Breaking News
light_mode

Edy Wuryanto: Jangan Biarkan Kebijakan Penonaktifan PBI JKN Rusak Target UHC Nasional

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sel, 17 Feb 2026
  • visibility 2.396

REMBANG – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mendesak pemerintah, khususnya Kementerian Sosial Republik Indonesia, untuk segera mengeluarkan kebijakan afirmatif yang ditujukan bagi kabupaten/kota yang telah berhasil mencapai Universal Health Coverage (UHC).

Desakan ini muncul sebagai langkah antisipasi agar kebijakan penonaktifan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN tidak justru menurunkan angka kepesertaan di daerah yang telah berstatus UHC.

Pernyataan ini disampaikan Edy setelah menghadiri sosialisasi bersama BPJS Kesehatan di Kabupaten Rembang pada Selasa (17/2).

Rembang sendiri dikenal sebagai salah satu daerah yang telah mencapai UHC dan menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung keberlangsungan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Edy menegaskan bahwa target UHC nasional akan tercapai jika seluruh kabupaten/kota di Indonesia mampu mencapai dan mempertahankan status UHC. Oleh karena itu, ia meminta agar setiap kebijakan yang berpotensi mengurangi jumlah kepesertaan di daerah harus diantisipasi dengan serius.

“Target UHC nasional itu akumulasi dari capaian UHC di daerah. Kalau daerah yang sudah UHC kepesertaannya turun akibat penonaktifan PBI, maka ini bisa mengganggu pencapaian target nasional,” ujar dia.

Lebih lanjut, Edy mengingatkan bahwa keputusan menonaktifkan PBI JKN berpotensi menyebabkan penurunan jumlah peserta aktif, terutama di daerah yang selama ini telah bekerja keras memastikan hampir seluruh warganya terdaftar dalam program JKN. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menurunkan persentase cakupan dan bahkan berisiko menggeser status UHC yang sudah dicapai.

Legislator dari Dapil Jawa Tengah III ini berpendapat bahwa daerah yang sudah UHC tidak dapat disamakan dengan daerah yang belum mencapai cakupan semesta.

Diperlukan kebijakan afirmatif sebagai bentuk perlindungan atas pencapaian tersebut. Ini mencakup mekanisme transisi yang lebih adaptif, sinkronisasi data yang lebih akurat, dan koordinasi yang intensif antara pemerintah pusat dan daerah sebelum penonaktifan PBI dilakukan.

Kabupaten Rembang, lanjut Edy, dapat dijadikan contoh komitmen daerah dalam menjaga status UHC. Pada tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Rembang mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar khusus untuk mendukung pembiayaan PBI daerah. Angka ini menunjukkan adanya political will yang kuat untuk memastikan seluruh masyarakat tetap mendapatkan jaminan kesehatan.

“Daerah sudah berupaya keras dan bahkan menyiapkan anggaran besar. Maka pemerintah pusat harus memberikan afirmasi kebijakan khusus agar status UHC tetap terjaga. Jangan sampai kebijakan administratif justru membuat kepesertaan turun dan merugikan masyarakat,” tegasnya.

Sebagai perwakilan Komisi IX DPR RI, Edy berjanji akan terus mengawal kebijakan ini melalui fungsi pengawasannya. Hal ini sebagai upaya untuk menjaga dan memperluas cakupan JKN agar tetap sejalan dengan semangat menghadirkan perlindungan kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sungai Silugonggo Disulap Jadi Wisata Bestari, DPRD Pati Beri Apresiasi

    Sungai Silugonggo Disulap Jadi Wisata Bestari, DPRD Pati Beri Apresiasi

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 278
    • 0Komentar

    PATI – Desa-desa di Kabupaten Pati yang memiliki potensi wisata didorong untuk semakin aktif dalam pengembangannya. Hal ini seiring dengan munculnya kreativitas warga dalam memanfaatkan potensi desa menjadi destinasi wisata yang menarik. Salah satu contohnya adalah Desa Sugiharjo, Kecamatan Pati Kota, yang berhasil menyulap bantaran Sungai Silugonggo atau Sungai Juwana menjadi tempat wisata bernama “Wisata […]

