Breaking News
light_mode

Ramadan Bermakna, Litbar Ajak Belajar dari Pengalaman Bule Prancis

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 28 Feb 2025
  • visibility 147

PATI – Menjelang Bulan Ramadan di Pati diwarnai dengan kegiatan pengembangan literasi budaya yang unik. Komunitas Litbar berkolaborasi menyelenggarakan seminar tentang pengalaman hidup dan beragama sebagai seorang Muslim di Eropa, langsung dari para narasumbernya.

Seminar ini diadakan secara bergantian di beberapa sekolah dan pondok pesantren di Pati dan Kudus, termasuk SMA N 2 Pati, SMA N 3 Pati, SMPII Luqman Al Hakim Kudus, dan Ittihadul Muwahiddin Pati.

Empat narasumber yang hadir berasal dari Prancis, masing-masing dengan latar belakang yang berbeda: Quentin Choquer (Prancis-Italia), Youness Boudjaadar (Aljazair), Théo Averly (Prancis-Spanyol), dan Salah-Eddine Blisset Boudjadaar (Aljazair).

“Kita mengajak anak-anak untuk mengenal bagaimana Islam di Eropa,” kata Ketua Komunitas Litbar Pati, Yoyok Dwi Prastyo.

Selama empat hari, para narasumber berbagi kisah hidup, motivasi, bahkan pengalaman lucu dalam mempraktikkan Islam.

“Sungguh, ketika mendengar keempat orang Prancis itu berkisah, kita akan sangat merasakan, bahwa menjadi muslim di Indonesia ternyata begitu mudah dan indah. Begitu banyak kesempatan dan toleransi untuk mempraktikkan Islam dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, agaknya tak berlebihan jika kita harus meningkatkan rasa syukur kita atas segala nikmat ini,” tambahnya.

Youness dan Salah-Eddine, keduanya keturunan Aljazair, menceritakan tantangan berislam di Prancis, termasuk islamophobia, laïcité (sekularisme), rasisme, dan stigma negatif. Namun, mereka juga bersyukur atas dukungan dari teman, keluarga, dan orang-orang berpikiran terbuka.

Quentin, seorang mualaf keturunan Prancis-Italia, berbagi kisahnya tentang perjalanan spiritualnya hingga akhirnya memeluk Islam di usia 17 tahun setelah melalui keraguan dan pencarian panjang. Logika dan perenungan membawanya pada hidayah.

Sementara itu, Théo, yang berdarah Prancis-Spanyol dan bukan seorang Muslim, memberikan perspektif unik tentang bagaimana sulitnya menjadi seorang Muslim di Prancis.

“Hukum Prancis tak melarang orang beribadah, namun masyarakatnya memiliki pemikiran yang berbeda. Pada akhirnya, orang-orang yang berpikiran terbuka dan logislah yang dapat merasakan betapa Islam sesungguhnya membawa rahmat,” terangnya.

Seminar ini memberikan wawasan berharga tentang keragaman pengalaman beragama dan pentingnya toleransi, sekaligus meningkatkan rasa syukur atas kemudahan beribadah di Indonesia.

Editor: Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atasi HIV/Aids Pemkab Jepara Bentuk Forum Peduli

    Atasi HIV/Aids Pemkab Jepara Bentuk Forum Peduli

    • calendar_month Ming, 9 Sep 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Forum Warga Peduli Aids dibentuk di Desa Balong Kecamatan Kembang baru-baru ini  JEPARA – Berbagai cara dilakukan demi menekan angka penyakit menular HIV/Aids di Kabupaten Jepara. Melalui Dinas Kesehatan, dibentuklah wadah bernama Warga Peduli Aids (WPA). Tugasnya, WPA melakukan identifikasi potensi resiko di tiap wilayahnya masing-masing. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), DKK Jepara, […]

  • Tampil di Peparprov Kontingen Pati Bidik Tiga Medali

    Tampil di Peparprov Kontingen Pati Bidik Tiga Medali

    • calendar_month Sel, 13 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 144
    • 0Komentar

    PATI– Kontingen Kabupaten Pati yang bakal berlaga di Pekan Olahraga Paralympic Provinsi (Peparprov) Jawa Tengah di Surakarta, dilepas oleh Wakil Bupati Saiful Arifin di Ruang Joyokusumo. Total ada 22 peserta yang terdiri dari 9 atlet, 4 official, 4 pelatih, dan 4 pengurus kontingen yang berangkat menuju Surakarta untuk mengikuti kejuaraan olahraga bagi para penyandang disabilitas […]

  • Usaha Angkringan Bikin Makin Pengalaman

    Usaha Angkringan Bikin Makin Pengalaman

    • calendar_month Sen, 27 Nov 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sri Wahyuni Sudah dua tahunan ini, Sri Wahyuni bergelut dengan usaha jualan nasi kucing di angkringan miliknya sendiri. Tentu selain nasi kucing, juga banyak aneka makanan lain layaknya angkringan pada umumnya. Dari situ, ia sedikit-sedikit dapat membantu biaya kuliah, jajan, hingga membeli kosmetik sendiri. Perempuan kelahiran Pati 13 September 1994 ini menuturkan, tak canggung dengan […]

  • Geram Pembuang Sampah Sembarangan, Bupati Pati Intruksikan Tim Pengintai

    Geram Pembuang Sampah Sembarangan, Bupati Pati Intruksikan Tim Pengintai

    • calendar_month Rab, 19 Sep 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 161
    • 0Komentar

    PATI – Masih ditemukannya perilaku buang sampah sembarangan, terutama di jalanan, membuat geram banyak pihak. Termasuk Bupati Haryanto, rencananya akan ada pengintaian di tempat-tempat yang dijadikan sasaran buang sampah sembarangan. ”Perda kita sudah ada yang jelas mengatur tentang sampah. Namun masih saja ada yang buang sampah sembarangan. Padahal sudah dipasang papan peringatan tetap saja tak […]

  • Melihat Muria yang Gagah di Rimong Indah

    Melihat Muria yang Gagah di Rimong Indah

    • calendar_month Rab, 17 Jun 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Senja di Rimong Indah, Medani-Pati Badan tiba-tiba rileks begitu saja. Sesampainya di kawasan Wisata Alam Rimong Indah, di Desa Medani. Udara yang sejuk dengan tebing-tebing yang dihiasi lebatnya pepohonan membuat mata segar.  Wilayah pegunungan di Kabupaten Pati memiliki daya tarik wisata yang luar biasa. Salah satunya adalah Wisata Rimong Indah. Tempat wisata ini, berada di […]

  • Rider Asal Jepara Moncer di Ajang 76 Indonesian Downhill 2019

    Rider Asal Jepara Moncer di Ajang 76 Indonesian Downhill 2019

    • calendar_month Sel, 15 Okt 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Salah satu aksi rider di ajang 76 Indonesian Downhill 2019 / FOTO dari Galih  KUDUS – Khoiful Mukhib berhasil tampil menjadi yang tercepat di kelas utama Men Elite. Rider asal Kota Ukir Jepara ini menorehkan catatan waktu 3 menit 18.172 detik di seri ketiga 76 Indonesian Downhill 2019 yang digelar di sirkuit Ternadi Park, Kudus pada […]

expand_less