Breaking News
light_mode

Peduli, Mbah Roso Ajak Masyarakat Sehat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 11 Apr 2018
  • visibility 213


 
Lingkar Muria, PATI – Sebagai anggota Komisi IX DPR RI, Imam Suroso
atau yang akrab disapa Mbah Roso, terus mendorong dan mengajak masyarakat untuk
hidup sehat. Sabtu (8/4/2018) lalu, Mbah Roso menggelar Sosialisasi tentang gerakan
hidup sehat di Lapangan Desa Pekalongan Kecamatan Winong. 
”Pola hidup sehat dan bersih harus
membudaya di kalangan masyarakat. Supaya masyarakat terhindar dari  bermacam penyakit. Gerakat hidup sehat bisa
dilakukan dengan hal-hal sederhana,” papar Mbah Roso kepada Jawa Pos Radar
Kudus.
Lanjut Mbah Roso, hal-hal sederhana
itu seperti membiasakan makan buah dan sayur, olahraga minimal setengah jam
sehari, perbanyak minum air putih, dan melakukan cek gula darah sebulan sekali.
”Menecegah lebih baik dari pada
mengobati. Bukankah begitu, dari pada bolak-balik berobat ke dokter,” imbuh politisi
PDI Perjuangan ini.
Selanjutnya, Mbah Roso pun memberi
perhatian terkait sejumlah makanan yang dinilai tak layak konsumsi. Seperti
ramainya produk makanan kalengan yang mengandung cacing di dalamnya.
”Kami sangat prihatin. Kini kami
sudah memanggil Kemenkes dan Balai Besar POM. Kami minta segera ditertibkan
karena selain jijik tentu itu mengerikan jika memang berbahaya. Oleh karena itu
entah kecolongan atau tidak kami minta segera ditindaklanjuti kalau perlu
segera ditarik jika berbahaya,”terangnya.
Bahkan agar kejadian serupa tidak
kembali terulang, kini DPR RI juga telah menggodok undang-undang tentang
pengawasan obat dan makanan. Hal itu dilakukan untuk memperkuat payung hukum
dalam langkah kerja BPPOM.
Sementara itu salah satu tokoh
masyarakat yang hadir, Endro Dwi Cahyono juga berharap, agar pengawasan
terhadap makanan dapat dipertegas kembali. Dia juga meminta agar pengawasan dan
tindak lanjut bisa diteruskan hingga ke daerah-daerah. Agar masyarakat tak
menjadi korban.
“Pemerintah baik pusat hingga ke
daerah juga harus memberi penjelasan apakah benar berbahaya atau tidak sehingga
tidak membuat keresahan di kalangan masyarakat,” ujarnya.
Seperti diketahui, di kalangan
masyarakat bawah banyak bermunculan informasi yang kebenarannya belum teruji.
Bahkan dalam kasus makanan kalengan yang mengandung cacing, itu tidak berbahaya
apabila dimasak dengan suhu yang benar. (lil)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berjihad dalam Kelestarian Lingkungan (1)

    Berjihad dalam Kelestarian Lingkungan (1)

    • calendar_month Rab, 12 Feb 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Di era industri 4.0 sudah saatnya kader IPNU dan IPPNU melibatkan diri dalam berbagai persoalan. Program – program ramah lingkungan perlu menjadi lahan garapan kader muda nahdliyin. Caranya memanfaatkan limbah sekitar kita, seperti limbah botol plastik untuk dijadikan barang yang lebih bermanfaat. Problem limbah dan sampah, seperti plastik telah menjadi tantangan dunia. Karena itu tidak […]

  • Alumni Akademi Safin Pati Trial di Klub Malaga Spanyol

    Alumni Akademi Safin Pati Trial di Klub Malaga Spanyol

    • calendar_month Sab, 1 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Reno (dua dari kiri) bersama temannya di klub FC Malaga Spanyol Kesempatan menimba ilmu di akademi sepak bola Eropa tak disia-siakan oleh Reno. Alumni Safin Pati Sports School Pati ini sedang mendapat kesempatan trial di tim Spanyol, FC Malaga City Academy U-17. PATI – Anak muda bernama lengkap Raynata Adi Gautana Setyawan atau biasa disapa […]

  • Jumlah Korban Keracunan Massal di PT Sejin Pati Terus Bertambah: 305 Karyawan Alami Gejala Mual dan Pusing

    Jumlah Korban Keracunan Massal di PT Sejin Pati Terus Bertambah: 305 Karyawan Alami Gejala Mual dan Pusing

    • calendar_month Rab, 17 Jul 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 169
    • 0Komentar

    PATI – Jumlah korban keracunan massal di PT Sejin Pati terus bertambah. Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, saat ini sudah ada 305 karyawan pabrik garment dan sepatu yang mengalami gejala mual dan pusing. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, dr Aviani Tritanti Venusia, mengungkapkan bahwa pada Selasa sore, terdapat 286 karyawan yang melaporkan gejala keracunan. […]

  • PKB Pati Syukuran Perpres Pesantren Terbit

    PKB Pati Syukuran Perpres Pesantren Terbit

    • calendar_month Sen, 20 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Syukuran potong tumpeng di kantor DPC PKB Pati atas terbitnya perpres pesantren PATI – Rasa syukur terpancar setelah terbit Peraturan Presiden (Perpres) nomor 82 tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Pati bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati menggelar tasyakuran bersama, Sabtu (18/9/2021) di kantor DPC PKB. Ketua DPC PKB […]

  • DPRD Pati Sorot Atribut Kampanye di Zona Terlarang, Minta Bawaslu Bertindak Tegas

    DPRD Pati Sorot Atribut Kampanye di Zona Terlarang, Minta Bawaslu Bertindak Tegas

    • calendar_month Sel, 29 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 209
    • 0Komentar

    PATI – Joni Kurnianto, anggota DPRD Pati dari Fraksi Demokrat, menyoroti kinerja Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam mengawasi pelaksanaan Pilkada 2024. Ia mempertanyakan keberanian para calon dalam memasang atribut kampanye di zona terlarang, seperti di sekitar sekolah dan masjid. “Yang terjadi ini kan sebenarnya kelihatan di depan mata. Itu ada di zona-zona yang dilarang, kok […]

  • Suasana bedah buku kumpulan cerpen Antawacana di SUnyi Kurusetra karya Achiar M Permana.

    Kritik Kang Putu untuk Kumcer Antawacana di Sunyi Kurusetra

    • calendar_month Sab, 30 Sep 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 332
    • 0Komentar

    Bedah buku kumpulan cerpen Antawacana di Sunyi Kurusetra karya Achiar M Permana. Kang Putu sebagai pembedah mengkritik masih terlalu monoton cerita yang disajikan.

expand_less