Breaking News
light_mode

Komisi D DPRD Pati Usul Edukasi Sistem Pendidikan Pesantren, Libatkan Dinas Terkait dan Kemenag

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Ming, 3 Mei 2026
  • visibility 98.286

PATI – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, menyatakan bahwa lembaga legislatif bersama jajaran pemerintah daerah memiliki sikap yang sama dalam menangani kasus yang menyita perhatian publik ini.

Menurutnya, penanganan harus dilakukan secara tegas dan segera, supaya kekhawatiran serta keresahan yang muncul di tengah masyarakat tidak berlarut-lama.

“Kami sepakat perlu ada ketegasan dan tindak lanjut secepatnya. Kami apresiasi kepolisian, dan sekarang menunggu gerak cepat untuk langsung dilakukan penahanan,” tegasnya.

Selain menuntut proses hukum berjalan maksimal, Teguh juga melihat perlunya upaya pencegahan sejak dini. Ia menganggap edukasi menjadi aspek yang tak kalah penting untuk dibangun, agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Ia pun mendorong Pemerintah Kabupaten Pati melibatkan berbagai instansi terkait mulai dari Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, hingga Kantor Kementerian Agama, untuk memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat, khususnya bagi para orang tua yang menitipkan anaknya menempuh pendidikan di lingkungan pesantren.

“Ke depan perlu ada edukasi dari pemerintah daerah melalui dinas terkait maupun Kemenag, agar orang tua merasa tenang dan aman saat menitipkan anaknya di pondok pesantren,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kasus dugaan pencabulan yang terjadi di salah satu pondok pesantren ini diketahui telah memakan korban sebanyak sekitar 50 orang.

Kasus ini mulai terkuak ke publik setelah pengacara yang mewakili para korban menyampaikan perkembangan kasusnya melalui media massa. Isu ini kemudian memicu reaksi dari warga sekitar, yang selanjutnya diikuti aksi massa yang didukung oleh sejumlah organisasi kemasyarakatan, hingga berujung pada pendatangan ke lokasi pondok pesantren pada Sabtu (2/5) lalu.

Hingga saat ini, pihak kepolisian melalui Polresta Pati telah menetapkan status tersangka terhadap pihak yang diduga terlibat. Namun proses penahanan belum dilakukan, dan kondisi inilah yang menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian khusus dari anggota dewan.

(adv)

Editor : Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Santri Harus Menjadi Generasi Emas Penyongsong 1 Abad Indonesia

    Santri Harus Menjadi Generasi Emas Penyongsong 1 Abad Indonesia

    • calendar_month Rab, 21 Agu 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Para santri saat mengikuti upacara Pagi hari, menjelang detik-detik proklamasi, pada Hari Sabtu 17 Agustus 2019, santri-santri Yanbu’ul Qur’an 1 Pati melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati HUT RI yang ke-74. Upacara bendera di Yanbu’ul Qur’an 1 Pati ini sedikit unik, karena dilaksanakan dengan menggunakan atribut santri, yakni bersarung dan berpeci. 300-an santri dan segenap […]

  • Pentas Kesenian di Pati Belum Diperbolehkan Bupati

    Pentas Kesenian di Pati Belum Diperbolehkan Bupati

    • calendar_month Sel, 19 Okt 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Pentas kesenian masih belum mendapatkan izin resmi dari pemerintah kabupaten Pati dalam masa pandemi ini. Bupati Pati Haryanto secara tegas belum mengizinkan pentas kesenian di masa pandemi Covid-19. Hal itu karena dapat memicu kerumunan masyarakat. PATI – Bupati Pati Haryanto menggelar rapat bersama jajaran Forkopimda di Ruang Rapat Joyokusumo Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Senin (18/10/2021). […]

  • Dapat Bonus Demografi, 60 Persen Penduduk Jepara Usia Produktif

    Dapat Bonus Demografi, 60 Persen Penduduk Jepara Usia Produktif

    • calendar_month Jum, 28 Des 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 213
    • 0Komentar

    SUMBER : JEPARA.GO.ID JEPARA – Asisten II Setda Jepara Mulyaji menyebut, Kabupaten Jepara mendapat bonus demografi. Dari 1,2 juta penduduknya, 60 persen berada dalam usia produktif. Dimana penduduknya tercatat berkisar antara umur 15 – 64 tahun. Mulyaji menganggap bonus demografi tersebut harus ditangkap sebagai peluang peluang positif dan harus didukung generasi produktif yang berkualitas. ”Jumlah […]

  • Muda-Mudi Mayoritas Terjaring Razia

    Muda-Mudi Mayoritas Terjaring Razia

    • calendar_month Kam, 17 Mei 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 171
    • 0Komentar

    PATI – Dari beberapa razia yang dilakukan Satpol PP di tempat kos, temuannya hampir selalu sama. Petugas kerap kali mengamankan pasangan muda-mudi bukan suami istri. Usianya rata-rata 17 – 18 tahun. Kepala Satpol PP Hadi Santosa melalui Sekretaris Imam Rifa’i mengaku prihatin dengan hal demikian. ”Usia-usia muda yang kerap kami amankan saat razia, ini tentu […]

  • Persipa Pati Cetak Sejarah Juara Liga 3 Jawa Tengah 2021

    Persipa Pati Cetak Sejarah Juara Liga 3 Jawa Tengah 2021

    • calendar_month Rab, 15 Des 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 446
    • 0Komentar

    Tim Persipa Pati menerima tropi juara liga 3 Jawa Tengah, di stadion Moch Subroto Kota Magelang/HUMAS PERSIPA Musim 2021 sangat fantastis bagi Persipa Pati. Setelah memastikan diri tampil di putaran nasional, Laskar Saridin melengkapi capaian bersejarah itu dengan menggenggam gelar juara Liga 3 zona Jawa Tengah. MAGELANG – Persipa Pati menghajar lawannya Persebi Boyolali di […]

  • Suporter Persijap Minta Panpel Dievaluasi

    Suporter Persijap Minta Panpel Dievaluasi

    • calendar_month Rab, 7 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Suporter Persijap Jepara dari kelompok CNS/ @ultraspersijap JEPARA – Pertandingan home perdana menghadapi Persekat Tegal Minggu (4/9/2022) mendapat sorotan netizen dan Persijap fans. Sebab dalam laporan resmi jumlah penontom yang tercatat hanya 8.500 penonton, padahal stadion berkapasitas sekitar 15.000 penonton itu hampir dipenuhi penonton.  Karena itu mencuat dugaan ada yang mengarah pada upaya memperoleh keuntungan […]

expand_less