Sungai Juwana Mengalami Pendangkalan, Ketua DPRD Pati Minta Solusi Jangka Panjang
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 24.621

Ali Badrudin, Ketua DPRD Pati
PATI – Masalah banjir yang kerap melanda berbagai wilayah di Kabupaten Pati hingga kini belum menemukan titik terang. Berbagai upaya penanganan yang dilakukan dinilai masih bersifat sementara dan belum menyentuh akar persoalan, salah satunya karena rencana normalisasi aliran sungai yang sudah lama diusulkan belum kunjung terealisasi.
Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, menegaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa lagi dilakukan secara parsial atau setengah hati. Dibutuhkan langkah-langkah besar dan terstruktur, di mana peran serta pemerintah pusat menjadi faktor penentu keberhasilannya.
“Penanganan banjir di Pati harus melalui normalisasi sungai secara total, dan itu membutuhkan campur tangan pemerintah pusat,” tegasnya.
Menurut Ali, pengerjaan yang hanya dilakukan di sebagian titik saja tidak akan memberikan hasil maksimal. Justru pendekatan demikian dikhawatirkan hanya akan memindahkan titik rawan banjir ke wilayah lain, terutama di bagian hilir aliran sungai.
Kondisi Sungai Juwana menjadi contoh nyata yang perlu mendapatkan perhatian serius. Sungai utama ini kini mengalami pendangkalan yang cukup parah, sehingga kemampuan menampung dan mengalirkan air pun menurun drastis. Padahal, fungsi sungai ini sangat vital karena menjadi jalur pembuangan air dari berbagai daerah tetangga.
“Sungai Juwana ini menjadi tumpuan dari empat kabupaten, yakni Kudus, Demak, Grobogan, dan Pati. Kalau terjadi pendangkalan, dampaknya luas ke wilayah lain,” jelasnya.
Untuk mengatasi hal ini, Ali mendorong tersusunnya perencanaan yang terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah. Selain normalisasi menyeluruh, pembangunan sungai sudetan juga diusulkan sebagai salah satu solusi strategis yang mampu memberikan manfaat jangka panjang.
Ia berharap koordinasi lintas instansi dan lintas wilayah segera dijalankan. Dengan demikian, penanganan banjir tidak lagi hanya mengandalkan langkah darurat saat musim hujan tiba, melainkan benar-benar mampu menekan risiko bencana secara signifikan di masa mendatang.
(adv)
Editor : Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

