Breaking News
light_mode

Diusulkan jadi Pahlawan Nasional Inilah Kisah Perjuangan KHR Asnawi Kudus

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 3 Apr 2023
  • visibility 274
Lukisan KH. R. Asnawi Kudus

Sejumlah tokoh bersama dengan
Pemerintah Kabupaten Kudus mengusulkan Kyai Haji Raden (KHR) Asnawi untuk
diangkat menjadi pahlawan nasional. Usulan itu dikemas dalam sebuah seminar
yang diselenggarakan di Aula Pondok Pesantren Al-Asnawiyyah Bendan, Sabtu
(1/4/2023) sore. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Kudus Hartopo,
Sekretaris Fraksi PKB DPR RI, Ketua DPC PKB Kab. Kudus, Ketua PCNU Kudus, Pimpinan
PD Muhammadiyah Kudus, para tokoh agama dan tokoh masyarakat, para narasumber
dan pemateri, serta undangan lainnya.

Menilik sepak terjangnya, kiai
yang dikenal sebagai pendiri Madrasah Qudsiyah dan Pondok Pesantren Raudlathut
Tholibin Kudus ini memang sangat layak untuk ditetapkan sebagai sosok pahlawan
nasional.

Dikutip dari data yang ditulis
Jaringan Edukasi dan Napak Tilas Kudus (Jenank), Kyai Haji Raden Asnawi adalah nama
yang dipergunakan sesudah beliau menunaikan ibadah Haji yang ketiga kalinya
sehingga wafat. Adapun nama sebelum menunaikan ibadah Haji ialah : Raden Ahmad
Syamsi, kemudian sesudah beliau menunaikan ibadah Haji yang pertama berganti
nama dengan nama Raden Haji Ilyas dan nama inilah yang terkenal di negeri Mekah
Saudi Arabia di samping narna yang terakhir, yaitu K.H.R. Asnawi.

KHR Asnawi adalah putra pertama
dari H. Abdullah Husnin seorang pedagang konpeksi tergolong besar di Kudus pada
waktu itu, sedang ibunya bernama R. Sarbinah. KHR Asnawi dilahirkan di kampung
Damaran Kota Kudus pada tahun 1281 H (1861 M), beliau termasuk keturunan dari
Sunan Kudus (Sayyid Ja’far Sodiq) keturunan yang ke XIV dan keturunan ke V dari
Kyai Haji Mutamakin seorang Wali yang keramat di desa Kajen Margoyoso Kabupaten
Pati yang hidup pada zaman Sultan Agung Mataram.

“Sejak mudanya beliau senang
berjuang, di mulai dari kegiatannya mengajarkan ilmu Agama Islam, kemudian
beliau memegang amanat sebagai seorang Komisaris Sarikat Islam di Mekah Saudi
Arabia,” tulis komunitas pelestari sejarah di Kabupaten Kudus ini dalam sebuah
postingan facebooknya.

Sesudah kembali di Kudus dari
Mekah pada tahun 1916 M beliau bergabung dengan kawan-kawannya dalam gerakan
Sarikat Islam. Tugas yang diamalkan ialah melaksanakan dakwah dan nasehat
keagamaan terutama dalam bidang Tauhid dan Feqih, di samping itu beliau ikut
aktif dalam usaha pendirian MADRASAH QUDSIYYAH, pembangunan Masjid Agung Menara
sehingga terjadi peristiwa haru-hara Kudus.

Pejuang

Padą tahun 1924 beliau ditemui
oleh KH Abdul Wahab Hasbullah Jombang untuk bermusyawarah tentang benteng
pertahanan Aqidah Ahlussunnah Wak Jamaah. Akhirnya beliau menyetujui gagasan
K.H. A. Wahab Hasbullah dan selanjutnya bersama-sama dengan para Ulama yang
hadir di Surabaya pada tanggal 16 Rajab 1344 H / 31 Januari 1926 M mendirikan
Jamiyah Nahdlatul Ulama, sehingga akhir hayatnya ditaati dan didukung Nahdlatul
Ulama.

Pada zaman penjajahan Belanda
beliau sering dikenakan hukuman denda karena pidatonya yang mempertahankan
kesucian Islam serta menanamkan jiwa kenasionalan terhadap umat Islam, baik di
Kudus maupun di Jepara.

Pada zaman penjajahan Jepang
pernah dituduh menyimpan senjata api sehingga rumah dan pondok beliau dikepung
oleh tentara Dai Nippon, yang akhirnya beliau dibawa ke Markas Kempetai di
Pati. Semalam berada dalam tahanan di Markas, paginya dipanggil oleh Komandan
Dai Nippon dengan keadaan badan terbuka dari pakaian kecuali sarung. Anehnya
tidak ditanya tentang soal senjata tetapi ditanyakan berapa jumlah istri dan
anak serta cucunya. Sesudahnya beliau disuruh pulang ke Kudus.

