Breaking News
light_mode

Syahadah, Kesaksian, dan Kenyataan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 21 Mei 2019
  • visibility 255


Suluk
Maleman pada edisi ke 89 di bulan Ramadan kali ini kembali mengajak untuk
mengulik makna syahadah. Konsep syahadah yang tak sekadar ucapan lisan menjadi
sentilan tersendiri bagi warga yang datang dalam ngaji budaya tersebut.

Sabrang
Mowo Damar Panuluh bahkan membuka dialog dengan menyebut jika syahadah menjadi
suatu fondasi sebuah sistem dalam berkehidupan. Baginya konsep dari syahadat
adalah sebuah kepercayaan. Dan rasa percaya itulah yang kemudian menjadi hakim
dalam perjalanan.

“Misalnya
kita mau ke Jogja tapi tidak tahu jalan. Akhirnya kita percayakan pada Google
Maps. Dan kita akhirnya bisa menemukan titik tersebut. Begitu pula dalam
memulai perjalanan kita berikrar dan menjalankan sistem dengan konsep syahadat
tersebut,” terang pria yang karib disapa Noe Letto ini.

Anis
Sholeh Baasyin menambahkan, banyaknya manusia yang terjebak pada sesuatu yang
formal dan hanya lisan kerap membuat penurunan drastis dalam sikap keagamaan.
Bersyahadat dikatakannya tak hanya dilakukan dengan lisan namun harus dengan
keseluruhan daya dan upaya.

“Syahadat
lebih bagaimana membuktikan kebenaran Allah dan wujud paling mulia adalah Rasullulah.
Tak punya tujuan selain Allah dan citra terbaik adalah Rasullullah,” terangnya.

Dengan
konsep tersebut, maka secara batin akan bersaksi sedangkan dalam hidup selalu
berorientasi meneladani Rasulullah. Jika hal tersebut dialkukan maka sama
halnya bersyahadat dari detik ke detik dan dari waktu ke waktu

“Kita
menjadikan Rasulullah sebagai panutan utama. Dan kalau menggunakan tolak ukur
tertinggi kita pasti akan merasa kurang. Hal itulah yang kemudian menjaga agar
kita tak pernah merasa sombong. Karena pasti selalu dibawah dari panutan
tersebut,” terangnya.

Dia
pun menceritakan seorang ulama besar yang tengah berangkat haji tiba-tiba
bermimpi melihat malaikat. Dari mimpinya disebutkan ada seorang sosok bernama Ali
Muwafiq dari Damaskus yang dikatakan merupakan haji yang paling mabrur.

“Karena
penasaran akhirnya dicarilah sosok tersebut. Rupanya yang bernama Ali Muwafiq
itu seorang tukang sol sepatu. Saat itu sendiri tidak sedang beribadah haji,” ujarnya.

Lantaran
rasa penasaran itulah akhirnya ditanyakan. Ternyata sosok tukang sol itu tak
jadi berangkat haji lantaran uang yang telah ditabungnya bertahun-tahun
diberikan kepada seorang tetangganya.

“Dia
terketuk hatinya karena tetangganya rupanya tengah memasak bangkai lantaran
tidak memiliki harta lagi untuk memberikan makan kepada anak-anaknya. Meskipun
tak jadi berangkat haji, dia rupanya disebutkan haji yang paling mabrur. Yang
dilakukannya bentuk syahadat yang terbaik,” terangnya.

KH.
Ahmad Nadhif Abdul Mudjib memandang jika makna syahadah harus diaktualisasikan
sebagai keterbutuhan dan kerapuhan manusia yang bersifat asli. Sedangkan segala
kesempurnaan hanyalah milikNya. Namun seringkali manusia justru lupa bahwa
sesungguhnya berasal dari ketiadaan yang diadakan oleh yang Maha Ada.

“Dengan
konsep itulah kita akan mengakui kehambaan menjadi bentuk pembebasan paling
total. Kita akan lebih waspada,” terangnya.

Lucunya,
Gus Nadhif justru menyentil akan banyaknya sikap lupa yang justru menghamba
pada sesuatu yang bersifat material. Seperti menghamba jabatan maupun segala
hal yang bersifat duniawi lainnya.

“Seperti
orang bersodaqoh saat mau nyaleg. Lha ini yang merintah sodaqoh kursi mau, tapi
kalau diperintah sama Tuhan tidak mau. Mbah Abdullah, kakek KH. Abdullah
Salam-Kajen, setiap pagi melihat di rumah putranya ada tumpukan beras di rumah,
lantas  menyindir: wah pantas hidupmu
tentram, wong sudah ditemani tumpukan berhala. Dengan cara tersebut beliau mengingatkan
agar putra-putranya lebih waspada munculnya keterikatan pada selain Allah,” terangnya.

Karena
keterlupaan itu pulalah yang kemudian seringkali membuat manusia sering menjambret
kewenangan Allah. Banyak orang yang begitu mudah mengkafirkan. Padahal manusia
disebutkannya hanya sebagai penyeru bukan menghakimi, hakim hanyalah Allah. Diapun
mengingatkan agar lebih baik keliru menganggap orang itu muslim daripada salah
menganggap kafir.

