Breaking News
light_mode

Alif Silfia Luthfiyah, Juara 3 AKSI Indosiar, Cita-cita Jadi Bu Nyai

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 11 Mei 2022
  • visibility 189

  

Alif berhasil menjadi juara ke-3 dalam ajang AKSI Indosiar tahun 2022


Alif masih tidak menyangka bakal bisa tampil di ajang pencarian bakat Akademi Sahur Indonesia (Aksi) di stasiun televisi swasta nasional Indosiar. Santri asal Pucakwangi ini berhasil tampil memukau hingga babak final dan berhasil menjadi juara ke-3 AKSI Indosiar tahun 2022 ini.

Alif masih belum menyangka akhirnya dirinya lolos di panggung AKSI Indosiar. Sebab, dara asal Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati itu menganggap bahwa AKSI berisi orang-orang hebat dari seluruh Indonesia. Dirinya masih tak menyangka mampu lolos menjadi 24 besar.

Alif mengaku persaingannya sangat ketat. Semua peserta memiliki ciri khas dan dukungan yang luar biasa dari masyarakat.

Meski begitu, Alif sangat bersyukur mampu lolos sampai ke Jakarta. Ia menyatakan bahwa AKSI Indosiar merupakan panggung yang diidam-idamkan sejak lama. Alif selama ini terus berjuang di berbagai kompetisi daerah hingga nasional untuk menempa diri. Hasilnya, kini ia bisa menjadi kontestan di salah satu kompetisi dakwah paling populer itu.

Alumnus Universitas Sains Al-Qur’an Wonosobo itu juga mengaku juga harus mengorbankan beberapa hal. Alif, misalnya, harus bergadang bermalam-malam untuk menyiapkan materi, berulang kali merekam video kompetisi, hingga rela tidak pulang kampung selepas wisuda agar persiapannya lancar.

“Saya niatkan semuanya untuk belajar. Alhamdulillah saya mampu mengambil banyak hikmah sekaligus berkompetisi di AKSI 2022 ini,” katanya.

Alfi sendiri telah terdidik sejak kecil dalam hal pendidikan agama. Pendidikan dasarnya ditempuh di MI Nahjatul Faizin Kepohkencono, dilanjutkan ke MTsN 1 Pati, lalu ke MA Raudlatul Ulum Guyangan Trangkil, dan melanjutkan ke bangku kuliah di UNSIQ Wonosobo. 

Gadis kelahiran 1998 ini juga tercatat sebagai santri berprestasi. Dia menjadi langganan juara MTQ baik di tingkat kabupaten, dan provinsi. Hingga menjadi juara murrotal Qur’an tingkat nasional.

Sementara itu bakat dakwah Alif ternyata sudah tampak dan diasah sejak kecil. Menurut ibunya Umi Kalsum, Alif merupakan anak yang pemberani di depan publik. Alif bahkan telah memiliki cita-cita kuat sejak umur enam tahun, yakni menjadi seorang “Bu Nyai”.

“Karena Alif punya keinginanan yang kuat, tentunya saya sebagai ibunya memberikan dukungan terbaik. Saya melatih Alif untuk berpidato sejak belia. Karena saya juga Ketua Ranting Fatayat di desa, kadang saya meminta Alif untuk gantian memberikan sambutan ketika ada acara,” jelas Umi.

