Breaking News
light_mode

Tingginya Indikasi Gangguan Mental Anak, Edy Wuryanto Dorong Kemenkes Bertindak

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Kam, 12 Mar 2026
  • visibility 3.168

JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menyuarakan keprihatinan mendalam atas temuan pemerintah yang menunjukkan tingginya indikasi gangguan kesehatan jiwa pada anak.

Data skrining dari program Cek Kesehatan Gratis yang dirilis Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa hampir 10 persen dari sekitar 7 juta anak yang diperiksa menunjukkan gejala kecemasan dan depresi. Edy Wuryanto menegaskan bahwa angka ini menuntut perhatian serius dari seluruh pihak terkait.

Menurut Edy, persoalan kesehatan mental pada anak kini bukanlah isu marginal dan harus ditangani dengan serius. Ia menekankan perlunya negara memperkuat sistem penanganan sejak dini, terutama melalui pelayanan kesehatan primer.

“Penanganan kesehatan jiwa anak harus lebih didorong pada pendekatan promotif, preventif, dan deteksi dini terhadap gejala gangguan mental ringan. Jangan menunggu sampai kondisi anak memburuk hingga menimbulkan disabilitas,” ungkap Edy.

Politisi dari PDI Perjuangan ini secara tegas menyatakan bahwa penguatan pelayanan kesehatan primer, khususnya Puskesmas dan Posyandu, wajib menjadi prioritas dalam strategi nasional penanganan kesehatan mental anak. Ia menilai layanan yang dekat dengan masyarakat adalah yang paling efektif untuk pemantauan dan intervensi awal.

“Puskesmas dan Posyandu adalah garda terdepan pelayanan kesehatan di masyarakat. Di sinilah deteksi awal masalah kesehatan jiwa anak dapat dilakukan secara lebih cepat dan sistematis,” jelasnya.

Edy juga menyoroti pentingnya melibatkan kader kesehatan dalam upaya pencegahan dan penanganan dini gangguan kesehatan jiwa. Ia berpendapat, kader kesehatan yang selama ini aktif di masyarakat harus mendapatkan pelatihan khusus agar mampu mengenali tanda-tanda awal gangguan mental pada anak.

“Kader kesehatan perlu dilatih untuk mengenali gejala dan masalah gangguan jiwa sejak dini. Mereka juga dapat mendampingi keluarga dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan jiwa anak,” paparnya.

Lebih jauh, kader diharapkan bisa memberikan pendampingan kepada keluarga terkait langkah yang harus diambil jika ada anggota keluarga yang berisiko mengalami gangguan jiwa, serta mengarahkan mereka ke fasilitas layanan kesehatan yang tepat.

Dalam konteks penguatan layanan berbasis komunitas, Edy melihat peran Posyandu perlu diperluas cakupannya, tidak hanya sebatas kesehatan fisik, melainkan juga kesehatan mental.

“Peran Posyandu perlu diperkuat. Jika diperlukan, Posyandu dapat menambah meja layanan baru atau meja keenam yang khusus menyediakan konseling kesehatan jiwa bagi anak dan keluarga,” ujar Legislator Dapil Jawa Tengah III ini.

Untuk merealisasikan ini, Edy mengusulkan penguatan kapasitas tenaga kesehatan seperti perawat dan bidan dengan pembekalan lanjutan dalam penanganan awal kasus kesehatan jiwa, serta pengetahuan bagi kader Posyandu untuk mendeteksi dan menuntun masyarakat yang membutuhkan layanan tersebut.

Ia lebih lanjut mendorong Kementerian Kesehatan untuk segera menyusun pedoman dan regulasi yang lebih jelas terkait pelayanan kesehatan jiwa di tingkat pelayanan dasar.

“Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan perlu menyusun pedoman dan regulasi pelayanan kesehatan jiwa di Puskesmas dan Posyandu. Hal ini penting karena pelayanan kesehatan dasar berada di bawah tanggung jawab pemerintah daerah, sehingga perlu ada standar nasional yang jelas,” tegas Edy.

Edy menambahkan, penanganan kesehatan jiwa anak harus dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, dan komunitas.

Dengan sistem deteksi dini yang kuat dan dukungan lingkungan yang sehat, diharapkan masalah kesehatan mental pada anak dapat ditangani lebih cepat dan mencegah dampak yang lebih serius di masa depan.

