Breaking News
light_mode

Minim Pasokan, Perusahaan Garam di Rembang Sepi Produksi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 28 Nov 2017
  • visibility 192


Seorang petani garam sedang mengolah di tambaknya baru-baru ini


Lingkar Muria, REMBANG – Intensitas
hujan yang cukup tinggi selama dua pekan, membuat petani garam mandek
berproduksi. Dampaknya, para pemilik pabrik pengolahan garam beryodium sepi produksi.
Pupon, pemilik industri garam
beryodium UD Apel Merah di Desa Purworejo
, Kecamatan Kaliori menyebutkan, sepinya pasokan garam terjadi sejak
sepekan ini. Dia mengakui, musim penghujan membuatnya kesulitan memenuhi
kebutuhan produksi.
”Musim hujan, jadinya petani
garam tidak dapat produksi. Kini kami hanya mengandalkan kembali stok gudang
saat kemarau,” ungkapnya kepada Lingkar Muria, Kamis (24/11/17)
Untuk stok garam yang ada
saat ini diprediksi dapat bertahan hingga bulan Maret 2018 mendatang. Dia
mengakui, untuk sementara masih relatif aman. Apalagi masih mengandalkan petani
garam yang menjual produksi.
”Kalau yang sudah habis
memang ada yang mengambil stok dari luar daerah, seperti Madura ataupun
Sulawesi,” terangnya.
Lebih lanjut disinggung
dengan aktifitas sejumlah petani garam di wilayah Kaliori menurutnya tetap
jalankan aktivitas. Karena lahan dibanjiri air hujan, biasanya mereka beralih
udang dan ikan bandeng.
Dengan demikian lahan yang
dimiliki mereka tetap  menghasilkan.
Karena saat mengandalkan harga garam saat ini belum berpihak kepada petani.
Karena harganya memang belum dapat naik signifikan.
”Untuk harga dipasaran
memang masih sepi. Untuk harga sampai tanggal 24 Nopvember berkisar Rp 2.500
per kg. Hal ini ada kenaikan Rp 400, jika dibandingkan bulan-bulan sebelumnya
berkisar Rp 2.000 sampai Rp 2.100 per kg,” imbuhnya. (mil)
  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Pasangan Tak Resmi Terjaring Operasi Kos-kosan

    Dua Pasangan Tak Resmi Terjaring Operasi Kos-kosan

    • calendar_month Rab, 21 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Polsek Juwana melakukan operasi di kos-kosan pagi kemarin Selasa (13/3/18). Operasi itu dilakukan di beberapa tempat kos di Kecamatan Juwana. Dari operasi tersebut, petugas menemukan dua pasang laki-laki dan perempuan yang bukan suami-istri sedang berduaan di kamar kos. Operasi itu dilakukan secara gabungan, dari Polsek Juwana dan Satpol PP Kecamatan Juwana. Kapolsek […]

  • Petani Lesu, Cabai Merah Cuma 5 Ribu

    Petani Lesu, Cabai Merah Cuma 5 Ribu

    • calendar_month Sel, 3 Agu 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 286
    • 0Komentar

      Salah seorang petani cabai dari Desa Sidoarjo Kecamatan Wedarijaksa, Pati. PATI – Harga cabai anjlok di tingkat petani. Dari yang pernah 30 ribu perkilogram menjadi 5 ribu. Hal ini seperti yang dialami petani cabai di Desa Sidoarjo Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati. Salah seorang petabi cabai, Wario mengatakan, petani merugi pada masa panen kali ini. […]

  • Miliki Bus Sendiri AHHA PS Pati Makin Mewah

    Miliki Bus Sendiri AHHA PS Pati Makin Mewah

    • calendar_month Kam, 29 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 230
    • 0Komentar

      Chairman AHHA PS Pati Putra Siregar berpose di depan bus baru klub berjuluk Java Army tersebut. JAKARTA – Klub Liga 2 AHHA PS Pati semakin menegaskan diri sebagai klub berkelas di Indonesia. Hal itu terlihat dari manajemen AHHA PS Pati yang tak main-main mempersiapkan beragam kebutuhan timnya. Baru-baru ini klub berjuluk Java Army ini […]

  • Belajarlah pada Rizky Ridho, Pemain Lokal Jangan Takut Bersaing

    Belajarlah pada Rizky Ridho, Pemain Lokal Jangan Takut Bersaing

    • calendar_month Ming, 9 Jun 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 364
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Wacana slot 8 pemain asing di Liga 1 musim 2024/2025 mendapat reaksi keras dari sejumlah pemain lokal. Bahkan diantara mereka ramai-ramai membuat #IniSepakbolaIndonesia dalam akun sosial media mereka. Postingan ini disinyalir karena para pemain lokal menolak wacana penambahan kuota pemain asing. Lantaran pemain lokal takut akan tergusur. Beberapa pemain lokal yang menyuarakan tagar […]

  • Melihat Kiprah MTs Abadiyah Desa Kuryokalangan, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati

    Melihat Kiprah MTs Abadiyah Desa Kuryokalangan, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati

    • calendar_month Kam, 19 Apr 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 204
    • 0Komentar

     Madrasah Pinggiran Prestasi Jempolan Madrasah erat kaitannya dengan stigma kuno dan kolot. Pamornya sudah pasti kalah dengan sekolah negeri. Namun itu tak berlaku di MTs Abadiyah. Sekolahan di pinggiran Kota Pati ini dua tahun belakangan prestasinya makin moncer. Di temani Kepala MTs Abadiyah Saiful Islam, Ali Syarifudin antusias berkisah. Pria bertubuh gempal ini adalah salah […]

  • Hanya 60 Wali Murid yang Hadir, Ketua Komisi D Tunda Sosialisasi di SMPN 2 Pati

    Hanya 60 Wali Murid yang Hadir, Ketua Komisi D Tunda Sosialisasi di SMPN 2 Pati

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.422
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, mengungkapkan kekecewaannya lantaran agenda sosialisasi di SMP Negeri 2 Pati terpaksa harus ditunda. Penundaan ini dilakukan karena jumlah wali murid yang hadir dinilai sangat minim dan tidak sesuai dengan target. Berdasarkan data yang ada, dari sekitar 600 wali murid yang diundang, hanya tercatat sekitar […]

expand_less