Breaking News
light_mode

Sosialisasi Bahaya Pernikahan Dini dan Stunting di SMPN 1 Jaken, Pati

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Rab, 21 Agu 2024
  • visibility 256

PATI – SMPN 1 Jaken, Kabupaten Pati, tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga peduli terhadap isu sosial seperti pernikahan dini dan stunting.

Hal ini terlihat dari kegiatan sosialisasi yang diadakan pada Rabu (21/08/2024) di aula sekolah, yang diikuti oleh kurang lebih 145 siswa kelas IX.

Sosialisasi yang bertema “Bahaya Pernikahan Dini dan Stunting” ini menghadirkan pemateri dari Penyuluh Agama Islam Kecamatan Jaken dan Gembong.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran siswa akan bahaya fisik dan psikologis akibat pernikahan di bawah umur.

Sutrisno, salah satu pemateri, mengungkapkan keprihatinan terhadap tingginya angka pernikahan dini dan perceraian di Kabupaten Pati, yang bahkan melibatkan siswa SMP.

Sutrisno, pemateri mengatakan, kegiatan ini diinisiasi akibat keprihatinan para penyuluh terhadap angka pernikahan dini dan angka perceraian akibat nikah bocah di Kabupaten Pati.

“Masalah-masalah pernikahan dini ini nyata ada disekitar kita. Di Kabupaten Pati setiap tahunnya paling tidak ada 300-400 anak dibawah umur mengajukan dispensasi nikah,” ujar dia.

Sosialisasi ini dianggap penting karena banyaknya kasus pernikahan dibawah umur berbanding lurus dengan angka perceraian di Kabupaten Pati.

“Syarat menikah di KUA saat ini minimal 19 tahun baik untuk pria dan wanita. Di bawah itu secara fisik dan mental belum dianggap siap. Hal ini yang memicu perceraian pengantin anak, ” paparnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Jaken, Slamet Suladi, menyambut baik kegiatan sosialisasi ini. Ia mengakui bahwa budaya pacaran di kalangan siswa SMP semakin marak, sehingga sosialisasi tentang bahaya pernikahan dini sangat penting.

“Yang menjadi sorotan disini, masih SMP sudah banyak yang pacaran. Semoga materi yang disampaikan penyuluh mampu diresapi oleh anak-anak dan diamalkan, ” ungkapnya.

Editor: Fatwa 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaga Kamtibmas Polres Jepara Amankan Ratusan Botol Miras di Keling dan Donorojo

    Jaga Kamtibmas Polres Jepara Amankan Ratusan Botol Miras di Keling dan Donorojo

    • calendar_month Ming, 2 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 292
    • 0Komentar

    Polres Jepara mengamankan ratusan botol miras di wilayah Keling dan Donorojo  Ratusan botol miras diamankan Polres Jepara. Operasi ini dilakukan demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.  JEPARA – Operasi Bina Kusuma Candi 2023 masih berlanjut. Hingga hari ini, Sabtu (01/04/2023), Satuan Samapta Polres Jepara kembali mengamankan Minuman Keras (Miras). Satuan Samapta Polres Jepara Polda Jateng […]

  • DPO Penganiayaan Diciduk Saat Pulang Lebaran

    DPO Penganiayaan Diciduk Saat Pulang Lebaran

    • calendar_month Sel, 19 Jun 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 296
    • 0Komentar

    UNGKAP KASUS : Kapolsek Sukolilo Iptu Supriyono bersama tersangka Sukarno, 37, (tengah)  PATI – Sebulan menjadi buron, Sukarno alias Mukeri, 37, akhirnya berhasil diringkus jajaran Polsek Sukolilo kemarin (18/6/2018). Warga Dukuh Gadingan, Desa Kedungwinong, Kecamatan Sukolilo ini ditangkap di jalan arah Sukolilo – Kayen, setelah ditetapkan sebagaui daftar pencarian orang (DPO) dan diketahui pulang untuk […]

  • Pansus Hak Angket DPRD Pati: Menyelidiki Dugaan Pelanggaran, Ini Rincian Tugasnya!

    Pansus Hak Angket DPRD Pati: Menyelidiki Dugaan Pelanggaran, Ini Rincian Tugasnya!

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 262
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati secara resmi membentuk Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket pada hari Rabu, 13 Agustus 2025. Pembentukan Pansus ini bertujuan untuk menyelidiki dugaan pelanggaran sumpah/janji jabatan yang dilakukan oleh Bupati Pati, Sudewo. Pansus Hak Angket ini diketuai oleh Teguh Bandang Waluyo dari Fraksi PDIP, dan telah aktif melakukan […]

  • Anggota DPRD Pati Narso Gugah Kesadaran Masyarakat untuk Penghijauan

    Anggota DPRD Pati Narso Gugah Kesadaran Masyarakat untuk Penghijauan

    • calendar_month Sen, 21 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.078
    • 0Komentar

    PATI – Gerakan penghijauan di Kabupaten Pati tidak hanya terbatas pada lahan milik pemerintah. Anggota DPRD Pati, Narso, menekankan pentingnya kesadaran dari seluruh lapisan masyarakat untuk ikut serta dalam gerakan ini. “Gerakan penghijauan memang perlu, namun semua itu butuh kesadaran dari semua pihak untuk melakukannya,” ujar Narso, politisi dari PKS. Ia menambahkan bahwa penghijauan memiliki […]

  • Sosialisasi Permendikbud di SMPN 1 Juwana, Ketua Komisi D DPRD Pati Soroti Kualitas Pembangunan

    Sosialisasi Permendikbud di SMPN 1 Juwana, Ketua Komisi D DPRD Pati Soroti Kualitas Pembangunan

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.512
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, menghadiri agenda sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 75 Tahun 2016 yang digelar di Aula SMP Negeri 1 Juwana, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan komite sekolah serta jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati. Tujuannya adalah untuk mempertegas pemahaman mengenai […]

  • Dukungan Habib Luthfi untuk Ratu Kalinyamat Jadi Pahlawan Nasional

    Dukungan Habib Luthfi untuk Ratu Kalinyamat Jadi Pahlawan Nasional

    • calendar_month Ming, 6 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 277
    • 0Komentar

      Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan mendukung penuh pengusulan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional Pengusulan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional mendapat perhatian luas. Ulama kharismatik yang juga anggota Wantimpres Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan termasuk yang ikut mendorong agar perempuan yang dikenal gagah berani dalam mengusir penjajah ini diakui oleh pemerintah atas perannya tersebut. JEPARA […]

expand_less