pati Minta Penambahan Pos Damkar di Setiap Eks Kawedanan

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 869
    • 0Komentar

    PATI – Tingginya angka kebakaran di Kabupaten Pati mendorong DPRD Pati untuk mendesak pemerintah daerah agar menambah pos pemadam kebakaran di setiap eks kawedanan. Hal ini diungkapkan oleh Ketua DPRD Pati sementara, Ali Badrudin, yang menyatakan bahwa keberadaan pos damkar di setiap eks kawedanan akan mempercepat waktu respons dan membantu memadamkan api lebih cepat jika […]

  • DPRD Pati: Wilayah Selatan Masih Bergantung pada Air Hujan, Butuh Bendungan Baru

    DPRD Pati: Wilayah Selatan Masih Bergantung pada Air Hujan, Butuh Bendungan Baru

    • calendar_month Sen, 22 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.142
    • 0Komentar

    PATI – Pembangunan bendungan di kawasan Pati Selatan dinilai harus segera diwujudkan guna mengatasi masalah kekeringan yang kerap terjadi saat musim kemarau. Keberadaan fasilitas penampungan air ini juga diharapkan dapat memperkuat ketahanan pasokan air sekaligus menunjang pengembangan sektor pertanian setempat. Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Karmijan, menyampaikan bahwa wilayah Pati Selatan saat ini masih […]

  • Seribu Bibit Mangrove Hijaukan Pesisir Pati Utara

    Seribu Bibit Mangrove Hijaukan Pesisir Pati Utara

    • calendar_month Sel, 23 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Penanaman mangrove di kawasan pantai Kertomulyo, Trangkil, Pati oleh mahasiswa. Sebanyak 1.000 bibit mangrove ditanam di kawasan Pantai Kertomulyo, Trangkil, Pati. Langkah ini sebagai mitigasi abrasi di wilayah itu.  PATI – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Pati (Kompi) Semarang, menanam mangrove pada Sabtu (20/11/2021).  Para mahasiswa itu menanam 1.000 bibit mangrove di kawasan […]

  • Wakil Ketua DPRD Pati: Tayangan TV Lecehkan Pesantren, Pemerintah Pusat Harus Bertindak!

    Wakil Ketua DPRD Pati: Tayangan TV Lecehkan Pesantren, Pemerintah Pusat Harus Bertindak!

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 322
    • 0Komentar

    PATI – Penayangan program televisi swasta yang dianggap melecehkan pesantren memicu reaksi keras dari DPRD Kabupaten Pati. Bambang Susilo, Wakil Ketua II DPRD Pati yang juga kader NU, mengecam tayangan tersebut dan mendesak pemerintah pusat untuk mengambil tindakan tegas. “Harapannya segera diusut tuntas. Pemerintah pusat saya kira bertanggung jawab karena yang menayangkan televisi nasional. Harus […]

  • Pemuda Tunahan Bersih Lingkungan Sambut Hari Kemerdekaan

    Pemuda Tunahan Bersih Lingkungan Sambut Hari Kemerdekaan

    • calendar_month Ming, 8 Agu 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 231
    • 0Komentar

      Kegiatan kerja bakti bersih lingkungan pemuda Desa Tunahan Kecamatan Keling, Jepara JEPARA – Dalam rangka menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang akan segera tiba, warga Desa Tunahan Kecamatan Keling melaksanakan kerja bakti bersama membersihkan lingkungannya, Jum’at 6/8/2021. Meskipun HUT RI yang ke 76 ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, […]

expand_less