Breaking News
light_mode

Selalu Rindu pada Rejenu

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 30 Okt 2019
  • visibility 240

Air lima rasa 

Saya selalu rindu dengan Rejenu. Burung-burung
yang berkicau. Pepohanan hijau. Dan hawa sejuknya di pagi hari. Tempat yang
tepat untuk menyepi. Dari riuh rutinitas dunia modern kini. Kira-kira begitu.

Malam Jumat lalu (24/10), saya
bersama beberapa teman, menembus gelap jalanan Desa Japan Kecamatan Dawe, Kudus.
Jalanan menanjak. Tikungan dan turunan kami lalui. Gelap sekali. Karena memang
begitulah jalanan di desa. Apalagi yang melewati kebun-kebun.

Gapura makam 
Hampir tengah malam kami sampai di
Rejenu. Sekitar pukul 11.00. Kebetulan malam Jumat. Rejenu lumayan ramai. Banyak
yang berziarah. Di Rejenu ada makam seorang wali. Namanya Syeh Sadzali. Seperti
orang-orang yang datang, kami juga berziarah. Membaca tahlil seperti yang
diajarkan guru saat masih di madrasah.

Memang tujuannya berziarah. Selebihnya
untuk menyegarkan badan dan pikiran. Di tengah hutan. Tanpa sinyal internet. Lumayan
banyak yang diobrolkan. Tidak banyak isinya. Karena memang banyak guyonnya. Beberapa
menginap. Dua teman memilih turun. Tidur di rumah.

Pagi harinya, kami bangun pagi-pagi
sekali. Sangat pagi dari biasanya. Sayang jika berada di tengah hutan bangunnya
kesiangan. Pagi di hutan selalu menyenangkan. Saya dan teman-teman pun tak mau
melewatkan kesempatan.

Dipandu seorang teman yang mengaku
sering menyepi di tempat ini, jalan-jalan pagi dimulai. Selain jalan-jalan,
teman saya yang bertindak sebagai ketua rombongan memang menjanjikan akan
mengajak kami ke tempat-tempat bagus di Rejenu.

Suasana hutan

Mulai dari melihat air lima rasa
hingga melihat satwa Lutung. Selain terkenal dengan air tiga rasanya, di kawasan
Rejenu juga ada sumber mata air lima rasa. Butuh waktu sekitar 10 menit untuk
sampai di air lima rasa. Jalannya terjal. Satu arah menuju Puncak Argopiloso
yang merupakan salah satu puncak Pegunungan Muria.

Benar saja apa yang dikatakan teman
saya. Di tengah jalan kami mendapati suara keras. Sulit mendiskripsikannya. Saat
pertama mendengar suara itu seperti katak di sawah saat musim tanam padi tiba. Tapi
suara ini lebih nyaring.

Ternyata itulah suara hewan Lutung.
Di sebuah pohon besar. Lutung menggerombol. Ada lima ekor yang saya lihat. Mereka
mungkin sedang bermain. Meloncat dari satu ranting pohon ke ranting lainnya. Santai
sekali. Melompat tanpa takut terjatuh. (alb)
          

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tips Berburu Durian Enak Langsung ke Kebun Aja

    Tips Berburu Durian Enak Langsung ke Kebun Aja

    • calendar_month Sel, 28 Des 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 210
    • 0Komentar

      Buah durian lokal dari wilayah Kecamatan Cluwak Pati. Beberapa orang sering ngeluh kalau beli durian kurang enak. Karena tidak bisa milih. Untuk itu bagi kamu yang bau kencur soal durian alangkah baiknya berburu langsung saja ke pemilik pohon. Bayar mahal sedikit tak apa untuk mendapatkan kepuasan menikmati durian yang enak. Bulan Desember ini sudah […]

  • Wartawan Jadi Korban Kekerasan, Ketua Pansus Hak Angket DPRD Pati Angkat Bicara

    Wartawan Jadi Korban Kekerasan, Ketua Pansus Hak Angket DPRD Pati Angkat Bicara

    • calendar_month Jum, 5 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 203
    • 0Komentar

    PATI – Dugaan praktik kekerasan terhadap wartawan mencoreng Gedung DPRD Kabupaten Pati pada Kamis (4/9/2025). Insiden ini terjadi saat sejumlah jurnalis berupaya mewawancarai Ketua Dewan Pengawas (Dewas) RSUD RAA Soewondo, Torang Manurung, yang memilih meninggalkan rapat Panitia Khusus (Pansus) Pemakzulan Bupati Pati Sudewo. Ketua Pansus Hak Angket Pemakzulan Bupati Pati, Teguh Bandang Waluyo, menyampaikan kecaman […]

  • Biayai Kuliah dari Nyanyi

    Biayai Kuliah dari Nyanyi

    • calendar_month Ming, 17 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Chindy Karomah HOBI bernyanyi dimiliki Chindy Karomah sejak duduk dibangku kelas IV Sekolah Dasar (SD). Dari hobi itu, dia sempat mengikuti berbagai perlombaan. Dia kerap mengikuti lomba macapat hingga MTQ qiroah.  “Yang kerap mendapatkan juara di bidang MTQ, pernah mendapatkan juara saat SD dan SMA. Waktu itu, di sekolah tidak ada ekstrakurikuler band, sehingga saya […]

  • Milenial Tetap Cinta Tari Tradisional

    Milenial Tetap Cinta Tari Tradisional

    • calendar_month Kam, 4 Apr 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Dela Rizki Safitri Tarian tradisional tetap saja menarik minat seseorang. Dela Rizki Safitri misalnya. Gadis kelahiran Pati, 3 Desember 2002 ini bahkan sampai mahir enam tarian tradisional. Dia mengaku tertarik tarian tradisional tersebut karena keunikannya. Dela sapaan akrabnya mulai kelas VII SMP menggemari tarian tersebut. Dia mngaku selain unik, dia tertarik karena sejak kecil sering […]

  • PMI Pati Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Sukolilo

    PMI Pati Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Sukolilo

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 277
    • 0Komentar

    PATI — Ketua PMI Kabupaten Pati, Atik Kusdarwati Sudewo, bersama pengurus dan staf PMI, menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo. Bantuan ini diberikan kepada keluarga Bapak Suwardi yang rumahnya terbakar pada 15 Oktober 2025. Atik didampingi oleh Camat Sukolilo, pengurus PKK, dan Dharma Wanita Kecamatan Sukolilo. Mereka meninjau kondisi rumah dan […]

  • Persipa Pati Raih Kemenangan Tipis atas Persipal Palu di Laga Perdana Play-off Degradasi

    Persipa Pati Raih Kemenangan Tipis atas Persipal Palu di Laga Perdana Play-off Degradasi

    • calendar_month Sen, 20 Jan 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 223
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persipa Pati mengawali babak play-off degradasi Liga 2 2024/25 dengan kemenangan tipis 1-0 atas tamunya, Persipal Palu. Pertandingan yang berlangsung sengit di Stadion Joyokusumo, Pati, Jawa Tengah pada Senin (20/1/2025) sore ini diwarnai enam kartu kuning, tiga untuk masing-masing tim. Gol semata wayang yang memastikan kemenangan Persipa Pati dicetak oleh Krisna Sulistia Budianto […]

expand_less