Breaking News
light_mode

Peduli Sampah, Karim Dipanggi Si Pemuda Sampah

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 6 Jul 2018
  • visibility 155

Melihat Kisah Abdul Karim, Juara I Pemuda Pelopor
Kesadaran Lingkungan Kabupaten Pati 2018, Penggagas Komunitas Resik Apik di
Desa Kajen.


Karim memang pemuda yang tak
gampang menyerah. Untuk mengabdikan diri mengelola sampah di desanya sendiri,
dia harus tabah menerima cibiran dari tetangga. Dia dijuluki si pemuda sampah
karena kegigihannya mengajak warga supaya ikut program resik apik.

Karim masih ingat betul bagaimana
dia banyak dicibir tetangganya. Pemuda 23 tahun itu sempat dipanggil si pemuda
sampah oleh sebagian besar tetangganya waktu itu. Namun Karim tetap tabah. Dia
pantang menyerah, demi untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat Kajen menjaga
lingkungan sekitar.
”Dulu Kajen terkenal kotor. Bahkan
boleh dibilang kumuh,” kata Karim. Hal tersebut lantaran, desa yang terkenal dengan puluhan
pondok pesantrennya ini sesak oleh bangunan beton beserta manusianya.
Selain itu desa ini juga menjadi
tempat ngalap berkah dari berbagai
daerah, yang menziarahi tokoh penyebar Islam Syeh Ahmad Mutamakkin. Kedatangan
banyaknya peziarah tentu memunculkan sampah. Seperti diketahui, manusia adalah
penghasil sampah.
”Keprihatinan tersebut, lantas
membuat saya dan teman-teman waktu itu berfikir. Bagaiamana caranya berbuat.
Supaya masalah lingkungan ini bisa diatasi,” papar Karim.
Lalu muncullah ide. Membuat
komunitas, namanya resik apik. Komunitas itu digawangi pemuda-pemuda.  ”Sekitar tahun 2016, komunitas ini
terbentuk,” imbuh pria yang tinggal di Desa Kajen RT 3 RW 2 ini. Saat itu
kegiatannya adalah pengangkutan sampah.
Anggota komunitas tersebut
menyediakan jasa membuang sampah kepada warga. Pertama kali terjun, tantangan
banyak sekali. Tak sedikit yang mencibir memang. ”Namun kami semua tak patah
semangat. Kegiatan terus kami lakukan, hingga akhirnya masyarakat bisa
menerima. Kini hampir 90 persen masyarakat Kajen menyerahkan sampahnya untuk
dikelola di kami,” imbuh Karim.
Jadikan Sampah Menjadi Berkah
Tak hanya itu, karim bersama
kawan-kawannya juga berusaha membuat masyarakat bisa untung dengan sampah.
”Kami mencoba menghadirkan sampah menjadi berkah. Bukan lagi sebagai sebuah
masalah,” kata mahasiswa Pemberdayaan Masyarakat Islam IPMAFA Pati ini.
Caranya, lanjut Karim, didirikan
bank sampah. Warga kami ajak menabung sampah. Dengan begitu, mereka tak hanya
membuang sampah begitu saja. Namun sampahnya bisa dirupiahkan. ”Dengan begitu
masyarakat menjadi senang,” kata pemuda yang aktif di Karang Taruna
Sumohadiwijayan Desa Kajen ini.
Bahkan, kedepan Karim beserta
rekan-rekannya menyiapkan program untuk pemberdayaan masyarakat lainnya. Karim
merencanakan akan mendorong warga Kajen untuk menanam.
”Meskipun di Kajen tak ada lahan
bercocok tanam, dan pekarangan, namun kami akan mendorong untuk memakai hidroponik.
Ya biar masyarakat bisa menanam sayur-sayuran begitu. Kami akan fasilitasi
pupuk. Kebetulan bank sampah kami juga ada pengolahan sampah organik. Kami bisa
menghasilkan pupuk cair dan juga pupuk padat,” imbuh Karim.
Berbagai kiprah mengenai sampah
tersebut lantas membuat Karim diganjar penghargaan. Karim pun menjadi pemuda
pelopor 2018 dari Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pati beberapa
waktu yang lalu. Dengan begitu, dirinya berhak maju di ajang yang digagas
Kementrian Pemuda dan Olahraga itu ke tingkat provinsi bulan depan. (Achmad Ulil Albab)
  



  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keracunan Massal di Desa Tluwah, Juwana Diduga Akibat Konsumsi Lontong Hajatan

