Breaking News
light_mode

Potensi Agro Wisata Desa Terban Terhambat Jalan Rusak

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sen, 19 Mei 2025
  • visibility 432

KUDUS – Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, tengah bertransformasi menjadi kawasan agro-wisata yang menjanjikan. Program penghijauan yang dimulai sejak tahun 2020 telah membuahkan hasil berupa kebun buah-buahan yang subur dan produktif. Namun, kemajuan ini terhambat oleh kondisi infrastruktur jalan yang memprihatinkan.

Kepala Desa Terban, Supeno, mengungkapkan bahwa berbagai jenis tanaman buah seperti mangga, alpukat, petai, nangka, sukun, kopi, serta rempah-rempah seperti jahe dan laos kini mulai berbuah.

“Tanaman buah yang ditanam sejak 2020 kini mulai panen. Ini membuat pola tumpang sari berubah, karena warga ingin mempertahankan hasil buah,” jelasnya.

Program penghijauan ini mendapatkan dukungan signifikan dari CSR PT Djarum. Sejak tahun 2022, sekitar 350 hektare lahan telah ditanami pohon buah-buahan dengan total anggaran mencapai Rp5 miliar.

Hasil panen, meskipun belum maksimal karena relatif masih muda, sebagian telah dipasarkan, sementara sebagian lainnya dikonsumsi oleh petani.

“Karena baru lima tahun, hasilnya belum maksimal,” tambahnya.

Selain potensi pertanian, Desa Terban juga kaya akan potensi wisata. Gua peninggalan Jepang, empat air terjun, dan berbagai fasilitas umum lainnya siap menyambut wisatawan.

Namun, akses jalan sepanjang 10 kilometer yang menghubungkan Terban, Sukobubu, hingga Pading, yang masih berstatus jalan Perhutani dan rusak parah, menjadi kendala utama pengembangan wisata.

“Warga tidak tahu ini jalan apa, karena kondisinya rusak. Tapi sekarang kami sudah berkoordinasi dengan Pak Ahwan dari DPRD Provinsi untuk mengurusnya agar jadi jalan kabupaten,” ujarnya.

Lebih lanjut, Supeno juga menekankan potensi wisata sejarah di Desa Terban, khususnya kawasan Patiayam yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya provinsi sejak 2019.

Rencana pengembangan kawasan ini, termasuk pembangunan gardu pandang oleh Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, dan penelitian arkeologi oleh mahasiswa Universitas Indonesia, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga.

“Harapan kami, ini bisa jadi cagar budaya nasional agar kesejahteraan warga meningkat. Terban punya potensi besar dari segi pertanian, wisata, dan sejarah,” pungkasnya.

Editor: Arif

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Marak Investasi Bodong OJK Gelar Penyuluhan di Jepara

    Marak Investasi Bodong OJK Gelar Penyuluhan di Jepara

    • calendar_month Rab, 6 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Kegiatan penyuluhan OJK yang difasilitasi Ketua Komisi XI DPR RI H. Fathan Subchi Maraknya investasi bodong dan pinjaman online illegal mendorong wakil ketua Komisi XI DPR RI H. Fathan Subchi menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengadakan penyuluhan. OJK mengajak masyarakat agar berperan aktif untuk melaporkan kasus investasi yang belum terdaftar di OJK untuk di […]

  • BUMDes Pati Jadi Rujukan DPRD Tuban

    BUMDes Pati Jadi Rujukan DPRD Tuban

    • calendar_month Kam, 28 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Anggota Komisi A DPRD Tuban ketika berkunjung ke DPRD Pati PATI – Komisi A DPRD Tuban melakukan kunjungan kerja ke DPRD Kabupaten Pati Rabu (27/2/2019).  Kunjungan itu dilakukan untuk belajar mengenai pengentasan kemiskinan di daerah. Melalui program (Badan Usaha Milik Desa) BUMDes. Dimana hampir 100 persen desa di Pati memiliki usaha tersebut. Ketua Komisi A […]

  • Dana BOS Hampir Rp1 Miliar, Komisi D Pertanyakan Masih Ada Iuran di SMPN 1 Tayu

    Dana BOS Hampir Rp1 Miliar, Komisi D Pertanyakan Masih Ada Iuran di SMPN 1 Tayu

    • calendar_month Jum, 17 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.621
    • 0Komentar

    PATI – Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMP Negeri 1 Tayu menjadi sorotan tajam Komisi D DPRD Kabupaten Pati. Hal ini menyusul adanya keluhan wali murid terkait pungutan biaya yang dinilai memberatkan, padahal sekolah dinilai telah menerima anggaran cukup besar. Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, menegaskan hal tersebut usai […]

  • Beragam Pagelaran, Jadi Nafas Panjang Regenerasi Barongan Blora

    Beragam Pagelaran, Jadi Nafas Panjang Regenerasi Barongan Blora

    • calendar_month Jum, 14 Des 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Barongan Blora saat pentas di anjungan Jawa Tengah TMII Jakarta Geliat kesenian asli Kabupaten Blora, Barongan makin digandrungi. Barongan kini telah dibilang menjadi sebuah identitas kebanggaan bagi masyarakat Blora. Baronganpun menjadi lekat dengan denyut nadi kehidupan masyarakat. Terutama dalam gebyar sebuah perayaan. Kepala Dinas Pemuda Pariwisata Olahraga dan Kebudayaan Kabupaten Blora, Kunto Aji mengungkapkan hal […]

  • Pertajam Lima Quick Win, Menuju Kota Pintar Pati

    Pertajam Lima Quick Win, Menuju Kota Pintar Pati

    • calendar_month Kam, 27 Sep 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 248
    • 0Komentar

    PATI – Persiapan Kabupaten Pati menjadi smart city terus digenjot. Salah satunya melalui kegiatan bimbingan teknik (bintek). Rabu (27/9/2018) kemarin, bintek ketiga digelar untuk merumuskan dan mempertajam lima quick win. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Indriyanto mengungkapkan, di bintek sebelumnya pembahasan lebih kepada permasalahan infrastruktur dan kesiapan dalam penerapan smart city. Sementra di bintek ketiga […]

  • DPRD Pati Sambut Gembira Inovasi Alat Mekanisasi Olah Tanah Pedot Oyot untuk Petani Tebu

    DPRD Pati Sambut Gembira Inovasi Alat Mekanisasi Olah Tanah Pedot Oyot untuk Petani Tebu

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 318
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Kamari, menyambut gembira peluncuran alat mekanisasi olah tanah pedot oyot, sebuah inovasi dari PG Trangkil. Alat ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi kelangkaan tenaga kerja di sektor pertanian tebu dan meningkatkan produktivitas. Kamari menekankan bahwa alat mekanisasi pedot oyot memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan cara tradisional. “Alat ini […]

expand_less