Dua Kali Kalah Beruntun di Fase Krusial, Pemain Persijap Jepara Butuh Pemulihan Mental
- account_circle Redaksi
- calendar_month 58 menit yang lalu
- visibility 55

Ilustrasi pemain Persijap Jepara Diogo Brito berduel dengan pemain Persija.
JEPARA – Persijap Jepara kalah 2 – 0 saat menjamu Persija Jakarta, Senin (4/5) di Stadion Gelora Bumi Kartini.
Kekalahan ini secara tidak langsung menjadi pukulan telak bagi mentalitas pemain Persijap Jepara.
Sebab ini menjadi kekalahan kedua secara beruntun di fase krusial untuk bertahan di Super League.
Setelah sebelumnya membukukan tiga kemenangan beruntun saat mengalahkan Bhayangkara FC, Semen Padang dan PSBS Biak.
Putusnya trend positif harus cepat ditangani oleh tim pelatih, tidak hanya dari sisi teknis taktikal permainan.
Akan tetapi perlu upaya non teknis untuk mengembalikan kepercayaan diri, dan mentalitas para pemain Persijap.
Terlebih kekalahan atas Persija Jakarta juga tidak lepas dari adanya kesalahan fatal yang berujung gol pembuka bagi tim tamu.
Tanpa bermaksud menghujat Wahyudi Hamisi, tentu kita melihat ada satu momen yang seharusnya tidak terjadi dalam sebuah pertandingan yang sudah disepakati sebagai sebuah laga “final” ini.
Momen ketika bola sudah direbut, kemudian keluar gestur entah apa kepada pemain lawan. Lalu berujung pasa salah passing yang (mohon maaf) memalukan, dimana akhirnya berujung menjadi gol bagi tim tamu.
Andai tidak terjadi gol di menit ke 64 itu, barangkali Persijap bisa mengantongi 1 poin dalam pertandingan yang berat melawan tim dengan kedalaman skuad yang sangat baik seperti Persija itu.
Tapi nasi sudah menjadi bubur, penyesalan tiada arti. Pilihan terbaik adalah fokus ke pertandingan berikutnya untuk mencuri poin.
Tentu dengan komitmen memperbaiki kesalahan, dan bisa menjaga fokus bertanding dengan baik.
Disamping itu, tim pelatih agaknya perlu mempertimbangkan adanya pemulihan psikologi dan mental para pemain.
Tiga pertandingan tersisa yang akan terasa sangat mendebarkan. Tapi tentu kita semua sepakat bahwa as aitu masih ada.
- Penulis: Redaksi