Pada zaman awal revolusi
kemerdekaan terutama pada masa menjelang agresi ke I beliau mengadakan gerakan
ruhani dengan membaca shalawat nariyah dan do’a surat al-Fiil. Tidak sedikit
para pemuda-pemuda kita yang tergabung dalam laskar-laskar bersenjata datang
untuk minta bekal ruhaniyah kepada beliau sebelum berangkat ke medan pertahanan
di Genuk, Alas tuwo dan lain-lain.

Oleh Bupati Kudus Bapak Subarkah
pernah beliau diminta untuk menempati Pendopo Kabupaten sebagai tempat
pengajian dan hal itu dipenuhinya sampai Bapak Bupati pindah. Majilis pengajian
umum yang masih berjalan sampai sekarang ini ialah SANGANAN di Masjid Jami’
Kauman Wetan Kudus dan PITULASAN di Masjid Agung Menara Kudus. Pondok
Pesantrennya masih berjalan untuk melanjutkan cita-cita dan perjuangan beliau.
(mif)

 

 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Imbang 1-1 Lawan PSDS Deli Serdang, Persipa Pati Kecewa Tapi Tetap Syukuri Poin Satu

    Imbang 1-1 Lawan PSDS Deli Serdang, Persipa Pati Kecewa Tapi Tetap Syukuri Poin Satu

    • calendar_month Ming, 4 Jan 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.455
    • 0Komentar

    PATI – Pertandingan Persipa Pati melawan PSDS Deli Serdang dalam lanjutan Liga Nusantara musim 2025/2026 berakhir dengan skor imbang 1-1. Pertandingan yang berlangsung pada Sabtu (3/1/2026) pukul 19.00 WIB di Stadion Moch Soebroto, Magelang, menghasilkan satu poin untuk masing-masing tim. Gol Persipa Pati dicetak oleh Gada Ramadhan, sedangkan PSDS Deli Serdang mencatat gol melalui Tri […]

  • 650 Peserta Berebut 387 Posisi PPPK di Pati

    650 Peserta Berebut 387 Posisi PPPK di Pati

    • calendar_month Sab, 23 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 262
    • 0Komentar

    PATI – Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK/P3K), dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) Ujian Nasional Berbasis Komputer ( UNBK) telah digelar di SMKN 1 Pati Sabtu (23/2/2019). Sebanyak 650 peserta mengikuti seleksi tahap awal tersebut. Rekruitmen tahap awal ini difokuskan untuk tenaga honorer di bidang pendidikan, kesehatan dan THL penyuluh pertanian. Jumlah formasi […]

  • Komisi C DPRD Pati Soroti Masalah Pengelolaan Alun-Alun Kembangjoyo

    Komisi C DPRD Pati Soroti Masalah Pengelolaan Alun-Alun Kembangjoyo

    • calendar_month Sab, 25 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.897
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, mengangkat sejumlah masalah yang masih terjadi dalam pengelolaan kawasan Alun-Alun Kembangjoyo. Menurutnya, berbagai kekurangan terlihat jelas di lokasi tersebut, mulai dari jumlah petugas kebersihan yang masih kurang hingga sistem saluran air yang belum berfungsi secara maksimal. Kondisi tersebut berujung pada seringnya genangan air di beberapa […]

  • Merayakan Rutinitas

    Merayakan Rutinitas

    • calendar_month Sab, 20 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 346
    • 0Komentar

    DOKUMEN PRIBADI Pada akhirnya, kita memang akan melakukan rutinitas semata. Menggelar hajatan pemilihan, dengan berharap pimpinan ideal didapat. Akan tetapi yang terjadi tetaplah sama. Tak kunjung mendapat pimpinan seperti apa yang diangankan. Pada tahun 2018 ini, memang akan digelar pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di 171 daerah di Indonesia. Ada 17 provinsi, 39 kota, dan […]

  • Pokdarwis Gerakkan Pati Jadi Kota Wisata

    Pokdarwis Gerakkan Pati Jadi Kota Wisata

    • calendar_month Jum, 16 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 303
    • 0Komentar

    BERPOTENSI: Pendopo Kemiri salah satu destinasi wisata sejarah yang ada di Kabupaten Pati terlihat masih sepi Lingkar Muria, PATI –  Potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Pati dinilai sangat beragam. Mulai dari wisata alam, religi, sejarah maupun wisata buatan semua ada di kota yang berjuluk Bumi Mina Tani ini. Namun potensi ini belum tergarap secara maksimal. Padahal […]

  • Takuto Miki saat dimainkan dalam laga uji coba/INSTAGRAM 

    Takuto Miki Pemain Asing Persipa Ingin Cetak 20 Gol

    • calendar_month Ming, 23 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 247
    • 0Komentar

      Takuto Miki saat dimainkan dalam laga uji coba/INSTAGRAM Inilah profil Takuto Miki, pemain asing Persipa Pati asal Jepang. Pemain yang berposisi sebagai penyerang ini menargetkan ingin mencetak 20 gol di musim perdananya bermain di Indonesia.  PATI –  Takuto Miki telah resmi menjadi pemain Persipa Pati, dia bahkan sudah dimainkan dalam laga uji coba melawan […]

expand_less