Menyemai Semangat Literasi Anak-Anak di Desa Kaliputu, Sinergi Mahasiswa Psikologi UMK dan Sanggar Tari RASTI
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 46 menit yang lalu
- visibility 98.305

Sanggar Tari RASTI, Desa Kaliputu, Kecamatan Kota Kudus
KUDUS – Suasana Sanggar Tari RASTI Desa Kaliputu Kecamatan Kota Kudus, tampak berbeda dari biasanya. Jika pertemuan mingguan biasanya diisi dengan latihan menari, hari ini anak-anak tampak antusias mengikuti rangkaian permainan literasi, Jumat (1/5/2026).
Sejumlah mahasiswa jurusan psikologi Universitas Muria Kudus tengah menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pohon Literasi”.
Program ini dirancang untuk menumbuhkan semangat literasi anak-anak melalui pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan tersebut juga sejalan dengan visi Sanggar Tari RASTI.
Sebagaimana dikatakan oleh Ibu Wati, Ketua RT 05 RW 01 sekaligus pengelola sanggar, tempat ini dimaksudkan untuk menjadi ruang pembentukan karakter dan kreativitas anak, sekaligus menjadi alternatif positif di tengah meningkatnya penggunaan gadget pada usia dini.
Tujuh mahasiswa, Zio, Aldo, Dea, Dinda, Sherly, Happy, dan Amel tampak memandu dan memfasilitasi acara yang diikuti oleh 19 anak dari jenjang usia PAUD hingga Sekolah Dasar.
Kegiatan dibuka dengan ice breaking yang membuat anak-anak harus berpose, berdansa, maupun memperagakan gerakan sesuai instruksi. Acara kemudian dilanjutkan dengan senam ringan diiringi musik yang bersemangat.
Enam mahasiswa tersebut memperkenalkan “Pohon Literasi”, media yang dapat digunakan untuk melatih anak mencatat informasi yang diketahui dari pengalaman mereka.
Anak-anak dipandu untuk menuliskan aktivitas sehari-hari maupun cita-cita mereka dalam kertas kecil, kemudian memasukkannya dalam wadah bulat warna-warni yang digantung di Pohon Literasi.
Tidak hanya sampai situ, anak-anak juga diminta menceritakan pengalaman yang ditulis di hadapan teman-temannya.
Selain sesi diskusi di sanggar, anak-anak juga diajak melakukan walking tour dengan mengunjungi UMKM jenang milik PJ Rasa Abadi yang dikelola oleh Ibu Yuli. Kegiatan ini dirancang untuk mendekatkan literasi pengetahuan dengan pengalaman nyata yang akarab dalam kehidupan mereka. Terlebih, Desa Kaliputu dikenal sebagai salah satu sentra produksi jenang di Kudus.
Selama kunjungan, anak-anak menyaksikan langsung tangan-tangan terampil yang membungkus jenang, mengenal beragam rasa, hingga mencicipinya. Salah satu anak bahkan berkomentar spontan, “Ibuku juga bekerja seperti ini, membungkus jenang”
Agenda terakhir, anak-anak diajak menyimak dongeng bertajuk “Buaya yang Serakah” yang disampaikan oleh Ella Nailul Fitria, finalis Duta Bahasa Provinsi Jawa Tengah 2026 dari PBSI Universitas Muria Kudus. Selama cerita berlangsung, mereka tampak larut dalam alur dongeng, mengikuti setiap ekspresi, bahkan spontan menirukan suara dan gerak hewan yang diperagakan.
Begitu dongeng selesai, anak-anak diminta menuliskan amanat yang mereka tangkap, lalu memasukkan ke dalam buah di Pohon Literasi. Beberapa dari mereka juga dengan percaya diri membagikan pemahamannya. Salah satu anak menyampaikan, “Kita tidak boleh serakah, tapi harus bersyukur”.
Penulis: Ika Hana Pertiwi (Staff Pengajar Fakultas Psikologi, Universitas Muria Kudus)
- Penulis: Fatwa Fauzian

