Breaking News
light_mode

Dinsos Pati Akui Terima Laporan Dugaan Pencabulan Santriwati Sejak 2024

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 30 Apr 2026
  • visibility 308

PATI – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsop3akb) Kabupaten Pati mengakui telah menerima laporan dugaan pencabulan terhadap santriwati oleh pengasuh pondok pesantren sejak 2024.

Kepala Dinsop3akb Pati, Aviani Tritanti Venusia, mengatakan laporan tersebut diterima melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dengan satu orang korban sebagai pelapor.

“Kami menerima laporan dugaan kasus itu pada 2024. Saat itu ada satu pelapor yang datang ke UPTD PPA untuk meminta pendampingan,” ujar Aviani saat ditemui di kantornya, Kamis (30/4/2026).

Ia menjelaskan, laporan tersebut telah diteruskan ke Unit PPA Polresta Pati untuk proses hukum lebih lanjut. Selama penanganan berlangsung, pihaknya tetap memberikan pendampingan kepada korban.

“Selama 2024 kami melakukan pendampingan, termasuk kunjungan ke korban. Kasusnya belum ditutup, namun kami belum menerima perkembangan lebih lanjut dari Unit PPA Polresta,” jelasnya.

Pada akhir 2025, keluarga korban kembali mendatangi UPTD PPA untuk menanyakan perkembangan penanganan kasus tersebut.

“Di akhir 2025, keluarga korban datang lagi untuk menanyakan progres penanganan kasus,” tambahnya.

Menurut Aviani, peristiwa dugaan pencabulan itu terjadi saat korban masih menempuh pendidikan di pondok pesantren sekitar tahun 2020. Korban baru melapor setelah lulus dari lembaga tersebut.

Ia juga menyebut adanya dugaan korban lain, namun pihaknya fokus pada laporan yang masuk.

“Dari informasi yang kami terima, ada dugaan korban lain. Namun karena yang melapor hanya satu orang, kami fokus pada pendampingan korban tersebut,” ujarnya.

Atas kasus ini, Aviani menyampaikan keprihatinannya dan mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak.

“Kami prihatin dengan kejadian ini. Orang tua diharapkan lebih waspada dan mendorong anak untuk berani melapor jika mengalami atau mengetahui kejadian serupa,” pungkasnya.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fraksi Gerindra DPRD Pati Pertanyakan Pemanfaatan Anggaran hingga Muncul SiLPA Rp229 Miliar

    Fraksi Gerindra DPRD Pati Pertanyakan Pemanfaatan Anggaran hingga Muncul SiLPA Rp229 Miliar

    • calendar_month Sen, 21 Sep 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102.384
    • 0Komentar

    PATI – Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Pati meminta Pemerintah Kabupaten Pati melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran daerah, menyusul munculnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp229,62 miliar. Sorotan tersebut disampaikan Fraksi Gerindra dalam pembahasan Raperda tentang Perubahan APBD Kabupaten Pati Tahun Anggaran 2026. Fraksi tersebut menilai kenaikan penerimaan pembiayaan daerah perlu […]

  • Warga Ucapkan Terima Kasih, DPRD Pati Minta Semua Ijazah di SMPN 1 Tayu Diserahkan ke Pemiliknya

    Warga Ucapkan Terima Kasih, DPRD Pati Minta Semua Ijazah di SMPN 1 Tayu Diserahkan ke Pemiliknya

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.121
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati Teguh Bandang Waluyo mengungkapkan bahwa beberapa warga, termasuk mantan wali murid SMPN 1 Tayu, datang ke kantor untuk menyampaikan ucapan terima kasih atas kinerja DPRD dalam melakukan kegiatan sidak terkait permasalahan ijazah di sekolah. Kegiatan sidak tersebut telah memberikan hasil nyata, di mana para siswa atau mantan […]

  • Reses Tahap Kedua, Anggota DPRD Pati Tanggapi Aspirasi Warga Terkait UMKM dan Kesehatan

    Reses Tahap Kedua, Anggota DPRD Pati Tanggapi Aspirasi Warga Terkait UMKM dan Kesehatan

    • calendar_month Jum, 16 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 374
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Suhartini, menggelar reses tahap kedua pada Kamis malam (8/5/2025) di kediaman Rizky Dewi, Kampung Saliyan, Kelurahan Pati Lor. Acara dihadiri warga Kecamatan Pati Kota dan sekitarnya yang antusias menyampaikan berbagai aspirasi. Permasalahan yang diangkat beragam, meliputi infrastruktur, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan bantuan sosial. “Beberapa usulan yang muncul antara lain […]

  • Joni Kurnianto Soroti Fasilitas Publik Pati yang Dibangun Mahal Tapi Kurang Dikelola

    Joni Kurnianto Soroti Fasilitas Publik Pati yang Dibangun Mahal Tapi Kurang Dikelola

    • calendar_month Sab, 7 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.969
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, mengangkat persoalan sejumlah fasilitas publik di daerahnya, di antaranya Alun-alun Kembang Joyo dan Plaza Pragolo, yang menghabiskan anggaran besar dalam pembangunannya namun tidak mendapatkan perawatan yang memadai. Ia mengambil contoh Alun-alun Kembang Joyo yang membutuhkan biaya lebih dari Rp10 miliar untuk dibangun, namun hingga kini […]

  • Plt Bupati Pati: Pasok Makan Bergizi Gratis Wajib Utamakan UMKM Lokal, Bukan Perusahaan Besar

    Plt Bupati Pati: Pasok Makan Bergizi Gratis Wajib Utamakan UMKM Lokal, Bukan Perusahaan Besar

    • calendar_month Sel, 21 Jul 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 101.182
    • 0Komentar

    PATI — Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya harus mengutamakan produk serta pemasok dari kalangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) setempat, alih-alih melibatkan perusahaan besar. Pernyataan ini disampaikannya saat membuka kegiatan Peningkatan Pemahaman dan Pengetahuan Perkoperasian serta Kapasitas dan Kompetensi SDM Koperasi melalui Pendidikan dan […]

  • DPRD Pati Minta Pendidikan Karakter Ditingkatkan di Era Gempuran Medsos

    DPRD Pati Minta Pendidikan Karakter Ditingkatkan di Era Gempuran Medsos

    • calendar_month Sen, 21 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 310
    • 0Komentar

    PATI – Kekhawatiran muncul mengenai minimnya pendidikan karakter anak di Kabupaten Pati. Hal ini terungkap dari tingginya angka kejahatan yang melibatkan anak muda. Didin Syafruddin, anggota DPRD Kabupaten Pati, mengungkapkan keprihatinannya. “Banyaknya kasus kejahatan yang melibatkan anak muda menunjukkan bahwa karakter mereka masih lemah dan mudah terpengaruh hal negatif,” ujar Didin. Menurutnya, karakter yang kuat […]

expand_less