Breaking News
light_mode

Peluang Bisnis Manis Jagung Ketan Ungu

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 8 Nov 2021
  • visibility 441

Jagung ketan ungu mulai dilirik petani di Pati karena bernilai ekonomis tinggi.

Jagung ketan ungu sedang ngetrend. Jagung varietas ini dikenal lebih menyehatkan. Sejumlah petani di Pati mulai melirik untuk menanam jagung tersebut.

PATI – Di areal
sawah Desa Tayu Wetan Kecamatan Tayu terhampar tanaman jagung yang siap panen.
Sekilas tanaman jagung itu seperti jagung pada umumnya. Namun setelah dikupas
klobotnya, kita akan terperangah karena warna jagung ini ungu pekat.

Varietas jagung ketan atau
jagung ungu sendiri mulai dilirik petani di Pati. Varietas ini dinamakan jagung
ketan karena teksturnya yang pulen, lengket, dan kenyal setelah dikukus atau
direbus. Hal ini karena jenis jagung ini memiliki kandungan amilopektin tinggi.

Kemudian, jagung ini juga
disebut jagung ungu karena bulir-bulirnya tidak berwarna kuning seperti jagung
biasa, melainkan berwarna ungu.

Satu di antara petani di
Pati yang mulai menanam varietas ini ialah Yustam, warga Desa Tendas, Kecamatan
Tayu.

Ladangnya yang berada di
Desa Tayu Wetan ia tanami jenis jagung ini sejak awal 2020 lalu.

“Saya mulai tanam jagung
ketan warna ungu dari awal 2020. Ini tahun kedua saya tanam jagung ungu. Besok
Senin (8/11/2021) saya akan panen yang kelima,” ujar dia, Sabtu (6/11/2021).

Mulanya Yustam tertarik
karena unik. Warnanya ungu. Yustam sendiri jadi petani jagung manis sudah 10
tahun. Begitu ada inovasi baru dari East-West Seed Indonesia yang dinamai
Jantan (Jagung Ketan Ungu Antioksidan) F1 ini, akhirnya Yustam mencoba menanam,
karena memang basicnya dia suka mencoba hal baru.

Yustam menuturkan, selain
cita rasanya berbeda, jagung ketan ungu juga memiliki kandungan antosianin
tinggi yang berfungsi sebagai antioksidan, sehingga mampu mencegah berbagai
penyakit, di antaranya kanker.

Ia mengatakan, secara umum
perawatan jagung ketan ungu sama dengan perawatan jagung biasa. Namun, perlu
penanganan khusus terhadap pengendalian penyakit bulai. Karena jenis jagung ini
cenderung lebih peka terhadap penyakit bulai.

“Nilai ekonomis-nya saat
ini juga sangat menarik. Harga di tingkat petani sekitar Rp 5 ribu per kilo
termasuk tongkol dan klobotnya. Namun pasarnya belum terlalu terbuka, mayoritas
jagung ketan ungu dikirim ke kota besar, seperti Jakarta, Jogja, Surabaya, Bandung,
dan Semarang,” kata dia.

Yustam mengaku, selama ini
dia tidak mengalami kendala dalam menjual hasil panen jagung ungu.

Sementara, Petugas Lapangan
Cap Panah Merah, Ijhad Rodlin, mengatakan bahwa selain di Tayu, sejumlah petani
di Wedarijaksa juga menanam varietas jagung ketan ungu antioksidan (Jantan F1).

