Breaking News
light_mode

Tingginya Indikasi Gangguan Mental Anak, Edy Wuryanto Dorong Kemenkes Bertindak

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Kam, 12 Mar 2026
  • visibility 3.097

JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menyuarakan keprihatinan mendalam atas temuan pemerintah yang menunjukkan tingginya indikasi gangguan kesehatan jiwa pada anak.

Data skrining dari program Cek Kesehatan Gratis yang dirilis Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa hampir 10 persen dari sekitar 7 juta anak yang diperiksa menunjukkan gejala kecemasan dan depresi. Edy Wuryanto menegaskan bahwa angka ini menuntut perhatian serius dari seluruh pihak terkait.

Menurut Edy, persoalan kesehatan mental pada anak kini bukanlah isu marginal dan harus ditangani dengan serius. Ia menekankan perlunya negara memperkuat sistem penanganan sejak dini, terutama melalui pelayanan kesehatan primer.

“Penanganan kesehatan jiwa anak harus lebih didorong pada pendekatan promotif, preventif, dan deteksi dini terhadap gejala gangguan mental ringan. Jangan menunggu sampai kondisi anak memburuk hingga menimbulkan disabilitas,” ungkap Edy.

Politisi dari PDI Perjuangan ini secara tegas menyatakan bahwa penguatan pelayanan kesehatan primer, khususnya Puskesmas dan Posyandu, wajib menjadi prioritas dalam strategi nasional penanganan kesehatan mental anak. Ia menilai layanan yang dekat dengan masyarakat adalah yang paling efektif untuk pemantauan dan intervensi awal.

“Puskesmas dan Posyandu adalah garda terdepan pelayanan kesehatan di masyarakat. Di sinilah deteksi awal masalah kesehatan jiwa anak dapat dilakukan secara lebih cepat dan sistematis,” jelasnya.

Edy juga menyoroti pentingnya melibatkan kader kesehatan dalam upaya pencegahan dan penanganan dini gangguan kesehatan jiwa. Ia berpendapat, kader kesehatan yang selama ini aktif di masyarakat harus mendapatkan pelatihan khusus agar mampu mengenali tanda-tanda awal gangguan mental pada anak.

“Kader kesehatan perlu dilatih untuk mengenali gejala dan masalah gangguan jiwa sejak dini. Mereka juga dapat mendampingi keluarga dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan jiwa anak,” paparnya.

Lebih jauh, kader diharapkan bisa memberikan pendampingan kepada keluarga terkait langkah yang harus diambil jika ada anggota keluarga yang berisiko mengalami gangguan jiwa, serta mengarahkan mereka ke fasilitas layanan kesehatan yang tepat.

Dalam konteks penguatan layanan berbasis komunitas, Edy melihat peran Posyandu perlu diperluas cakupannya, tidak hanya sebatas kesehatan fisik, melainkan juga kesehatan mental.

“Peran Posyandu perlu diperkuat. Jika diperlukan, Posyandu dapat menambah meja layanan baru atau meja keenam yang khusus menyediakan konseling kesehatan jiwa bagi anak dan keluarga,” ujar Legislator Dapil Jawa Tengah III ini.

Untuk merealisasikan ini, Edy mengusulkan penguatan kapasitas tenaga kesehatan seperti perawat dan bidan dengan pembekalan lanjutan dalam penanganan awal kasus kesehatan jiwa, serta pengetahuan bagi kader Posyandu untuk mendeteksi dan menuntun masyarakat yang membutuhkan layanan tersebut.

Ia lebih lanjut mendorong Kementerian Kesehatan untuk segera menyusun pedoman dan regulasi yang lebih jelas terkait pelayanan kesehatan jiwa di tingkat pelayanan dasar.

“Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan perlu menyusun pedoman dan regulasi pelayanan kesehatan jiwa di Puskesmas dan Posyandu. Hal ini penting karena pelayanan kesehatan dasar berada di bawah tanggung jawab pemerintah daerah, sehingga perlu ada standar nasional yang jelas,” tegas Edy.

Edy menambahkan, penanganan kesehatan jiwa anak harus dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, dan komunitas.

Dengan sistem deteksi dini yang kuat dan dukungan lingkungan yang sehat, diharapkan masalah kesehatan mental pada anak dapat ditangani lebih cepat dan mencegah dampak yang lebih serius di masa depan.

