Breaking News
light_mode

Warga Dukuh Tapen Desa Tawangharjo Bersatu Dukung Kadus Terpilih, Tolak Intimidasi dan Penyuapan

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 8 Nov 2024
  • visibility 197

PATI – Ribuan warga Dukuh Tapen, Desa Tawangharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, menggelar demonstrasi di kantor balai desa setempat pada hari Selasa, (6/11/2024).

Mereka menuntut dilantiknya Selamet Riyadi, yang terpilih sebagai Kepala Dusun (Kadus) Tapen, setelah diduga mendapat intimidasi untuk mundur.

Massa aksi membawa spanduk bertuliskan “Wong Tapen Butuh Keadilan”, “Selamet Ora Kamituwo Kades Lengser”, dan “Selamet Kamituwoku”.

Wakhid, perwakilan warga, menyatakan bahwa warga Tapen marah setelah Selamet mendapatkan intimidasi untuk mundur.

“Kami warga Tapen kesini untuk mendampingi Selamet Riyadi supaya bisa menjadi kepala dusun Tapen. Kita dampingi sampai dilantik PJ Bupati Pati,” katanya.

Ia mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar lagi jika Selamet tidak dilantik sebagai Kadus.

“Tapi kalau mas Selamet tidak dilantik menjadi Kadus Dukuh Tapen kita warga Tapen siap mengawal dan mengeluarkan masa seluruh warga Dukuh Tapen,” tegasnya.

Selamet meraih nilai tertinggi dibandingkan dua calon lainnya dalam proses seleksi Kadus Tapen. Hasil ini diumumkan di Balai Desa pada Senin (4/11/2024), setelah tes LJK dilaksanakan di UTC Semarang pada Jumat (1/11/2024).

“Kebetulan dari segi skor, saya dibawah-nya Mbak Agustina. Akan tetapi saya memiliki nilai pengabdian sejumlah 30 dan 40an sehingga menjadi 70an. Sedangkan yang lainnya tidak yang 70. Otomatis saya yang pertama (yang terpilih),” kata Selamet.

Selamet mengaku menghadapi intimidasi dan percobaan suap dari kades dan camat pada Selasa (5/11/2024). Ia diminta mundur dengan tawaran Rp 200 juta.

“Tempatnya di Punden Singopadu (Desa Ngurenrejo) disaksikan para petinggi, di sana juga dihadiri Camat juga. Di makam tersebut yang menjadi penengah petinggi Suwaduk, yang mana beliau mengutarakan bahwa ada dua opsi. Pertama lanjut sebagai Kadus Tapen Tawangharjo, opsi kedua mundur sebagai Kadus, sebagai gantinya pemilihan perangkat Kasi Pelayanan itu direkomendasikan sama Pak Inggi dan sebagai imbalannya mendapatkan uang Rp 200 juta,” paparnya.

keluarga dan memutuskan bertahan bersama warga Tapen yang mendukungnya.

“Menyikapi hari ini saya tidak menyangka sama sekali. Tidak menyangka bisa sebesar dan seheboh ini. Alhamdulillah saya orangnya tulus, kalau memang seperti itu saya siap untuk menjadi Kadus karena dorongan dari masyarakat Tapen yang begitu besar kepada saya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kades Tawangharjo, Sudarmono, mengakui adanya dugaan intimidasi dan meminta maaf kepada warga.

“Saya mohon maaf sebesar-besarnya atas apa yang menjadi ketidak kenyamanan panjenengan. Jadi memang ini semuanya memang ada kata maaf dari saya. Saya maaf hari ini panjenengan kurang ada pemikiran yang baik,” kata Sudarmono dihadapan perwakilan massa aksi.