    Keracunan Massal di Desa Tluwah, Juwana Diduga Akibat Konsumsi Lontong Hajatan

    • calendar_month Kam, 26 Des 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 173
    • 0Komentar

    PATI – Sebanyak 138 warga Desa Tluwah, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi lontong sayur dari acara hajatan pada Senin malam (23/12/2024). Korban mengalami berbagai gejala seperti mual, muntah, diare, demam, dan menggigil. Warga mulai merasakan gejala keracunan pada Selasa pagi (24/12/2024). Puncaknya pada Selasa malam, 138 warga mengalami gejala yang sama, […]

  • Ilustrasi ikan lele

    Jarang Terpikirkan! Ternyata Begini Tips Budidaya Ikan Lele Supaya Cepat Besar

    • calendar_month Ming, 11 Agu 2024
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 215
    • 0Komentar

      EDUKASI – Budidaya ikan lele merupakan merupakan salah satu usaha sampingan yang punya nilai ekonomi tinggi. Ikan lele banyak disukai orang Indonesia, pasarnya sangat luas dan permintaan pasar terbilang tinggi. Ikan lele selain enak juga memiliki kandungan gizi yang baik, sebagai asupan protein. Budidaya ikan lele tidak sulit, semua orang bisa melakukan usaha budidaya […]

  • Sudewo Apresiasi Gebyar Milad Muhammadiyah ke-113, Ikuti Salat Subuh Berjamaah di Masjid Moch Dahlan

    Sudewo Apresiasi Gebyar Milad Muhammadiyah ke-113, Ikuti Salat Subuh Berjamaah di Masjid Moch Dahlan

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 733
    • 0Komentar

    PATI – Bupati Pati, Sudewo, bersama tokoh Muhammadiyah, NU, MUI, FKUB, dan Kementerian Agama Kabupaten Pati mengikuti Gerakan Nasional Salat Subuh Berjamaah di Masjid Moch Dahlan, Pati (18/11). Kegiatan ini merupakan bagian dari Gebyar Milad Muhammadiyah ke-113. Acara ini menarik perhatian masyarakat karena panitia menyediakan doorprize utama berupa voucher umroh. Kehadiran tokoh lintas ormas Islam […]

  • Kamari, Anggota DPRD Pati, Apresiasi Sinergi Petani dan PG Trangkil

    Kamari, Anggota DPRD Pati, Apresiasi Sinergi Petani dan PG Trangkil

    • calendar_month Sel, 15 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 138
    • 0Komentar

    PATI – Kemitraan antara petani tebu dan Pabrik Gula (PG) Trangkil di Pati terus menunjukkan hasil positif. Hal ini diungkapkan oleh Kamari, anggota DPRD Pati dari Golkar sekaligus Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) wilayah kerja PG Trangkil. Kamari menjelaskan bahwa kemitraan ini telah mendorong dan menggairahkan para petani untuk menanam tebu. “Sinergitas antara […]

  • Harga Ketela Anjlok, Ketua Komisi B DPRD Pati Desak Pemkab Ambil Tindakan

    Harga Ketela Anjlok, Ketua Komisi B DPRD Pati Desak Pemkab Ambil Tindakan

    • calendar_month Rab, 15 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 179
    • 0Komentar

    PATI – Nasib petani ketela di Kabupaten Pati tengah memprihatinkan akibat harga jual yang terus merosot. Ketua Komisi B DPRD Pati, Muslihan, menyoroti kondisi ini dan mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk segera turun tangan memberikan solusi. “Petani ketela sedang tidak baik-baik saja. Harga jatuh, sementara biaya produksi tetap tinggi. Pemkab Pati perlu segera hadir […]

  • Silatnas ke 2, Dunia Santri Kritisi Persoalan Lingkungan (1)

    Silatnas ke 2, Dunia Santri Kritisi Persoalan Lingkungan (1)

    • calendar_month Sab, 4 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Salam komando narasumber dan tamu undangan Silatnas ke 2 Dunia Santri di  PP Sadamiyyah, Desa Guyangan Kecamatan Bangsri, Jepara JEPARA – Isu lingkungan dan sampah yang sebelumnya dibahas dalam Bahtsul Masa’il PBNU kini dibahas lebih lanjut lagi oleh para santri lintas daerah. Bertempat di PP Sadamiyyah, Desa Guyangan Kecamatan Bangsri, Dunia Santri Community (DSC) menggelar silaturrahmi […]

expand_less