“Investasi terbesar bangsa adalah pada generasi muda. Kesehatan jiwa anak harus dijaga sejak dini agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fokus Infrastruktur dan Penanggulangan Banjir, Bupati Pati Ajukan Pinjaman Daerah

    Fokus Infrastruktur dan Penanggulangan Banjir, Bupati Pati Ajukan Pinjaman Daerah

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 704
    • 0Komentar

    PATI – Bupati Pati, Sudewo, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pati pada hari Senin, 10 November 2025, untuk membahas tindak lanjut kesepakatan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran mendatang. Dalam rapat tersebut, Sudewo menekankan pentingnya infrastruktur dan penanggulangan banjir sebagai prioritas utama. “PPAS kan sudah disepakati bersama antara Pemerintah dan DPRD. Sekarang ini […]

  • Daftar Oleh-Oleh Khas Kudus yang Wajib Dibawa Pulang

    Daftar Oleh-Oleh Khas Kudus yang Wajib Dibawa Pulang

    • calendar_month Sel, 28 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 359
    • 0Komentar

    Sirup dan aneka olahan dari buah parijoto khas Kudus/alammu.official Kudus adalah sebuah kota kecil di daerah Jawa Tengah yang cukup ramai. Sektor industri, dan bisnis berkembang pesat. Begitu juga dengan dunia pariwisata dan pendidikannya.  Kudus sangat terkenal dengan industri rokok kretek yang telah melegenda. Selain itu Kudus juga terkenal dengan wisata religi yaitu malam Sunan […]

  • Takuto Miki saat dimainkan dalam laga uji coba/INSTAGRAM 

    Takuto Miki Pemain Asing Persipa Ingin Cetak 20 Gol

    • calendar_month Ming, 23 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 224
    • 0Komentar

      Takuto Miki saat dimainkan dalam laga uji coba/INSTAGRAM Inilah profil Takuto Miki, pemain asing Persipa Pati asal Jepang. Pemain yang berposisi sebagai penyerang ini menargetkan ingin mencetak 20 gol di musim perdananya bermain di Indonesia.  PATI –  Takuto Miki telah resmi menjadi pemain Persipa Pati, dia bahkan sudah dimainkan dalam laga uji coba melawan […]

  • Jalan Akses ke Wisata Gunungrowo dan Gunungsari Rusak Bikin Ban Bocor

    Jalan Akses ke Wisata Gunungrowo dan Gunungsari Rusak Bikin Ban Bocor

    • calendar_month Kam, 9 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Jalan rusak Desa Lahar Kecamatan Tlogowungu Pati Sebagian besar jalan di Kabupaten Pati rusak. Seperti di jalan penghubung Desa Lahar dan Sumbermulyo Kecamatan Tlogowungu, Pati. Jalan yang menjadi akses ke tempat wisata ini rusak parah dan sering mengakibatkan ban bocor. PATI – Jalan penghubung antara Desa Lahar dan Sumbermulyo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, rusak parah.  […]

  • DPRD Pati Gelar Sidang Paripurna untuk Sampaikan Hasil Pembahasan LKPJ Bupati 2025

    DPRD Pati Gelar Sidang Paripurna untuk Sampaikan Hasil Pembahasan LKPJ Bupati 2025

    • calendar_month Rab, 22 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.758
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mengadakan Sidang Paripurna yang berfokus pada penyampaian hasil pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Pati Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (21/4/2026) di Ruang Paripurna DPRD. Sidang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan dewan lainnya, yakni Wakil Ketua […]

  • Sudewo: Semua Masukan DPRD Pati Akan Jadi Ikhtiar Membangun Kabupaten Pati 

    Sudewo: Semua Masukan DPRD Pati Akan Jadi Ikhtiar Membangun Kabupaten Pati 

    • calendar_month Jum, 31 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 541
    • 0Komentar

    PATI – Bupati Pati, Sudewo, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pati secara daring pada Jumat, 31 Oktober 2025. Agenda rapat hari ini adalah penyampaian pendapat atas laporan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket terkait pemakzulan Bupati Pati. Sebelumnya, Rapat Paripurna pertama telah membacakan laporan Pansus Hak Angket tentang kinerja Bupati Pati. Laporan tersebut dibacakan secara bergantian […]

expand_less