Editor: Fatwa 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Susur Hutan Mangrove Pantai Istambul Demak

    Susur Hutan Mangrove Pantai Istambul Demak

    • calendar_month Sab, 23 Jan 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Suasana menyusuri hutan mangrove di Pajnatai Glagah Wangi Istambul Demak  DEMAK – Lalu lalang perahu nelayan menambah keramaian kawasan wisata Pantai Glagah Wangi Istambul Demak. Perahu-perahu itu tidak hendak melaut mencari ikan. Mereka hanya mengantar wisatawan. Untuk berkeliling menyusuri hutan mangrove yang rimbun. Masih pukul 09.00, cuaca terik sekali hari itu. Matahari bersinar dengan kekuatan […]

  • Kepala Dispermades Ikut Tinjau Lokasi TMMD

    Kepala Dispermades Ikut Tinjau Lokasi TMMD

    • calendar_month Jum, 30 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 101 di Desa Godo Kecamatan Winong, nampaknya sangat serius. Sejak pra TMMD semua kesiapan terus dilakukan. Kemarin Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermades) Mochtar ikut meninjau. Pagi kemarin, Mochtar ikut meninjau segala persiapan yang dilakukan Satgas TMMD, yang juga dibantu oleh masyarakat sekitar. […]

  • Menyantap Jajanan Legendaris Gula Kelapa khas Jepara

    Menyantap Jajanan Legendaris Gula Kelapa khas Jepara

    • calendar_month Jum, 6 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Jajanan gula kelapa berwarna hijau yang legendaris JEPARA – Jajanan tradisional di Indonesia begitu beragam dan beraneka rasa. Dari manis, gurih hingga asem. Seperti di Jepara juga memiliki jajanan khas yang tak kalah nikmat dan selalu menjadi klangenan orang-orang. Salah satu jajanan tradisional itu adalah gula kelapa. Gula kelapa merupakan jajanan yang terbuat dari bahan […]

  • KAHMI Pati Gelar Musda, Komitmen Perkuat Jaringan dan Kader HMI

    KAHMI Pati Gelar Musda, Komitmen Perkuat Jaringan dan Kader HMI

    • calendar_month Sen, 19 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 185
    • 0Komentar

    PATI – Musyawarah Daerah (Musda) ke-2 Korp Alumni HMI (KAHMI) Pati sukses digelar di Kedai Perko pada Minggu (18/5/2025). Acara yang dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti Anas Urbaningrum (Ketua Umum PB HMI periode 1997-1999), Sekretaris Jenderal MN KAHMI Syamsul Qomar, dan perwakilan MW KAHMI Jawa Tengah, menandai tonggak penting bagi organisasi alumni HMI di Kabupaten […]

  • Peduli Nasib Persipa, Suporter Unjuk Rasa

    Peduli Nasib Persipa, Suporter Unjuk Rasa

    • calendar_month Sab, 16 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Para suporter bernyanyi dan melakukan orasi di Stadion Joyokusumo usai laga final Kejuaraan Sepakbola U-21 Minggu (3/12/17) lalu.  Lingkar Muria, PATI – Suporter Persipa melakukan unjuk rasa usai laga final Kejuaraan Sepakbola U-21 yang berlangsung di Stadion Joyokusumo Minggu (3/12/17) lalu. Dengan mengenakan pakaian serba merah warna kebesaran Persipa mereka hendak meminta kejelasan nasib tim […]

  • Angkutan Umum Kudus Terancam Punah, Organda Usul Angkutan Khusus Pelajar

    Angkutan Umum Kudus Terancam Punah, Organda Usul Angkutan Khusus Pelajar

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 150
    • 0Komentar

    KUDUS – Nasib angkutan umum di Kabupaten Kudus memprihatinkan. Jumlah armada yang beroperasi kini tinggal separuh dari jumlah sebelumnya, yakni hanya sekitar 150 kendaraan dari total 650 kendaraan yang tersebar di 13-14 trayek aktif (dari 20 trayek sebelumnya). Ketua DPC Organda Kudus, Mahmudun, mengungkapkan penurunan drastis ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kemudahan akses kredit […]

expand_less