Breaking News
light_mode

DPRD Perjuangkan Penyesuaian Honor, P3K Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
  • visibility 98.542

PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pati mendesak adanya penyesuaian besaran honor bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau P3K paruh waktu.

Besaran yang diterima saat ini dinilai masih terlalu rendah dan jauh dari standar layak, sehingga perlu segera ditinjau ulang.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua II DPRD Pati, Bambang Susilo, usai menggelar audiensi bersama perwakilan tenaga P3K paruh waktu.

Dalam pertemuan tersebut, persoalan penghasilan menjadi isu utama yang disampaikan dan dikeluhkan oleh para tenaga kerja tersebut.

“Keluhan utama tadi soal honor. Selama ini ada yang hanya menerima Rp500 ribu, bahkan ada yang kurang. Ini tentu sangat memprihatinkan,” ujarnya.

Menyikapi kondisi tersebut, politisi dari Fraksi PKB ini menegaskan bahwa pihaknya akan berjuang keras agar terjadi peningkatan yang signifikan.

Target yang ditetapkan adalah agar honor mereka naik hingga mendekati atau mencapai angka Rp1 juta. Meski jika kemampuan keuangan daerah belum memadai untuk memenuhi target tersebut sekaligus, kenaikan tetap harus dilakukan dan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dalam kondisi saat ini.

“Kami akan dorong agar bisa naik minimal Rp1 juta. Jika kondisi anggaran belum memungkinkan, setidaknya harus ada kenaikan. Tidak bisa dibiarkan seperti sekarang,” tegasnya.

Bambang menekankan bahwa peran tenaga P3K paruh waktu, khususnya yang bertugas di bidang pendidikan dan kesehatan, sangat vital.

Mereka menjadi garda terdepan dan ujung tombak dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Oleh karena itu, perhatian terhadap kesejahteraan mereka adalah hal mutlak, karena kondisi ekonomi yang kurang baik dikhawatirkan akan berpengaruh langsung terhadap semangat kerja dan kualitas layanan yang diberikan.

“Mereka merupakan ujung tombak pelayanan, terutama guru dan tenaga kesehatan. Jika kesejahteraannya tidak diperhatikan, tentu akan berdampak pada kualitas layanan,” jelasnya.

Sebagai bentuk komitmen, DPRD Pati akan terus mengawal pembahasan ini dan memastikan perbaikan kesejahteraan tenaga P3K paruh waktu dimasukkan sebagai salah satu prioritas utama dalam penyusunan dan penetapan kebijakan serta anggaran daerah di masa mendatang.

(adv)

Editor : Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alexis Gomez dan Iker Guarrotxena berlatih jelang duel Persijap vs Borneo FC.

    Jamu Borneo FC, Persijap Jepara Target Tutup Laga Kandang Terakhir dengan Manis

    • calendar_month Ming, 17 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.072
    • 0Komentar

    JEPARA – Langkah Borneo FC Samarinda untuk meraih gelar juara Super League 2025/2026 dipastikan tidak akan mudah. Tuan rumah Persijap Jepara menegaskan siap memberikan perlawanan sengit saat kedua tim bertemu pada pekan ke-33 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Minggu (17/5/2026) pukul 19.00 WIB. Meski telah memastikan diri aman dari ancaman degradasi, Laskar Kalinyamat tidak ingin […]

  • Jokowi Dijadwalkan Hadiri Muktamar JATMI

    Jokowi Dijadwalkan Hadiri Muktamar JATMI

    • calendar_month Kam, 8 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Pembukaan muktamar Jam’iyyah Ahli Thoriqoh Mu’tabaroh Indonesia (JATMI) rencananya bakal dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, muktamar sendiri akan dilaksanakan di Ponpes AKN Marzuqi Dukuhseti Pati, pada, Sabtu (10 Maret 2018) mendatang. Hal itu disampaikan Ketua Umum JATMI, Abdul Rauf saat berkunjung di Ponpes AKN Marzuqi, Slempung, Dukuhseti, Pati, Selasa (6 Februari […]

  • Perempuan Haid Boleh Ngajar Al Quran di Masjid

    Perempuan Haid Boleh Ngajar Al Quran di Masjid

    • calendar_month Kam, 18 Okt 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Suasana bahtsul masail yang diselenggarakan MWC NU Trangkil Kabupaten Pati Perempuan yang sedang haid atau menstruasi, boleh mengajar Al Quran di masjid. Kesimpulan itu didapat saat Bahtsul Masail Diniyah Wayiiyah yang diselenggarakan MWC NU Trangkil Kabupaten Pati baru-baru ini. Ada beberapa poin keputusan yang diambil dalam diskusi khas kaum nahdiyin tersebut. Pertama, pembelajaran TPQ di […]

  • PKS Pati Konsolidasi Pemenangan Wahyu – Suharyono : Tidak Mungkin Pati Maju Kalau Calonnya Saja Tidak Bersih

    PKS Pati Konsolidasi Pemenangan Wahyu – Suharyono : Tidak Mungkin Pati Maju Kalau Calonnya Saja Tidak Bersih

    • calendar_month Sen, 30 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 246
    • 0Komentar

    PATI – DPD PKS Kabupaten Pati menggelar konsolidasi untuk memenangkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Wahyu Indriyanto dan Suharyono dalam Pilkada 2024 pada Minggu (29/09/2024). Acara yang dihadiri ratusan kader PKS ini berlangsung di Rumah Khidmat Kantor DPD PKS Pati, Jalan Dr. Susanto Ngipik Pati Kota. Hadir dalam acara ini para pengurus DPD PKS, […]

  • Gurih dan Bikin Nagih Lontong Tahu Telur Gimbal khas Kudus

    Gurih dan Bikin Nagih Lontong Tahu Telur Gimbal khas Kudus

    • calendar_month Sel, 13 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 318
    • 0Komentar

      Lontong tahu telur khas Kudus yang gurih/ @kuduskulineran Ada banyak pilihan kulineran di Kudus. Salah satunya menikmati kelezatan Lontong tahu telur dengan potongan gimbal udang yang gurih dan kriuk-kriuk. KUDUS – Mampir ke Kota Kudus jangan lupa kulineran. Ada beragam sajian kuliner khas Kota Kretek yang memiliki rasa unik yang pastinya ngangeni. Salah satu […]

  • PMII Pati Kecam Kenaikan PBB 250 Persen, Buka Posko Aduan

    PMII Pati Kecam Kenaikan PBB 250 Persen, Buka Posko Aduan

    • calendar_month Kam, 29 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 195
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen pada tahun 2025. Kebijakan ini, yang bertujuan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik, menuai kecaman dari berbagai pihak, terutama dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pati dan Ikatan Alumni PMII (IKA-PMII) Pati. […]

expand_less