Kemas Potensi Daerah Secara Kreatif, Pati Bidik Pasar Nasional hingga Internasional
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 59 menit yang lalu
- visibility 101.302

Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra saat membuka Jateng Creative Forum di Pendopo Kabupaten Pati, 3 Agustus 2026.
PATI — Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa beragam potensi unggulan yang dimiliki Kabupaten Pati perlu dikemas secara kreatif agar mampu menembus pasar nasional hingga pasar internasional.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat membuka Jateng Creative Forum yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (3/8/2026). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif serta mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah melalui kerja sama lintas pihak yang berkepentingan.
Menurut Chandra, Kabupaten Pati menyimpan kekuatan besar di sektor pertanian, perikanan, perkebunan, hingga pariwisata yang pemanfaatannya belum sepenuhnya dioptimalkan. Berbagai keunggulan tersebut harus dipadukan dengan sentuhan kreativitas agar menghasilkan nilai tambah dan memperkuat daya saing produk daerah.
“Banyak sekali potensi-potensi di Kabupaten Pati ini yang bisa di-packaging, dikemas, supaya dikenalkan di tingkat nasional dan tingkat internasional,” kata Chandra.
Ia menambahkan, pengembangan ekonomi kreatif tidak bisa hanya mengandalkan kekayaan alam yang ada. Pemanfaatan transformasi digital, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta peningkatan kemampuan pelaku UMKM menjadi faktor penentu agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Generasi Z dan Generasi Alpha harus menjadi motor penggerak ekonomi kreatif. Mereka dekat dengan teknologi dan memiliki kreativitas yang bisa membawa produk Pati naik kelas,” ujarnya.
Chandra juga menekankan pentingnya sertifikasi halal bagi produk-produk UMKM. Langkah ini dinilai mampu meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.
Selain itu, ia mencontohkan sejumlah program unggulan seperti pertanian “1 Hektar 10 Ton”, pengembangan pertanian organik, potensi kekayaan perikanan lokal, hingga pembudidayaan durian Musang King dan Black Thorn di Kecamatan Gunungwungkal sebagai kekuatan ekonomi yang dapat dikembangkan dengan pendekatan kreatif.
Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Kementerian Ekraf, Agus Syarip Hidayat, menyampaikan bahwa ekonomi kreatif diproyeksikan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang tumbuh dan berakar dari daerah.
Kabupaten Pati dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satu contoh keberhasilan pengembangan ekonomi kreatif yang berlandaskan kolaborasi.
Chandra berharap sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pelaku usaha, dan komunitas kreatif terus diperkuat.
Ia optimistis kerja sama tersebut dapat mengantarkan Kabupaten Pati kembali meraih predikat Kabupaten Kreatif pada tahun 2026, sekaligus memperkenalkan produk dan kreativitas masyarakat Pati secara lebih luas di tingkat nasional maupun internasional.
Turut hadir dalam kegiatan ini Pokja II Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disbudparekraf Provinsi Jawa Tengah, Wakil Ketua Komite Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, perwakilan Kadin, HIPMI, serta Ketua Karang Taruna Kabupaten Pati. Peserta kegiatan terdiri dari para pelaku ekonomi kreatif yang bergerak di Kabupaten Pati.
Editor : Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

