Breaking News
light_mode

Edy Wuryanto Sebut Perpres 115/2025 MBG sebagai Langkah Besar, Tapi Butuh Kesiapan Lapangan

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 5 Des 2025
  • visibility 1.175

JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menegaskan pentingnya memastikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) benar-benar terlaksana secara efektif setelah pemerintah mulai mengimplementasikan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 tentang tata kelola MBG. Menurutnya, keberhasilan program berskala nasional ini hanya dapat dicapai bila pusat dan daerah memahami perannya masing-masing secara jelas.

Pada Rabu (3/12) lalu, pemerintah menggelar rapat koordinasi perdana sebagai penanda dimulainya implementasi Perpres 115/2025.

Menko Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa perpres tersebut mempertegas berbagai aspek tata kelola, termasuk kewajiban penggunaan bahan baku dari koperasi sebagai bagian dari integrasi rantai pasok.

Pemerintah juga menyiapkan 13 regulasi turunan yang mencakup percepatan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS), pemenuhan tenaga ahli gizi, hingga pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah 3T. Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan bahwa 8.200 SPPG sedang atau akan dibangun di daerah terpencil.

Menanggapi perkembangan tersebut, Edy menekankan bahwa Perpres 115/2025 adalah langkah besar, tetapi sukses tidaknya program tetap bergantung pada kesiapan teknis di lapangan.

“Kita harus memastikan bahwa percepatan pembangunan SPPG, pengadaan bahan baku dari koperasi, dan penetapan standar higienitas berjalan,” ujar Edy.

Dalam Perpres 115/2025 nampaknya ingin memberikan norma bahwa bahan baku untuk SPPG harus berasal dari Koperasi Desa, BUMDes, UMKM, atau usaha dagang lain.

Tujuannya agar bisa menggerakan perekonomian rakyat. Edy pun setuju dengan ini dan menekankan pentingnya penguatan rantai pasok lokal untuk mendukung dapur SPPG.

“Pasokan bahan baku wajib berasal dari usaha rakyat. Rantai pasok dapur harus mengutamakan petani, peternak, dan nelayan di sekitar lokasi SPPG. Ini sejalan dengan tujuan MBG untuk mendorong pemerataan ekonomi daerah,” kata Politisi PDI Perjuangan itu.

Edy menilai selama ini peningkatan kebutuhan bahan baku akibat SPPG tidak diimbangi suplai yang memadai. Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah dan BGN menjadi sangat krusial.

“BGN yang tahu kebutuhan SPPG, sementara pemerintah daerah tahu kapasitas supply di wilayahnya. Keduanya harus duduk bersama memetakan sumber bahan baku dan menghubungkannya langsung dengan SPPG,” sarannya.

Menurut Edy, solusi paling strategis adalah mendorong MoU antara SPPG dan kelompok tani, peternak, nelayan, serta supplier lokal yang difasilitasi pemerintah daerah.

“Tanpa peran pemerintah daerah, mustahil BGN bisa mengatur supply secara optimal,” imbuhnya.

Edy juga menyoroti peran strategis ahli gizi dalam SPPG, terutama terkait keamanan dan kualitas makanan siap saji.

Kepala BGN Dadan Hindayana saat konferensi pers terkait Perpres 115/2025 menyebutkan bahwa dapur wajib memiliki ahli gizi, tapi kedepan ahli gizi di SPPG bisa berasal dari sarjana kesehatan masyarakat, sarjana teknologi pangan, hingga sarjana keamanan pangan.

Edy mengingatkan bahwa ahli gizi adalah pofesi kesehatan. Pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang kesehatan yang menyebutkan bahwa setiap profesi kesehatan harus bekerja sesuai kewenangan dan kompetensinya.

“Ahli gizi adalah satu-satunya tenaga kesehatan dengan kompetensi penuh dalam penyelenggaraan makanan bergizi. Mereka punya STR dari konsil dan izin praktik dari pemerintah. Karena itu, yang bertanggung jawab terhadap keamanan dan kesehatan makanan di SPPG adalah ahli gizi,” ujarnya.

Karena jumlah ahli gizi masih terbatas di banyak daerah, Edy membuka ruang penggunaan tenaga ahli kesehatan masyarakat. Namun dia menegaskan bahwa peran tersebut hanya dapat dilakukan sebagai delegasi, bukan penanggung jawab.

“Kalau SPPG diisi ahli kesehatan masyarakat, mereka bekerja menjalankan delegasi kewenangan dari ahli gizi. Tanggung jawab profesional tetap melekat pada ahli gizi. Karena itu harus ada penunjukan ahli gizi sebagai supervisor atau penanggung jawab,” katanya.

