Breaking News
light_mode

Menikmati Malam Tahun Barunan, Ngecamp Saja di Gardu Pandang Puncak Jehan Jepara

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 7 Des 2018
  • visibility 270

 

SUMBER FOTO : INSTAGRAM EXPLOREJEPARA

Setiap orang punya cara menikmati malam pergantian tahun. Ada yang senang
menyemut di pusat kota, menyaksikan pesta musik dan meniupkan terompet. Membuat
bising dan riuh jalanan.



Ada
pula yang menikmatinya dengan bersantai di teras rumah. Berkumpul bersama
keluarga atau teman, sambil bakar-bakar jagung, main kartu, atau gitaran sambil
melantunkan suara sumbangnya. Semua tentu asyik. Momen pergantian tahun memang
sayang jika hanya dilewatkan dengan tidur-tiduran saja kan.



Namun,
ada yang perlu kamu ketahui. Mungkin ini bisa menginspirasi untuk rencana
kegiatan malam tahun baruan kalian. Cobalah menghabiskan malam tahun baru
dengan camping di puncak bukit. Menikmati hawa dingin pegunungan, derit suara
jangkrik, dan rasakan kesunyian yang menenangkan.



Salah
satu tempat yang menarik adalah di Gardu Pandang Puncak Jehan. Tempat ini
berada di Desa Kunir Kecamatan Keling Kabupaten Jepara. Dari pusat Kota Jepara,
kurang lebih bisa ditempuh selama satu jam perjalanan. Jangan khawatir, jalanan
menuju kawasan wisata instagramable di daerah Jepara bagian utara ini sudah
mulus. Pokoknya enak. 
Spot swafoto favorit




Di
tempat wisata yang dikelola swadaya anak muda setempat itu terbilang cocok
untuk menikmati malam pergantian tahun baru yang dijamin tak biasa. Panorama
Gardu Pandang Puncak Jehan ini terbilang cukup menarik. Hamparan tebing-tebing
tinggi yang hijau sudah dipastikan akan memanjakan mata pengunjung. Selain itu,
sudut-sudut Gardu pandang Puncak Jehan juga dilengkapi dengan aneka spot foto
yang dijamin instagramable.



Di
area Gardu Pandang Puncak Jehan, kini juga mulai tumbuh bunga beraneka rupa.
Pengelolanya memang sengaja menanam bunga untuk memberikan kesan kelestarian
alam. Selain itu bunga-bunga beraneka rupa dan warna tersebut juga menjadi daya
tarik tersendiri bagi pengunjung yang menggemari swafoto.



Gardu
Pandang Puncak Jehan ini terletak di kawasan Pegunungan Muria sebelah utara.
Pemandangan menarik tidak hanya di puncaknya saja. Dari gerbang menuju Gardu
Pandang Puncak Jehan, pengunjung akan berjalan kaki melintasi hutan pinus yang
cukup lebat. Kurang lebih 20 menit berjalan kaki. Jika tak mau berkeringat,
bisa naik sepeda motor. Pengelola menyediakan fasilitas ojek. Tarifnya Rp 5
ribu sudah termasuk parkir.



Tempat
ini juga memiliki daya tarik untuk dijadikan wisata camping. Apalagi saat malam
tahun baru. Dari atas gardu pandang, pengunjung akan melihat gemerlap
lampu-lampu yang jauh. Lampu-lampu itu terpancar dari sudut kota Jepara, Keling
hingga Donorojo. Gemerlap lampu dari PLTU Tanjung Jati B juga terlihat.
Pemandangan alam sejauh mata memandang


”Saat
malam pergantian tahun begini malah semakin menarik,” kata Fathul Muin,
pengelola wisata Gardu Pandang Puncak Jehan ini. Pengunjung yang mau camping,
bisa melihat kerlap-kerlip pesta kembang api. Tidak hanya satu tempat pesta
kembang api.