“Investasi terbesar bangsa adalah pada generasi muda. Kesehatan jiwa anak harus dijaga sejak dini agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadapi Dejan FC, Persipa Pati Buru Kemenangan untuk Keluar dari Juru Kunci 

    Hadapi Dejan FC, Persipa Pati Buru Kemenangan untuk Keluar dari Juru Kunci 

    • calendar_month Jum, 19 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.363
    • 0Komentar

    MAGELANG – Persipa Pati akan menghadapi Dejan FC dalam putaran kedua Liga Nusantara (Liga 3) musim 2025–2026 besok Sabtu (20/12/2025) pukul 15:00 WIB di Stadion Moch Soebroto Magelang. Tim yang menjadi kebanggaan warga Pati ini sedang dalam kondisi sulit setelah mengalami kekalahan pada laga sebelumnya. Pada Senin (15/12/2025) malam, Persipa Pati harus menerima kekalahan 0-1 […]

  • Bupati Pati Tekankan Kesiapsiagaan DPUTR Hadapi Bencana 

    Bupati Pati Tekankan Kesiapsiagaan DPUTR Hadapi Bencana 

    • calendar_month Sel, 29 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 356
    • 0Komentar

    PATI  – Bupati Pati, Sudewo, Senin (28/4/2025), memberikan pengarahan kepada seluruh staf Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati di Aula DPUTR. Pengarahan tersebut dihadiri oleh Kepala DPUTR, Riyoso, pejabat struktural, dan seluruh staf DPUTR. Sudewo menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan responsivitas staf DPUTR, terutama dalam menghadapi kondisi darurat seperti banjir atau kerusakan jalan. […]

  • Potensi Besar Latoh Jepara, Tembus Ekspor Jepang-Korea

    Potensi Besar Latoh Jepara, Tembus Ekspor Jepang-Korea

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 526
    • 0Komentar

    Urap Latoh menjadi salah satu menu olahan tanaman laut ini Tanaman Latoh banyak tumbuh di lautan Jepara. Latoh yang dikenal sebagai anggur laut atau Green Caviar, merujuk sebutan orang-orang Eropa dan Amerika, sangat baik untuk kesehatan. Bahkan pasar di Jepang dan Korea sudah banyak yang meminta tanaman hasil laut tersebut. ”Latoh memiliki potensi besar untuk […]

  • Baliho Prabowo Subianto petugas rakyat bertebaran di wilayah Pantura Pati 

    Di Kandang Banteng Loyalis Prabowo Pati Targetkan Raup Suara 55 Persen

    • calendar_month Sel, 13 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 305
    • 0Komentar

      Baliho Prabowo Subianto petugas rakyat bertebaran di wilayah Pantura Pati Pada Pilpres 2024 nanti, kelompok relawan Loyalis Prabowo Pati (LPP) menargetkan Prabowo Subianto bisa meraup suara lebih dari 55 persen di Kabupaten Pati. Padahal Pati adalah kandang banteng alias PDI Perjuangan. Optimisme itu karena LPP didukung sejumlah kalangan termasuk “jebolan” PDI Perjuangan. PATI – […]

  • Warga Pati yang Diindikasi Difteri Kian Membaik

    Warga Pati yang Diindikasi Difteri Kian Membaik

    • calendar_month Ming, 17 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 349
    • 0Komentar

    Ilustrasi Istimewa Lingkar Muria, PATI – Warga Kabupaten Pati dihimbau untuk mewaspadai akan penyakit difteri yang sedang mewabah di beberapa daerah. Di Pati beberapa waktu yang lalu, seorang pasien di salah satu rumah sakit di Pati, harus dirujuk ke RSUP Karyadi Semarang, sebab pasien itu diduga terserang penyakit difteri. Pasien bersangkutan telah mendapatkan tindakan penanganan […]

  • Petani Garam Merugi Akibat Kemarau, Komisi B DPRD Kabupaten Pati Siapkan Solusi

    Petani Garam Merugi Akibat Kemarau, Komisi B DPRD Kabupaten Pati Siapkan Solusi

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 278
    • 0Komentar

    PATI – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Pati menyebabkan petani garam mengalami gagal panen. Menanggapi hal ini, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, menyatakan akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mencari solusi. “Kami akan mengoptimalkan koordinasi dengan dinas terkait. Mulai saat ini, kita harus mempersiapkan langkah-langkah untuk tahun-tahun mendatang agar petani tidak terus […]

expand_less