Breaking News
light_mode

Ungkap Jalur Peredaran dari Papua, Polda Jateng Selamatkan 18 Burung Kasturi Kepala Hitam di Juwana

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
  • visibility 98.620

SEMARANG – Polda Jawa Tengah berhasil membongkar jaringan perdagangan satwa dilindungi yang beroperasi di kawasan Pelabuhan Juwana, Kabupaten Pati. Bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng, petugas menyelamatkan 18 ekor burung kasturi kepala hitam yang diduga akan diperjualbelikan secara ilegal, sekaligus mengamankan tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

Pengungkapan kasus tindak pidana konservasi ini dipaparkan dalam konferensi pers yang digelar di Markas Ditreskrimsus Polda Jateng, Banyumanik, Kota Semarang, pada Senin sore (4/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan kepolisian, BKSDA, dan Bidang Humas Polda Jateng.

Dirreskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Djoko Julianto, menjelaskan penyelidikan berlangsung sejak Jumat, 17 April 2026, dengan fokus pengawasan di sekitar Pelabuhan Juwana, Desa Bajomulyo.

Dari pengamatan dan pemeriksaan, petugas menemukan aktivitas penyimpanan dan pemeliharaan satwa yang tidak dilengkapi dokumen resmi yang dipersyaratkan peraturan perundang-undangan.

“Dalam kegiatan tersebut, kami bersama BKSDA berhasil mengamankan 18 ekor burung kasturi kepala hitam dalam kondisi hidup beserta barang bukti berupa kandang dan sarana pengangkutannya. Modus yang dilakukan pelaku adalah membeli satwa dilindungi tanpa dilengkapi sertifikat hasil penangkaran yang sah dari BKSDA,” jelasnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui bahwa satwa langka tersebut berasal dari wilayah Papua dan didistribusikan masuk ke Jawa Tengah melalui jalur tidak resmi. Tiga orang warga lokal Juwana dengan inisial EDP (25), BES (26), dan G (39) diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka.

Saat ini ketiganya masih menjalani proses penyidikan, dan kepolisian terus mendalami keterlibatan pihak lain yang kemungkinan menjadi bagian dari jaringan yang lebih luas.

“Ketiga tersangka saat ini telah diamankan dan masih menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Kami juga masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam jaringan peredaran satwa ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BKSDA Jawa Tengah, Dyah Sulistyari, menyampaikan apresiasi atas kerja cepat dan baik yang ditunjukkan oleh jajaran kepolisian. Ia menilai kerja sama ini menjadi contoh sinergi positif dalam upaya melindungi kekayaan alam hayati Indonesia.

“Kami mengapresiasi upaya Polda Jawa Tengah dalam menertibkan peredaran satwa liar ilegal. Ini merupakan bentuk sinergi yang baik antara BKSDA dan kepolisian dalam menjaga kelestarian sumber daya alam hayati,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa praktik perdagangan semacam ini tidak hanya merugikan secara materi, namun membawa dampak serius bagi keseimbangan lingkungan dan ekosistem.

Adapun burung kasturi kepala hitam termasuk satwa yang mendapatkan perlindungan ketat karena perannya dalam menjaga keberagaman hayati di habitat aslinya.

Saat ini seluruh satwa yang diselamatkan mendapatkan perawatan intensif di bawah pengawasan dokter hewan di lingkungan BKSDA, sebelum rencananya akan dikembalikan ke alam liar.

“Satwa-satwa tersebut saat ini diamankan di BKSDA dengan pengawasan ketat dari dokter hewan, sebelum nantinya akan dikembalikan ke habitat aslinya. Kasturi kepala hitam merupakan satwa yang dilindungi secara ketat karena memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, khususnya dalam penyebaran keanekaragaman hayati di habitatnya di Papua,” jelasnya.

Melalui konferensi pers ini, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam perdagangan maupun pemeliharaan satwa liar tanpa izin resmi.

Bagi warga yang tertarik memelihara hewan, ia menyarankan untuk mendapatkannya dari lembaga penangkaran yang telah memiliki izin dan legalitas lengkap. Masyarakat juga diimbau berperan aktif mengawasi lingkungan dan melaporkan apabila menemukan aktivitas perdagangan satwa ilegal.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memperjualbelikan satwa liar secara ilegal karena berdampak pada lingkungan. Bagi yang berminat memelihara satwa, agar memperolehnya melalui penangkar resmi, bukan dari alam liar. Apabila menemukan adanya peredaran satwa liar ilegal, segera laporkan kepada petugas agar dapat segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Dalam proses hukumnya, para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya yang telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Atas perbuatannya, mereka menghadapi ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun dan denda sebesar Rp5 miliar.

