Breaking News
light_mode

Kofiku Gelar Bedah Buku “Pangeran dari Timur,” Soroti Nasionalisme Raden Saleh

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sel, 14 Okt 2025
  • visibility 562

KUDUS – Komunitas Fiksi Kudus (Kofiku) bekerja sama dengan Out of the Boox Kudus dan penerbit Bentang Pustaka sukses menggelar acara Bedah Buku “Pangeran dari Timur” di GOR Multifungsi Balai Jagong Kudus, Sabtu malam (11/10).

Acara ini menghadirkan dua pembicara dari Kofiku, Abdul Karim dan Arif Rohman, untuk mengulas novel karya Iksaka Banu dan Kurnia Effendi tentang pelukis legendaris Raden Saleh.

Novel setebal 700 halaman lebih ini memicu diskusi hangat karena menampilkan Raden Saleh tidak hanya sebagai seniman besar, tetapi juga sebagai tokoh yang hidup di tengah kekuasaan feodal dan kolonialisme.

Abdul Karim, dalam paparannya, menyebut Raden Saleh sebagai figur yang kompleks.

“Raden Saleh sangat berbakat karena dikirim belajar ke Eropa langsung. Tapi dia juga bukan sosok yang sepenuhnya patriotik. Ia keponakan Bupati Semarang, jabatan yang kala itu setara dengan utusan Belanda dan memiliki kekuasaan absolut,” jelas Karim.

Ia menambahkan bahwa ironi Raden Saleh terletak pada posisinya sebagai pelukis romantik yang menjadi bagian dari kekuasaan yang tidak romantis.

Karim juga menyoroti struktur dua alur cerita dalam novel, yaitu kisah Raden Saleh dan kisah cinta Ratna Juwita, yang tampak berbeda namun saling berkaitan.

“Kedua cerita ini sama-sama mengajarkan untuk melawan feodalisme dan ketidakadilan. Lewat karakter Ratna Juwita, Syafi’i, dan Syamsudin, penulis menampilkan perang opini terhadap figur Raden Saleh: apakah ia pahlawan, atau sekadar ningrat yang beruntung?” ujarnya.

Arif Rohman menyoroti sisi nasionalisme dalam karya dan kehidupan Raden Saleh. Ia mengulas makna simbolik dari lukisan “Penangkapan Pangeran Diponegoro” dan “Antara Hidup dan Mati,” yang menggambarkan pertarungan singa dan banteng.

“Kerajaan identik dengan singa, sementara rakyat Hindia identik dengan banteng atau kerbau. Melalui lukisannya, Raden Saleh menyampaikan perlawanan dengan cara yang halus namun tajam,” tutur Arif.

Arif juga menyinggung kemungkinan Raden Saleh pernah mengunjungi situs purbakala Patiayam di Kudus bersama naturalis Franz Wilhelm Junghuhn pada tahun 1857.

“Karena kita tinggal di Kudus, saya penasaran apakah benar Raden Saleh pernah ke Patiayam. Novel ini tidak mengangkat hal itu, mungkin karena keterbatasan data. Tapi justru ini bisa jadi peluang bagi penulis Kudus untuk menulis episode yang belum diceritakan,” katanya.

Dalam sesi tanya jawab, sejumlah peserta muda menanyakan relevansi novel ini dengan pembelajaran sejarah dan makna “Timur” dalam judul. Arif menjelaskan bahwa judul “Pangeran dari Timur” bisa dimaknai sebagai representasi tiga tokoh utama, yakni Raden Saleh, Syafi’i, dan Pit Liong, serta simbol pertentangan antara dunia Barat dan Timur.

“Raden Saleh pernah menyebut dirinya Pangeran dari Jawa. Novel ini mungkin memperluas makna itu menjadi Pangeran dari Timur sebagai refleksi identitas dan benturan budaya,” jelasnya.

Abdul Karim menambahkan bahwa salah satu daya tarik novel ini adalah penggambaran Raden Saleh sebagai manusia biasa.

“Penulis tidak memuja Raden Saleh sebagai pahlawan tanpa cela. Ia digambarkan punya ego, bahkan skandal asmara di Eropa. Justru di situ menariknya, kita melihat seniman besar ini secara manusiawi,” ujar Karim.

Diskusi ditutup dengan refleksi Arif bahwa nasionalisme Raden Saleh patut dibaca dalam konteks zamannya.

“Raden Saleh hidup seratus tahun sebelum kemerdekaan. Nasionalismenya tidak bisa dibandingkan dengan Soekarno, tapi ia tetap menunjukkan keberanian lewat seni. Kalau hari ini kita ingin menyuarakan kritik, bisa lewat media sosial. Dulu, Raden Saleh melakukannya lewat lukisan,” pungkasnya.