”Pesta
kembang api di Bangsri, Kelet, dan daerah sekitar akan sangat jelas terlihat
dari puncak ini,” katanya lagi. Bermalam di Gardu Pandang Puncak Jehan,
pengunjung juga bisa sambil menikmati malam dengan ngopi. Desa Kunir memiliki
produk kopi sendiri. Kopi jenis robusta atau di kenal dengan kopi Klethis



Untuk
bisa bermalam di Gardu Pandang Puncak Jehan ini, setiap pengunjung ditarif  Rp 5 ribu. Itu sudah mendapatkan fasilitas
berupa kamar mandi dan air bersih. Untuk peralatan camping pengunjung memang
harus membawa sendiri. (lil)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Minta Pemkab Bantu Pemasaran Produk UMKM Lokal

    DPRD Pati Minta Pemkab Bantu Pemasaran Produk UMKM Lokal

    • calendar_month Sen, 28 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 277
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Narso, mengungkapkan keprihatinannya atas dominasi produk impor di pasaran. Ia menyayangkan kenyataan bahwa masyarakat lebih memilih produk impor, padahal banyak produk lokal yang berkualitas. “Realitanya, di masyarakat produk impor sudah mendarah daging. Baik yang di pasar tradisional, misalnya fashion atau produk lainnya itu impor,” ungkapnya. Menanggapi hal ini, Narso mengimbau […]

  • Edy Wuryanto Pertanyakan Efisiensi Anggaran Kemenkes yang Sasar Program Prioritas Masyarakat

    Edy Wuryanto Pertanyakan Efisiensi Anggaran Kemenkes yang Sasar Program Prioritas Masyarakat

    • calendar_month Sel, 21 Jul 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 101.143
    • 0Komentar

    JAKARTA — Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mempertanyakan langkah efisiensi anggaran Kementerian Kesehatan yang justru menyasar sejumlah program unggulan atau Quick Win. Menurutnya, program-program tersebut merupakan prioritas utama pemerintah yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat, sehingga alokasi dananya seharusnya tetap dijaga. Hal ini disampaikannya dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama Kementerian Kesehatan, […]

  • Edy Wuryanto Dorong Penegakan Hukum Tegas terhadap Agen PMI Tak Berizin

    Edy Wuryanto Dorong Penegakan Hukum Tegas terhadap Agen PMI Tak Berizin

    • calendar_month Jum, 19 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.336
    • 0Komentar

    JAKARTA — Peringatan Hari Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang diperingati setiap 18 Desember menjadi pengingat atas masih kompleksnya persoalan yang dihadapi pekerja migran. Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menegaskan bahwa berbagai masalah yang menimpa PMI tidak berdiri sendiri sebagai kasus individual, melainkan bersifat struktural dan menuntut kehadiran negara secara konsisten dari hulu hingga […]

  • DPRD Pati Minta Pemkab Temukan Solusi Atasi Pernikahan Dini

    DPRD Pati Minta Pemkab Temukan Solusi Atasi Pernikahan Dini

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 348
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Muntamah, mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya kasus pernikahan dini di wilayah tersebut. Ia menekankan bahwa pernikahan dini dapat berdampak buruk terhadap masa depan anak. Muntamah menuturkan bahwa angka pernikahan dini di Pati erat kaitannya dengan tingginya angka putus sekolah. Ia mendorong pemerintah daerah untuk mengambil langkah solutif guna menekan angka […]

  • Anggaran Rp1 Miliar Disiapkan DPUTR Pati untuk Rehabilitasi Jalan Guyangan–Jetak

    Anggaran Rp1 Miliar Disiapkan DPUTR Pati untuk Rehabilitasi Jalan Guyangan–Jetak

    • calendar_month Kam, 11 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.928
    • 0Komentar

    PATI – Kondisi ruas jalan Guyangan–Jetak yang berada di wilayah Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, menuai keluhan dari masyarakat. Jalan penghubung antarwilayah ini diketahui mengalami kerusakan yang cukup parah dan dinilai berisiko membahayakan keselamatan pengendara. Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Pati memastikan perbaikan ruas jalan tersebut telah dimasukkan dalam program rehabilitasi tahun 2026 dengan pagu anggaran […]

  • Dari Keling, Kenikmatan Citarasa Kopi Mempercantik Citra Diri

    Dari Keling, Kenikmatan Citarasa Kopi Mempercantik Citra Diri

    • calendar_month Ming, 18 Agu 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Kopi Tempur salah satu primadona kopi di Kota Jepara  Pamor Kecamatan Keling tak lagi identik sebagai kecamatan “pinggiran” apalagi terbelakang, di wilayah Kota Ukir Jepara. Keling setidaknya telah berani unjuk gigi. Berusaha mempercantik citra diri. Festival kopi dan kuliner yang digelar 15-17 Agustus 2019 di Terminal Sambungoyot, Desa Kelet menjadi bukti arah berbenah di kecamatan […]

expand_less