Legiselator Dapil Jawa Tengah III itu memberi analogi seperti praktik di puskesmas ketika jumlah dokter kurang: tindakan dapat dilakukan oleh bidan atau perawat, tetapi tetap dalam delegasi dokter yang ditunjuk.

Dengan adanya norma baru dalam menjalankan MBG, Edy berharap bahwa program ini dapat menjadi pedoman bagi penyelenggara.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gandeng Rumah Kreatif Jogja Hasilkan Motif Khas Batik Karimunjawa

    Gandeng Rumah Kreatif Jogja Hasilkan Motif Khas Batik Karimunjawa

    • calendar_month Sen, 29 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Pameran batik hasil karya pelatihan ibu-ibu di Karimunjawa dengan Rumah Kreatif Dongaji Batik Panggungharjo Yogyakarta Emak-emak di Karimunjawa dilatih membikin batik. Bekerja sama dengan Rumah Kreatif dari Jogja, sejumlah motif telah dihasilkan. Antara lain motif dewadaru, motif kalimasada, motif setigi dan stilisasi biota laut Karimunjawa. Motif ini dipersembahkan untuk menyuarakan keberlanjutan lingkungan hidup di salah […]

  • Tidak Panik dan Tetap Waspada, Bersalawat dan Berdoa Cegah Corona

    Tidak Panik dan Tetap Waspada, Bersalawat dan Berdoa Cegah Corona

    • calendar_month Rab, 18 Mar 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Suasana pembacaan slawat dan doa bersama di madrasah Darul falah Sirahan Pati PATI – Salawat Thibbil Qulub mengalun lembut di halaman Perguruan Islam Darul Falah Desa Sirahan, pagi kemarin. Kiai Jamaludin Umar memimpin pembacaan salawat tersebut. Ratusan siswa-siswi duduk bersila menghayati munajat kepada Yang Maha Menyembuhkan itu. Direktur Perguruan Islam Darul Falah, Syamsudin Sukahar mengungkapkan, […]

  • Novi Eko Yulianto Fokus Bangkitkan Ekonomi Pati Melalui Jaringan Pesantren

    Novi Eko Yulianto Fokus Bangkitkan Ekonomi Pati Melalui Jaringan Pesantren

    • calendar_month Rab, 23 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 269
    • 0Komentar

    PATI – Novi Eko Yulianto, calon Wakil Bupati Pati nomor urut 3, mengungkapkan komitmennya untuk membangkitkan perekonomian Kabupaten Pati melalui jaringan pesantren. Ia berencana membuka pasar bagi produk-produk lokal Pati di seluruh Indonesia dengan memanfaatkan jaringan luas pesantren. “Yang jelas, saya ingin membangkitkan perekonomian Kabupaten Pati melalui pesantren. Jaringan pesantren ini kan seluruh Indonesia,” ujarnya. […]

  • Sambut Lebaran Yayasan Subur Makmur Ajak Anak Yatim Belanja Baju

    Sambut Lebaran Yayasan Subur Makmur Ajak Anak Yatim Belanja Baju

    • calendar_month Rab, 19 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 310
    • 0Komentar

      Serunya belanja baju lebaran bareng anak yatim, piatu dan dhuafa. PATI – Kebahagiaan terpancar dari wajah anak-anak binaan Yayasan Subur Makmur Sejahtera Pati. Anak-anak yatim, piatu dan dhuafa ini diajak berbelanja baju baru, untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah. Agenda belanja baru ini menjadikan anak-anak semangat dalam menyambut hari kemenangan yang akan […]

  • Jadikan Alam Sebagai Tempat Belajar

    Jadikan Alam Sebagai Tempat Belajar

    • calendar_month Sab, 2 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Dewi Wulandari Alam tidak hanya dapat mengusir penat serta tempat lari dari kejenuhan rutinitas, apalagi hanya latar berswafoto. Alam lebih dari itu, alam dapat memberikan banyak sekali pelajaran. Hal itu yang diyakini Dewi Wulandari. Perempuan kelahiran Jambi, 10 Februari 2000 ini medapat banyak sekali pelajaran dari alam yang pernah ia jelajahi. ”Dari alam saya dapatkan […]

  • Gus Mus Gagas Festival Seni Budaya Menara

    Gus Mus Gagas Festival Seni Budaya Menara

    • calendar_month Sen, 1 Jul 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Gus Mus/Bang Andrew Foundation Acara bertajuk Panggung Penyair Asia Tenggara yang digelar di pelataran Menara Kudus memikat hati Gus Mus.  Kiai cum penyair tersebut melontarkan gagasan agar kegiatan semacam itu bisa dilanggengkan di kemudian hari. ”Kegiatan yang bagus ini ada baiknya dilanggengkan. Menjadi semacam festival kesenian Menara Kudus. keliahatannya akan lebih bagus,” kata Gus Mus […]

expand_less