DPRD Pati Harapkan Pemahaman Sejarah Lokal Meningkat Lewat Digitalisasi Naskah Kuno
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 24.719

Narso Ketua Komisi C DPRD Pati
PATI – Semakin tingginya pemahaman masyarakat terhadap sejarah lokal diharapkan dapat memperkuat jati diri dan identitas Kabupaten Pati. Hal ini disampaikan Ketua Komisi A DPRD Pati, Narso, saat menanggapi langkah proaktif yang diambil oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah dalam mendigitalisasi berbagai naskah kuno yang dimiliki daerah.
Narso menyatakan dukungannya penuh dan mendorong agar program tersebut terus dikembangkan secara berkelanjutan.
“Kami mendorong agar program tersebut terus dikembangkan dengan dukungan teknologi yang memadai, sehingga arsip-arsip penting lainnya dapat terdokumentasi dengan baik dan berkelanjutan,” papar Narso.
Hingga saat ini, upaya yang dijalankan pemerintah daerah telah membuahkan hasil, di mana sebanyak 7 dari total 12 naskah kuno yang berhasil diidentifikasi keberadaannya sudah dialihmediakan ke dalam format digital.
Ke depannya, pihak dinas berencana memperluas jangkauan program melalui kegiatan sosialisasi yang masif. Tujuannya agar masyarakat berperan aktif dengan memberikan informasi apabila masih terdapat naskah-naskah kuno yang tersimpan di lingkungan keluarga atau tempat tinggal masing-masing.
Berbagai rangkaian kegiatan pendukung pun telah dilaksanakan, salah satunya bertajuk “Sosialisasi, Identifikasi, Pendaftaran, dan Digitalisasi Naskah Kuno”.
Kegiatan tersebut digelar di Ruang Rapat Dinas Arsip dan Perpustakaan Pati pada Kamis (16/4/2026), dengan menghadirkan beragam unsur mulai dari pemerhati sejarah, penulis, jurnalis, perwakilan kecamatan, tokoh organisasi keagamaan, hingga perwakilan dari lembaga pendidikan.
Program ini dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik yang bersumber dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Sasaran utamanya adalah menghimpun dan mendokumentasikan dokumen-dokumen bersejarah yang selama ini belum banyak diketahui atau sulit diakses oleh publik.
Diharapkan, keberadaan naskah kuno ini tidak hanya dianggap sebagai barang pusaka belaka, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber ilmu pengetahuan dan pembelajaran bagi seluruh warga.
(adv)
Editor: Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