“Secara
sederhana kebenaran ada dua yakni objektif mutlak dan nisbi. Kalau kebenaran
nisbi pendapatku bagiku benar tapi masih mungkin salah sedangkan pendapat orang
lain bagiku salah tapi masih mengandung kebenaran. Berbeda dengan kebenaran
mutlak. Meskipun kebenaran tetap tidak boleh dipaksakan kepada orang lain,” terangnya.

Terkait
hal tersebut Noe pun memiliki analogi yang begitu menarik. Dia mengibaratkan
sesama manusia selayaknya sesama siswa dalam satu kelas.

“Tentunya
sesama siswa tidak bisa mengisi rapot temannya. Sesama siswa harus sibuk
bersih-bersih kelas. Tidak menunjuk orang tapi wani tandang resik-resik kelas,”
tambahnya. (ars)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalan Panglima Sudirman Jadi Lokasi Uji Coba E-Parkir, DPRD Pati Berharap Mudahkan Pengguna

    Jalan Panglima Sudirman Jadi Lokasi Uji Coba E-Parkir, DPRD Pati Berharap Mudahkan Pengguna

    • calendar_month Sel, 31 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.926
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati akan meluncurkan pilot project pembayaran parkir non tunai di 7 titik lokasi sepanjang Jalan Panglima Sudirman, bekerja sama dengan Bank Jateng melalui penerapan sistem QRIS. Program ini sejalan dengan amanat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional (Dalops) Dinas […]

  • Persijap Jepara jadi Lumbung Gol Bhayangkara FC, Apa yang Salah ?

    Persijap Jepara jadi Lumbung Gol Bhayangkara FC, Apa yang Salah ?

    • calendar_month Kam, 23 Jan 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 295
    • 0Komentar

    JEPARA – Persijap Jepara memulai babak 8 besar Liga 2 musim 2024/2025 dengan hasil buruk. Karena dibantai Bhayangkara FC dengan skor 3 – 0 di Stadion Pakansari Bogor, (21/1/2025). Selain kalah telak dan tak mampu mencetak sebiji gol pun, secara permainan Persijap tampil sangat buruk. Anak asuh Widodo C Putro dibombardir selama 2 x 45 […]

  • Bupati Pati Apresiasi Inovasi Petani Ronggo, Dorong Pemanfaatan Lahan Kering dan Infrastruktur

    Bupati Pati Apresiasi Inovasi Petani Ronggo, Dorong Pemanfaatan Lahan Kering dan Infrastruktur

    • calendar_month Jum, 3 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 383
    • 0Komentar

    PATI – Bupati Pati, Sudewo, menyambut baik terobosan yang digagas oleh Kelompok Tani Desa Ronggo, Kecamatan Jaken, dalam upaya meningkatkan produktivitas lahan kering. Pertemuan audiensi yang dipimpin oleh Sudargo dari kelompok tani tersebut berlangsung di Kantor Bupati Pati, fokus pada strategi penanaman padi dan pengembangan komoditas tembakau di lahan kering. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sudewo […]

  • Ketua DPRD Pati Dorong Pelestarian Kawasan Pesisir untuk Mencegah Bencana

    Ketua DPRD Pati Dorong Pelestarian Kawasan Pesisir untuk Mencegah Bencana

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 295
    • 0Komentar

    PATI – Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, menekankan pentingnya pelestarian kawasan pesisir untuk menjaga ekosistem dan mencegah potensi bencana. Hal ini disampaikan dalam sebuah pernyataan terkait kondisi pesisir di Kabupaten Pati yang memiliki garis pantai sepanjang 60 kilometer. “Kawasan pesisir harus dijaga kelestariannya. Masyarakat sekitar khususnya bersama dengan pihak-pihak terkait harus bersinergi untuk melestarikan kawasan […]

  • Sudewo Tinjau Langsung Pembangunan Jembatan Desa Karaban

    Sudewo Tinjau Langsung Pembangunan Jembatan Desa Karaban

    • calendar_month Ming, 27 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 240
    • 0Komentar

    PATI – Bupati Pati, Sudewo, meninjau langsung pembangunan jembatan di Desa Karaban, Kecamatan Gabus, Minggu (27/7). Jembatan sepanjang 14,8 meter ini merupakan proyek prioritas Pemkab Pati untuk meningkatkan akses transportasi antar desa, khususnya Desa Tlogoayu, Karaban, dan Wuwur, serta menunjang distribusi hasil pertanian. Sebelumnya, jembatan hanya selebar 2 meter dan posisinya rendah, rawan tersumbat sampah […]

  • Jadwal Lengkap Persiku Kudus di Putaran Ketiga Pegadaian Championship 2026

    Jadwal Lengkap Persiku Kudus di Putaran Ketiga Pegadaian Championship 2026

    • calendar_month Kam, 12 Feb 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.566
    • 0Komentar

    KUDUS – Persiku Kudus bersiap menghadapi putaran ketiga kompetisi Pegadaian Championship 2026dengan sejumlah laga penting yang akan menguji konsistensi tim berjuluk Macan Muria tersebut. Memasuki fase krusial kompetisi, Persiku dijadwalkan melakoni sembilan pertandingan melawan tim-tim kuat dari berbagai daerah. Dukungan suporter diharapkan mampu menjadi energi tambahan bagi skuad Persiku untuk meraih hasil maksimal. Berikut jadwal […]

expand_less