Breaking News
light_mode

Diusulkan jadi Pahlawan Nasional Inilah Kisah Perjuangan KHR Asnawi Kudus

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 3 Apr 2023
  • visibility 318
Lukisan KH. R. Asnawi Kudus

Sejumlah tokoh bersama dengan
Pemerintah Kabupaten Kudus mengusulkan Kyai Haji Raden (KHR) Asnawi untuk
diangkat menjadi pahlawan nasional. Usulan itu dikemas dalam sebuah seminar
yang diselenggarakan di Aula Pondok Pesantren Al-Asnawiyyah Bendan, Sabtu
(1/4/2023) sore. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Kudus Hartopo,
Sekretaris Fraksi PKB DPR RI, Ketua DPC PKB Kab. Kudus, Ketua PCNU Kudus, Pimpinan
PD Muhammadiyah Kudus, para tokoh agama dan tokoh masyarakat, para narasumber
dan pemateri, serta undangan lainnya.

Menilik sepak terjangnya, kiai
yang dikenal sebagai pendiri Madrasah Qudsiyah dan Pondok Pesantren Raudlathut
Tholibin Kudus ini memang sangat layak untuk ditetapkan sebagai sosok pahlawan
nasional.

Dikutip dari data yang ditulis
Jaringan Edukasi dan Napak Tilas Kudus (Jenank), Kyai Haji Raden Asnawi adalah nama
yang dipergunakan sesudah beliau menunaikan ibadah Haji yang ketiga kalinya
sehingga wafat. Adapun nama sebelum menunaikan ibadah Haji ialah : Raden Ahmad
Syamsi, kemudian sesudah beliau menunaikan ibadah Haji yang pertama berganti
nama dengan nama Raden Haji Ilyas dan nama inilah yang terkenal di negeri Mekah
Saudi Arabia di samping narna yang terakhir, yaitu K.H.R. Asnawi.

KHR Asnawi adalah putra pertama
dari H. Abdullah Husnin seorang pedagang konpeksi tergolong besar di Kudus pada
waktu itu, sedang ibunya bernama R. Sarbinah. KHR Asnawi dilahirkan di kampung
Damaran Kota Kudus pada tahun 1281 H (1861 M), beliau termasuk keturunan dari
Sunan Kudus (Sayyid Ja’far Sodiq) keturunan yang ke XIV dan keturunan ke V dari
Kyai Haji Mutamakin seorang Wali yang keramat di desa Kajen Margoyoso Kabupaten
Pati yang hidup pada zaman Sultan Agung Mataram.

“Sejak mudanya beliau senang
berjuang, di mulai dari kegiatannya mengajarkan ilmu Agama Islam, kemudian
beliau memegang amanat sebagai seorang Komisaris Sarikat Islam di Mekah Saudi
Arabia,” tulis komunitas pelestari sejarah di Kabupaten Kudus ini dalam sebuah
postingan facebooknya.

Sesudah kembali di Kudus dari
Mekah pada tahun 1916 M beliau bergabung dengan kawan-kawannya dalam gerakan
Sarikat Islam. Tugas yang diamalkan ialah melaksanakan dakwah dan nasehat
keagamaan terutama dalam bidang Tauhid dan Feqih, di samping itu beliau ikut
aktif dalam usaha pendirian MADRASAH QUDSIYYAH, pembangunan Masjid Agung Menara
sehingga terjadi peristiwa haru-hara Kudus.

Pejuang

Padą tahun 1924 beliau ditemui
oleh KH Abdul Wahab Hasbullah Jombang untuk bermusyawarah tentang benteng
pertahanan Aqidah Ahlussunnah Wak Jamaah. Akhirnya beliau menyetujui gagasan
K.H. A. Wahab Hasbullah dan selanjutnya bersama-sama dengan para Ulama yang
hadir di Surabaya pada tanggal 16 Rajab 1344 H / 31 Januari 1926 M mendirikan
Jamiyah Nahdlatul Ulama, sehingga akhir hayatnya ditaati dan didukung Nahdlatul
Ulama.

Pada zaman penjajahan Belanda
beliau sering dikenakan hukuman denda karena pidatonya yang mempertahankan
kesucian Islam serta menanamkan jiwa kenasionalan terhadap umat Islam, baik di
Kudus maupun di Jepara.

Pada zaman penjajahan Jepang
pernah dituduh menyimpan senjata api sehingga rumah dan pondok beliau dikepung
oleh tentara Dai Nippon, yang akhirnya beliau dibawa ke Markas Kempetai di
Pati. Semalam berada dalam tahanan di Markas, paginya dipanggil oleh Komandan
Dai Nippon dengan keadaan badan terbuka dari pakaian kecuali sarung. Anehnya
tidak ditanya tentang soal senjata tetapi ditanyakan berapa jumlah istri dan
anak serta cucunya. Sesudahnya beliau disuruh pulang ke Kudus.

Pada zaman awal revolusi
kemerdekaan terutama pada masa menjelang agresi ke I beliau mengadakan gerakan
ruhani dengan membaca shalawat nariyah dan do’a surat al-Fiil. Tidak sedikit
para pemuda-pemuda kita yang tergabung dalam laskar-laskar bersenjata datang
untuk minta bekal ruhaniyah kepada beliau sebelum berangkat ke medan pertahanan
di Genuk, Alas tuwo dan lain-lain.