“Harga panen untuk sekarang
masih tinggi. Bagus untuk petani. Adapun potensi produksinya mencapai 7-9 ton
per hektare,” ucap dia. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Dorong Pelestarian Mangrove untuk Lindungi Masyarakat Pesisir

    DPRD Pati Dorong Pelestarian Mangrove untuk Lindungi Masyarakat Pesisir

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 310
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Mukit, menekankan pentingnya pelestarian mangrove di Kabupaten Pati, terutama di Desa Tluwuk, Kecamatan Wedarijaksa. Ia menyatakan bahwa kelestarian hutan mangrove akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat sekitar. “Dengan semakin lestarinya kawasan hutan mangrove di sana, akan banyak memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujar Mukit. Mukit […]

  • Komisi A DPRD Pati Soroti Masalah Regenerasi Kepala Sekolah yang Terhambat Anggaran

    Komisi A DPRD Pati Soroti Masalah Regenerasi Kepala Sekolah yang Terhambat Anggaran

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.815
    • 0Komentar

    PATI – Proses regenerasi pemimpin di lingkungan pendidikan menjadi perhatian serius Komisi A DPRD Kabupaten Pati. Ketua Komisi A, Narso, menilai minimnya alokasi anggaran untuk menyiapkan Calon Kepala Sekolah (CKS) menjadi akar permasalahan yang menyebabkan banyak jabatan kepala sekolah diisi oleh Pelaksana Tugas (PLT) dalam waktu yang cukup lama. Pernyataan ini disampaikan Narso saat menanggapi […]

  • Nelayan Juwana Kukuh Ingin Cantrang Dilegalkan

    Nelayan Juwana Kukuh Ingin Cantrang Dilegalkan

    • calendar_month Rab, 17 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Sebanyak 36 bus berisi nelayan di Juwana bernagkat menuju Jakarta siang kemarin. Total ada 1000 lebih nelayan yang berangkat ke Jakarta guna menuntut alat tangkap cantrang yang biasa mereka gunakan dalam mencari ikan dilegalkan pemerintah. Heri budianto Ketua Paguyuban Mina Santosa Bendar Juwana sekaligus kordinator nelayan Juwana mengungkapkan, pihaknya secara tegas […]

  • Lontong Balungan Mbah, Rekomendasi Kuliner Pati yang Tidak Mengecewakan 

    Lontong Balungan Mbah, Rekomendasi Kuliner Pati yang Tidak Mengecewakan 

    • calendar_month Sen, 27 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.333
    • 0Komentar

    KULINER – Kabupaten Pati juga dikenal karena berbagai kulinernya yang autentik. Selain sajian utama kuliner khas Pati seperti Nasi Gandul atau Kepala Manyung, masih banyak kuliner – kuliner lezat yang tersebar di berbagai pelosok desa di Bumi Mina Tani ini. Salah satunya rekomendasi kuliner adalah Lontong Balungan Mbah Rum. Warung kuliner Lontong Balungan Mbah Rum […]

  • Kebakaran Melanda Gedung SDN 03 Kutoharjo, Tak Ada Korban Jiwa

    Kebakaran Melanda Gedung SDN 03 Kutoharjo, Tak Ada Korban Jiwa

    • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.801
    • 0Komentar

    PATI – Sebuah kebakaran menghantam gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 03 Kutoharjo, yang terletak di Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, pada hari Sabtu (28/2/2026) sekitar jam 18.40 WIB. Saat insiden terjadi, lingkungan sekolah cukup sepi mengingat kegiatan belajar mengajar sudah berakhir. Api yang muncul dari salah satu segmen bangunan segera menyebar dan menimbulkan kekhawatiran […]

  • Tiba dengan Selamat, Pemudik Disambut Bupati Haryanto

    Tiba dengan Selamat, Pemudik Disambut Bupati Haryanto

    • calendar_month Sen, 11 Jun 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 304
    • 0Komentar

    PATI – Para pemudik yang memanfaatkan program mudik gratis tiba Terminal Kembangjoyo Sabtu (9/6) malam lalu. Kedatangan mereka langsung disambut Bupati Haryanto bersama Forkopimda. Bahkan, bupati beserta Forkopimda telah menunggu pemudik di terminal sejak pukul 21.00 lebih. Para pemudik kemudian baru sampai sekitar pukul 23.00. Ada empat bus yang sampai. Bupati Haryanto menuturkan, kegiatan mudik […]

expand_less