Breaking News
light_mode

Peduli, Mbah Roso Ajak Masyarakat Sehat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 11 Apr 2018
  • visibility 180


 
Lingkar Muria, PATI – Sebagai anggota Komisi IX DPR RI, Imam Suroso
atau yang akrab disapa Mbah Roso, terus mendorong dan mengajak masyarakat untuk
hidup sehat. Sabtu (8/4/2018) lalu, Mbah Roso menggelar Sosialisasi tentang gerakan
hidup sehat di Lapangan Desa Pekalongan Kecamatan Winong. 
”Pola hidup sehat dan bersih harus
membudaya di kalangan masyarakat. Supaya masyarakat terhindar dari  bermacam penyakit. Gerakat hidup sehat bisa
dilakukan dengan hal-hal sederhana,” papar Mbah Roso kepada Jawa Pos Radar
Kudus.
Lanjut Mbah Roso, hal-hal sederhana
itu seperti membiasakan makan buah dan sayur, olahraga minimal setengah jam
sehari, perbanyak minum air putih, dan melakukan cek gula darah sebulan sekali.
”Menecegah lebih baik dari pada
mengobati. Bukankah begitu, dari pada bolak-balik berobat ke dokter,” imbuh politisi
PDI Perjuangan ini.
Selanjutnya, Mbah Roso pun memberi
perhatian terkait sejumlah makanan yang dinilai tak layak konsumsi. Seperti
ramainya produk makanan kalengan yang mengandung cacing di dalamnya.
”Kami sangat prihatin. Kini kami
sudah memanggil Kemenkes dan Balai Besar POM. Kami minta segera ditertibkan
karena selain jijik tentu itu mengerikan jika memang berbahaya. Oleh karena itu
entah kecolongan atau tidak kami minta segera ditindaklanjuti kalau perlu
segera ditarik jika berbahaya,”terangnya.
Bahkan agar kejadian serupa tidak
kembali terulang, kini DPR RI juga telah menggodok undang-undang tentang
pengawasan obat dan makanan. Hal itu dilakukan untuk memperkuat payung hukum
dalam langkah kerja BPPOM.
Sementara itu salah satu tokoh
masyarakat yang hadir, Endro Dwi Cahyono juga berharap, agar pengawasan
terhadap makanan dapat dipertegas kembali. Dia juga meminta agar pengawasan dan
tindak lanjut bisa diteruskan hingga ke daerah-daerah. Agar masyarakat tak
menjadi korban.
“Pemerintah baik pusat hingga ke
daerah juga harus memberi penjelasan apakah benar berbahaya atau tidak sehingga
tidak membuat keresahan di kalangan masyarakat,” ujarnya.
Seperti diketahui, di kalangan
masyarakat bawah banyak bermunculan informasi yang kebenarannya belum teruji.
Bahkan dalam kasus makanan kalengan yang mengandung cacing, itu tidak berbahaya
apabila dimasak dengan suhu yang benar. (lil)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sky Badminton Hall Pati Targetkan Bina Pemain Muda

    Sky Badminton Hall Pati Targetkan Bina Pemain Muda

    • calendar_month Kam, 3 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 193
    • 0Komentar

      Azizul Fajri mendirikan Sky Badminton Hall Pati. Niat tulusnya ingin meramaikan olahraga bulutangkis di Kabupaten Pati. Dengan menyediakan fasilitas lapangan yang sesuai standar nasional. Demi menggairahkan anak-anak muda berlatih untuk berprestasi. PATI – Pecinta olahraga bulutangkis tidak perlu galau karena minimnya sarana dan prasarana olahraga tepok bulu ini. Sebab kini telah hadir tempat latihan […]

  • BPD dan Pemdes Tulakan Dukung Langkah Gapoktan Tolak Penambangan

    BPD dan Pemdes Tulakan Dukung Langkah Gapoktan Tolak Penambangan

    • calendar_month Sel, 11 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 154
    • 0Komentar

      Rembug tani yang dilaksanakan di kediaman Ketua Gapoktan H. Masruhan, Dukuh Winong, Desa Tulakan, Senin (10/2022) Aparat desa berdiri satu barisan mendukung penuh langkah para petani Desa Tulakan yang mempertahankan kelangsungan masa depan pertanian desanya dari ancaman penambangan batuan di Kali Gelis. JEPARA – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Pemerintah Desa (Pemdes) Tulakan Kecamatan […]

  • Komisi B DPRD Pati Dampingi Audiensi Petani Kendeng, Sepakat Tolak Tambang

    Komisi B DPRD Pati Dampingi Audiensi Petani Kendeng, Sepakat Tolak Tambang

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 193
    • 0Komentar

    PATI – Komisi B DPRD Kabupaten Pati turut mengawal audiensi antara Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) dan Bupati Pati di Kantor Bupati Pati. Audiensi ini dipimpin oleh tokoh masyarakat Kendeng, Gunretno, dengan tujuan menyampaikan aspirasi terkait pelestarian lingkungan dan penolakan aktivitas pertambangan di kawasan Kendeng. Beberapa anggota Komisi B DPRD Pati seperti Kamari dan […]

  • Tanggul Jebol, Dua Desa di Batangan Pati Terendam Banjir: 700 Rumah Warga Terdampak

    Tanggul Jebol, Dua Desa di Batangan Pati Terendam Banjir: 700 Rumah Warga Terdampak

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 285
    • 0Komentar

    PATI – Hujan deras yang mengguyur selama tiga hari berturut-turut mengakibatkan banjir di dua desa di Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Akibatnya, sekitar 700 rumah warga di Desa Ketitangwetan dan Desa Raci terendam air setelah dua titik tanggul Sungai Widodaren jebol karena tak mampu menampung debit air yang tinggi. Banjir melanda Desa Ketitangwetan pada […]

  • DPRD Pati Dorong Pengembangan Wisata Lokal dengan Kreativitas Masyarakat

    DPRD Pati Dorong Pengembangan Wisata Lokal dengan Kreativitas Masyarakat

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 175
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Endah Sri Wahyuningati, mendorong pengembangan objek wisata lokal secara optimal melalui kreativitas masyarakat. “Dengan (saya) kreativitas itu harus juga dipacu dari masyarakat,” ungkap Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini. Ia menilai, wisata lokal menjadi keunggulan suatu daerah, selain dapat memberikan semangat baru bagi masyarakat, juga […]

  • DPRD Pati H. Kamari Ungkap Prospek Pertanian Tebu dan Peran Petani Milenial

    DPRD Pati H. Kamari Ungkap Prospek Pertanian Tebu dan Peran Petani Milenial

    • calendar_month Sen, 23 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 195
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, H. Kamari, meyakini bahwa sektor pertanian tebu di Indonesia masih menyimpan potensi besar dan prospektif. Hal ini disampaikannya dalam sebuah pernyataan terkait perkembangan industri gula di Indonesia. “Tebu sangat prospektif karena kebutuhan gula di Indonesia masih kurang. Ini berarti peluang besar terbuka untuk pengembangan tanaman tebu,” ujar Kamari. “Namun, tantangannya […]

expand_less