Breaking News
light_mode

Kemandirian Ekonomi dan Pendidikan Jadi Isu Konfercab NU Pati 2019

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 1 Mar 2019
  • visibility 160

PATI – Konferensi Cabang (Konfercab) Nahdlatul Ulama
(NU) Kabupaten Pati bakal berlangsung (7/2/2019) pekan depan. Acara reorganisasi
itu bakal digelar di Pondok Pesantren Mamba’ul Ulum Pakis Kecamatan Tayu,
dengan mengusung tema “Satu Abad Menuju Kemandirian NU”, dalam konferensi itu
isu-isu penting bakal dibahas. Diantaranya soal kemandirian ekonomi dan
pendidikan.
Ketua
Konfercab PCNU 2019, Jamal Ma;mur Asmani mengungkapkan, selain membahas soal
aqidah, fikrah, dan harakah, hingga politik kebangsaan, persoalan ekonomi dan
pendidikan bakal mendapat perhatian di ajang konferensi tersebut.
Lazisnu
misalnya, kata Jamal, memiliki potensi yang sangat besar. Tapi membutuhkan
manajemen transparan dan akuntabel, dimana harus diisi sumber daya manusia yang
profesional dan tentunya memiliki kualifikasi shidiq, amanah, tabligh, dan fathanah.
”Jika
Lazisnu sukses, potensi di bidang yang lain akan lahir dengan sendirinya,
seperti di Sragen. Lazisnu Sragen sukses, akhirnya berdirilah rumah sakit,
minimarket, BMT NU, dan usaha-usaha produktif yang lain,” terang dosen di
Ipmafa Pati ini dalam acara Pra Konfercab NU Pati belum lama ini.
Menuju Konfercab PC NU Pati 2019
Yang
tak kalah penting juga, lanjut Jamal, adalah kemandirian pendidikan.
Kemandirian pendidikan sangat tampak pada pesantren salaf yang diakomodir
pemerintah dalam Pesantren Muadalah, Pendidikan Diniyah Formal, dan Ma’had Aly.
”Inilah
kemandirian  pendidikan ala NU yang sangat
khas. Sementara untuk pendidikan formal dibutuhkan transformasi fundamental
yang sesuai dengan budaya bangsa dan nilai etis agama,” imbuhnya.
Disusul
kemudian, orientasi hidup warga NU yang diwariskan para ulama adalah khidmatul ummah (melayani umat) sebagai
manifestasi dari tanggungjawab agama.
”Orientasi
horisontal yang membumi ini melahirkan mental kepeloporan, kewirausahaan,
kreativitas, inovasi, kolaborasi, dan sinergi dengan elemen lembaga yang lain,”
jelasnya. (yan)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wabup Pati Dukung Pengembangan Batik Nusantara di Wastra Batik Festival Bojonegoro

    Wabup Pati Dukung Pengembangan Batik Nusantara di Wastra Batik Festival Bojonegoro

    • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 141
    • 0Komentar

    BOJONEGORO – Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, turut hadir dalam Wastra Batik Festival di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (18-21 Juni 2025). Kehadirannya menunjukkan dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Pati terhadap pelestarian dan pengembangan batik sebagai warisan budaya Nusantara. Festival yang dibuka langsung oleh Bupati Bojonegoro ini dihadiri pula oleh sejumlah kepala daerah dari Jawa Tengah […]

  • MTs Salafiyah Kajen Raih Juara Umum Porsema ke-13 Kabupaten Pati 2025

    MTs Salafiyah Kajen Raih Juara Umum Porsema ke-13 Kabupaten Pati 2025

    • calendar_month Sen, 18 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 243
    • 0Komentar

    PATI – Pekan Olahraga dan Seni Madrasah (Porsema) ke-13 tingkat Kabupaten Pati tahun 2025 resmi dibuka pada 9 Agustus di Stadion Gelora Soekarno, Mojoagung, Pati, setelah sempat mengalami penundaan dari jadwal semula di bulan Juli. Cabang lomba kesenian ditempatkan di Yayasan Salafiyah Kajen, Pati, sementara cabang olahraga dipusatkan di Safin Arena, Mojoagung, Pati. Moh. Azka […]

  • DPRD Pati : Apresiasi Bulog Pati, Kenaikan HPP Gabah Berdampak Positif Bagi Petani

    DPRD Pati : Apresiasi Bulog Pati, Kenaikan HPP Gabah Berdampak Positif Bagi Petani

    • calendar_month Jum, 18 Apr 2025
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 456
    • 0Komentar

    PATI – Kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah menjadi Rp6.500 per kilogram dinilai menjadi angin segar bagi para petani. Karena dapat mengangkat kesejahteraan petani. Hal itu diungkapkan anggota DPRD Pati sekaligus Ketua Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Kabupaten Pati, Sudi Rustanto. Pria yang duduk di Komisi B DPRD Pati itu mengapresiasi kenaikan […]

  • Kidungan Teks Pakem Kajen, Meriahkan Haul Mbah Mutamakkin

    Kidungan Teks Pakem Kajen, Meriahkan Haul Mbah Mutamakkin

    • calendar_month Kam, 9 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 167
    • 0Komentar

      Festival Kajen, menembangkan Tesk Pakem Kajen PATI – Manuskrip yang ditulis pada tahun 1891 ini terakhir ditembangkan pada tahun 1950-an di Pasareyan Mbah Mutamakkin alias Kiai Cabolek alias Pangeran Hadikusuma, cucu Raja Pajang, Joko Tingkir alias Mas Karebet alias Sultan Hadiwijaya. Penulis manuskrip adalah Kiai Abdul Karim dari Margotuhu Ngerojo. Terakhir, sebab panambangnya setelah […]

  • Bupati Haryanto Janji Tahun Depan Insentif Tenaga Honorer Naik

    Bupati Haryanto Janji Tahun Depan Insentif Tenaga Honorer Naik

    • calendar_month Sab, 24 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Bupati Haryanto PATI – Angin segar berhembus untuk para tenaga honorer kategori 2 (K2) di Kabupaten Pati. Hal itu lantaran Bupati Haryanto yang berjanji akan menaikkan insentif. Rencananya, kenaikan dilakukan sebesar Rp 900 ribu per bulan. Kebijakan tersebut tidak lepas dari berbagai pertimbangan. Bupati menilai, kenaikan itu sebagai bentuk perhatian pemerintah atas dedikasi penabsian yang sudah dilakukan selama bertahun-tahun […]

  • Anggota DPRD Pati Prihatin atas Fenomena Sound Horeg yang Meresahkan Warga

    Anggota DPRD Pati Prihatin atas Fenomena Sound Horeg yang Meresahkan Warga

    • calendar_month Kam, 24 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 216
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, menyoroti fenomena sound horeg yang marak digunakan dalam karnaval keliling kampung. Beliau mengungkapkan keprihatinannya atas dampak negatif yang ditimbulkan, terutama keresahan warga. “Saya merasa ikut prihatin dan sungguh menyayangkan, karena ini juga tidak mencerminkan kearifan lokal sama sekali. Seharusnya dalam pesta apapun yang berbentuk karnaval harus lebih mengutamakan […]

expand_less