Oleh Bupati Kudus Bapak Subarkah
pernah beliau diminta untuk menempati Pendopo Kabupaten sebagai tempat
pengajian dan hal itu dipenuhinya sampai Bapak Bupati pindah. Majilis pengajian
umum yang masih berjalan sampai sekarang ini ialah SANGANAN di Masjid Jami’
Kauman Wetan Kudus dan PITULASAN di Masjid Agung Menara Kudus. Pondok
Pesantrennya masih berjalan untuk melanjutkan cita-cita dan perjuangan beliau.
(mif)

 

 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Komisi C DPRD Pati Ingatkan Pentingnya Menjaga Stabilitas Wilayah

    Ketua Komisi C DPRD Pati Ingatkan Pentingnya Menjaga Stabilitas Wilayah

    • calendar_month Rab, 29 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 173
    • 0Komentar

    PATI – Menjaga situasi daerah tetap aman dan kondusif menjadi perhatian penting di tengah dinamika yang terjadi belakangan ini. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi C DPRD Pati, Joni Kurnianto, saat memberikan sambutan dalam acara halalbihalal DPC Partai Demokrat yang digelar di Hotel Gritary pada 26 April lalu. Dalam kesempatan tersebut, Joni mengajak seluruh lapisan […]

  • Hari Agraria Wabup Grobogan Minta Percepat PTSL dan Berantas Mafia Tanah

    Hari Agraria Wabup Grobogan Minta Percepat PTSL dan Berantas Mafia Tanah

    • calendar_month Sen, 26 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Wabup Grobogan Bambang Pujianto menyerahkan sertifikat khusus dalam acara Hari Agraria dan Tata Ruan tahun 2022 di kantor BPN Grobogan. Dalam momentum Hari Agraria dan Tata Ruang tahun 2022 Wakil Bupati Grobogan Bambang Pujianto mengajak secara bersama-sama untuk melaksanakan percepatan pendaftaran tanah melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Selain itu juga penyelesaian sengketa dan konflik […]

  • Perang Obor Desa Tegalsambi Jepara. (DOK HUMAS JATENG)

    Kobar Api Perang Obor : Tradisi Unik Tegalsambi Jepara yang Terus Menyala

    • calendar_month Sen, 25 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 9.806
    • 0Komentar

    JEPARA – Malam itu, langit Desa Tegalsambi di Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, seolah menyala. Kobaran api berputar di udara, memercikkan bara ke segala arah, sementara ribuan pasang mata terpaku menyaksikan ritual yang telah diwariskan lintas generasi: Perang Obor. Senin (25/5/2026), tradisi sakral itu tampil berbeda. Tidak hanya api yang menari di tengah jalan desa, tetapi […]

  • Muhammad Ulin Nuha, Peraih Juara Lomba Matematika Internasional di Singapura

    Muhammad Ulin Nuha, Peraih Juara Lomba Matematika Internasional di Singapura

    • calendar_month Sen, 23 Apr 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 837
    • 0Komentar

    Atasi Soal Sulit, Anggap Semua Soal Itu Unik Matematika memang sulit, namun Muhammad Ulin Nuha punya cara mengatasinya. Dia menganggap soal-soal itu memiliki keunikan. Itulah kunci, hingga dia moncer di bidang matematika dan menjuarai berbagai kejuaraan Dari kejauhan, siapa sangka dia anak jenius. Seperti diketahui, jenius dalam lakon film-film digambarkan berkaca mata tebal, dan berpakaian […]

  • Terbiasa Hadapi Berbagai Karakter

    Terbiasa Hadapi Berbagai Karakter

    • calendar_month Sab, 21 Okt 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Ika Safitriana Sumber : Istimewa Bekerja sebagai Human Resource Development (HRD) hotel dijalani Ika Safitriana setahun terakhir. Sebelumnya, ia menjadi ticketing officer di PT KAI Jogjakarta. Banyak hal yang didapat dari pekerjaan menjadi HRD. Ika, sapaan akrabnya, bisa mengenal lebih banyak orang yang berbeda-beda.  “Saya ingin bekerja di Pati karena ingin berdekatan dengan keluarga. Karena […]

  • Mahasiswa S3 UIN Sunan Kudus Luncurkan Buku Islam dan Teori-Teori Sosial Humaniora, Perkuat Budaya Literasi Akademik

    Mahasiswa S3 UIN Sunan Kudus Luncurkan Buku Islam dan Teori-Teori Sosial Humaniora, Perkuat Budaya Literasi Akademik

    • calendar_month Sel, 30 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.691
    • 0Komentar

    KUDUS – Mahasiswa Program Doktor (S3) Studi Islam Angkatan ke-3 UIN Sunan Kudus meluncurkan buku berjudul Islam dan Teori-Teori Sosial Humaniora dalam sebuah acara yang berlangsung di Bond Djati Kudus, Senin (29/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri mahasiswa lintas angkatan, dosen pengampu, serta Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kudus. Peluncuran buku menjadi salah satu capaian akademik mahasiswa yang […]

expand_less