Acara ini merupakan bagian dari upaya Kofiku, Out of the Boox Kudus, dan Bentang Pustaka untuk menghidupkan budaya literasi melalui pembacaan dan diskusi karya sastra sejarah.

Editor: Arif

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Dukung Pembukaan Kembali Balai Latihan Kerja

    DPRD Pati Dukung Pembukaan Kembali Balai Latihan Kerja

    • calendar_month Sel, 20 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 344
    • 0Komentar

    PATI – Rencana pembukaan kembali Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Pati mendapat angin segar. Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Pati menyatakan dukungannya terhadap wacana tersebut. Mereka menilai BLK sangat penting untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan menekan angka pengangguran. “Kalo memang BLK bermanfaat bagi masyarakat Pati ya bisa dibuka lagi,” ungkap Anggota DPRD […]

  • Cerita Mistis Mobil Nyasar ke Hutan Wukirsari Tambakromo Pati

    Cerita Mistis Mobil Nyasar ke Hutan Wukirsari Tambakromo Pati

    • calendar_month Ming, 12 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Mobil yang tersesat di hutan Desa Wukirsari Tambakromo Pati  Cerita tidak masuk akal terjadi di area hutan Pegunungan Kendeng, Desa Wukirsari. Sebuah mobil nyasar masuk ke dalam hutan saat malam hari. Padahal tidak jalan masuk hutan itu terhalang batu dan batang kayu.  PATI – Peristiwa mistis menggegerkan masyarakat Desa Wukirsari, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Sabtu […]

  • Fraksi Golkar DPRD Pati Dukung Penuh RPJMD 2025-2029, Tekankan Pentingnya Infrastruktur dan SDM Berkualitas

    Fraksi Golkar DPRD Pati Dukung Penuh RPJMD 2025-2029, Tekankan Pentingnya Infrastruktur dan SDM Berkualitas

    • calendar_month Ming, 22 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 310
    • 0Komentar

    PATI – Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Pati memberikan pandangan umum yang mendukung penuh Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pati tahun 2025-2029. Dalam rapat paripurna, Endah Sri Wahyuningati, anggota DPRD Pati dari Fraksi Golkar, menyampaikan sejumlah poin penting yang menjadi fokus perhatian fraksi tersebut. Fraksi Golkar menyambut baik RPJMD sebagai dokumen strategis pembangunan Kabupaten […]

  • Komisi D DPRD Pati Pastikan Siswa SMPN 8 Tetap Bersekolah, Persoalan Dapodik Diselesaikan

    Komisi D DPRD Pati Pastikan Siswa SMPN 8 Tetap Bersekolah, Persoalan Dapodik Diselesaikan

    • calendar_month Sel, 15 Sep 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102.253
    • 0Komentar

    PATI – Komisi D DPRD Kabupaten Pati turun langsung menindaklanjuti persoalan perpindahan siswa SMP Negeri 8 Pati ke salah satu madrasah tsanawiyah (MTs) di Kecamatan Juwana. Kedatangan legislatif tersebut untuk memastikan persoalan administrasi dan data pokok pendidikan (Dapodik) tidak mengganggu keberlanjutan pendidikan siswa. Inspeksi mendadak (sidak) dipimpin Ketua Komisi D DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo. […]

  • Jepara Kali Keempat Terima Penghargaan Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Aparat Pengawas Internal

    Jepara Kali Keempat Terima Penghargaan Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Aparat Pengawas Internal

    • calendar_month Kam, 1 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 281
    • 0Komentar

    DOKUMEN PEMKAB JEPARA JEPARA –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara patut berbangga diri.  Untuk kali keempat, Pemkab Jepara menerima penghargaan sebagai pemerintah/kota dengan penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas internal pemerintah Provinsi Jawa Tengah terbaik 2018. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyerahkan langsung anugerah tersebut di The Alana Hotel & Convention Center Selasa (23/10) lalu. Penghargaan ini […]

  • Kampung Ramadan Kajen Tempat Berburu Takjil dan Ngabuburit

    Kampung Ramadan Kajen Tempat Berburu Takjil dan Ngabuburit

    • calendar_month Ming, 26 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 315
    • 0Komentar

      Suasana Kampung Ramadan Kajen Pati  PATI – Kampung Ramadan Kajen digelar selama 16 hari mulai tanggal 1 Ramadan. Di tempat ini menjadi pusatnya jajanan berbuka dan menjadi tempat ngabuburit favorit, seperti rebbana dan musik akustik. Pasar Ramadan yang digagas Karang Taruna Sumohadiwijayan Desa Kajen berlokasi di belakang balai desa, sekitar 50 meter dari makam […]

expand_less