Menurutnya lolos di AKSI Indosiar adalah impian terbesar Alif. Ia mengenang betapa Alif telah berjuang di berbagai kompetisi dakwah terutama di kampus. Pertemuan dengan banyak orang baik akhirnya mampu mengantar Alif maju di skena televisi nasional. (Yan)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nelayan Juwana Kukuh Ingin Cantrang Dilegalkan

    Nelayan Juwana Kukuh Ingin Cantrang Dilegalkan

    • calendar_month Rab, 17 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Sebanyak 36 bus berisi nelayan di Juwana bernagkat menuju Jakarta siang kemarin. Total ada 1000 lebih nelayan yang berangkat ke Jakarta guna menuntut alat tangkap cantrang yang biasa mereka gunakan dalam mencari ikan dilegalkan pemerintah. Heri budianto Ketua Paguyuban Mina Santosa Bendar Juwana sekaligus kordinator nelayan Juwana mengungkapkan, pihaknya secara tegas […]

  • Dokumen PSSI Jawa Tengah 

    Cabor Sepak Bola Kudus Sabet Medali Emas Porprov 2023

    • calendar_month Sab, 12 Agu 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 107
    • 0Komentar

      Dokumen PSSI Jawa Tengah Meskipun kontingen Kabupaten Kudus terbenam di posisi 10 besar Porprov Jateng tahun 2023, namun Cabor sepak bola berhasil meraih medali emas. Hal itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga masyarakat Kudus mengingat sepak bola merupakan Cabor bergengsi dan banyak perhatian.   JEPARA – Kontingen Kabupaten Kudus bisa sedikit bangga karena berhasil meraih […]

  • Waspada Predator Anak Begini Cerita Mengerikan Kasus LGBT di Jepara

    Waspada Predator Anak Begini Cerita Mengerikan Kasus LGBT di Jepara

    • calendar_month Sab, 13 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Kapolres Jepara gelar konferensi pers kasus LGBT Polres Jepara berhasil menangani kasus pencabulan dengan berlatar lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Mirisnya dalam kasus ini korban masih berusia di bawah umur, berusia 13 tahun.  JEPARA – Kapolres Jepara AKBP Wahyu Nugroho Setyawan menjelaskan saat menggelar konferensi pers pada hari Jumat (12/05/2023) di Mapolres Jepara, terkait […]

  • Pelatih Persijap Jepara Mario Lemos asal Portugal.

    Rekam Jejak Mario Lemos, Pelatih Asal Portugal yang Resmi Bergabung ke Persijap Jepara

    • calendar_month Sel, 10 Jun 2025
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 151
    • 0Komentar

      JEPARA – Manajemen Persijap Jepara resmi menunjuk Mario Lemos sebagai pelatih kepala untuk menghadapi kompetisi Liga 1 musim 2025/2026. Pelatih berkebangsaan Portugal itu diharapkan mampu membawa Laskar Kalinyamat bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Sebelumnya, nama Mario Lemos sempat santer dikaitkan dengan PSIM Yogyakarta—tim promosi lain yang juga akan mentas di Liga 1 […]

  • Ingin Rasakan Sensasi Muncak

    Ingin Rasakan Sensasi Muncak

    • calendar_month Sel, 12 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Ariska Elviyana Berlibur selalu menjadi agenda wajib Ariska Elviyana. Apalagi perempuan kelahiran Pati, 12 April 1999 ini sudah mulai bekerja. Kesibukan pekerjaan itulah yang menjadikan alasan berlibur selalu menjadi agenda wajib. Berlibur bagi Ariska merupakan caranya menyegarkan pikiran. ”Penat kerja ya mesti berlibur, itu wajib. Bahkan sejak sekolah dulu, ketika penat menghadapi berbagai macam mata […]

  • Jadi Korban Pembacokan Diduga Motif Asmara

    Jadi Korban Pembacokan Diduga Motif Asmara

    • calendar_month Rab, 19 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 138
    • 0Komentar

      Para tersangka penganiayaan diamankan Polres Magelang Seorang pria menjadi korban pembacokan. Kepalanya luka akibat sabetan parang. Dia dikeroyok tiga orang. Aksi sadis ini diduga karena ada motif asmara.  MAGELANG – Polres Magelang tangkap pelaku pengeroyokan pada seorang pria berinisial IP (29). Diduga pengeroyokan ini dilatar belakangi motif asmara, Sabtu (15/01/2022). Pers rilis atas kasus […]

expand_less