(adv)

Editor : Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Jepara Gagas Demplot Buah Durian Lokal

    Bupati Jepara Gagas Demplot Buah Durian Lokal

    • calendar_month Rab, 5 Des 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 472
    • 0Komentar

    Bupati Jepara Ahmad Marzuqi sedang melihat buah durian lokal JeparaFOTO : KOMINFO JEPARA  JEPARA – Demontration Plot (Demplot) lahan percontohan budidaya buah durian lokal Jepara diharapkan bisa diwujudkan. Hal itu diungkapkan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi saat meninjau pameran durian di Alun-alun Kabupaten Jepara, Rabu (5/12/2018). Menurutnya, hal itu sangat dibutuhkan, melihat saat ini populasi durian lokal […]

  • Ketua DPRD Pati Tekankan Pentingnya Kerja Sama untuk Atasi Banjir

    Ketua DPRD Pati Tekankan Pentingnya Kerja Sama untuk Atasi Banjir

    • calendar_month Kam, 24 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 397
    • 0Komentar

    PATI – Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, mendesak penanganan banjir yang kerap melanda daerahnya. Beliau menekankan perlunya solusi jangka panjang untuk mengatasi bencana tahunan ini yang berdampak luas terhadap petani, masyarakat, dan pelaku usaha. “Penanganan jangka panjang harus benar-benar dipikirkan bersama. Kami sangat berharap ada langkah konkret ke arah sana,” tegasnya. Ali menambahkan, penanganan […]

  • DPRD Pati Minta Tambah Anggaran Sidak untuk Awasi Proyek Infrastruktur

    DPRD Pati Minta Tambah Anggaran Sidak untuk Awasi Proyek Infrastruktur

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 500
    • 0Komentar

    PATI – Komisi C DPRD Kabupaten Pati bergerak cepat menindaklanjuti ambrolnya jembatan di Dukuh Kudur, Desa Pelemgede, Kecamatan Pucakwangi, dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Jumat (24/10/2025). Jembatan yang baru saja selesai diperbaiki itu ambrol setelah diguyur hujan beberapa hari terakhir. Sidak ini dilakukan menyusul viralnya video ambrolnya jembatan di media sosial sejak Kamis (23/10/2025) […]

  • Belajar Asam Garam Kehidupan dan Cinta

    Belajar Asam Garam Kehidupan dan Cinta

    • calendar_month Jum, 8 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Membaca novel adik sastrawan kondang Pramoedya Ananto Toer ini kita tak hanya mendapat cerita-cerita belaka. Novel berlabel 18+ ini menyuguhkan realita hidup yang tak selalu mulus. Hidup penuh dengan dinamika yang harus dan mau tidak mau dilakoni manusia. Soes, panggilan akrab penulis novel ini bercerita tentang Thomas. Pemuda yang sedang mereguk ilmu ekonomi politik di […]

  • Polisi Ungkap Pabrik Mie Basah Berbahaya dengan Bahan Formalin di Boyolali

    Polisi Ungkap Pabrik Mie Basah Berbahaya dengan Bahan Formalin di Boyolali

    • calendar_month Rab, 11 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.128
    • 0Komentar

    SEMARANG – Satgas Pangan yang berada di bawah Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah telah berhasil mengungkap kasus produksi mie basah yang menggunakan formalin (formaldehida) sebagai bahan tambahan di Kabupaten Boyolali. Kasus ini mulai terungkap setelah pihak kepolisian menerima informasi dari masyarakat pada tanggal 4 Maret 2026, yang menyatakan adanya dugaan peredaran mie […]

  • DPRD Pati: BPD Harus Punya Kapasitas dan Sinergi dengan Pemerintah Desa 

    DPRD Pati: BPD Harus Punya Kapasitas dan Sinergi dengan Pemerintah Desa 

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 343
    • 0Komentar

    PATI – Dalam upaya untuk terus membangun masyarakat desa di Pati, DPRD Pati menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Badan Pengawas Desa (BPD) se-Kabupaten Pati. Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas BPD dalam menjalankan fungsinya sebagai pengawas pemerintahan desa. Ketua sementara DPRD Pati, Ali Badrudin, menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan Bimtek ini. Ia berharap BPD dapat menjalankan […]

expand_less