Breaking News
light_mode

Peduli, Mbah Roso Ajak Masyarakat Sehat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 11 Apr 2018
  • visibility 246


 
Lingkar Muria, PATI – Sebagai anggota Komisi IX DPR RI, Imam Suroso
atau yang akrab disapa Mbah Roso, terus mendorong dan mengajak masyarakat untuk
hidup sehat. Sabtu (8/4/2018) lalu, Mbah Roso menggelar Sosialisasi tentang gerakan
hidup sehat di Lapangan Desa Pekalongan Kecamatan Winong. 
”Pola hidup sehat dan bersih harus
membudaya di kalangan masyarakat. Supaya masyarakat terhindar dari  bermacam penyakit. Gerakat hidup sehat bisa
dilakukan dengan hal-hal sederhana,” papar Mbah Roso kepada Jawa Pos Radar
Kudus.
Lanjut Mbah Roso, hal-hal sederhana
itu seperti membiasakan makan buah dan sayur, olahraga minimal setengah jam
sehari, perbanyak minum air putih, dan melakukan cek gula darah sebulan sekali.
”Menecegah lebih baik dari pada
mengobati. Bukankah begitu, dari pada bolak-balik berobat ke dokter,” imbuh politisi
PDI Perjuangan ini.
Selanjutnya, Mbah Roso pun memberi
perhatian terkait sejumlah makanan yang dinilai tak layak konsumsi. Seperti
ramainya produk makanan kalengan yang mengandung cacing di dalamnya.
”Kami sangat prihatin. Kini kami
sudah memanggil Kemenkes dan Balai Besar POM. Kami minta segera ditertibkan
karena selain jijik tentu itu mengerikan jika memang berbahaya. Oleh karena itu
entah kecolongan atau tidak kami minta segera ditindaklanjuti kalau perlu
segera ditarik jika berbahaya,”terangnya.
Bahkan agar kejadian serupa tidak
kembali terulang, kini DPR RI juga telah menggodok undang-undang tentang
pengawasan obat dan makanan. Hal itu dilakukan untuk memperkuat payung hukum
dalam langkah kerja BPPOM.
Sementara itu salah satu tokoh
masyarakat yang hadir, Endro Dwi Cahyono juga berharap, agar pengawasan
terhadap makanan dapat dipertegas kembali. Dia juga meminta agar pengawasan dan
tindak lanjut bisa diteruskan hingga ke daerah-daerah. Agar masyarakat tak
menjadi korban.
“Pemerintah baik pusat hingga ke
daerah juga harus memberi penjelasan apakah benar berbahaya atau tidak sehingga
tidak membuat keresahan di kalangan masyarakat,” ujarnya.
Seperti diketahui, di kalangan
masyarakat bawah banyak bermunculan informasi yang kebenarannya belum teruji.
Bahkan dalam kasus makanan kalengan yang mengandung cacing, itu tidak berbahaya
apabila dimasak dengan suhu yang benar. (lil)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Jepara Amankan Tersangka Penjual Miras Oplosan Maut

    Polres Jepara Amankan Tersangka Penjual Miras Oplosan Maut

    • calendar_month Sen, 7 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 253
    • 0Komentar

      Polres Jepara menangkap tersangka penjual miras oplosan maut Sebanyak 9 orang meninggal akibat menenggak miras oplosan di Jepara. Kasus semacam ini terus berulang. Sungguh malang nasib mereka yang mati sia-sia. Kasus ini sempat menghebohkan jagat maya. JEPARA – Polres Jepara Polda Jateng menangkap satu orang dalam kasus miras oplosan maut yang mengakibatkan 9 orang […]

  • Dewan Pati Minta Even Karnaval di Desa Utamakan Tradisi dan Budaya Lokal

    Dewan Pati Minta Even Karnaval di Desa Utamakan Tradisi dan Budaya Lokal

    • calendar_month Ming, 15 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 198
    • 0Komentar

    PATI – Penggunaan “sound horeg” pada acara karnaval di desa-desa di Kabupaten Pati menjadi sorotan. Anggota DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, menilai penggunaan alat musik keras tersebut tidak mencerminkan kearifan lokal dan malah menimbulkan keresahan di kalangan warga. “Suara keras ‘sound horeg’ seringkali memicu konflik antarwarga, bahkan berujung pada tindak kekerasan,” ujarnya. “Yang lebih memprihatinkan, dengan […]

  • Ribuan Kader Ansor-Banser Ikut Apel Patriotisme dan Kemah Bakti di Jepara

    Ribuan Kader Ansor-Banser Ikut Apel Patriotisme dan Kemah Bakti di Jepara

    • calendar_month Ming, 4 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 568
    • 0Komentar

    JEPARA – Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Addin Jauharudin, menyerukan seluruh kader Ansor dan Banser untuk menjadi penolong bagi umat, daerah, dan bangsa. Hal ini disampaikan dalam sambutannya pada Apel Patriotisme dan Kemah Bakti di GOR Al-Fitroh, Desa Watu Aji, Jepara, Sabtu (3/5/2025). “Ansor artinya penolong. Maka tolonglah saudara-saudaramu, tolonglah desamu, dan tolonglah […]

  • Lulusan TKJ Kepincut Jadi Bidan

    Lulusan TKJ Kepincut Jadi Bidan

    • calendar_month Sel, 16 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Mefiana Desy Safitri Mefi/DOKUMEN PRIBADI Banyak yang merasa heran dan tak habis piker, melihat riwayat pendidikan Mefiana Desy Safitri. Perempuan kelahiran Pati, 17 Desember 1999 ini sebelumnya mengenyam pendidikan di Teknik Komputer Jaringan SMK Telkom Terpadu AKN Marzuki, namun kini ia lebih memilih melanjut di Jurusan Kebidanan. ”Awalnya memang banyak yang keheranan. Biasanya akrab dengan […]

  • Peringatan Maulid Nabi: Ali Badrudin Tekankan Pentingnya Moral dalam Kehidupan

    Peringatan Maulid Nabi: Ali Badrudin Tekankan Pentingnya Moral dalam Kehidupan

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 677
    • 0Komentar

    PATI – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada bulan Rabiul Awal ini dirayakan dengan meriah oleh umat Islam di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Pati. Momen ini menjadi kesempatan untuk mempertebal syiar Islam melalui berbagai kegiatan, mulai dari sholawatan di musholla dan masjid hingga acara besar seperti ceramah dan tabligh akbar. Ketua DPRD Pati, […]

  • Edy Wuryanto Dorong Kemnaker Revisi Aturan, Hentikan Trik PHK untuk Hindari THR Jelang Lebaran

    Edy Wuryanto Dorong Kemnaker Revisi Aturan, Hentikan Trik PHK untuk Hindari THR Jelang Lebaran

    • calendar_month Jum, 27 Feb 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.605
    • 0Komentar

    JAKARTA – Rencana PHK di sebuah perusahaan mi instan yang kemudian batal menjadi sorotan dan membuka kembali permasalahan ketenagakerjaan yang sering muncul menjelang Hari Raya Idulfitri, yakni dugaan penggunaan PHK untuk menghindari pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR). Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menilai bahwa praktik semacam ini menunjukkan adanya kesenjangan dalam regulasi yang […]

expand_less