  • Wakil ketua DPRD Pati : Kopdes merah putih harus segera beroperasi

    Wakil ketua DPRD Pati : Kopdes merah putih harus segera beroperasi

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 298
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendesak agar Koperasi Merah Putih segera beroperasi. Saat ini, tercatat ada 406 koperasi yang tersebar di berbagai desa dan kelurahan di Kabupaten Pati. Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pati, Bambang Susilo, menyampaikan bahwa pihaknya meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk menginstruksikan pemerintah desa agar segera mengoperasikan […]

  • Laskar Saridin Raih Poin Penting, Lolos dari Degradasi Liga Nusantara

    Laskar Saridin Raih Poin Penting, Lolos dari Degradasi Liga Nusantara

    • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.848
    • 0Komentar

    PATI – Persipa Pati sukses meraih kemenangan penting dengan skor akhir 0-3 atas PSDS Deli Serdang dalam laga Liga Nusantara yang berlangsung pada Sabtu (24/1/2026). Tiga gol dicetak oleh Farrel Arya, Andika Reza, dan Syarif Rafa. Kemenangan ini menjadi kunci bagi Laskar Saridin untuk menghindari degradasi dan tetap bertahan di kompetisi pada musim depan. Coach […]

  • DPRD Pati Usulkan Pengelolaan Serius Potensi Wisata Gua Larangan

    DPRD Pati Usulkan Pengelolaan Serius Potensi Wisata Gua Larangan

    • calendar_month Sel, 29 Sep 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102.622
    • 0Komentar

    PATI – Kawasan Gua Larangan yang berada di Desa Larangan, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata alam. Namun, hingga kini potensi gua yang berada di kawasan Pegunungan Kendeng tersebut dinilai belum dimanfaatkan secara optimal. Anggota DPRD Kabupaten Pati Warsiti menyebut Gua Larangan mempunyai karakteristik alam yang cukup unik. […]

  • DPRD Pati Tekankan Pemanfaatan Maksimal Bankeu Sarpras Rp44,35 Miliar

    DPRD Pati Tekankan Pemanfaatan Maksimal Bankeu Sarpras Rp44,35 Miliar

    • calendar_month Kam, 22 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 289
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati berharap Bantuan Keuangan (Bankeu) sarana dan prasarana (sarpras) senilai Rp44,35 miliar dapat dimaksimalkan penggunaannya oleh desa-desa penerima. Ketua Komisi C DPRD Pati, Joni Kurnianto, menekankan pentingnya bankeu ini untuk perawatan lingkungan dan infrastruktur desa. “Bankeu desa memang dibutuhkan untuk perawatan lingkungan dan infrastruktur,” ujar dia. Ia […]

  • Tinjau Sungai Tercemar di Kecamatan Margoyoso, Plt Bupati Pati: Sumber Masalah Harus Diselesaikan, Bukan Hanya Pembersihan

    Tinjau Sungai Tercemar di Kecamatan Margoyoso, Plt Bupati Pati: Sumber Masalah Harus Diselesaikan, Bukan Hanya Pembersihan

    • calendar_month Ming, 16 Agu 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 101.681
    • 0Komentar

    PATI – Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra meninjau langsung kondisi Sungai Bango di Desa Bulumanis Lor, Kecamatan Margoyoso, Sabtu (15/8/2026). Kunjungan ini dilakukan setelah ditemukan kembali tumpukan sampah serta dugaan limbah industri tapioka di sepanjang aliran sungai, padahal pembersihan telah dilaksanakan pada rentang Juni hingga Juli lalu. Peninjauan berlangsung bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum […]

expand_less